NovelToon NovelToon
Laila Bodyguard Bercadar

Laila Bodyguard Bercadar

Status: tamat
Genre:Pengantin Pengganti / Pengganti / Cinta Seiring Waktu / Identitas Tersembunyi / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 4.8
Nama Author: Rahma .R

Laila Ikrimah di rekrut menjadi bodyguard untuk Argantara karena kemampuan bela dirinya di luar kemampuan wanita biasanya. Tidak ada yang tau bahwa Laila adalah sahabat dari almarhumah kekasih Argantara. Wasiat dari Almarhum adalah Arga menikah dengan Laila. Laila sengaja menyembunyikan identitasnya sebagai sahabat kekasih Arga.
Laila adalah gadis bercadar yang memiliki kelebihan pada parasnya yang cantik, hingga setiap mata yang memandangnya seolah teracuni, itulah mengapa Laila di tekankan bercadar oleh ayahnya, tidak hanya itu, Laila juga di ajarkan bela diri sejak ia masih kecil agar ia dapat menjadi wanita kuat yang bisa melindungi dirinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahma .R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

34. Hujan deras

"Harusnya jika kamu serius kamu menemui orang tuaku bukan malah menemui ku, tapi kalau sudah begini aku akan menjawabnya langsung,maaf Rif, aku tidak bisa menerima lamaran kamu," tutur Laila.

Laila tak ingin memberi harapan pada Rifki karena khawatir ia akan sakit hati. Memberi harapan pada seseorang justru akan membuat nya jatuh lebih dalam.

"Tolong jangan langsung menolak ku Laila, kamu boleh berpikir untuk beberapa hari," kata Rifki, ia masih berharap bahwa laila akan berubah pikiran.

Laila menghela nafas, "Aku takut jika memberimu sedikit harapan saja, kamu akan sakit nantinya, aku bukan orang yang tepat untuk kamu Rif, carilah perempuan lain yang jauh lebih baik dari aku," jelas Laila.

Arga yang menyaksikan itu akhirnya lega mendengar jawaban Laila.

"Apa karena kamu sudah punya seseorang yang kamu sukai?" tanya Rifki.

Laila pun terdiam, ia tak bisa menjawab karena ia sendiri bingung dengan perasaannya, hatinya berkata untuk langsung menolak Rifki.

***

Hujan deras mengguyur kota, Rifki yang sedang patah hati berdiri pasrah di tengah hujan. Ia tak merasa kedinginan karena rasa dingin terkalahkan oleh perihnya putus harapan.

"Harusnya kamu memberiku kesempatan Laila, bukan langsung menolak tanpa alasan yang jelas," batin Rifki, sedang air matanya tertutupi air hujan.

Tiba-tiba air hujan tidak menetes di atasnya lagi, ia menoleh ke atas, ada payung di tangan seorang wanita. "Anda baru keluar dari rumah sakit tapi sudah berani main hujan," cetus gadis itu yang ternyata dokter Adel.

"Kamu lagi, ngapain kamu di sini, pergilah, saya butuh menenangkan diri," gerutu Rifki dengan kesedihannya.

"Jika kamu sakit, pihak rumah sakit akan kerepotan mengurus pasien ngeselin kayak kamu, lagian kalau kamu ingin menenangkan diri, yang harus kamu lakukan bukan main hujan, tapi perbanyak ibadah pada Allah," gumam Adel.

Rifki pun terdiam, ia mengambil payung di tangan Adel, sedang Adel memakai payung yang satunya lagi.

***

Malam hari,,

Arga mengetuk pintu kamar Laila,

"Iya ada apa?" tanya Laila yang membukakan pintu.

Belum berkata apa-apa Laila sudah mengerti maksud arga karena bunyi perut Arga seolah menyuruhnya untuk memasak.

"Pak Arga lapar?" tanya Laila sembari tersenyum.

Arga yang tampak malu cengar-cengir sambil manggut-manggut.

