NovelToon NovelToon
Noda Di Seragam SMA

Noda Di Seragam SMA

Status: tamat
Genre:Duda / CEO / Tamat
Popularitas:3.2M
Nilai: 4.5
Nama Author: Ayuza

Ranum Nayra harus hidup menderita dengan sang ibu serta adiknya yang masih balita, setelah ayahnya memilih menikah lagi dengan wanita kaya raya yang baru dikenalnya.
Apakah Ranum akan tabah menerima setiap takdir yang sudah tertulis untuknya?
atau malah sebaliknya menyerah di tengah jalan?

Cus, di baca bastie supaya nggak penasaran😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayuza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 34

"Cuih! Mereka terlihat sangat menjijikkan sekali." Al menatap kepergian Morea dan ayahnya dengan tatapan yang penuh kebencian. "Mereka benar-benar menjijikkan!" gerutu Al yang matanya berubah menjadi merah menyala. "Tunggu pembalasanku akan aku buat kalian dipermalukan di muka umum!"

"Sudahlah Tuan, jangan pikirkan mereka lagi karena sekarang kita harus memikirkan di dimana kita harus merawat Ranum, tetap disini atau bawa ke apartemen Anda?"

Al sampai lupa kalau tadi ia dan Bagas masih membahas Ranum. "Kita bawa saja dia ke apartemenku, karena aku tidak mau kalau sampai dua manusia berhati iblis itu tahu kalau aku datang kesini membawa Ranum karena bisa-bisa mereka akan tahu sebelum pada waktunya." Benar apa yang dikatakan Al kalau Ranum dibiarkan saja di rumah sakit itu kemungkinan besar Daniel akan tahu. Karena laki-laki paruh baya itu memiliki mata-mata di mana-mana.

"Jika memang itu keputusan Anda maka nanti malam kita tunggu dulu rumah sakit ini agak sedikit sepi, supaya kita bisa membawa Ranum pergi tanpa ada yang curiga, karena saya yakin setelah melihat kita disini maka Tuan besar Daniel akan langsung menyuruh anak buahnya untuk memata-matai kita." Bagas memang lebih ke arah waspada saja karena Bagas mengenal betul siapa Daniel Malhotra, ayah dari Altezza.

"Baiklah, kamu atur dan urus saja semuanya yang terpenting laki-laki paruh baya itu tidak boleh mencurigai kita berdua."

***

Ranum yang sudah sadar dari tadi meraba perutnya karena ia juga mengira kalau janinnya sudah tidak ada lagi. "Apa calon bayiku sudah tidak ada lagi di dalam perut ini?" Ranum bertanya kepada dirinya sambil mengangkat sedikit baju yang ia kenakan hanya untuk memastikan bahwa ia tidak kehilangan janinnya. Namun, saat ia masih menatap perutnya yang datar tiba-tiba saja pintu ruangan rawat inapnya terbuka begitu saja, saat itu juga terlihat dua laki-laki yang menggunakan topi dan masker langsung masuk.

Ranum yang takut sehingga membuat tubuh gadis itu gemetaran hebat karena ia pikir dua laki-laki itu adalah dua pemuda yang hampir saja melec*hkannya pada waktu itu. "Si-siapa, ka-kalian?" tanya Ranum terbata-bata. Kini terlihat gadis itu mencoba untuk bangun dari tidurnya akan tetapi salah satu tangan laki-laki itu menahannya. "Jangan sentuh a-aku!" Ranum benar-benar sangat ketakutan untuk saat ini.

"Hai ceroboh! Ini aku Al, bukan penjahat. Kenapa kamu malah takut dengan kita berdua?"

"Iya, ini aku Bagas, kita harus pergi sekarang dari sini," sahut Bagas yang ada di sebelah Al.

Setelah mendengar itu Ranum sedikit lega akan tetapi gadis itu belum yakin kalau dua laki-laki itu adalah Al dan Bagas sebelum Ranum membuka masker mereka. "Boleh kalian berdua membuka masker?"

Al dan Bagas sama-sama menunjuk ke arah atas paling ujung di sana terdapat cctv.

Saat itu juga mendongak untuk melihat apa yang di maksud Al dan Bagas, Ranum malah langsung berpikiran kalau Al tidak mampu membayar biayanya dirumah sakit itu, maka Al dan Bagas berniat membawanya kabur secara diam-diam dari rumah sakit dengan cara menculiknya seperti saat ini. "Apa biaya rumah sakit ini terlalu mahal? Makanya Tuan Al dan Bagas ingin membawaku kabur dari sini karena tidak mampu untuk membayar administrasinya?" pertanyaan itu akhirnya keluar juga dari mulut Ranum.

"Urus dia Bagas, kepalaku mendadak pusing karena mendengarnya bertanya begitu." Al berbalik ingin keluar tapi perkataan Ranum membuatnya diam di ambang pintu.

"Katakan saja Tuan Al kalau Anda tidak punya uang, biar saya yang akan membayar sendiri biaya rumah sakit ini."

"Tuan Al tidak semiskin yang kamu pikir Ranum," balas Bagas menimpali gadis yang memgeira kalau tuannya itu kekurangan uang.

***

Pada akhirnya Al berhasil membawa Ranum keluar dari rumah sakit itu. Dan saat ini mereka bertiga sudah ada di dalam mobil.

"Dokter Siska nama dokter yang akan merawatmu di apartemenku nanti, aku harap kamu tidak melakukan hal bod*h lagi yang hanya bisa akan membahayakan kamu sendiri dan calon bayimu," kata Al memecah keheningan setelah mereka bertiga cukup lama terdiam.

