NovelToon NovelToon
Menyelamatkan Hashimoto Rena

Menyelamatkan Hashimoto Rena

Status: tamat
Genre:Romansa / Penyeberangan Dunia Lain / Barat / Tamat
Popularitas:39.8k
Nilai: 5
Nama Author: Yayang_

⟨ First Love Story ⟩ adalah game R-19. Hashimoto Rena adalah karakter dari game, gadis yang harus ditaklukkan dengan Bad Ending. Hanya ada satu ending yang sama, Rena selalu berpisah dengan pemain di akhir cerita; Pemain bernama Yamazaki Takeru.

Seorang laki-laki berusia 28 tahun hanya tersenyum pahit sambil melihat layar Smartphone, ending dari game yang buruk, ia selalu merasa kasihan pada Rena yang selalu berakhir pahit, karena pemain harus pergi ke luar negeri, Rena sakit dan meninggal dunia, Rena harus menikah dengan pria paruh baya; endingnya selalu tidak menyenangkan.

[Pemberitahuan: Apakah Anda ingin mengubah akhir tragis Hashimoto Rena?]

> Ya?

> Tidak?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayang_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rena Menginap (2)

Yusuke melihat kalender di ponselnya, tanggal 20 Agustus, masih dalam masa liburan musim panas yang berakhir di bulan September.

"Aku masih punya banyak waktu untuk dinikmati," gumam Yusuke.

Suara bel berbunyi, dia bangkit dan yakin bahwa Hashimoto Rena yang datang.

"Sepertinya dia ingin membuat kejutan seperti yang dia katakan, sayang aku tahu."

Biasanya di dunia nyata festival musim panas akan diadakan pada tanggal 25. Tapi dunia game diadakan pada tanggal 5 untuk festival kembang api.

"Taraa~! Yusuke-kun~"

Rena berkedip karena Yusuke tidak terkejut?

"Mengapa tidak bahagia?"

"Siapa bilang tidak bahagia?"

Yusuke melihat tas yang dibawa Rena.

"Aku akan tinggal selama dua hari mulai besok..."

"Masuklah," kata Yusuke, dia melihat ketidakhadiran Chiya.

"Permisi..."

'Dia masih memakai rok seperti itu? Tolong cobalah pakai yang pendek untuk menyenangkan pacarmu ini Rena-chan.'

"Ada apa Yusuke-kun?"

'Apakah ada yang salah denganku? Yusuke-kun juga tidak terkejut aku datang...'

"Aku membayangkan."

"Bayangkan apa?"

Yusuke tersenyum sangat buruk.

Rena jadi merinding.

"Ouch..."

Rena buru-buru lari untuk meletakkan tasnya di dekat lemari. Yusuke melihat dari belakang.

"Caranya membungkukkan badan seksi ..."

Rena tersipu ketika dia mendengarkan gumamannya.

'Tolong jangan bicara seperti itu.'

Yusuke menggelengkan kepalanya, dia membantu Rena.

"Masukkan saja di lemari, masih ada ruang di dalamnya."

"Apakah tidak apa-apa?"

"Tidak apa-apa, masukkan saja."

“Rena melihat baju Yusuke sangat bagus, banyak hal yang belum dia lihat saat Yusuke memakainya.

"Yusuke-kun?!"

Rena malu dengan pelukan dari belakang.

"Diam..."

"Aku belum selesai..."

Yusuke berbicara dengan suara rendah.

"Apakah kamu benar-benar percaya pada bajinganmu ini?"

"Tolong jangan turunkan martabatmu sendiri," kata Rena dengan suara kesal.

'Aku harus bagaimana? ... kebiasaan ini menjadi lebih buruk ketika melihatnya ...'

"Yusuke-kun, apakah kamu marah?"

"... tidak."

"Mengapa diam saja?"

"Aku berpikir untuk memilih."

"Memilih apa?"

Yusuke berbisik.

"Kiri atau kanan?"

Yusuke berbicara lagi.

"Tolong tutup matamu..."

Rena menutup matanya.

'Entah kenapa aku malu jika dia melihatku memainkannya.'

Rena merasa tidak nyaman.

"Yusuke-kun, tolong jangan lakukan itu," kata Rena sambil memegang tangan Yusuke.

"Sebentar..."

