Beby gadis berumur 21th yang bekerja sebagai OB disebuah perusahaan besar,banyak orang yang ingin bekerja di perusahaan tersebut meskipun hanya sebatas OB.
Dan sial nya Beby yang sedang mengendarai motornya ia hampir saja menabrak seorang anak laki-laki berumur 4thn,yang entah datang dari mana anak itu tiba-tiba ada didepan motor Beby.Membuat Beby mengerem mendadak dan ia jatuh,untung saja tidak menabrak bocah itu.
" Aauww " Pekik Beby yang merasakan kakinya sakit
" Siapa anak itu,kenapa bisa berkeliaran di jalan " Ucap Beby bangkit dan menghampiri bocah itu
" Sayang kamu tidak apa-apa" Tanya Beby dengan lembut ia berjongkok di depan bocah itu
" Momy " Ucap bocah itu membuat beby kaget karena dipanggil momy oleh bocah itu
Bagaimana tidak kaget Beby baru umur 21th dan ia belom menikah bahkan pacar pun tak punya, bagaimana Beby bisa mempunyai anak yang berumur 4thn.Dan herannya kenapa bocah itu memanggil nya dengan kata momy??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mentari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
34
Saga memutuskan untuk pulang menggunakan mobil yang ia tinggal di perusahaan kebetulan Saga meninggalkan salah satu mobilnya di perusahan untuk berjaga-jaga jika keadaan mendesak seperti ini,jadi ia bisa pulang sendiri tanpa Bram.
Saga langsung pulang karena Bram sudah menjemput Mama di bandar sejak tiga puluh menit yang lalu kemungkinan saat Saga sampai dirumah tak berselang lama pasti Mamanya akan sampai.
" Daddy sudah pulang " Ucap Sean akan melihat Saga
" Sean sudah mandi " Tanya Saga
" Sudah Daddy" Ucap Sean
" Daddy akan mandi terlebih dahulu karena Omah akan datang " Ucap Saga
" Omah pulang Dad " Ucap Sean
" Iya Om Bram sedang menjemput Omah di bandara sebentar lagi Omah akan sampai, jadi Sean sama Mommy dulu yah " Ucap Saga
" Okey Daddy" Ucap Sean
Saga pun naik atas untuk membersihkan dirinya sebelum Mama nya sampai, Saga sudah memberitahu ke Bi Imah dan kepala pelayan jika Nyonya besar akan datang jadi mereka harus menyiapkan hidangan untuk menyambut Nyonya besar.
Benar saja tak berselang lama Saga masuk ke kamarnya mobil yang dikendarai Bram telah sampai di Masion, Bram membukakan pintu untuk Nyonya besarnya.
" Apa Saga sudah pulang Bram " Tanya Helen
" Sudah Nyonya " Jawab Bram hormat
" Baiklah " Ucap Helan dan ia langsung masuk ke dalam Masion milik Saga
Sebenarnya Helen mempunyai rumah di Indonesia tapi karena ia pulang sendiri ia memutuskan untuk menginap di Masion Saga selama di Indonesia,jika ia pulang dengan suaminya ia akan ke rumah utama.
" Omah...." Teriak Sean saat melihat Helan
" Tidak usah berlari nanti jatuh " Ucap Helen dengan tegas
" Iya Omah " Jawab Sean menunduk
" Dimana Daddy mu " Tanya Helan ke cucunya
" Daddy ada di kamar Omah " Ucap Sean
" Selamat datang kembali Nyonya "Ucap Bi Imah dan kepala pelayan
" Hem " Ucap Helen ia melirik ke Baby yang berada disamping Bi Imah ia penasaran siapa wanita itu kenapa ia baru melihatnya
" Nyonya perkenalkan ini Baby pengasuh Den Sean " Ucap Bi Imah
" Oh dia pengasuh Sean sejak kapan " Tanya Bi Imah
" Sudah tiga bulan yang lalu Nyonya " Ucap Bi Imah
" Salam kenal Nyonya saya Baby sebagai pengasuh Sean " Ucap Baby menunduk hormat
" Berapa usiamu " Tanya Helen
" Umur saya 22thn Nyonya " Jawab Baby dengan penuh hormat sebelumnya Baby sudah diberi tahu oleh Bi Imah jika Mama nya Saga akan pulang
" Oh " Ucap Helen
" Omah dimana Opah Aunty Sisil dan Aunty Sela " Tanya Sean
" Mereka tidak ikut kerena sibuk " Ucap Helen dingin
" Mah sudah sampai " Ucap Saga saat menuruni anak tangga
" Iya apa kabar dengan mu Saga " Tanya Helen menghampiri Putra
" Baik Mah " Ucap Saga
" Ada urusan apa Mama pulang " Tanya Saga
" Memangnya Mama tidak boleh pulang dan bertemu dengan kamu " Ucap Helen
" Bukan begitu Mah " Ucap Saga
" Baiklah Mama akan ke kamar dulu mau istirahat, panggil Mama jika sudah waktunya makan malam " Ucap Helen pergi begitu saja menuju kamarnya yang memang disediakan Saga jika sewaktu-waktu orangnya menginap
Sepeninggalan Helen Saga memutuskan untuk pergi ke ruangan kerjanya karena masih ada bekerja yang harus ia cek,sedangkan Baby ia kembali ke dapur untuk membantu para pelayan menyiapkan makan malam.
