NovelToon NovelToon
Dokter Tampan Itu Ayah Anakku

Dokter Tampan Itu Ayah Anakku

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Dokter / Tamat
Popularitas:4.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Dewi Risnawati

Lyra Ayudia adalah seorang gadis yatim piatu, ayah dan ibunya meninggal dunia karena kecelakaan tunggal, sehingga membuat dia hidup sebatang kara.

Lyra mencoba untuk merantau ke kota besar untuk merubah kehidupannya, karena dia tidak ingin merepotkan Pamannya yaitu adik dari ayahnya.

Namun dia dihadapkan oleh kenyataan yang begitu pahit, berawal dari perkenalan tidak disengaja dengan seorang dokter, sehingga membuat dia lupa diri.

Dan pada akhirnya ada benih cinta satu malam tumbuh dirahimnya, yang sangat memilukan adalah disaat Dokter tampan itu tak mau bertanggung jawab atas kehamilan Lyra.


Akankah Lyra menanggung aib itu sendiri dan bagaimanakah tanggapan dari Paman satu2nya itu?



Yuk baca alur cerita selanjutnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Risnawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Acara resepsi pernikahan

Saat kedua saksi mengatakan sah, maka pak penghulu dan semua yang ada di acara akad nikah aku dan mas Arman, mengucapkan Alhamdulillah. mas Arman segera memasangkan cincin berlian yang ia berikan untuk maharku.

Kini aku telah resmi menyandang status sebagai istri seorang Perwira yang berpangkat sebagai Kombes pol. setelah akad kami melangsungkan prosesi pedang pora. karena itu sudah menjadi tradisi bagi Akpol bila telah melepaskan masa lajangnya. acara itu bentuk penghormatan dan memberikan Do'a restu kepada kedua mempelai dan juga untuk menyerahkan baju Bayangkari kepada mempelai wanita.

Aku tidak menyangka bersuamikan seorang perwira, dengan pendidikan ku yang hanya tamat SMA rasanya aku tidak siap menyandang gelar sebagai ibu Bayangkari. bagaimana jika aku tidak bisa seperti istri-istri perwira yang lainnya, dan sudah jelas mereka berpendidikan tinggi semua. paling tidak mereka sudah bergelar sarjana. ah rasanya aku sangat takut jika nanti aku membuat suamiku yang berpangkat sebagai Kombes pol. menjadi malu karena mempunyai istri berpendidikan rendah seperti aku.

Semoga saja mas Arman bisa menerima dan memahami atas segala kekuranganku.

Setelah selesai acara tradisi Akpol. maka kami melangsungkan resepsi pernikahan kami.yang di rancang dengan sederhana namun terlihat begitu elegan.

Tak terasa kini waktu telah menunjukan pukul empat sore. dan tamu sudah mulai sepi.mas Arman sengaja mengadakan acara resepsi hanya sampai sore saja. karena dia tidak ingin aku sampai kelelahan. kami memang sengaja mengadakan acara ini hanya sederhana karena pernikahan ini memang kesannya cukup terburu-buru. itu karena mas Arman sudah tidak mau menunda lagi. dia memikirkan kandunganku yang semakin membesar.

***

Kini mas Arman membawaku ke kamar untuk istirahat. aku memang merasakan sangat lelah hari ini. saat aku ingin masuk ke kamarku tetapi mas Arman menahan tubuhku.

"Sayang, sekarang kamar kamu tidak disini lagi. mulai hari ini kita sudah satu kamar. yuk istirahatnya di kamar mas saja." ajak mas Arman.

Aku merasa canggung saat masuk ke kamar utama dan terkesan mewah itu. dan saat aku melihat ke arah ranjang yang berukuran king size itu, sudah diriasi dengan sangat indah dan bertaburan bunga mawar yang masih segar dan aromanya sungguh mengena di Indra penciumanku.

Apakah ini yang dinamakan kamar pengantin? ah apa yang harus aku lakukan? apakah aku sudah siap menerima mas Arman secara lahir dan batin? tapi bagaimana dengan kondisiku saat ini. apakah aku bisa melakukannya? ah entahlah aku tidak bisa memikirkannya. aku ingin menolak tetapi aku tidak ingin membuat suamiku kecewa.

"Sayang, kok bengong? ayo ganti pakaian kamu, bukannya tadi kamu bilang sudah gerah ingin mandi dan istirahat! ayo sini mas bantuin kamu buka gaun pengantinnya."

Deg!

Jantungku mulai kambuh saat mendengar mas Arman ingin membantuku membuka gaun pengantinku.

"Ah nggak usah mas. aku bisa membukanya sendiri." jawabku dengan rasa malu yang menyelimuti hatiku.

