Aku tidak tau apa salah dosa ku hingga ibu yang cenderung tidak menyukai ku dari kecil tega bermain api dengan suamiku,mereka telah menghancurkan hidupku dan mempermainkan perasaan ku,sakit dan kecewa itu yang aku alami,aku tidak mengira pernikahan yang begitu indah bagiku hancur hannya karena ibuku.
Suami ku tergoda kepada ibuku.Aku tidak pernah curiga dengan ibuku yang memang selalu berpakaian seksi di depan suamiku,sakit dan kecewa,malu dan sedih itu yang aku rasakan saat ini.
Bagaimana kisah Tiara apakah dia akan mempertahankan perniakahnya dengan pria yang sangat dia cintai?"
ikuti kisah ini jangan lupa dukungannya kak.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agustina Pandiangan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34 ~ Sikap mu yang membuatku muak ~
Tiara berdiri di depan pintu sambil memandangi keduanya,kakinya gemetaran kedua kakinya seperti tidak mampu menahan berat badannya,apalagi saat melihat suami dan ibunya tertawa bahagia saat itu.
" Tiara kamu disana,apa yang kamu lakukan disitu mari gabung,suami mu sedari tadi sudah membangunkan mu dia kelaparan tapi karena kamu tidak bangun ibu membantunya memasak mie instan." Ucap Linda dengan santai.
Tiara mengangguk,malu,kesal cemburu itu yang dia rasakan saat ini,dia merasa hubungan ibu dan suaminya sudah melampaui batas tapi dia malu mengungkapkan itu di hadapan mereka berdua.
" lanjuatkan saja,aku juga sudah mengantuk." Ucap Tiara lalu dia meninggalkan keduanya kembali masuk ke kamarnya.Di dalam kamar dia duduk di pinggiran ranjang,rasanya dia tidak percaya jika ibu yang sangat dia hormati selama ini melakukan hal di luar pikirannya.
"Sepertinya istrimu sedang cemburu lagi!! aku merasa serba salah padahal kan dia yang tidak bangun dari tadi."Ucap Linda dengan nada pura-pura putus asa.Adrian menghentikan makannya,lalu dia meraih tangan kekasinya dan menatap matanya dengan tatapan penuh cinta,dia memang tergila-gila dengan Linda wanita yang bisa memuaskan hasratnya kapan pun dia mau.
"Sayang,jangan pikiran dia,dibandingkan wanita itu kamu jauh lebih berharga di mataku bahkan jika suatu saat hubungan ini harus terbongkar lalu dia menyuruhku memilih di antara kalian berdua,kamu adalah wanita yang ku pilih ingat janjiku,kamu wanita ku sampai kapan pun." Ucap Adrian tanpa ragu.Linda yang mendengar itu tentu saja semakin besar kepala,dia juga tau akan hal itu karena Adrian selalu menuruti apa pun yang dia katakan.
" Kamu bisa saja sayang,aku makin cinta kepada mu.Ya sudah habiskan makan mu,kau masuk kamar dulu,nanti takutnya Tiara semakin curiga." Ucapnya lalu dia beranjak dari tempat duduknya,setelah itu dia berhenti sejenak di di samping Adrian lalu mendaratkan ciuman manis di kening Adrian.
" Terima kasih sayang,kamu sudah menghiasi hidupku yang begitu hampa selama beberapa tahun ini."Ucap Adrian.Linda mengangguk setelah itu dia kembali ke kamarnya.
****
Keesokan paginya Tiara bangun pagi-pagi sekali,dia membersihkan semua rumah dan dapur yang sudah dipenuhi piring kotor,mungkin karena tadi malam ibu dan suaminya memasak tengah malah jadi mereka membiarkan semuanya berantakan.
Baju-baju kotor juga sudah menumpuk,semua dia selesaikan tepat waktu,setelah semuanya beres dia tinggal memandikan Caca dan memberinya sarapan, setelah itu dia pergi kesekolah tanpa pamit seperti biasanya.
Viona dan Tiara sudah berangkat pagi-pagi sekali,Linda terbangun saat matahari sudah mulai naik,dia wanita yang paling tidak tau diri di dunia ini,selain menumpang dengan putrinya dia juga sangat santai bahkan tidak pernah sekali pun melakukan pekerjaan rumah,setelah itu dia menggoda menantunya karena sebagai seorang wanita normal dia selalu merasa hasratnya yang menggebu.
" Ternyata sudah jam setengah sepuluh,Adrian apa dia sudah bangun,aku rasa dia sudah bangun bukan kah dia harus bekerja dan menjaga tokonya." Ucapnya dalam hati lalu dia mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi.
