Shisil wanita cantik yang dinikahin oleh orang duda tampan beranak satu, shisil disuruh nikah mudah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alexia Alexander, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 34
"Nyonya sebaiknya lihat sendiri saja"ucapan Bibi Ina yang tersenyum kepada majikannya.
"Bibi saya sedang masak tidak bisa aku tinggalkan bibi"ucapan Mami Clara yang tidak menatap bibi Ina.
"Nyonya akan tahu sendiri siapa yang datang"ucapan Bibi Ina.
"Ih bibi, kasih tahu saja siapa yang datang"ucapan Mami Clara yang berbalik.
"Biar saya yang lanjut masak nyonya, kesayangan nyonya sedang menunggu di ruang keluarga"ucapan Bibi Ina yang suka menggoda majikannya.
"Bibi kesayangan aku itu, Shisil dan suami aku"ucapan Mami Clara yang sambil mikir.
"Kalau nyonya melihat akan tahu siapa yang datang"ucapan Bibi Ina yang langsung lanjutkan masakan Clara.
"Memangnya siapa sih, Ah langsung temui saja"didalam Hatinya Mami Clara.
Mami Clara yang berjalan menuju ke ruang keluarga dan melihat seseorang tidak asing bagi mami Clara, "Eh nak Danyal yang datang toh, dimana anak kesayangan mami?"ucapan Mami Clara yang melihat sosok Danyal.
"Maaf mami, Shisil tidak ikut"ucapan Danyal yang tersenyum ramah kepada ibu mertuanya.
"Kenapa nak Shisil tidak ikut pulang ke rumah ini?"ucapan Mami Clara yang sedikit kecewa.
"Aku habis dari kantor mami"ucapan Danyal yang melihat mami mertuanya kecewa.
"Oh begitu, kamu kesini sendiri sesuatu yang berhubungan dengan mami kan Danyal"ucapan Mami Clara.
"Ya mami, Danyal minta DNA"ucapan Danyal yang sedikit ragu-ragu.
"Dengan siapa?"ucapan Mami Clara yang bingung dengan ucapan Danyal.
"Dengan pemilik rambut ini, tapi aku tidak menyebutkan namanya mami"ucapan Danyal yang sedikit menundukkan kepalanya.
"Memangnya itu rambut punya siapa nak?"ucapan Mami Clara yang penasaran.
"Punya anak kandung mami"ucapan Danyal.
"Kamu ketemu dia di mana nak?"ucapan Mami Clara yang pegang lengan Danyal.
"Aku ketemu wanita mendiang istri aku di kantor aku sendiri"ucapan Danyal yang masih menundukkan kepalanya.
"Tidak mungkin dia operasi wajahnya seperti mendiang istri kamu nak, uang saja dia tidak ada"ucapan Mami Clara.
"Apa maksud mami?"ucapan Danyal yang terkejut.
"Miranda di usir dari sini saja tidak di berikan sedikit uang oleh papi nak"ucapan Mami Clara.
"Mami bisa menceritakan kronologinya"ucapan Danyal.
"Iya mami ceritakan nak"ucapan Mami Clara.
Mami Clara pun menceritakan kejadian Miranda yang di usir oleh papi Marcello dengan detail, "Setelah pernikahan aku dan Shisil, papi mengusir Miranda yang merusak nama baik keluarga Alexander"ucapan Danyal yang hanya mengangguk saja.
"Tapi anak itu dapat uang dari mana untuk operasi wajahnya mirip dengan mendiang istri kamu Danyal"ucapan Mami Clara yang khawatir kalau anak tirinya disakiti oleh anak kandungnya lagi.
"Mana aku tahu mami, makanya dari itu aku minta untuk DNA dengan wanita itu"ucapan Danyal.
"Baiklah mami mau DNA, tapi kamu dapat sepele rambut atau apalah"ucapan Mami Clara yang menatap menantunya.
"Aku punya mami, tapi aku persetujuan dari mami saja"ucapan Danyal.
Tiba-tiba Papi Marcello pun datang dan mendengar sedikit pembicaraan Mami Clara dan Danyal.
"Kalian membicarakan apa, kok ada persetujuan segala"ucapan Papi Marcello yang baru pulang.
"Jangan sampai papi tahu, kalau anak kandung aku mau menghancurkan kebahagiaan Shisil untuk kedua kalinya"didalam hatinya Mami Clara.
"Minta persetujuan pindah mansion saja kok papi"ucapan Danyal.
"Hah!, memang mansion lama kamu kenapa Danyal?"ucapan Papi Marcello yang terkejut dengan ucapan Danyal.