"Udah, ayo sini duduk. biar mas bantuin kamu membuka aksesoris di kepala kamu." ucap mas Arman sembari membawaku duduk di depan kaca hias. aku hanya diam dan mengikuti perintah pak polisi ini.

Setelah selesai membuka semua aksesoris yang melekat di kepalaku kini tinggal gaun pengantinku yang belum terlepas. dan mas Arman mulai meraba punggungku

"Ah jangan mas. aku, aku bisa sendiri." ucapku dengan gugup dan menahan tangan mas Arman yang akan menarik resleting gaun pengantinku.

Dia tersenyum menatap wajahku yang bersemu merah. lalu memegang kedua tanganku. "sayang, mas tahu kamu belum siap dengan semua ini. kamu tidak perlu cemas isteriku. aku akan selalu menunggumu siap hingga lahir dan bathin. paling tidak mas akan memberikan waktu untukmu hingga anak kita lahir. bagaimana kamu setuju?" tanya mas Arman sambil menatap wajahku dengan dalam

Aku yang mendengarnya sangat senang dan bahagia. paling tidak aku bisa mempersiapkan diri dan hatiku dari sekarang.

"Ah mas Arman. terimakasih banyak mas. aku sangat bahagia. kamu benar-benar suamiku yang paling baik sedunia." aku segera berdiri dan memeluk imamku itu.

"Tapi mas. apakah mas Arman ikhlas untuk menungguku hingga bayi kita lahir. aku takut mas tidak ridho." tanyaku kembali karena aku masih meras tidak enak.

"Sayang, kita kan sudah tahu. kita menikah dan kamu dalam keadaan sedang hamil. sebenarnya pernikahan ini sah. tapi alangkah baiknya kita tidak melakukan hubungan badan terlebih dahulu sebelum anak kita lahir. dan mas sudah memikirkannya sejak jauh-jauh hari dan insyaAllah mas sudah siap dan ikhlas menunggunya."

Ya Allah, aku tidak bisa menahan air mataku. ternyata dia bukan sekedar baik saja tetapi dia juga mengerti dengan hukum agama. aku kembali memeluk suamiku yang begitu sangat sempurna bagiku. mungkin aku adalah wanita yang paling beruntung bisa mendapatkan pria seperti mas Arman.

"Terimakasih kasih banyak mas. aku tidak bisa berkata apa-apa lagi. kebaikan mas Arman sudah tidak bisa aku umpamakan lagi semua reel. mungkin akulah wanita yang paling beruntung di dunia ini." jelas ku sambil memeluk erat tubuhnya. aku sangat bahagia.

"Sama-sama sayang. aku juga pria yang paling beruntung bisa mendapatkan wanita cantik,baik,dan lemah lembut. juga berpikiran dewasa. walaupun terkadang suka nangis diam-diam." jawabnya yang membuat aku terlonjak heran, darimana mas Arman tahu jika aku sering menangis diam-diam, tetapi aku menangis nya kan dikamar.

"Kok mas tahu jika aku suka nangis sendirian?" tanyaku dengan penasaran

"Haha... ya tahu dong sayang. kan di setiap sudut kamar kamu ada cctv nya. di balkon juga ada cctv. jadi mas tinggal lihat dari monitor itu saja." jelas mas Arman sambil menunjukkan sebuah monitor lcd yang masih menyala di kamar itu.

Aku kaget sambil menutup mulutku dengan sebelah tanganku. "Ya ampun mas. jadi selama ini mas Arman-?"

"Mas kenapa sayang? mas lihatin kamu nggak pake busana gitu? ya nggaklah. kalau di ruang ganti nggak ada cctv nya." jelas mas Arman kembali sambil tersenyum membuang muka

"Aaa... nggak percaya mas Arman bohong!" rengekku sembari memukul bahunya. dan dia terkekeh sambil menahan tanganku. "benaran sayang mas nggak bohong. serius! kalau di kamar mandi dan di ruang ganti itu memang sengaja tidak di pasang camera karena itu sifatnya pribadi. tetapi jika kamu khilaf pake bajunya di diluar ruang ganti itu berarti mas tidak salah dong! itu namanya bonus!"

Jelas mas Arman di iringi dengan tawanya yang belum hilang karena melihat wajahku semakin merah merona dan terasa panas karena membayangkan bahwa mas Arman pernah melihat aku tidak memakai busana. ah. dasar suamiku ini. ternyata dia nakal juga.

"Udah nggak usah cemberut begitu. lagian sekarang kita sudah menjadi halal kok. lagian tidak beberapa bulan lagi mas akan melihatnya dengan nyata."

