NovelToon NovelToon
Air Mata Seorang Istri

Air Mata Seorang Istri

Status: tamat
Genre:Poligami / Pelakor / Tamat
Popularitas:2.1M
Nilai: 5
Nama Author: balqis

Bertahun- tahun Arini berusaha menjadi istri yang baik buat Ilham. Dan menantu yang penurut untuk Bu Lastri.
Atas permintaan Ilham. Arini terpaksa melepas posisinya yang cukup bagus di sebuah perusahaan swasta. alasanya Ilham ingin Arini menjadi ibu rumah tangga seutuhnya.

Namun seiring waktu, karier Ilham yang terus melejit membuat perubahan sikap mertuanya. Arini masih bernafas lega, karna Ilham selalu membelanya.

Puncaknya ketika sebuah rahasia terungkap. Ilham telah mengkhianatinya. Dia berselingkuh dengan Anita, sahabatnya sendiri. Alasannya sepele, yaitu Arini yang tak kunjung hamil. Berbagai konflik mulai terjadi.
Ilham yang berbakti menjadi buta hatinya. Ia selalu menuruti apapun yang di katakan ibunya.

Di tengah keterpurukannya, Denis datang sebagai penyelamat.
Akankah Arini memperjuangkan Ilham? ataukah memilih Denis menjadi partner hidupnya?
Kita ikuti kisah selengkapnya yuuk!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon balqis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34

Malam harinya, Anita sudah berdandan secantik mungkin. Dia sengaja memakai busana yang seksi walaupun dengan perut yang sudah kelihatan tidak rata.

Ilham masuk kamar karena ia merasa matanya begitu berat.

Namun ia menahan langkahnya saat melihat Anita sudah menunggunya di tempat tidur dengan baju seksinya.

Ilham merasa heran. Kenapa dia merasa biasa saja melihat Anita yang berpose begitu seksi. Kenapa kelelakiannya tidak terusik sama sekali? Ia merasa merinding membayangkan kalau senjata pusaka nya tidak akan bertuah lagi.

Ilham masih berdiri mematung di depan pintu, saat Anita memanggilnya dengan suara lemah gemulai.

"Mas, kenapa berdiri di situ?"

Ilham jadi salah tingkah karna kepergok sedang berdiri di sana.

"Emmh.. aku, aku merasa gerah di kamar!"

Melihat Ilham hendak kembali ke ruang tamu, tentu saja Anita tidak membiarkannya.

"Mas, kenapa kau enggan masuk kamar? apa aku ada salah?" tanyanya dengan bahasa tubuh yang menggoda.

"Tidak, aku cuma merasa gerah saja. Ingin cari udara segar." kilahnya beralasan.

"AC nyala lho Mas, kenapa masih kegerahan?"

Anita tidak memberi Ilham kesempatan mencari alasan lagi.

Ia menggiring Ilham masuk dan mengunci pintunya dari dalam.

Ilham tertegun. Sekarang dia terjebak satu kamar dengan Anita.

Hal yang biasa baginya saat masih menjalani hubungan diam-diam dengannya.

Tapi kenapa sekarang berbeda? Ilham tak habis pikir. Kenapa dia tidak bisa bergairah melihat Anita saat ini.

Anita memakai berbagai cara untuk memancingnya, tapi Ilham tetap tenang. Justru Anita yang seperti cacing kepanasan karena menahan gejolak hasratnya.

Melihat Ilham dingin seperti gunung es, membuat Anita capek dan menyerah. Mereka tidur saling diam dan memunggungi.

Ilham merasa ada yang tidak beres pada dirinya. Dimana kejantanannya selama ini yang biasa ia bangga-banggakan di depan Anita.

Karna merasa penasaran. Ia meraba senjatanya itu, ternyata masih normal letak dan ukurannya seperti biasa. Lalu dimana letak kesalahannya?"

Paginya, Bu Lastri kembali memeriksa keadaan putranya.

"Ilham.. kenapa kau belum menunaikan kewajibanmu!"

Bi Lastri memutar tubuh Ilham sambil menggerutu.

"Ibu, apa maksud ibu?" tanya Ilham tak terima.

"Kemarin kau tidak keramas, sekarang juga begitu! kewajibanmu bukan hanya memberi nafkah lahir pada Anita, tapi bathin juga!" bentaknya kesal.

