NovelToon NovelToon
Separuh Nyawa Suamiku

Separuh Nyawa Suamiku

Status: tamat
Genre:Janda / CEO / Tamat
Popularitas:26.2k
Nilai: 5
Nama Author: Dayang Rindu

Menjadi janda karena suaminya meninggal dalam sebuah kecelakaan.

Dan takdir membawanya kepada seorang CEO muda yang kemudian sangat memperhatikan semua kebutuhan hidupnya, menyayangi anaknya seperti almarhum suaminya.

Waktu berlalu, kebersamaan yang tanpa mereka sadari membuat keduanya jatuh cinta. Tapi fakta yang sengaja di tutupi selama ini terkuak dan membuat keduanya sama-sama terpukul ketika keduanya sudah menikah..

"Sekalipun kau memberikan dunia ini untuk Ku, tetap saja tidak bisa menggantikan separuh nyawa Suamiku." ungkapnya dengan air mata.

"Tapi sekarang aku juga suamimu. Dan separuh nyawaku ada padamu."


Bagaimanakah kisah mereka selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dayang Rindu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sadar

"Kak Fiza." suara Nur terdengar diantara pertengkaran keduanya, ia masuk mendekatiku Hafizah dan menahan punggung kakaknya yang terlihat lemah.

"Aku hanya Berusaha membuatmu bahagia di sepanjang hidup yang tersisa. Aku akan melakukan apa saja, aku akan memberi segalanya. Aku mohon, maafkan aku."

"Bahkan jika kau memberikan seluruh dunia ini, tetap tidak akan pernah bisa menggantikan separuh Nyawa Suamiku."

"Kak Fiza!" Bentak Nur berusaha menyadarkan Fiza dari kemarahannya.

"Tapi saat ini aku suamimu, separuh hidupku ada padamu. Ada anak diantara kita. Dia anakku, dan kau ibunya."

Seolah tersadar dan kemudian ia terduduk lemas memeluk perutnya yang besar, bagai menghimpit sesak di dada.

Sejenak kemudian hanya tangis Hafizah yang terdengar memenuhi ruangan private tersebut. Andra tak berani mendekat, tak juga berbicara atau malah tangis istrinya akan semakin kencang.

Membiarkan ia tertunduk meluapkan segala rasa, Nur duduk setengah berlutut di belakang kakaknya.

Menit-menit berjalan. Pintu sedang di dorong dari luar, dan perlahan langkah kaki mendekati Hafizah yang tak juga beranjak.

"Fiza."

Dia tidak menjawab, juga enggan melihat wajah orang yang sedang berbicara.

"Kematian bukanlah sebuah kebetulan."

Isak tangisnya seolah menyahut.

"Aku tahu kau begitu bersedih karena kepergian Azzam. Tapi dengan begitu kau tidak perlu menyaksikan penderitaannya terlalu lama. Seperti aku, seperti Andra."

Kembali ia terisak keras, begitu dalam dan mungkin terasa sakit di dalam dadanya.

"Berdirilah!" pinta Tomi mengulurkan tangannya. Dan tanpa meraih tangannya Nur membatu Hafizah berdiri.

"Lihatlah alat-alat medis itu bekerja. Aku rasa itu sangat tidak nyaman, juga menyakitkan. Dan itu sudah berlangsung sejak hampir dua tahun. Bayangkan jika alat itu di cabut, mungkin Indri sudah pergi." lirih Tomi menatap Indri dan Fiza.

Dia yakin meskipun saat ini Hafizah menunduk dalam tangis, tapi dia dapat mendengar dan merasakan bagaimana keadaan Indri.

"Andaikan dia sedang menunggu maaf mu. Aku mohon, maafkan Indri. Aku juga ingin merelakan Indri agar tidak menderita lagi. Dan Andra akan merasakan kehilangan yang sama seperti yang kau rasakan dulu. Ku harap itu akan membuatmu mendapatkan keadilan, tapi jika kau tidak bisa, maka tidak apa-apa. Aku juga meminta maaf padamu, karena saat itu aku lalai, aku tertidur di hotel dan tidak tahu Indri pulang duluan dengan kacau dan entah apalagi yang pasti ku yakin dia dalam keadaan buruk ketika itu." kali ini Tomi menundukkan kepalanya.

Tak juga mendapatkan jawaban, Hafizah masih saja larut dalam tangis hingga sesenggukan.

"Istighfar kak." bisik Nur terdengar berat. Dan sama sekali tak menghentikan tangisnya.

Andra mendekati Hafizah, mata yang merah berembun itu menatap wajah istrinya yang kian sembab, hidungnya membengkak.

"Sayang, maafkan aku sudah membuatmu bersedih seperti ini. Dalam hal ini tak hanya Kak Indri yang akan meminta maaf, tapi aku. Aku yang salah sudah tidak jujur, aku yang terlalu pengecut ketika berhadapan denganmu. Harusnya hari itu aku jujur dan mengatakan kalau aku adalah keluarga dari orang yang sudah membuat Azzam pergi. Tapi nyatanya aku malah ketakutan mendengar teriakan mu."

