NovelToon NovelToon
Kau Tak Tahu Siapa Aku

Kau Tak Tahu Siapa Aku

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Single Mom / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu / Wanita Karir
Popularitas:123.4k
Nilai: 5
Nama Author: Naraaulia

Perjalanan Rumah tangga yang harus kandas. Karena Fitnah dan rekayasa dari seorang Ibu mertua. Yang ternyata diam-diam tak menyukai sang menantu. hingga suatu peristiwa membuat Bagas menjatuhkan talak kepada istrinya.
"Baiklah Mas. Ternyata tiga tahun kita bersama, tidak membuat mas percaya. Mas hanya percaya apa yang terlihat oleh mata, tapi tidak mencari tahu kebenarannya dulu. Selama tiga tahun ternyata kesetiaanku kau ragukan, tanyakan pada hatimu Mas. Apa Aku sanggup mengkhianatimu, tapi itu semua percuma. Cintamu ternyata tak sebesar cintaku,tak ada gunanya aku menjelaskan semuanya,selamat tinggal Mas."
Itulah kata terakhir yang Ratih ucapkan sebelum pergi meninggalkan rumah ini. Kini penyesalanku tak berguna, besarnya rasa sesalku tak akan membuat Ratihku kembali!" Jeritan hati Bagas. Kesalahpahaman yang terjadi antara Ratih dan Bagas,disebabkan oleh ibu dari Bagas.


Mampukah Bagas membawa kembali Ratih dalam hidupnya? Dan bagaimana kisah rumah tangga Bagas dan Ratih?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naraaulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34 Ratih

"Rupanya kalian tidak menyerah juga, baiklah jangan salahkan aku jika di antara kalian ada yang mengalami cedera serius!" Ratih menatap tajam kearah 2 lelaki yang masih tersisa. 

"Buk, buk, buk…!" Ratih melayangkan beberapa pukulan kearah perut lelaki berkumis itu. 

"Hanya dengan pukulan seperti ini, sudah membuatmu sombong! Maka kamu perlu merasakan pukulan dariku!" Lelaki berkumis itu, bangkit dan melayangkan kepalan tangannya ke arah perut Ratih. Ratih dengan sigap menghindar dan membalas nya dengan tendangan  pada bagian punggungnya. 

"Tidak semudah itu kau bisa menyentuhku, setelah melumpuhkanmu giliran lelaki itu yang akan merasakan akibatnya!" Ujar Ratih, seraya menunjuk ke arah lelaki paruh baya tersebut. 

"Tidak perlu membuang waktu, kau akan merasakan akibatnya!" Ratih melangkah maju menghampiri lelaki yang masih berusaha bangkit. Ratih menarik tangan lelaki berkumis itu, dan memelintirnya ke arah belakang, menendang rusuk lelaki tersebut hingga ia tersungkur ke depan. 

"Aakhh…, kamu tidak bisa dianggap enteng!" Ujar lelaki itu yang berusaha untuk bangkit kembali. 

"Dari sini kamu bisa lihat keliatan seorang wanita. Jadi, aku harap kalian semua jangan pernah meremehkan seorang wanita, kalian tidak tahu apa yang bisa dilakukannya!"ujar Ratih seraya menatap satu orang yang belum menerima pelajaran darinya. 

Setelah memastikan tak ada perlawanan lagi, Ratih melangkah maju ke arah lelaki paruh baya tersebut yang merupakan bos dari ketiga lelaki tadi. 

"Ada hubungan apa kau dengan Bu Susi?" tanya Ratih yang sudah berdiri di depan lelaki paruh baya itu, dengan sorot mata tajam. 

"Selain cantik, kamu ternyata bisa segalak singa. Tidak sia-sia aku membelimu dari Susi," ucap lelaki paruh baya itu, dengan tatapan mesum. 

"Jaga pandanganmu, jangan sampai aku membuat bola matamu itu keluar dari kelopaknya!" Ratih menatap tajam lelaki itu. 

"Apa kau pikir aku takut dengan ancamanmu, itu tidak berpengaruh sama sekali. Kamu mungkin bisa mengalahkan mereka, tapi tidak denganku!" Lelaki itu tersenyum smirk. 

"Aku tidak tahu apa yang diucapkan Bu Susi kepadamu, asal kau tahu aku bukan anak dari dia. Dia hanya mantan ibu tiriku yang tidak tahu diri!" ungkap Ratih. 

