NovelToon NovelToon
Elan Untuk Kiandra

Elan Untuk Kiandra

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Tamat
Popularitas:319.2k
Nilai: 5
Nama Author: Tri Ani

"Kamu yakin dengan keputusanmu?" tanya seorang gadis dengan hijab panjangnya pada pria yang tampak lusuh dengan jaket army lengkap dengan bau asap rokok yang mengepul di udara. Tampak baru saja pria itu menggilas puntung rokok yang masih menyala itu dengan sepatu bootnya.

"Ya!?" pria itu menatap tajam membuat gadis itu menundukkan kembali kepalanya, "Kamu nggak percaya? Aku akan berjuang, aku akan menjadi seperti yang kamu mau, puas!?" ucapnya dengan penuh penekanan.

***

Bagai sebuah tikaman saat seseorang yang sama sekali tidak sesuai dengan kriterianya mengikrarkan keinginannya untuk meminangnya meskipun jelas mereka jauh berbeda.

Tapi benarkah? Bukankah perbedaan itu yang mengukur Allah, bukan kita sebagai sesama hambanya?

Seperti itulah sebuah kisah terjalin, rasa ingin memiliki dan perasaan lebih baik dari lainnya membuat kisah ini menjadi sempurna, menjadi sebuah ikatan karena Allah,

Sebuah doa yang diam-diam ia ucapkan dalam setiap sujudnya, Elan untuk Kiandra.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tri Ani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34

"Pa kenapa masuk rumah wajahnya udah kesal gitu? Mana tiba-tiba ngusir temennya Kia lagi!" keluh kiandra sambil membereskan meja, bahkan kue yang di siapkan untuk Rehan belum sampai ia makan.

"Kamu masih berhubungan dengan begundal itu?" tanya Alex dan berhasil menghentikan kegiatan Kiandra, bahkan sekarang Aisyah yang awalnya memilih untuk diam pun tertarik mencari tahu siapa yang di maksud suaminya.

"Maksud papa, begundal siapa?" tanya Kia yang memang tidak tahu siapa yang di maksud papanya, tidak biasanya sang papa sebenci itu sama orang.

"Yang tadi pasti temannya dia? Atau anteknya dia?" bukannya menjawab pertanyaan Kia, Alex malah memberi pertanyaan lagi membuat Kiandra semakin menerka-nerka maksud sang papa.

"Maksudnya El_?" jawab Kia, tapi masih belum selesai ia menjawab Alex sudah lebih dulu memotong ucapan putrinya.

"Nggak peduli papa sama siapa namanya, yang penting buat papa, putri papa tidak boleh bergaul sama anak preman seperti itu, sudah ketahuan merokok, ternyata bergaulnya sama preman juga, mau jadi apa nanti kalau sudah besar!" gerutu Alex panjang lebar sambil tangannya sibuk melepaskan dasi yang mengikat kemejanya,. "Papa gerah mau mandi," ucapnya lagi sambil berlalu meninggalkan putri dan istrinya untuk masuk ke kamar.

Hehhhhhh ....

Kiandra menghela nafas, ia benar-benar tidak menyangka papanya akan semakin benci dengan Elan, entah kenapa ia merasa tidak nyaman dengan keadaan itu.

"Papa aneh banget, memang apa salah dia kalau ngrokok, toh juga banyak anak muda nyang merokok, apalagi preman. Masak iya dia bergaul sama preman? Papa masti sok tahu tuhhh!" gerutu Kiandra sambil kembali melanjutkan kegiatannya.

Aisyah yang masih penasaran, sebelum menyusul sang suami ke kamar ia terlebih dulu menghentikan kegiatan sang putri,

"Emang siapa yang di maksud papa kamu?"

"Itu mah, Elan!"

"Elan?"

"Iya, yang sama guru aku suruh jadi guru privatnya. Lagian aneh banget papa, segitu bencinya sama Elan."

Ya Allah, apa akan sama jadinya kalau mas Alex tahu siapa yang ia benci? Anak yang dulu sangat ia cintai dan sangat ingin ia lindungi ...

Melihat sang mama yang malah bengong membuat Kiandra heran,

"Mama tidak pa pa?"

"Hahhh?" Aisyah segera tersadar jika di sana masih ada sang putri, "Nggak pa pa sayang, ya sudah kamu bereskan trus siap-siap sholat magrib ya, mama mau nyusul papa dulu!"

"Iya ma!"

***

Elan tampak kesal, bahkan ia tidak menyapa bundanya meskipun melewati sang bunda dan Keysa.

"Abang kamu kenapa? Pulang-pulang kayak gitu?" tanya Nadin pada putrinya.

"Mana Key tahu bund, lagi PMS kali!" jawab Keysa sekenanya sambil menikmati apel yang sudah di kupas bundanya.

"Kamu ada-ada aja. Ya udah kamu lanjut sendiri ngupasnya, biar bunda samperin Abang kamu!"

"Yahhh bund, biarin aja Napa sih bund, bang Elan juga udah gede!"