Andra menangis, bersahutan dengan Hafizah yang kian menjadi kesulitan mengatur nafasnya.

"Tapi aku tidak menyesal, karena akhirnya aku bisa menikahimu." luruh kakinya, setengah berlutut, mendongak wajah yang tak juga mau terangkat.

"Aku minta maaf kepada istriku, aku minta maaf karena sudah tidak jujur dan membuatmu menangis." ucapnya bergetar seiring jatuh air mata di pipinya, mendongak Hafizah yang mau tak mau posisi mereka bertatapan.

Antara Cinta dan marah, air mata di wajah cantik Hafizah semakin membanjir, jatuh begitu saja bak aliran sungai melewati pipinya. Sungguh Andra tidak tega melihatnya.

Andra meraih dan mengusap pinggang istrinya hingga terasa hangat perutnya yang membuncit. Rasa sayang dan rindu menjalar bersamaan, benci yang tadinya berkuasa luruh dengan sentuhan dan ucapan maaf Andra.

"Kamu jahat Mas." ungkapnya lagi meluapkan sisa kemarahannya.

Andra beranjak dan semakin memeluknya, membiarkan istrinya menangis tapi tidak memberontak.

"Hukum aku, tapi jangan menangis." ucap Andra memohon. "Aku sangat mencintaimu, mencintai anak-anak kita." bisik Andra lagi.

Nur memalingkan wajah karena air matanya juga mengalir. Samar terlihat jari yang pucat pasi diatas ranjang itu seperti bergerak. Nur mengusap air mata yang menghalangi penglihatannya.

"Allahuakbar." dia mengedipkan sekali lagi matanya, mengusap-usap lagi tak percaya.

"Kak Indri." ucapnya lagi lebih mendekat.

"Indri." Tomi ikut mendekat, juga Andra menoleh sambil terus mendekap dan mengusap kepala Hafizah.

"Dia bergerak Mas." Nur terlihat antusias.

Tapi detik berikutnya tubuh Indri mengejang, alat medispum berdenyut menakutkan.

"Dokter!" Nur juga Tomi berteriak bersamaan. Semua kembali panik melihat Indri meninggikan dadanya.

Tak lama kemudian dokter datang dengan terburu-buru, di susul seorang dokter lainnya dan seorang perawat.

"Dok!" Andra tak mampu berkata, sambil memeluk Hafizah, ia benar-benar khawatir, takut dan entah apalagi.

"Silahkan keluar dulu Pak, Bu." perawat muda itu meminta semua orang meninggalkan ruangan.

"Tidak Suster." Andra malah mendekati Indri, seraya menarik tangan Hafizah.

"Sayang, aku atas nama Kak Indriani, meminta maaf padamu karena tidak sengaja sudah membuatmu kehilangan Azzam, Ara kehilangan ayahnya. Aku benar-benar minta maaf." ucap Andra sendu, semakin erat menggenggam tangan Hafizah, menatap iba dan memohon.

"Kak." Nur ingin bicara, namun Tomi mengisyaratkan agar tidak ikut campur.

"Aku..." jawabnya masih dengan sisa tangis dan air mata.

"Akulah yang paling bersalah." ucap Andra lagi.

Hafizah menatap wajah bagai tak bernyawa Kakak iparnya, hatinya perih dan sakit bersamaan, sungguh dia tidak setega itu.

"Aku sudah memaafkan mu Kak, aku sudah ikhlas." ucapnya kembali terkekeh dalam tangis, mengiringi kata ikhlas yang begitu sakit, rasanya seperti tercabik, hatinya perih bagai di belah dua. Tapi kemudian terasa nikmat, sakitnya berganti lega.

Ikut lega dari beberapa orang di ruangan itu, tak kalah sibuk dokter wanita yang sedang menekan dada Indri, juga satu orang dokter lagi memegang nadi di tangan Indri.

Tik...Tik...Tik... dan dilanjutkan dengan suara alat medis yang mulai berdenyut menyambung nada.

"Alhamdulillah." dokter tersenyum dapat meraba nadinya kembali.

Dan sebuah keajaiban terjadi, bulu mata lentik Indri bergerak-gerak, perlahan seperti gelombang kornea mata itu ingin menembus kelopaknya. Perlahan garis itu terbelah dan kedua warna hitam dan putih berpadu hingga kemudian terlihat begitu mengagumkan, bola mata Indri menatap lurus langit rumah sakit itu.

"Kak Indri." Andra meraih tangan Indri, memegang kedua bahunya dan menggoyang sedikit, dia begitu bahagia menyaksikan Kakaknya bisa membuka mata, padahal ia akan mengira jika hari ini adalah kepergian Indri untuk selamanya.

"Terimakasih ya Allah, terimakasih Sayang." Andra begitu bahagia, hingga ia tidak tahu harus memeluk siapa.