Sebenarnya sejak jadi Baby penasaran kenapa Helen terlihat sangat dingin kepada Sean cucunya sendiri, siapapun pasti akan bahagia jika betemu dengan Cucu apalagi jarang bertemu tapi kenapa berbeda dengan Helen yang sangat cuek dengan Sean bahkan Baby bisa melihat rasa ketakutan diwajah Sean saat Helen menegurnya.
Baby tidak berani bertanya dengan Bi Imah karena Baby orang asing dikeluarga ini jadi Baby memilih untuk diam dan mengubur rasa penasarannya.
Karena Baby sedang membantu para pelayan menyiapkan makan malam, Sean memutuskan untuk masuk ke kamar.
" Jadi nama lengkapnya Salsa Alexia Mahendra" Ucap Sean
" Perusahaan orang tuanya bekerja sama dengan Daddy " Ucap Sean
Sean sedang mencari tau tentang Salsa teman barunya menggunakan laptop yang diberikan Saga waktu itu, diam diam Sean mempunyai bakat menjadi hacker tapi Sean menutupi dari Saga.
Saat Sean sedang asik menjari tahu informasi tentang Salsa tiba-tiba pintu kamar terbuka dan buru-buru Sean menutup laptop dan berpura-pura sedang membaca buku,ternyata itu Baby yang masuk ke kamar Sean.
" Sean sedang apa " Tanya Baby menghampiri Sean
" Sedang baca Buku Mom " Jawab Sean
" Buku apa " Tanya Baby
" Buku cerita " Jawab Sean menunjuk buku dongeng
" Sean apa Mommy boleh bertanya " Ucap Baby sudah duduk di samping Sean
" Boleh memang mommy mau bertanya apa " Ucap Sean
" Apa Sean senang disekolahkan baru " Tanya Baby
" Senang Mom " Ucap Sean
" Siapa teman Sean tadi Mommy lupa " Ucap Baby mengingat jika Sean memiliki teman baru disekolahkan barunya
" Salsa Mom " Ucap Sean
" Oh Iya Salsa, Mommy lupa " Ucap Baby
" Apa Salsa teman sekelas Sean " Tanya Baby
" Iya Salsa teman sekelas Sean dan teman bangku Sean juga " Ucap Sean
" Kata Salsa Sean teman pertama Salsa apa benar " Tanya Baby penasaran
" Sean nggak tau Mom, tapi Salsa mengatakan itu " Ucap Sean
" Apa Sean tau kenapa Salsa tidak mempunyai teman selain Sean " Tanya Baby
" Sean tidak tau Mom, mungkin karena Salsa cerewet dan banyak tanya jadi mereka tidak mau berteman dengan Salsa " Ucap Sean mengingat betapa cerewet Salsa saat di sekolah Salsa terus saja bertanya random kepada Sean
" Menurut Mommy Salsa nggak cerewet ko " Ucap Baby
" Mommy salah Salsa itu sangat cerewet banyak omong Sean pusing denger nya pasti ada saja yang dibicarakan Salsa, Sean juga bingung apa mulut Salsa tidak capek ngomong terus " Ucap Sean
" Sean nggak boleh ngomong itu ke Salsa mungkin Salsa melakukan itu karena tidak memiliki teman selain Sean, jadi Salsa banyak ngomong takut Sean tidak mau berteman dengan Salsa maka dari itu Salsa banyak bicara agar dapet perhatian Sean " Ucap Baby menjelaskan
" Oh jadi gitu yah Mom, tapi tetap saja Salsa cerewet" Ucap Sean
" Astaga... Iya iya terserah Sean mau mengatakan apa yang jelas Mommy pesan ke Sean tidak boleh menyakiti Salsa karena Salsa itu perempuan" Ucap Baby
" Iya Mom " Jawab Sean
Saat Baby dengan ngomong dengan Sean pintu terbuka dan mereka berdua kompak menengok ke arah pintu dan ternyata itu Saga.
" Daddy " Ucap Sean
" Sudah waktunya makan malam " Ucap Saga
" Iya Daddy " Jawab Sean
Sean dan Baby turun ke bawa bersama Saga yang ada didepannya dan ternyata disana sudah ada Nyonya Helen yang sudah menunggu, Baby menundukan hormat saat berhadapan dengan Nyonya Helen.