"Iya La, tapi kalau kamu malas masak nggak pa pa kok, aku bisa makan roti aja,"

"Nggak masalah, ya udah bentar ya, aku masak dulu," ucap Laila dan bergegas ke dapur untuk memasak.

Laila pun memasak di bantu Lastri.

"Aduh.. sepertinya mas Arga udah ketergantungan sama masakan kamu, aku harus belajar masak dari kamu nih La, biar mas Arga terpesona sama aku," canda Lastri sembari mengiris bawang.

"Laila tersenyum mendengar perkataan Lastri, "Makanya lihat baik-baik kalau aku lagi masak, biar kamu makin jago masaknya," ujar Laila.

Arga berdiri di belakang, menatap Laila yang sibuk memasak untuknya. Pandangannya begitu dalam menatap gerak gerik Laila, meski hanya mata Laila yang dapat ia lihat, namun hatinya sangat bahagia ketika matanya menatap objek ternyaman untuk ia pandang.

"Aku tak tau harus memulai dari mana untuk mendapatkan kamu La," batin Arga sembari memperhatikan Laila.

Laila pun menatap ke arah Arga, Laila melihat Arga yang tidak henti menatap dirinya.

Laila pun grogi hingga ia tak sengaja mengiris tangannya."Astaghfirullah.." ucap Laila terkejut melihat ibu jarinya telah berdarah.

Arga yang panik langsung mengambil kotak P3 K, ia melihat luka Laila dan bermaksud mengobati.

"Biar saya aja pak, saya bisa kok, lagian bukan mahram," ucap Laila sambil mengambil obat yang di pegang Arga.

Arga hanya memperhatikan Laila mengobati lukanya sendiri,

"Lain kali hati-hati, jangan buat saya khawatir,"

Ucapan Arga itu membuat Laila tercengang, karena Arga seolah memperhatikan dirinya lebih dari seorang bodyguard.

"Iya pak Arga,"

"Kan saya udah bilang, kamu nggak usah panggil saya pak atau bos, panggil aja Arga," tegur Arga

Laila hanya manggut-manggut seolah mengiyakan.

"Saya tadi menyaksikan saat kamu menolak lamaran Rifki, kalau boleh tau kenapa kamu menolaknya?" tanya Arga yang tampak penasaran.

"Tanpa saya jelaskan pun kamu akan tahu, jawabannya sudah jelas karena saya tidak mencintai dia,"

"Bukannya kata orang cinta akan hadir setelah pernikahan," lanjut Arga.

"Mungkin itu benar, tapi hatiku berkata untuk langsung menolaknya, aku khawatir jika memberi sedikit harapan akan membuatnya semakin sakit," jelas Laila sembari membalut lukanya.

"Lalu siapa yang kamu cintai?" tanya Arga mengagetkan Laila.

"Itu bukan urusan kamu," cetus Laila dan buru-buru menghindari Arga.

***

"Dalam waktu dekat saya berencana melamar seorang perempuan," tutur Arga yang baru usai makan.

Laila yang duduk di hadapan Arga terkejut mendengar ucapan Arga, "Serius?"

"Iya, tapi sebelum itu, saya harus menemukan Inisial L, agar hati saya lebih tenang untuk menikah," lanjut Arga.

"Itu berarti kamu tidak akan menjalankan wasiat dari Almarhumah Linda?"

"Ya begitulah, mau gimana lagi, aku sangat mencintai wanita ini, aku yakin Linda juga tidak akan keberatan jika dia tau bagaimana baiknya perempuan yang akan ku lamar ini," jelas Arga.

"Pasti wanita yang kamu maksud sangat cantik ya," tanya Laila yang penasaran.

"Aku tidak tau, aku hanya melihat ketulusan hatinya, wajahnya saja masih misteri bagiku, tapi cinta tumbuh seiring berjalannya waktu, aku melihat ketulusan di matanya," jelas Arga sembari tersenyum menatap Laila.

