Sherly adalah seorang gadis yang cantik dan cerdas harus menikah paksa dengan CEO kaya raya yang merupakan putra tunggal pemilik sebuah perusahaan raksasa. Karena sang ayah terlilit hutang dan ayahnya tak ingin kehilangan perusahaan yang telah ia bangun. Selain itu Sherly ternyata bukan anak kandung ayahnya.
Karena sebuah balas Budi ia harus menerima permintaan ayahnya untuk menikah dengan putra tunggal pemilik perusahaan tempat ayahnya berhutang karena dengan itu ayahnya akan melunasi hutang yang ada bahkan sang pemilik memberikan modal lebih.
pernikahan mereka pun terjadi.
Di malam pernikahan mereka sang suami membawa seorang gadis untuk diajak bercinta di ranjang pengantin yang seharusnya menjadi ranjang terhangat dan terindah bagi pengantin baru.
Sherly menjalani rumah tangga dengan siksaan hati dan fisiknya.
Di tengah kekalutan hati nya ada seorang pria yang telah lama jatuh hati padanya sejak pertama melihatnya.
Akankah Sherly akan berpaling dari suaminya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dian A, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 34
" Terima kasih karena telah menolongku" Kata Sherly dengan senyum Manis di bibir cantik ya.
Mendengar hal tersebut Andrew begitu senang, karena Sherly mau percaya pada dirinya.
Andrew kini membantu gadis itu untuk berdiri. Kemudian ia membantu Sherly untuk berjalan menuju kamar mandi. Andrew mengantar gadis sampai di depan pintu kamar mandi karena Sherly memintanya mengantar hanya sampai di depan pintu. Andrew berusaha menggida Sherly kalau tidak masalah ia mengantar ya sampai di dalam, bahkan Andrew menawarkan diri untuk membantu Sherly membersihkan diri. Mendengar apa yang dikatakan Andrew wajah gadis itu berubah menjadi merah. Sherly yakin kalau Andrew pasti sudah melihat semuanya. Sherly benar-benar kembali merasa malu bila mengingat kelakunnya semalam. Meskipun itu ia lakukan di depan Suaminya sendiri. Situasinya berbeda mereka memang adalah sepasang suami istri akan tetapi perasaan mereka berbeda. mereka menikah karena sebuah perjanjian. Hal tersebut yang membuat Sheryl harus malu berkelakuan seperti itu. Andai saja mereka adalah pasangan yang zaling mencintai mungkin semalam akan menjadi cerita yang penuh gairah dan menambah ikatan dalam yang mereka jalani.
Sejujurnya Sherly mengingi kan hal seperti itu terjadi akan tetapi ia tidak tahu apakah Andrew akan memilki pemikiran yang sama. Secara mereka belum pernah melakukan hal yang diluar batas perjanjian yang terjadi. Hanya sebatas sebuah ciuman dan tak lebih. Sherly juga masih berfikir kalau Andrew tidak akan per ah mau menyentuhnya karena seperti perjanjian mereka bembuat Sherly adalah sebuah barang yang telah di belinya dari seseorang. Andrew tidak akan sudi menyentuh barang yang telah di belinya dengan mudah. Apa lagi itu berhubungan dengan uang dan materi. Sherly sedikit sedih. ila pikiran itu terlintas di benaknya. Ia mulai mengubur mimpi mempunyai keluarga yang sempurna seperti hayalannya selama ini.
Dengan cepat gadis itu masuk dan menutup pintu dengan wajah memerah. Sherly berdiri di balik pintu yang tertutup. Sherly sudah hampir menangis mengingat nasibnya menjadi seorang istri yang hanya ada di atas kertas.
Sementara Andrew tertawa kecil saat melihat Sherly yang seperti itu. Terlalu mengemaskan baginya. Andrew tidak tahu seperti apa sebenarnya perasaan Sherly saat ini yang ia tahu gadis itu pasti merasa malu dengan apa yang telah ia lakukan semalam. Andrew berdiri sejenak menatap pintu..Pikiranya mulai berkeliaran. Ternyata ia memikirkan hal yang sama dengan apa yang dipikirkam Sherly, andai pernikahan ini diawali dengan sebuah cinta mungkin hari ini Ia akan jadi pria yang paling bahagia di Dunia. Sayangnya pertemuan mereka diawali dengan sebuah kesepakan. Andrew tertunduk sedih.
Andrew memutuskan untuk keluar dari kamar tersebut. Ia menuju dapur dimana sang Asisten sudah berada di dapur untuk mempersiapkan sarapan l. Andrew meminta salah satu Asisten tersebut membuat sup dan beberapa makan yang bergizi untuk Sherly. kemudian Andrew menuju ruang kerjanya ia ingin memeriksa beberapa dokumen pekerjaan yang Kim kirimkan untuk nya. Banyak pekerjaan yang harus ia selesaikan karena ia meninggalkan pekerjaan kemarin begitu saja. Andrew juga meminta Kim untuk menangani pekerjaan di singapura untuk sementara karena ia tidak mungkin meninggalkan Sherly lagi. Andrew tidak ingin terjadi sesuatu lagi kepada Sherly karena kejadian kemarin benar-benar membuat nya takut.