Rena kecewa karena tidak bisa melarang sampai tangan Yusuke berhenti.

Rena berbalik dan melihat.

"Padahal aku baru datang," Rena memukul tangan Yusuke pelan.

Yusuke melihat ke arah lain, Rena membimbingnya untuk melihat ke arahnya.

"Kamu salah Yusuke-kun..."

"Aku salah...?"

"Cepat senyum."

Yusuke tersenyum, ia merasa aneh diminta tersenyum di saat seperti ini.

"Kamu semakin..."

Rena menepuk kening Yusuke.

Yusuke tidak tahan dan memeluknya, Rena mengusap punggung Yusuke.

Setelah berpelukan, Yusuke bicara.

"Karena kamu cantik, aku jad-"

Rena menyilangkan tangannya, dan berkata.

"Jadi Yusuke-kun melakukannya karena aku cantik, ya?"

“Namanya juga laki-laki, jadi seperti itu.”

"Mulai ..."

Rena menarik napas dalam-dalam, dia berbicara sambil menyatukan tangan Yusuke saat dia memegangnya.

"Tidak apa-apa melakukannya, tapi aku baru saja datang, itu sangat tidak sopan."

Rena masih berbicara.

"Aku tahu Yusuke-kun sangat nakal, ingat untuk melihat situasinya, oke?"

Yusuke tersenyum.

"Kamu berbicara seperti seorang ibu."

Rena memeluknya.

"Jangan mengolok-olokku, kamu harus lebih dewasa Yusuke-kun."

"Hah?"

"Kamu tidak bisa egois atas kemauanmu sendiri."

"Apakah kamu tidak menyukainya?"

"Bukannya begitu, hanya saja akan menjadi hobi yang berkelanjutan."

"Ini karena aku menyukai mereka besar ..."

Rena berkedip.

"Apakah Yusuke hanya menyukai mereka, bagaimana denganku?"

'Pertanyaan sulit!'

***

Rena merasa semakin tidak bisa menyudutkan Yusuke.

"Begini... aku tidak marah, Yusuke-kun yang salah karena aku baru saja datang, aku tidak benar-benar marah."

Yusuke menghukum dirinya sendiri dengan keningnya menyentuh lantai, dan kedua tangan di belakang punggung menggenggam pergelangan tangan kanannya.

"Mengapa posisinya begitu aneh?"

Rena tersenyum.

'Aku merasa seperti sedang dihukum oleh para senior selama wajib militer.'

"Apakah Yusuke menyesalinya?"

"Yes Mom!"

Rena sangat terkejut sehingga dia menutup mulutnya.

'Aku belum tua Yusuke-kun!'

Yusuke menghela napas lega karena dia diizinkan untuk berhenti menghukum dirinya sendiri karena menyesal, namun matanya tetap melihat ke arah dada.

"Yusuke-kun..."

"Yes?"

Yusuke tersenyum.

Wajah Rena berekpresi lelah, ia tidak bisa marah karena ia lelah dengan sikap seperti itu yang terus-menerus diulang. Saat mereka duduk berhadapan, Rena mengusap-usap kepala Yusuke.

Yusuke yang sedang duduk dengan kedua kakinya bersujud melihat Rena memaksakan diri untuk tersenyum tulus.

"Anak baik..."

"Kamu sangat cantik~"

Rena cemberut karena dadanya menjadi titik objek tatapan mata Yusuke.

"Tolong lihat saja wajahku."

"Aku melihat wajah yang cantik."

"Ya ampun, aku sangat kesal padamu."

"Tolong jangan kesal pada pria sejati ini."

Rena tersenyum kaku.

"Tidak lucu."

Rena mendekat dengan ciuman mendarat di kening Yusuke.

'I love you...'

Bunyi bel berbunyi, kedatangan penyusup yang tak lain adalah Chiya. Yusuke merasa lelah jika Chiya mengganggunya lagi.

"Permisi!"

"Jangan masuk!"

"Ah, apakah dia ada di sini?"

Rena menyaksikan tanpa berkedip ketika dia melihat Chiya masuk tanpa izin.

"Aku tidak tahu kau akan datang..."

Chiya merasa sangat canggung.

"Mengapa kamu masuk ke sini?"

Tatapan Rena berbeda dari biasanya, dan bertanya.

