Ditahun 2045 Game yang mana digemari oleh banyak orang telah berevolusi menjadi sebuah dunia yang dapat dimasuki lewat kesadaran, dan saat game-game VR bermunculan salah satu dari game tersebut adalah World of Apocalypse sebuah game online yang mana berbeda dari yang lainnya dan juga menyimpan banyak misteri didalamnya. Reno adalah salah satu dari para player yang bermain didalam game tersebut, tetapi saat dia dan temannya membentuk sebuah party penjelajahan dia menemukan sebuah kesempatan misterius yang akan mengubah nasibnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rafli Ananda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34 Player tingkat atas bagian 2
Reno yang mana melemparkan para Zombie tersebut menyadari kalau Torture tidak dapat dikalahkan oleh Zombie biasa, dan saat dia akan melempar Zombie terakhir ditangannya dia telah menyiapkan sesuatu didalam Zombie tersebut. “Trranggss…” lalu disaat Torture akan menebas Zombie tersebut tiba-tiba saja pisaunya tertahan oleh kulit Zombie itu, “Rooaarr… Crrasstt…” dan dengan ganasnya Zombie itu menggigit bahu kanan Torture.
“Ghhkkk… sialan dia ini Zombie mutan, jadi benar dia memiliki item untuk menciptakan Zombie mutan” kata Torture yang mana menahan rasa sakit dari gigitan Zombie mutan tersebut.
“Bagus sekarang adalah kesempatanku” pikir Reno, dia lalu menyiapkan sebuah granat peledak sebelum kembali berlari.
“Crriinggss… Trringgss…” granat tersebut lalu jatuh dan bergelinding kearah Torture, melihat hal itu dengan cepat “Buusskk…” Torture menendang Zombie tersebut dan langsung berlari mencari tempat perlindungan, “BOMMSH…” granat itu lalu meledak dan Reno yang mendengarkan hal itu langsung berhenti dan menyiapkan skill miliknya.
“Skil Death Call… ROOOAAARRR….” Reno langsung berteriak dengan sangat kuat ketika skill miliknya diaktifkan.
Torture yang mendengarkan teriakan tersebut mengira itu adalah suara dari sesosok monster yang mana ada tertarik pada ledakan tersebut, “Traakkksttt…” lalu Torture yang ada disana kemudian merasakan sebuah getaran.
“Sialan aku harus segera lari” kata Torture yang mana melihat segerombolan Zombie dari berbagai arah datang menyerbu dirinya.
“Buussh…” dengan cepat Torture melompat dan bergerak kearah tempat yang tinggi “Buush… Buush…” dia juga dapat menggunakan skill miliknya untuk dapat melompat sebanyak dua kali diudara, melihat hal itu Reno berniat untuk menembak jatuh dirinya tetapi saat dia melihat lagi Reno melihat tiga buah granat kejut listrik dipinggang Torture.
“Itu adalah granat mahal yang dapat mengeluarkan kejutan listrik disekitar areanya, dan para Zombie pasti akan kalah jika dia menggunakan itu dan saat itulah aku akan mati ditangannya, kali ini tampaknya aku hanya bisa kabur” pikir Reno yang memilih untuk bermain aman melawan Torture.
Sementara itu Torture yang mana sedang berlari pergi kearah sebuah bangunan, dan didalam bangunan tersebut dia melihat kearah sebuah kain besar yang diikatkan dengan rantai lalu diamankan dengan gembok, “Crrakk… Trrakk…” Torture lalu mengambil kunci dari penyimpanan miliknya dan membuka gembok tersebut, “Wrrukkss…” dan saat dia membuka kain tersebut sebuah motor cross yang mana sudah dimodifikasi terlihat dibalik kain tersebut. “Krraasstt… Brumm… Brumm… Brumm…” Torture lalu menaiki motor cross tersebut “Brummmnnggss…” dia lalu langsung melaju dengan cepat meliwati para Zombie yang ada dihadapannya, ditengah-tengah perjalanannya Torture berpikir untuk memutari area tersebut agar dirinya dapat bertemu dengan Reno dalam perjalanannya.
Sementara itu Reno yang mana melihat hal itu langsung berjalan dengan santai bersama dengan ratusan Zombie dibelakangnya, para player yang melihat hal itu langsung berlarian karena ketakutan dengan para Zombie itu. Sementara itu Reno langsung berbaur dengan para player yang berlarian itu, dia mengikuti mereka menaiki sebuah mobil sewaan milik NPC dan langsung pergi ke kota.
“Brrummmngss….” Torture sendiri yang mana telah berputar-putar beberapa menit tidak melihat keberadaan Reno dan memutuskan untuk kembali ke markas guild miliknya, diperjalanan dia bertemu dengan beberapa Zombie dan “Dorrss… Dorrss…” dengan senapan miliknya dia membunuh para Zombie yang ada dihadapannya. Lalu ketika dia sampai didepan gedung guild Triniti dia melihat para player lainnya yang mana masuk kedalam kelompok penyelidikan menatap dirinya dengan sinis, terutama Hunter yang telah mengetahui apa yang telah dia lakukan.