"Aku tahu kamu hanya Anak tirinya, tapi aku akan tetap membawamu. karena Bu Susi menjadikanmu sebagai jaminan atas uang yang sudah ia pinjam tempo hari!" Ujar lelaki itu. 

"Aku tidak akan kemanapun. Bu Susi tidak berhak menjadikanku jaminan atas hutangnya, memangnya dia siapa? Pergilah sebelum kamu menyesal, kamu tidak tahu tengah berhadapan dengan siapa!" Ujar Ratih seraya menatap sekeliling parkiran butiknya yang tampak lengang. 

"Aku tidak akan pergi, sebelum kau ikut bersamaku!" Kekeh lelaki itu. 

"Ternyata kau keras kepala sekali," ucap Ratih tersenyum miring kemudian menekan intercom yang masih terpasang di telinganya,  "Keluarlah, aku capek menghadapi a*j*ng satu ini!" ujar Ratih kepada seseorang yang terhubung dengan introcomnya. 

Tak berselang lama, muncullah  lelaki yang berbadan besar dari, yang memang setia menemani Ratih kemanapun ia berada. 

"Lumpuhkan tua bangka itu, dan bawa dia ke markas beserta dengan Bu Susi dan kedua anaknya!" Perintah Ratih sesaat sebelum ia melangkah pergi. Sedangkan lelaki itu tampak terkejut karena di depannya sudah berdiri 2 orang lelaki yang berbadan besar. 

"Mau apa kalian?" tanya lelaki itu dengan panik. 

"Kenapa panik seperti itu? Di mana mulut besarmu yang tadi, yang ingin melumpuhkan Queen kami. Apa kamu tidak tahu siapa dia? Aku beritahu ya, kamu sudah salah memilih lawan!" ujar lelaki yang berkepala botak itu, ia melangkah maju ke arah lelaki paruh baya tersebut. 

"Siapa wanita itu? Kenapa kalian sangat patuh kepadanya?" tanya lelaki paruh baya tersebut. 

"Dia adalah malaikat bagi kami, tapi akan jadi iblis jika ada yang mengganggu dirinya tanpa sebab."

"Sudahlah tak perlu memberitahu siapa queen sebenarnya, ayo kita selesaikan tugas ini, kita masih ada tugas yang lain," Ucap lelaki berbadan besar satunya. 

Tak ada tanggapan dari lelaki berkepala botak itu, ia segera melaksanakan perintah Ratih, melumpuhkan lelaki paruh baya tersebut. Dengan sekali gerakan, lelaki paruh baya itu, tidak bisa bergerak sebab tubuh nya terkunci. Lalu lelaki besar satu lagi, menyemprotkan sesuatu ke wajah  lelaki paruh baya itu, sehingga dalam hitungan detik ia sudah tak sadarkan diri. 

Sementara para anak buahnya, hanya diam melihat apa yang mereka lakukan, anak buah lelaki paruh baya itu, tidak ada yang berani menolong karena sadar jika Ratih bukan orang sembarangan.

Setelah berhasil melumpuhkan lelaki paruh baya yang bernama Heru,  2 orang Anak buah Ratih membawanya ke dalam mobil dan pergi. Diikuti oleh Ratih yang baru saja keluar dari dalam butik, dengan penampilan  yang berbeda, saat ini Ratih mengenakan pakaian serba hitam. Ikut melajukan mobilnya mengikuti mobil hitam yang membawa lelaki paruh baya tersebut.

"Bawa dia ke ruang interogasi!"ucap  Ratih setelah mereka sampai di markasnya, seraya menunjuk ke arah lelaki paruh baya itu, "Bawa secepatnya Wanita ini beserta 2 orang anaknya, dia sudah berani main-main denganku!" Ratih memberikan foto Bu Susi beserta foto Santi dan Fahmi. 

"Baik, kami akan membawa mereka kesini secepatnya!" ujar 2 orang lelaki berbadan besar itu.

Ratih mengamati wajah lelaki itu, ia seperti tidak asing dengan wajah lelaki paruh baya yang bernama Heru ini.

"Siapa kau, kenapa aku merasa kau tidak asing?" tanya Ratih pada lelaki itu, yang saat ini masih dalam keadaan pingsan. Ratih masih setia menatap lekat lelaki tersebut, hingga panggilan ponsel menghentikan tatapannya.