Ya ampun kenapa sekarang bicaranya semakin mesum begini sih. ah dasar otak lelaki jika bicara soal itu pasti mikirnya udah kemana-mana.

"Mas curang. tidak memberitahuku tentang cctv itu. seharusnya mas bilang dong." ucap ku dengan nada masih kesal.

"Hehehe.. maaf sayang. kemaren-kemaren udah mau dibilangin tetapi tiba-tiba lupa, ya jadinya lupanya keterusan." jawabnya lagi dengan beralasan lupa.

"Udah ah, aku mau mandi dulu. gerah nih." jawabku sambil berlalu masuk ke kamar mandi.

"Mandinya yang bersih sayang. kalau nggak bersih mas bisa lihat dari luar nih!" teriaknya dari luar

Aku kembali membuka pintu kamar mandi dan dia kembali terkekeh saat melihat wajah cemas ku.

"Hahaha... kenapa keluar lagi sayang? kamu mau mandi bareng sama mas hmm?" tanyanya kembali dan menggodaku..

"Mas serius dong. jangan gitu kenapa sih! aku nggak jadi mandi disini. aku mandi di kamar Mbak Santi saja." rajukku sambil melangkah ingin keluar tetapi dia segera menahanku

"Eeiit.. tunggu, tunggu sayang. gitu aja Ngembak sih. ya nggak mungkin lah di kamar mandi ada cctv nya. kan mas Sudah bilang jika itu sifatnya pribadi jadi nggak mungkin ada cctv. kan kamu bisa lihat sendiri sayang." ucapnya sambil menangkup kedua pipiku agar menatap wajahnya.

"Mas serius kan?"

"Serius sayang. suer deh!" jelasnya dengan mengacungkan kedua jarinya agar aku percaya

Akhirnya aku segera masuk kembali ke kamar mandi untuk segera membersihkan diri karena terasa sudah sangat lengket.

Bersambung...

jangan lupa dukungannya

Terimakasih 🙏🥰🤗

1
Katherina Ajawaila
maka nya Yandra, jgn jual duluan jd Fat borong deh semuanya. mmg enak senep kan🤭
Katherina Ajawaila
keren lah. Outhour, perasan Yandra mmg rada gesrek, suka" dia aja apa ngk punya hati ya itu org, main tikung aja seperti ngk punya hati 🤭
Katherina Ajawaila
trus air susu keluar nya gimana thour, 🤭
Katherina Ajawaila
bukan nya ngk bagus ya kalau lg hamil tapi msh nyusuin yg di luar kan itu sdh jd darah lg 🤭
Katherina Ajawaila
kena para dokter pada gesrek ya otak nya kebanyakkan hadapin pasien gawat bermasalah ya jd otak lurus aja giliran jatuh cinta, lupa sm yg lain 🤭
Katherina Ajawaila
sabar Fat, pasti kamu nanti yg jd unggulan nya 🤭
Katherina Ajawaila
outhour kasihan amat, ampun lah sedih banget 😭
Katherina Ajawaila
seru banget outhour, serem " gimana lah baru habis Partus, skrng isi pula 🤭
Katherina Ajawaila
keren Outhour,sedih mmg liat org sakit cancer stadium akhir proses nya 😭😭
Katherina Ajawaila
lyra, rasa nya ya ndra gimana perasaan nya anak yg di gendong nya anak mereka berdua tapi do'ain PP ya, yg gendong malah ayah nya langsung, /Sob/
Katherina Ajawaila
sedih amat outhour, aku jd ingat adeku juga pernah di posisi seperti ini, /Sob//Sob//Sob/
Katherina Ajawaila
Yandra, sebenarnya tutup in groginya, karna ada lyra di situ sm Rsndra
Katherina Ajawaila
kasihan Yandra, mesti nya Rendra ada ade nya jgn kiss" an ke, bathin loh biar bagaimana kan lalki" normal 🤭
Katherina Ajawaila
terharu kebahagian yg tak terduga. outhour bisa an aja bikin yg baca kebawa, /Sob/
Katherina Ajawaila
nanti pasti penelitian PP Malik jd obat penawar buat Rendra ya, semoga ya thour🤭
Katherina Ajawaila
outhour ceritanya keren lah, pokoknya TOP
Katherina Ajawaila
liat tandanya donk mm anggi, semoga mmg benar🤣
Katherina Ajawaila
kasihan amat ya Thour, setres banget, 🙃
Katherina Ajawaila
lyra kamu malah ngk tau yg OP kamu bantu lahiran mantan kamu PP nya anak mu, belum di kbrin sm suami nya pasti Arman Posesif😆
Katherina Ajawaila
Arman tes drive dengan telolet 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!