“Selamat padamu, sekarang kesempatan kita mengundangnya masuk kedalam guild kita sekarang menjadi nihil, dan kau telah menambahkan seseorang yang gila sebagai musuh guild kita” kata Hunter.
“Minggir kau aku ingin berbicara dengan ketua Thousand Flowers” kata Torture.
“Baiklah silahkan kau berbicara padanya, aku penasaran apa yang akan dia katakan setelah kelakuan gilamu itu” kata Hunter.
“Cih… kita lihat saja nanti, kau atau aku yang akan tertawa nantinya” kata Torture.
“Ksshhhh…. Taak-taak-taak…” Torture lalu berjalan kearah ruangan ketua guild miliknya dan depan pintu tersebut sudah menunggu salah satu dari tiga ketua guild Triniti, Cecilia yang melihat dirinya langsung malas melihat mukanya “Trrasskk…” dia lalu masuk tampa bicara sepatah kata apapun dengan Torture. Melihat hal itu Torture merasa kesal dan mengikuti Cecilia masuk kedalam ruangan tersebut, didalamnya sudah menunggu ketiga ketua guild Triniti dihadapannya.
“Hmm… sedang apa kau masuk kemari…??” tanya Red Gamers yang mana sedang duduk santai didalam ruangan tersebut.
“Aaah… aku kemari ingin memberikan informasi yang aku dapatkan mengenai player misterius itu” kata Torture yang mana sedikit gugup dengan hawa keberadaan dari ketiga player perempuan tersebut.
“Tidak usah kau bisa keluar sekarang” kata Thousand Flowers.
“Apa…?? Aku tidak mengerti apa yang anda maksud ketua…??” kata Torture yang bingung dengan kata-kata dari Thousand Flowers.
“Aku bilang kau keluar dari bangunan dan guid ini, kami tidak membutuhkan player gila yang tak bisa dikendalikan seperti dirimu” kata Thousand Flowers.
“Eeeeh….??? Tapi apa kesalahanku, aku merasa tidak melakukan sesuatu yang salah” kata Torture.
“Pingss…. Trringgss…” Thousand Flowers lalu memunculkan sebuah layar vidio yang mana menunjukkan seluruh kelakuan dari Torture, dari melakukan PK sembarangan dan juga mengambil barang-barang dari anggota guild yang masih pemula. Melihat hal itu Torture langsung diam tak dapat berbicara, dihadapkan dengan semua bukti tersebut dia tahu kalau dia tidak bisa membuat alasan apapun namun dia bingung akan siapa yang memvidiokan dirinya.
“Aku minta maaf atas segala kelakuanku, tetapi aku juga sudah banyak berkontribusi pada guild ini, aku tidak terima jika dikeluarkan begitu saja” kata Torture.
“Haaah… dasar sampah, kau sudah membuat malu guild kita dengan semua tindakanmu itu, sekarang ini Thousand Flowers masih mengasihanimu dengan menyuruhmu keluar dari guild ini, jika dia mau dia bisa membunuhmu sebanyak ratusan kali sekarang ini juga” kata Red Gamers.
“Tidak usah bicara lagi, Thousand Flowers buka pembatas gedung guild yang ada lalu biarkan aku membunuhnya disini sekarang juga” kata Cecilia yang mana telah menyiapkan pedang miliknya.
“Simpan pedangmu Cecilia, walaupun dia adalah sampah tetapi kita tidak berhak untuk menghakiminya saat ini juga” kata Thousand Flowers.
“Aku-aku-aku…. Akan segera pergi sekarang…” kata Torture yang mana tidak dapat berkata apa-apa lagi, lambang guild Triniti miliknya lalu menghilang bersamaan dirinya keluar dari ruangan ketua guild.
“Zrringgss…” lalu secara tiba-tiba sistem yang mana mengatur gedung guild Triniti langsung meneleportasikan dirinya kepintu keluar ( alias ditendang keluar ), melihat Torture yang mana sudah tidak memiliki lambang guild ditubuhnya Hunter langsung tersenyum dengan lebar melihat hal itu dan dia lalu menghampiri Torture.
“Hei bagaimana kabarmu mantan teman satu guild, bagaimana dengan vidio yang aku ambil itu apa kau menyukainya” kata Hunter yang mana adalah orang yang memvidiokan dirinya.
“K-kau sialan… ternyata semua ini adalah ulahmu” kata Torture yang kelihatan marah besar.
“Yah kalau itu ulahku kau memang mau apa…??” kata Hunter yang mana menunjukkan kearah Torture para player dari guild Triniti yang mendukung dirinya.
“Sialan… kau tunggun saja nanti pembalasanku” kata Torture, dia langsung pergi kekota untuk mencari penginapan agar dirinya bisa Log Out dari dalam game.
Sementara itu Torture sama sekali tidak mengetahui kalau ada seorang player yang sangat berbahaya sedang melihat dirinya dari jauh.
“Hmm… jadi dia sudah dikeluarkan, tampaknya ini bisa dilaporkan pada ketua” kata sosok player misterius tersebut.
Bersambung…..