"Nggak boleh gitu ahh!"

Nadin pun meletakkan pisau yang ada di tangannya di atas piring buah dan segera berdiri meninggalkan putrinya, ia berjalan menghampiri kamar Elan.

Tok tok tok

Seperti biasa ia selalu mengetuk pintu sebelum masuk ke kamar anak-anaknya,

"Boleh bunda masuk nggak?"

"Masuk aja bund, nggak di kunci!" sahut dari dalam kamar, setelah mendapat ijin dari sang pemilik kamar, Nadin pun segera membuka pintu ternyata putranya itu tengah merebahkan tubuhnya di atas kasur tanpa melepas jaket dan sepatu nya.

Nadin tersenyum dan berjalan menghampiri sang putra, ia duduk di samping sang putra, mengusap kakinya,

"Kenapa bang, pulang-pulang kok suntuk banget?"

"Lagi kesal aja bund!"

"Kesal sama siapa?"

"Sama papanya Kia!"

"Papanya Ki_a?" tanya Nadin ragu, bukankah itu artinya Alex? Apa Elan sudah ketemu juga sama Alex? batin Nadin.

"Iya ma, masak dia ngatain Elan begundal. Emang kalau anak sekolah merokok atau bergaul sama preman bisa di katakan begundal?"

"Ya enggak!" jawab Nadin seponta, tapi segera ia tersadar sesuatu, "Jadi kamu merokok?" tanyanya terkejut sambil memukul kaki Elan.

Elan pun rupanya bicara keceplosan, ia sampai menutup mulutnya ketika menyadari kesalahannya,

"Upss keceplosan lagi!" gumamnya lirih dan ia pun segera bangun dari tidurnya,

"Enggak bunda, papanya Kia yang salah faham."

"Jangan bohong sama bunda!?" ucap Nadin kesal sambil menunjuk ke arah Elan.

"Di_kitttt! Cuma dikiiit bunda!" ucap Elan sambil menyatukan kedua ujung jari jempol dan telunjuk seperti tengah memberi contoh.

"Dikit banyak tetap namanya merokok!"

"Udah ya bund, jangan marah-marah udah mau magrib. Elan ke kamar mandi dulu, mandi trus sholat deh!" ucap Elan segera mengindari kemarahan bundanya,

Cup

Segera Elan meninggalkan kecupan di pipi sang bunda,

"Bunda cantik deh!" ucapnya sambil berlalu ke kamar mandi.

Nadin tersenyum sambil mengusap pipinya yang baru di cium sang putra, tapi segara ia teringat dengan keluh Elan,

"Apa Alex tetap akan membenci Elan saat ia tahu jika anak yang di katakan begundal itu Elan, anak yang begitu ingin ia lindungi!?" gumamnya sambil menatap pintu kamar mandi yang sudah tertutup.

"Lagi ngomongin siapa?" pertanyaan itu seketika. membuat Nadin terkejut, ia segera menoleh ke sumber suara dan rupanya suaminya sudah berdiri di belakangnya,

"Mas, udah pulang?" Nadin berjalan cepat menghampiri sang suami dan mencium punggung tangannya,

Seperti biasa Rendi langsung memeluk sang istri dan meninggalkan kecupan di keningnya.

"Baru aja, kata Keysa kamu di kamar Elan, makanya aku nyusul. Trus Elan nya mana?"

"Lagi mandi mas, bentar lagi kan magrib! Ya udah kita keluar mas,"

"Baiklah, ayo!"

Nadin bernafas lega karena suaminya tidak mendengarkan ia menyebut nama Alex tadi.

Bersambung

Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya

Follow akun Ig aku ya

Ig @tri.ani5249

...Happy reading 🥰🥰🥰...

1
Marhaban ya Nur17
pak dokter jd sopir wkwwk
Marhaban ya Nur17
typo
Marhaban ya Nur17
om doktel wkwkwk
Marhaban ya Nur17
maksa iihhh wkwkwk g ada romantis" nya wkkwkkw
Marhaban ya Nur17
egois lu ren
Marhaban ya Nur17
nikah paksa wkwkw
Marhaban ya Nur17
waduu
Marhaban ya Nur17
perang kulkas ama perang balok es wkwkw
Marhaban ya Nur17
17 th kemudian wkkwkwkkw
Marhaban ya Nur17
konflik orang tua yg kena imbas anaknya
Marhaban ya Nur17
jd nya diposisi ini rendi yg egois wkwkwk
Marhaban ya Nur17
elan wkwkkw calon mantu
Marhaban ya Nur17
ada udang di balik bakwan
Marhaban ya Nur17
elan tinggal kelas 2 th yyyy
Marhaban ya Nur17
klo sekarang mah guru nya malah di laporin wkkwk
pelangi_cinta
sayangnya ga ada extrapart bulan madunya 🥹
Rahma Lia
Luar biasa
Wahyu tampan sempurna: 😊 elan the next ustadz
total 1 replies
nur hapsah
nga Pekabngt
tika
seruuuuu banget
elki melvison
menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!