Ilham terdiam. Ia teringat Arini yang selalu teraniaya di rumah itu. Jangankan mendapat pembelaan seperti itu dari ibunya, kata kata yang tidak menyinggungnya saja jarang dia dapatkan.

Ilham mendesah panjang, dadanya terasa sesak saat mengingat Arini.

"Sedang apa Arini sekarang? apakah dia baik-baik saja, apakah kandungannya juga baik-baik saja?" ucapnya dalam hati.

Ilham baru menyadari, betapa sakitnya menahan rindu, betapa perihnya mengharap tapi terabaikan. Itulah yang terjadi sekarang padanya.

Seberapa pun keras usahanya untuk membawa Arini kembali, tetap saja Arini tidak akan bersedia.

Dia sudah mendapatkan kenyamanan dan perlindungan yang selama ini tidak dia dapatkan,

Ilham menyadari itu semua. Tapi ia merasa tidak bisa mengabaikan Arini, perasaanya pada wanita itu semakin besar justru di saat keadaan sedang tidak berpihak pada dirinya.

Keberangkatan Ilham pagi itu ke kantor di iringi omelan Bu Lastri.

Tampak olehnya ibunya itu sedang membesarkan hati Anita.

"Kau harus sabar, menghadapi pria macam Ilham memang harus memakai hati. jangan pakai akal..." ucapnya memegang tangan menantu kesayangan nya itu.

Anita hanya mengangguk pasrah.

"Yang anaknya aku atau Anita? ibu memang aneh!" sungutnya dan melangkah keluar.

"Mas mau menemui mbak Arini, kan?"

Ilham bertemu Siska di halaman.

Mas belum tau Sis.."

"Kalau kemarin dia marah saat kau temui,

sekarang temui lagi. Kalaupun nanti dia marah lagi, besok usaha lagi!" Siska terus memberinya semangat.

"Terimakasih ya, Sis. kata-kata mu membangkitkan semangat Mas Ilham lagi." Ilham mengusap kepala gadis itu.

***

Denis termenung memikirkan apa yang di alami Arini di ruang rapat hari ini.

Ia merasa geram pada pada Tiara.

"Benar kata Arini, kedekatan ku dengannya hanya membuat masalah baginya."

"Tapi aku tidak bisa mengabaikannya, membiarkan dia sendiri dalam masa - masa sulit ini." ucapnya ragu.

Denis tidak tahan ingin melihat keadaannya.

Tapi bila itu dia lakukan, pasti Tiara akan berbuat lebih nekat lagi.

"Aku tidak mau memberi masalah lagi buatnya, aku harus menahan diri untuk tidak bertemu dengannya di kantor ini."

Denis merasa tidak sabar menanti jam kantor usai. Sebentar-sebentar dia melirik ponselnya. Ia berharap Arini menelponnya.

Tapi harapannya hanya tinggal harapan.

Karna tidak tahan, Denis memencet nomor Arini.

"Tidak tersambung, apakah Arini mematikan ponselnya?"

Hati Denis semakin gelisah.

Tapi bila dia melihat keadaan Arini sekarang, Tiara pasti sedang mengawasinya.

Jam pulang Akhirnya tiba juga.

Bergegas Denis berlari keluar. Ia berharap bertemu Arini di parkiran seperti biasa.

Denis kecewa, Arini tidak ada di manapun.

Denis mendesah kecewa.

Secara tak sengaja dia menangkap sosok Arini yang sedang bicara dengan Ilham.

"Dia lagi, benar'-benar laki-laki tidak punya muka!"

Denis mendekati mereka.

Ilham memandang Denis dengan sinis.

"Aku sudah tegaskan, aku tidak mau dan tidak ingin lagi berhubungan denganmu bapak Ilham Kurniawan yang terhormat. jadi tolong pergilah, masalahku sudah banyak. Jangan di tambah lagi."

Arini berdiri dengan wajah merah penuh amarah.

Denis tidak berani menyapanya.

"Maafkan aku Rin, aku berjanji tidak akan memberi masalah lagi padamu. kita akan cari tempat tinggal. kau tidak akan serumah lagi dengan mereka. kita akan mulai dari awal lagi."

"Dasar laki-laki egois!" gumam Denis geram.

"Kau tidak perlu ikut campur!"

"Kau yang diam, kau harusnya ngaca!" sudah menyakiti hatinya, sekarang dengan gampangnya mau meminta maaf dan kau anggap semua selesai!"