Andai terlambat sedikit saja. Ia telah kehilangan Sherly untuk selamanya. Bahkan itu kan jadi penyesalan Andrew karena tidak bisa menjaganya.
Andrew mengingat permintaan Bram semalam untuk mengajak Sherly menemuinya. Akan tetapi siatuasi dan keadaan Sherly belum memungkinkan untuk bertemu Bram. Andrew memutuskan untuk mengirim pesan kepada mertuanya tersebut. Andrew mengatakan kalau Ia akan menemui Bram lusa , Andrew beralasana kalau hari ini Ia sangat sibuk begitu juga Sherly. Kemudian Andrew kembali melanjutkan pekerjaan nya.
Beberapa saat kemudian pintu ruangan Andrew diketuk seseorang. Andrew pun mempersilakan Orang tersebut untuk masuk. Ya... ternyata Sherly yang sudah terlihat segar dan cantik datang dengan membawa nampan berisikan secangkir kopi dan beberapa makan kecil untuk Andrew. Itu sudah jadi kebiasaan Sherly mempersiapkan kopi tatkala Andrew sedang bekerja ataupun santai dirumah . Andrew pun menyukai kebiasaan dan terbiasa dengan apa yang dilakukan Sherly tersebut.Dengan senyum lebar Andrew menyambut kedatangn gadis tersebut. Andrew meminta Sherly untuk duduk dan menemaninya sebentar. Tatapan Andrew yang begitu dalam membuat Sherly merasa salah tingkah dan serba salah. Rasa malu itu kembali menyelimuti dirinya. Ia oangin segera berlari jatuh agar tatapan mata Andrew tidak membuatnya merasa aneh.
Akhirnya Sherly mencari cara untuk pergi dan menghindari pria itu. Sherly beralasan pergi ke kuliah untuk menghindari bersama dengan Andrew, Sherly masih merasa malu kalau harus berdua saja dengan pria tersebut. Akan tetapi usahanya telah di ketahui oleh Andrew, Pria itu mengatakan kalau Sherly untuk sementara cuti kuliah samapai masalah itu selesai di tangani oleh pihak berwajib. Akhirnya dengan terpaksa Sherly harus mau menemani Andrew berada di ruangan tersebut. Sherly memilih untuk duduk di sofa besar yang ada di ruangan tersebut.
" Apa yang harus aku lakukan disini Andrew?" cicit Sherly karena ia sudah merasa bosan bercampur malu yang terpaut menjadi satu.
" Duduk saja. Aku hanya ingin di temani saja." Jawab Andrew yang masih asik dengan tumpukan keretas di hadapanya. Ia tahu kalau gadis itu sedang salah tingkah
Mendengar jawaban Pria itu Sherly hanya bisa menarik nafas pasrah. Andrew mendengar gadis itu menghela nafas. Andrew hanya meliriknya sekilas dan tersenyum kemudian kembali berkencan dengan tumpukan dokumen tersebut. Akan tetapi matanya sesekali tetapi memperhatikan gadis yang tengah jenuh dan berusaha untuk tetap sabar berada di tempat itu. Andrew tertawa dalam hari saat matanya menangkap Sherly yang kini duduk dengan memejamkan mata. Rasa kantuk menerjangnya. Andrew memutuskan untuk menghentikan kegiatannya. Ia tidak ingin membuat gadis itu merasa bosan saat menemaninya. Andrew melangkah mendekatinya dan duduk di sebelah Sherly.
" Apa perlu kita lakukan sesuatu, agar kau tak bosan?" bisik Andrew yang membuat Sherly seketika membuka matanya.
" Uhuk... uhuk... uhukkk... Ap...apa maksud mu?" Jawab Sherly dengan suara gugup. Ia begitu terkejut saat wajah Andrew sudah begiti dekat dengan wajahnya.
Andrew tersenyum lebar.
" Ya... kita lakukan sesuatu yang bisa menghilangakan rasa bosan." Goda Andrew yang seketika membuat wajah Sherly bersemu merah. Itu membuat Andrew merasa senang.
" Ap...apa maksudmu?" Kata Sherly gugup pikiran dalam otaknya mulai berfantasi kemana-mana mengingat kejadian semalam yang benar-benar tidak dapat Sherly lupakan.
Andrew memperlihatian barisan gigi putihnnya ya rapi, di pipi kanannya tercetak jelas sebuah lesung pipi yang begitu menambah manis dan tampan di wajahnya. Hati Sheryl semakin meleleh melihat pemandangan itu.
" Ohhh Tuhan kenapa pria ini begitu menggodaku, jantungku lama-lama bisa lepas kalau terus kayak gini." Batin Sherly.
Andrew semakin terantang ia bahkan semkin menggoda gadis yang sudah sangat malu dan gugup itu. Andrew mendekati wajah Sherly ia ingin mencium bibir merah yang menggodanya sedari tadi itu. Niatnya ia ingin menggoda sang punya akan tetapi reaksi Sherly membuatnya tidak membuang kesempatan itu.
yg bener yg mana Thor???