Entah mengapa hati Laila sedikit perih mendengar nya, "Baguslah kalau pak Arga akan menikah, maaf ya saya agak ngantuk, saya ke kamar dulu, Assalamualaikum," ucap Laila dengan senyum palsunya, kemudian bergerak menuju kamarnya.

Arga menatap Laila yang tiba-tiba pergi begitu saja, "Waalaikumussalam," jawabnya sedikit bingung.

"Gimana ya reaksi Laila jika aku bertamu ke rumahnya untuk melamarnya, apa dia akan kaget, atau melompat-lompat karena bahagia,semoga semuanya berjalan lancar, agar aku bisa menghalalkannya," batin Arga yang senyum-senyum sendiri.

Laila bersandar di balik pintu, "Astaghfirullah..kenapa hatiku tiba-tiba nggak rela ya, harusnya aku senang jika dia akan menikah dengan perempuan lain, awalnya aku ingin mengungkap identitas ku sebagai inisial L, tapi sekarang..kurasa aku tidak perlu lagi melakukan itu," batin Laila sedang tangannya ia letakkan di dadanya.

Laila pun menyadari bahwa ia mulai terbawa perasaan pada Arga. Sebenarnya dalam hatinya ia ingin mengungkap bahwa dialah inisial L itu, namun mendengar Arga ingin menikah, Laila pun tak ingin merusak niat Arga.

Ia tidak tau saja, bahwa perempuan yang akan dilamar Arga adalah dirinya. Hari demi hari yang ia jalani bersama Arga ternyata membuatnya memiliki perasaan pada kekasih almarhumah sahabatnya itu.

1
🌺awan's wife🌺
sudah tau diculik malah nyari sendiri,,ini CEO kenapa ya
Indria Agustini
aq mampir kak
Indria Agustini
kata apa coba yg diberi bintang² itu....
Serenarara: ubur-ubur minum selasih
coba baca novelku berjudul Poppen kak, terimakasih.
total 1 replies
Pandu Winata
Lumayan
Yus Ys
/Drool//Drool//Drool//Drool//Drool//Drool/
Yus Ys
Luar biasa
Elizabeth Zulfa
arga nya trlalu lemah jdi orang..
Daniela Whu
knp sih harus bilang kapow
biasa aj kl
Asmi Pandansari
gak seru punya laki kaya raya tapi gak berguna.tau Afni orang yang terakhir bersama istrinya ya sewa detektif lapor polisi ke
🌺awan's wife🌺: lha bener tu
total 1 replies
Asmi Pandansari
Laila punya ilmu bela diri yang dikatakan lebih dari orang lain di tambah dengan ilmu kebatinan ditambah dengan wanita yang Sholeha dalam keadaan seperti itu kenapa jadi wanita cengeng dan penakut kenapa dia tidak bisa bersikap tenang dan beristigfar berdoa pada Allah memohon petunjuk..
Oktavianti Maemunah
secara tidak langsung Laila ini merendahkan linda dong.. 🙈
Asmi Pandansari
kayanya menarik.ayo mari di baca
Anonim
ok
Darti Darti
🤣🤣🤣🤣
Dinda Indah
😁😁😂😂 lamun yaa
Tiwik
Luar biasa
Aghitsna Agis
lanjutan rendra bacanya dijudul gadis yang meluluhukan hati tuan muda
Aghitsna Agis
thor cerita ini kok nga ada ketika pangeran dingin jatuh cinta yg ada malah gadis yang meluluhkan hati tuan muda dan alurnya sama jadi yg benar yg mana
Rahma R: oh iya maaf ya..🤭 sebenarnya itu sempat revisi judul, eh lupa ganti yang di promo, judul yg benar itu di novelnya langsung, maaf ya🤭
total 1 replies
Mulyanthie Agustin Rachmawatie
kerent....ayo temukan pembunuh Linda...
erinatan
mantabbb
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!