Setelah mandi dia pergi ke dapur lalu sarapan,dia melakukan perawatan wajah dan tubuh untuk menghabiskan waktunya yang membosankan.Adrian sedang bekerja saat sepeda motor berhenti di depan rumahnya,dua pria turun dari sepeda motor dan menghampirinya.
" Selamat pagi,Tiara larasati ada di rumah? dia selalu menghindar saat kami menghubunginya!!" Tanya salah satu pria sambil berdiri di depannya.Adrian yang tadinya tidak peduli langsung menegakkan kepalanya lalu menghentikan pekerjaanya dia menatap kedua pria itu dan sekarang dia mengerti siapa mereka.
" Aku ada tamu,kamu bisa kembali kemari dua jam lagi untuk mengambil sepeda motor mu ini." Adrian yang sudah kotor langsung beranjak ke rumah membawa kedua petugas bank itu.
" Silahkan duduk,kalian orang bank? memangnya Tiara belum membayar angsuran pertamanya,kenapa kalian tidak menemuinya saja bukan kah dia yang punya hutang? aku tidak ada sangkut pautnya dengan hutang ini." Ucap Adrian.
" Memangnya wanita itu kemana?" Di saat yang bersamaan Linda keluar dari kamar,wajahnya yang sudah segar dan wangi membuat Adrian tidak suka saat dia keluar kamar,dia tidak ingin pria yang ada di depannya melihat tubuh cantiknya kekaksihnya.
"Ada tamu sayang?" Tanya Linda lalu duduk di sebelah Adrian keduanya memang seperti suami istri jika Tiara sedang tidak di rumah.
"Apa ini istri anda?" Tanya salah satu dari mereka,sedikit merasa aneh dengan sikap keduanya.
"Kalian bisa pergi sekarang,intinya Tiara sedang tidak di rumah,dia masih di sekolah jam seperti ini sekali lagi dia yang punya hutang kepadanya kalian minta,aku tidak mau tau tentang hutangnya." Ucap Adrian lalu menyuruh mereka pergi dari rumahnya.
"Aku rasa kedua manusia itu ada sesuatu,siapa pria itu,bukan kah dia suami dari nasabah kita,apa dia selingkuh di belakang istrinya?"
"Untuk apa kita mengurusi sesuatu yang bukan urusan kita,aku sudah kesal dengan wanita itu,bisa-bisanya dia tidak menyetor angsurannya padahal ini baru angsuran pertama." Ucap pria itu dengan wajah kesal karena hari ini dia gagal bertemu Tiara.
"Sebenarnya kita tidak perlu takut,dia punya jaminan tapi sepertinya kita harus lelah setiap bulan mengurusi mereka." Jawab rekannya itu.
Jam istirahat kedua baru saja berbunyi,Tiara memilih tidak keluar kelas,bukan karena dia marah atau kesal kepada temannya itu tapi untuk saat ini dia hannya ingin sendiri.
Temannya Eva sudah tidak tahan dengan Tiara yang tidak mau lagi berbicara dengannya,dia memutuskan untuk menemui Tiara dan minta maaf.
Eva berjalan menuju kelas Tiara,dia tau wanita itu pasti sedang di ruangannya karena Tiara memang orang yang paling malas keluar kelas pada jam istrahat.
" Tiara kamu tidak keluar kelas." Eva langsung menyapanya tanpa basa-basi,hal itu membuat Tiara kaget karena saat itu dia sambil melamun sambil menemani Caca yang sedang bermain di lantai.
" Eva!! apa yang kamu lakukan disini,di jam istrahat kenapa kamu malah kesini?" Ucapnya,reaksinya biasa saja tidak terlihat seperti orang marah kepadanya.
" Tiara,aku minta maaf soal yang kemarin itu,aku tidak bermaksud ikut campur dengan masalah mu? tapi aku sangat sedih saat kamu bersikap dingin kepada ku." Ucap Eva.Tiara tersenyum terlihat sekali kalau senyum itu di paksakan,dan Eva tau kalau temannya itu sedang tidak baik-baik saja.
" Sudahlah lupakan saja,aku tidak marah kepada mu,tapi untuk saat ini aku ingin sendiri,kamu tau aku kan." Eva terdiam,berat rasanya melihat sahabat dekatnya berada di posisi sekarang ini.
🌺🌺🌺 bersambung 🌺🌺🌺
suami biadab.
emang sampah berkumpul nya dan bersatu nya dgn sampah