"Apakah ini sering terjadi? Kamu baru saja masuk ke rumah Yusuke-kun?"

"Kami, kami tetangga, jadi sangat sering."

'Aku harus kabur!'

Rena melihat Yusuke mengendap-endap ingin kabur.

"Yusuke-kun?"

"Y-ya?"

Yusuke menoleh dengan gerakan yang kaku.

"Tolong jelaskan padaku."

"Ini semua gara-gara kau Chiya."

"Eh...? Aku?"

Chiya menyilangkan tangannya, dia melihat gadis remaja di depannya sangat marah meski terlihat dengan sikap tenangnya.

"Aku dan pacarmu, kita berteman."

Rena menatap Yusuke.

Yusuke angkat bicara.

"Dia sudah sering seperti ini, tapi kurasa kami hanya berteman."

"Kurasa?" tanya Rena menuntut kejelasan.

'Sial, aku salah bicara!'

Chiya berbicara untuk menolong Yusuke.

"Kamu tenang saja, pacarmu sangat setia dan bahkan melihat dadaku, dia tetap tenang."

"Kau gila ya?"

"Aku membantumu bajingan! Kamu menyebutku gila?"

'Sial, di cerita aslinya ... Rena adalah karakter lemah, dia sungguhan marah?'

"Silakan pergi, aku ingin berbicara dengan Yusuke-kun."

Chiya melihat Yusuke, dan berbalik untuk pergi.

"Jangan salahkan pacarmu, dia tidak salah, aku berani menjadi jaminan."

Chiya menutup pintu.

Yusuke melihat ke arah lain, dia sangat tidak senang dengan situasi ini. Rena menatapnya tanpa kebiasaan berkedip.

"Apakah yang dikatakan itu benar?"

"Seperti itu..."

"Apakah Yusuke-kun suka melihatnya, aku tahu Yusuke-kun sangat suka melihatnya?"

"Aku tidak melihatnya."

"Dia bilang kamu melihat."

"Dia yang menunjukkannya."

"Sungguh?"

"Y-ya ..."

"Hanya melihat?"

"Tentu saja."

'Dia marah, poin tidak turun, apakah langsung minus?'

"Jadi begitu. Apakah dia berpakaian seperti itu setiap kali dia datang?"

"Dia memang seperti itu..."

Kuku ibu jarinya menekan jari telunjuknya dengan keras saat dia mengepalkan tangannya.

"Apakah mungkin sudah memegangnya?"

"Tidak. Aku tidak memegangnya."

Yusuke tersenyum melihat poin tidak turun.

Rena curiga.

"..."

'Masih tetap 9 poin?'

Mata Rena berkaca-kaca.

"Mungkinkah sudah melakukannya?"

"Hah?"

"Berciuman?"

"Tunggu sebentar!"

'Aku belum pernah mengalami yang seperti ini sialan!'

"Yusuke-kun?"

"Tidak melakukan apa-apa."

1
Aisyah Suyuti
good
Tapikan kamu memang di program begitu sama si author
Mau perang dunia kah?
Re"
👍
_Frizvnt_
isi komen,
_Frizvnt_
isi komen.
_Frizvnt_
.
_Frizvnt_
isi komen
_Frizvnt_
isi komen.
_Frizvnt_
mengisi komen
_Frizvnt_
isi komen.
_Frizvnt_
mengisi komen
_Frizvnt_
isi komen
True_Lolicon
novel romantis emang nikmat buat menyiksa diri.
True_Lolicon
sistem pemaksa
NAH
Semangat terus Thor ayo kita saling dukung satu sama lain 🌻🌻🌻
Leluhur Naga Pertama
.............
Riel
Up 2 chapter perhari dong Thor
Yayang_: oke aku usahain besok ya 🤗
total 1 replies
Yayang_
Tapi ya jangan terlalu berlebih-lebihan kwkwkwk
Dayu Fabi
Gw mau ucapin makasih nih bang, tadinya gw GK tahu di sini dibolehin GK nulis adegan cocok tanam, tapi GK gw sangka ternyata boleh, terimakasih loh bang karena novel lu gw jadinya mau nulis novel cocok tanam, tadinya gw pikir GK boleh sama NT.
Yayang_: Wkwkkwkw
total 7 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!