"Aku minta maaf karena telah merepotkan Anda Tuan," ucap Ranum yang duduk di belakang, ia kini bisa melihat wajah Al dengan jelas dari kaca yang ada di depan.

"Kalau tidak saling merepotkan bukan manusia namanya." Al menimpali Ranum. "Pokoknya aku hanya minta kamu jangan ceroboh lagi jika tidak mau hal ini terjadi lagi menimpa dirimu."

"Baik Tuan, aku lain kali tidak akan pulang ke apartemen dalam keadaan basah karena saya takut kejadian kemarin akan terulang lagi." Saat mengatakan itu Ranum mengelus perutnya beberapa kali. "Tuan boleh saya menanyakan suatu hal?"

"Hm, tanyakan saja kepada Bagas yang sedang menyetir, karena kalau kamu bertanya kepadaku aku takut tidak bisa menjawabnya."

Sesaat setelah Ranum mendengar itu kini gadis itu beralih menatap Bagas dari cermin yang ada di depan. Akan tetapi gadis itu sama sekali tidak bertanya seperti yang dikatakan tadi.

"Mau menanyakan apa? Langsung saja tanya Bagas jangan hanya plonga-plongo." Al lama-lama naik darah ketika berbicara kepada Ranum saat ini.

"A-apa bayiku masih ada di dalam perutku? Aku menanyakan hal ini karena aku merasa ragu kalau janin itu akan bisa selamat ketika aku melihat bercak darah di rok seragam SMA-ku dan juga aku merasakan benturan keras mengenai tulang ekorku."

"Janin kamu selamat, dan sekian pertanyaan kamu itu sebagai penutup pertanyaan pada malam ini karena sepertinya kita sudah sampai di apartemen," kata Bagas yang tiba-tiba saja malah menjawab Ranum begitu.

Ranum malah semakin mengelus-ngelus perutnya ketika mendengar Al. "Rupanya janin ini ingin tetap hidup bersamaku," gumam Ranum pelan akan tetapi Al dan Bagas bisa mendengarnya. "Semoga saja kelak bayi ini yang akan menjadi perisai untuk melindungiku dari orang-orang yang begitu kejam di dunia ini," sambungnya lagi.

Al yang duduk di depan menyiku tangan Bagas supaya laki-laki itu bisa tetap fokus menyetir, dan tidak lama Al berkata, "Lihat ke depan Bagas, jangan lihat ke belakang saja, karena di depan sana ada Sonia yang sedang melambai-lambikan tangannya ke arahmu."

Ketika Bagas mendengarnya, laki-laki itu repleks menginjak pedal rem secara mendadak. "Sedang apa dia di sana?"

"Suruh saja dia masuk, nanti bahas di apartemen karena di belakang jadi macet kerena kamu parkir di tengah-tengah jalan, sangat tidak pantas mendapatkan sim!!" gerutu Al.

1
Suanti
minta nikah sekalian minta pesta besar2an biar tau org tua delvano betapa bejat nya anak nya 😅😅😅
Ayuza Y.A🌹: Wah ide bagus kak😁😁
total 1 replies
Suanti
bunuh diri aja 😅😅
Ayuza Y.A🌹: Kalau bundir bisa² langsung tamat kak🤣
total 1 replies
Nani Nuraeni
aku nyari di kolom pencarian ga nemu Thor
Ayuza Y.A🌹: Udah up kak, ayo pantengin terus ya.
total 3 replies
mutiyah wiyono
Hamil 5 bln, kok masih sekolah
mutiyah wiyono
Punya uang seharusmya dimanfaatkan, dari pada dihina terus. Lebih baik tetap hidup dikampung, ada bi ijah yg baik
anjar_diyah
sumpahh gedekk bgtt sma ranum,,,
Moertini
mantap akhirnya ranum dan al hidup bahagia dengan hati penuh cinta dan pemaaf dari ranum yang punya andil besar dengan kebahagian rumah tangganya bersama keluarga besarnya terus berkarya Thor semangat
Ayuza Y.A🌹: Terima kasih kak, sudah membaca sampai akhir🥰🥰
total 1 replies
Siti Nyai
uang yg di kresek kemana ya, ko ranum ga punya uang
Ayuza Y.A🌹: Dis simpan kak
total 1 replies
Pujianto Ajha
Luar biasa
Anas
Alan orang baik tp knp selalu peran Alan bnyk penderitaan bahkan SMPK tua penyakitan,ga adil buat alan
Asiyah
Luar biasa
Anas
ceritanya tidak adil untuk Alan,kasian alan,JD MLS bacanya
Allenn
Namanya Angel... tp kelakuannya?
Karen Nayla
kasihan sekali anak itu
Gita Riana
ini kisah klasik banget....tokoh yg jahat digambarkan jahaaaaaaaaat banget ga tertolong....dan tokoh baik digambarkan baiiiiiiiik banget nyaris bodoh bin tolol....ga manusiawi....ga ada manusia yg begitu dlm kehidupan nyata....saya bacanya lompat lompat jauuhh episode...karena ingin tahu selebay apa ini kisah ....
Gita Riana
cerita nya makin aneh
Isma Askila
Luar biasa
Angel
.
Julia Inp
adik nya ranum aish ke mn ya?
Idha W
mulai bosan AQ bacax, pemeran makin bertambah, yang AQ nantikan kapan ranum balas dendam ke ibu tiri n Kaka tirix itu.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!