Trisha Vioreen seorang wanita yang ekspresif, multi talenta, dan cantik yang membuat pria jatuh hati kepadanya.
Miles Omkara, seorang pria kaya, tampan, seksi, yang kemudian berhasil memenangkan hati Trisha. Mereka akhirnya menjalin hubungan selama bertahun-tahun, sampai pada suatu hari Miles harus menikah karena dijodohkan.
Sampai suatu hari Trisha bertemu dengan Miles dan mereka melepas rindu setelah sekian lama tidak bertemu. Miles berjanji akan kembali kepada Trisha walaupun sudah menikah, dengan satu syarat, Trisha harus menikah dengan pria lain.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irish_kookie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Crowded
"Darimana kamu tau aku ada disini, Cell? Dan apa yang kamu lakukan disini?" tanya Gege tak bisa menutupi kekesalannya.
Seingatnya, dia tidak pernah memberitahukan kepada Cella bahwa mereka ingin berlibur ke pulau ini selama beberapa waktu. Tapi darimana Cella mengetahuinya. Kepala Gege penuh tanda tanya saat ini.
"Tau saja, dan aku hanya ingin saja. Anggap saja ini pertemuan tidak sengaja. Aku sedang ada perjalanan bisnis juga di pulau ini, begitu aku tau ada namamu di buku tamu, aku meminta resepsionis untuk memberitahukanmu." jawabnya santai, kemudian duduk di sofa tamu di dalam kamar Gege.
"Tapi kamu bisa menunggu, kan Cell? Aku sudah mint ke resepsionis untuk menunggu tamuku tiga puluh menit." tukas Gege kesal.
"Apa aku mengganggumu?" tanya Cella sembari mengibaskan rambutnya ke belakang.
"Astaga! Tentu saja! Sekarang, setelah istriku sudah pergi, apa kepentinganmu?!" tanya Gege sinis.
"Tidak ada. Aku hanya ingin mengajakmu minum kopi di bawah." jawab Cella.
"Maaf aku tidak bisa!" sahut Gege, dan berlari untuk menyusul Trisha di pantai.
Setelah menemukan Trisha di pantai, Gege menghampirinya, "Huft...Aku cari kamu kemana-mana. Aku pikir kamu di culik lumba-lumba." ujar Gege. Dia berusaha untuk mencairkan suasana canggung dan tidak enak karena kehadiran Cella yang tak terduga.
"Kenapa kamu cari aku?" tanya Trisha.
"Ya iyalah, kan istrinya aku, kamu. Bukan Cella. Lagian kan aku liburannya sama kamu." jawab Gege, dia melihat Trisha masih kesal, "Sha, maaf. Aku benar-benar tidak tau kenapa Cella bisa tau kita ada disini. Dan demi Tuhan, aku tidak pernah memberitahunya. Aku tidak mabuk, aku selalu dalam kondisi sadar jadi aku ingat apa saja yang aku lakukan dalam seminggu terakhir." Gege mencoba menjelaskan kepada Trisha, dan kali ini Gege berlutut di depan Trisha, "Kumohon, percayalah padaku." sambungnya.
Trisha ikut berjongkok di depan Gege, "Lalu, untuk apa dia kesana?" tanya Trisha dan mengajak Gege untuk berdiri.
"Aku juga tidak tau." jawab Gege.
Mereka berdua berjalan-jalan di pinggir pantai tanpa bicara. Gege mengambil tangan Trisha untuk menggandengnya, tapi Trisha melepaskan tangannya.
Setelah berjalan tak tentu arah di pinggir pantai, Gege mengajak Trisha untuk kembali ke cottage mereka. Trisha setuju dengan usulnya.
Cella masih disana, dia menunggu di depan kamar mereka sambil menyibukkan diri dengan laptop yang di bawanya. Cella mendongak saat melihat Gege dan Trisha kembali, dan menyambut Gege, "Hai, Ge. Kita sarapan yuk. Aku sedang mengunduh dokumen, itu akan memakan waktu cukup lama, ayo temani aku." ajak Cella, dan menyelipkan tangannya ke dalam lengan Gege, dengan setengah menariknya.
Cella melihat ke arah Trisha, "Pinjam dulu yah. Lagi tidak ada kegiatan kan kalian berdua disini?" tanyanya, tanpa menunggu jawaban dari Trisha, Cella menyeret Gege bersamanya.
"Bawa sana!! Perempuan murahan!!" ujar Trisha kencang, dia tidak peduli kalau Cella mendengarnya karena Trisha sedang dalam Ready To Fight Mode.
Trisha menggerutu dan masuk ke dalam kamarnya, "Jadi perempuan kok ngejar? Ketauan sekali, dia tidak laku.. ckckckck." sahut Trisha berdecak, "punya harga diri sedikit gitu loh. Dia menyebutku pelakor, lah dia sendiri apa?" ucap Trisha berbicara kepada dirinya sendiri.