"Ya, bagaimana? Apa kalian berhasil membawanya bersamamu?" Ratih tidak sabar menunggu jawaban dari 2 orang lelaki yang ditugaskan membawa  Bu Susi dan kedua anaknya.

"Kami sudah berhasil, Queen. Kami saat ini dalam perjalanan ke markas!" lapor 2 orang lelaki tersebut, kepada Ratih melalui telepon.

"Bagus, saat kau sampai tempatkan dia di dalam penjara bawa tanah, aku akan memberi sedikit kejutan kepada wanita tua itu!" Ratih tersenyum smirk dibalik ponselnya lalu tak berselang lama ia memutuskan panggilan ponsel tersebut.

"Permainan akan segera dimulai Bu Susi, kali ini tak ada kata maaf bagimu!" Ratih menatap marah ke arah foto Bu Susi yang tengah di pegangnya.

Tak berselang lama, Ratih bisa mendengar suara teriakan dari arah luar ruangannya, karena saat itu pintu ruangan  kedap suara yang ditempatinya tengah terbuka. Ratih segera keluar menyambut kedatangan orang yang membuatnya murka saat ini.

"Lepaskan, aku….lepas kataku!" teriak Bu Susi emosi.

"Apa salahku? Kenapa kalian membawaku kesini?" tanya Bu Susi yang memberontak.

"Orang-orang yang kami bawa ke tempat ini, mereka adalah orang yang punya kesalahan fatal kepada pimpinan kami, dan tidak bisa dimaafkan oleh Queen kami. Jadi Anda harus mempersiapkan diri untuk menerima akibat dari perbuatanmu!" ujar lelaki yang memegang tangan Bu Susi.

"Siapa pimpinan kalian, aku tidak mengenalnya. Jadi, tolong lepaskan aku sekarang juga!  Aku tidak ada masalah apapun dengan pimpinan kalian!" ujar Bu Susi marah.

"Siapa bilang tidak ada masalah apapun denganku, dan kata siapa Anda tidak mengenalku. Apa Bu  Susi melupakanku?" tanya Ratih yang sifah berdiri di depan Bu Susi yang tampak syok, begitupun dengan Santi dan Fahmi.

"Ra-Ratih… " Bu Susi terkejut melihat keberadaan Ratih.

"Halo.... Bu Susi, apa kabar?" Ratih tersenyum mengerikan kearah wanita paruh baya tersebut, seraya melangkah maju ke arah Bu Susi dengan Pisau lipat di tangannya.

"Ma-mau ap-apa  kamu?" Bu Susi tampak ketakutan.

"Srek…Aaaaahhhh… ja-jangan aku mohon!" 

1
Ayla Anindiyafarisa
aku mampir y thor
Aether
goblok malah balikan
Munawati Dewi
mn trusan ny
Munawati Dewi
man nh klanjutany
Kaniya Jaenes
masih penasaran, ada kaitannya sama novel kemarin - kemarin nggk ya
Anis Handayani
ntah kenapa aq sgt tdk suka karakter bagas yg lemot,bodoh,gak bs diandalkan plin plan.krg tehas dn krg greget
Ibuk'e Denia
aq suka MC wanita yang kuat dan tidak mudah di tindas
Munawati Dewi
yah kok begin sh kn lg seru2 ny ini
Nur Halisah
p
amalia gati subagio
bajingur tengik vs jalang songong, same munafiknya!!
Amalia Khaer
hy, Thor. aq reader barumu. bru part awal sdh bkin menggebu2.
Naraaulia: terimakasih kk, sudah berkenan mampir di buku aku🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Risy Risyda
suka ngan Ratih jadi perempuan jangan mau ditindas
good Author
AGOES TIE NAE 1
eh, tengah asyik baca habis pula
Aisyah
Bantai smua yg mmbuatmu sakit ratih
Aisyah
Snewen snewen dah km rayden, Ratih itu gk akn brtindak selagi tdk d usik, jd km diem aja deh rayden jngn bkin gedeg
d2h_verluthver
preman gadungan, langsung keok di tonjok Ratih🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
AGOES TIE NAE 1
aku kasih 2 bunga dek bontot
Aisyah
Apaan sih rayden ganggu aja deh,
Aisyah
Klo bs 2 part dong sehari
Naraaulia: Terimakasih kk sudah mampir di cerita saya. komen kk bisa membuatku tambah semangat lagi.
total 1 replies
Aisyah
Lanjut thor mkin seru nih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!