"Apapun yang kau katakan, Arini masih istriku!

Lalu kau siapanya hah?" ucap Ilham dengan angkuh.

Denis terdiam. apa yang di katakan Ilham ada benarnya.

Memangnya siapa dirinya bisa mempertanyakan Ilham yang karuan masih suaminya.

Sedangkan dirinya? boro-boro Arini menganggapnya teman, setelah ia membernya masalah tadi pagi.

Arini melirik Denis ya g tertunduk lesu

Ilham tertawa menang.

"Aku janji, kau anak kita adalah prioritas ku!"

"jangan salah, dia bukan anakmu!" tegas Arini.

Dia sudah bisa. melihat tingkah Ilham Yang plin plan seperti anak kecil, kemarin dia menuduh Denis ayah dari anaknya, Sekarang dia malah mengakuinya."

"Lalu siapa ayahnya? aku yakin kau tidak akan bisa menjawabnya! karna memang itu anakku!"

ucap Ilham percaya diri.

"Kau yakin sekali kayaknya mas?"

Ilham tersenyum bahagia, kali ini dia yakin Arini akan ikut pulang karena sudah terpojok

Arini memandang ke arah Denis yang sedang memandangi ujung sepatunya.

"Denis adalah ayah dari anak ku!"

Kata-kata Arini yang pelan namun tegas, membuat kedua pria di depannya sama terkejutnya.

Mulut Denis terkunci, ia tidak menyangka Arini akan mengakui dirinya sebagai ayah dari

anaknya.

Sedangkan Ilham menggerutu kesal.

"Dan ingat Mas, diantara kita tidak ada hubungan lagi!"

Arini melangkah meninggalkan tempat itu di ikuti oleh Denis

💞Tolong dukungannya guys, dengan like koment vote dan Gift. jangan lupa klik favorit.

1
Evy
Hamidun itu...
Evy
Apa Elang dan dan Dennis itu orang yang sama ya? cuma cara panggil nya aja yang beda... di keluarga dipanggil Elang tapi kalo teman dan rekan kerja panggil nya Denis gitu...
Evy
Mana mau Arini berbagi suami.. wanita mana pun juga tidak ada yang mau dipoligami...Ogah....
Evy
Ternyata bukan Denis ya keponakan Bu Zah itu... salah duga deh...
Evy
Apa keponakan Bu Zahra itu Denis ya...
Evy
Mertua yang gak punya perasaan... sedikit pun tidak ada simpati akan keterpurukan menantunya... pintu hati mertua benar2 sudah tertutup dan akan disesali nya suatu hari nanti...
Evy
Kalo Arini sampai bercerai nanti... pusing tujuh keliling mertua dan adik ipar Katena selalu ketergantungan sama Arini...
Evy
Baru naik jabatan tapi sudah berani mangkir kerja..bisa bisa kena pecat nanti..
Evy
Kalo sudah tau suami selingkuh.. kumpulkan apa saja yang bisa menjadi uang... sertifikat rumah juga diamankan... sering sering minta hadiah dan minta uang tambahan.. semua itu untuk bekal nanti.
Evy
Apa Suamimu diam diam menikah lagi dengan dalih ada tugas diluar kota...
Gebrina Setya
bosan,plin plan,gak tegas
Gadis Puspa Kartika
Luar biasa
balqis: makasih say udah mampir
total 1 replies
Keyraaleyababy Keyraaleya
yng bikin novel ini bodoh apa goblok sih
Amel Kharizma
Luar biasa
Marwah sugaMin
bisa tidak konsisten dalam penulisan nama, heran selalu kebalik namanya... berkesan bangat yach nama ilham itu di ingatan mu author
sari emilia
hah lm banget byk drama...
sari emilia
blepotan aku bc nya byk yg slh2 tulis
balqis: 🙏🙏😭😭😭😭😭
total 1 replies
balqis
Buat kakak Kakak reader yang terhormat tolong jangan bom like ya pliiss🙏🙏intinya kalau nga sempet baca ngga usah dah di like makasih
Nina Merlina
...tanya denis mungkin bukan "tanya ilham" ?
balqis: maaf 🙏banyak typo
total 1 replies
Masiah Cia
di bab ini arini terpuruk Krn perselingkuhan Ilham tp Arini kan sdh tau sblmnya ...jd TDK usah kaget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!