Selagi asik mengomel-omel, telpon kamar berdering, Trisha mengangkatnya, "Halo, dengan Mahardika." jawab Trisha.
"Selamat siang Nyonya Mahardika. Ada yang mencari Nyonya di lobi bawah." sahut suara di sebrang.
"Saya atau Pak Mahardika? Atas nama siapa kalau boleh saya tau?" tanya Trisha.
"Omkara." jawab resepsionis tersebut.
"Baik, saya akan ke lobi. Terimakasih." kemudian Trisha menutup telponnya.
"Cepat sekali Miles itu? Apa dia naik private jet? Orang-orang kaya ini memang suka sekali menunjukkan keeksistensiannya... ckckckck." kata Trisha berbicara sendiri.
Trisha turun ke lobi melewati jalan berundak-undak. Cottage ini berada di sebuah pulau, dan masing-masing ruangannya berjarak cukup jauh, dan untuk ke lobi utama, para pengunjung harus menuruni tangga batu seperti undakan.
Begitu tiba di lobi utama, Trisha melihat Miles sudah di sambut oleh Cella dan Gege, entah apa yang akan terjadi.
"Hai." sapa Trisha.
Gege memandangnya, "Kamu yang memintanya kesini?!" tanya Gege. Nafasnya memburu menahan emosi.
Trisha mengangguk, "Ya, karena aku tidak mau sendirian disini di saat kamu sedang asik dengan wanitamu itu!" tukasku.
"Astaga, Sha! Dengar, ini acara kita, kenapa jadi banyak orang seperti ini sih?!" tanya Gege. Terdengar dari nada suaranya, dia setengah tertawa, setengah kesal.
Cella menggandeng lengan Gege, "Ayo Ge, kita kembali saja. Biarkan mereka menikmati suasana ini sambil berbagi kerinduan." ucap Cella.
Gege menyentakkan gandengan Cella, "Stop it, Cell!" bentaknya, kemudian dia memandang ke Cella dan Miles, "Dengar! Ini acaraku dan Trisha. Aku tidak ingin ada siapapun mengganggu kami!" bentaknya lagi dan menarik tangan Trisha untuk ikut dengannya.
Miles tidak kalah cepat, dia menarik tangan Trisha yang satu lagi, "Tidak secepat itu Mahardika." katanya, "Trisha menghubungiku dan memintaku untuk menemaminya, jadi dia bersamaku mulai saat ini." sahut Miles, dan merangkul pundak Trisha untuk masuk ke dalam pelukannya.
"Ini salah paham, Omkara. Dia.." jawab Gege menunjuk Cella, "mengganggu kami, seharusnya dia menjadi tanggung jawabmu, Omkara. Sedangkan, istriku..." merebut Trisha dari Miles, "tetap bersamaku." tukas Gege.
"Biarkan Trisha yang memilih, apa dia mau bersamamu atau bersamaku. Time is yours, babe." kata Miles.
"Hei!! Apa dari kalian tidak ada yang peduli denganku?!" tanya Cella murka, "Aku disini bukan karena kebetulan, aku ada urusan bisnis, dan maafkan aku karena mengganggumu Ge. Tapi, seperti yang telah kamu setujui tadi, bahwa kamu akan menemaniku hari ini hingga dua hari ke depan, kan?" tanya Cella licik.
Wajah Gege memerah, dia murka, "Apa yang kamu bicarakan??!! Aku akan menemanimu untuk hal lain, bukan untuk ini! Ayo, Sha kita pergi." sahut Gege, dan kembali menarik tangan Trisha.
"Dia belum memilih, Mahardika!" bentak Miles, dan melepaskan tangan Trisha dari Gege.
Sadar bahwa posisinya tidak menguntungkan, Trisha memandang keduanya bergantian, dia menghela nafasnya, dan berbicara, "Aku akan memikih Miles untuk bersamaku. Karena aku yang memanggilnya kesini. Dan selama wanita ini masih berada disini, aku tidak akan pulang bersamamu, Ge!" jawab Trisha.
"Sha...Sha...ayolah." sahut Miles.
Namun Trisha menggelengkan kepalanya, dan menggandeng Miles untuk pergi dari situ.
Tinggallah Gege dan Cella, betapa marahnya Gege kepada Cella, "Aku tidak tau apa tujuanmu, tapi kamu sudah memancing emosiku! Aku tidak ada urusannya denganmu! Menjauhlah dariku!!" tukas Gege.
Kali ini, Cella dengan tekad kuat tidak akan membiarkan dirinya ditinggal lagi oleh pria yang dia sukai, maka Cella mengejar Gege, dan bersumpah akan menggantikan Trisha di hati Gege.
...----------------...
udah jatuh cinta ya sama gege
penjahit cantik mampir