1
mama yogi
Luar biasa
Dayang Rindu: terimakasih kak. mampir di karya baru ku... 🙏
total 1 replies
Arkan_fadhila
kok gak ada kelanjutanx....
Arkan_fadhila: ditunggu thorr....kangen Fiza Andra...

sehat selalu author kami tersayang
total 2 replies
Arkan_fadhila
aq tahu ikhlasmu sakit Fiza
tp cobalah posisikan dirimu PD Andra...dia sdh membuatmu anakmu bahagia jgn LG kau ungkit atian suamimu....tak mudah melupakan cinta pertama yg mungkin TDK ada cela....namun semua TDK luput dr qodarullah....sebaik apapun sesempurna apapun kamu ingin mewujudkan impian mu bersama Azzam kalo Kun nya Allah yg berlaku maka fayakun ...
Arkan_fadhila: sempat terpikir kasian si Andra aq thor
total 2 replies
yamink oi
up
Ai Emy Ningrum: iyah pasti ada notif nya kalok kak Oi membalas komentar ku 🤣🤣🤣🤣
total 8 replies
Arkan_fadhila
Fiza ....hanya kecewa ndra
Andra...kejujuran diawal memang menyakitkan namun hubungan dgn kejujuran akan lebih cepat mengikis luka hati
Ai Emy Ningrum
Betul...
Jujur itu lebih gagah dan terhormat dari pada muter muter gak jelas dan bersikap sok polos 😒😒
Ai Emy Ningrum: oleng kesana , oleng kesini 😁😁
total 13 replies
Arkan_fadhila
jodohx nur kayakx sdh DTG....dan Ahmad akan terlambat
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
oppa mingho kena jebakan betmen! silau akan senyum manis dek ningrum sampai mata jadi buram 😂😂
Ai Emy Ningrum: wow 😮😳 abis gajian nih 😍🤩🥳
total 18 replies
Ai Emy Ningrum
Jgn mati dulu oppa😳😳 !! tunggu sampai kisah cintamu berakhir dgn indah ,bukn dgn si Indah tp dgn dek Ningrum 😍😍
Ai Emy Ningrum: ya Allah 🙈🙈🙈
total 20 replies
Arkan_fadhila
jujurlah Andra sblm Fiza tahu dr org lain
yamink oi
apakah fiza akan memaafkannya.....
tunggu kisah dan kelanjutannya.jangan lupa like dan komennya 🤪🤪🤪
Ai Emy Ningrum: geje 😒😒
total 12 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
wow.. akhirnya pecah bisul! tapi ini Andra beneran ngomong atau cuma ngebatin doang? 😁😁
Ai Emy Ningrum: serta ciri masing2 😎😎
total 10 replies
Ai Emy Ningrum
sampai disini ya ,aku lebih suka dgn kisah oppa Mingho yg masih berusaha mendekati dek Ningrum..bnr kata Andra ,knp tidak bs mngiklhlaskan nya ?? Marah ,sakit hati hny akan mngotori pikiran mu,mngusik ketenangan rumh tangga kalian..lupakan tnpa hrus membenci,kenanglah yg sudah tiada dlm doa...😔😔😌😌
Ai Emy Ningrum: spechless 😔😔
total 10 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
*klik..!!
*dddrrrttt... ddrrttt.. ngenggggg..
*mulai loading
*kak indri... mas azam..
*aha!! 💡
#mulaibuatkesimpulan
Ai Emy Ningrum: iyeee ..kacau lah skenario nya 🤣🤣🤣🤣
total 7 replies
Ai Emy Ningrum
knp sih kalok masih belasan tahun 🤔😳 toh ,age just a number...bnyak kok cewek2 yg belasan tahun tp pikiran nya udh dewasa ato anak2 sekarang yg umur belasan taun tp dandanan dan kelakuan kek tante2 ..contoh nya kasus anak pejabat yg MDS sama pacar nya AG..itu pacar nya masih 15 taun lhoh..😳😳
Ai Emy Ningrum: ga sesuai mahar ya ceu 🤭
total 30 replies
Arkan_fadhila
laki2 berpendidikan malah menchat mantan kakak iparx yg sdh menikah LG dgn org lain???yakin Ahmad itu berpendidikan agama??
Ai Emy Ningrum: muka perang 😤😤
total 9 replies
Ai Emy Ningrum
"Modus" gumam Ningrum...
Jaman sekarang emang susah bedain mana yg modus mana yg tulus...
susah bedain nya ..😒😒
Ai Emy Ningrum: mobil antik 😁😁
total 41 replies
yamink oi
Ningrum up
Ai Emy Ningrum: up mbak Nur 😹😹
total 7 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
jangan kan jadi pahlawan bertopeng, jadi badut mpang pun oppa mingho rela, demi dek ningrum 😍😍😚😚
Ai Emy Ningrum: mantap lah 😚 👍🏻👍🏻
total 13 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
duuh.. sampai Bibik pun ikut2an sport jantung karena menyimpan bom waktu 😲😲
Ai Emy Ningrum: iyah pokok nya pengabdi setia lah 😂😂😂
total 7 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!