NovelToon NovelToon
Daddy I Love You

Daddy I Love You

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Beda Usia / Cinta Murni / Tamat
Popularitas:533.1k
Nilai: 5
Nama Author: SantikaKumala

Azqia Azara, di angkat menjadi seorang putri oleh pengusaha kaya raya di usianya yang kala itu baru menginjak 10 tahun.

Selama tujuh tahun bersama, gadis cantik yang sering di panggil Ayana rupanya diam-diam menyimpan perasaan terhadap sosok ayah angkatnya tersebut.

Bagaimana reaksi pria itu kala mengetahui fakta anak perempuan yang ia angkat menjadi putrinya justru menyukainya bukan sebatas adanya hubungan ayah dan anak, melainkan sebuah perasaan suka layaknya wanita normal pada umumnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SantikaKumala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DILY Bab 34 ~ Tidak Nyaman

Sebulan Kemudian.

Kondisi Ayana masih sama seperti sebelumnya, sifat emosional yang sulit dikendalikan serta perilakunya bagaikan anak kecil.

Dibilang manja sudah kelewatan apalagi saat gadis itu begitu senang melihat orang lain terluka.

Rumah kedua yang di tempati Eyang, sudah ada anggota keluarga inti ikut berkumpul. Tepat di ruang keluarga, Eyang sengaja meminta mereka untuk datang guna membahas sesuatu yang penting.

Sudah ada Papa dan Mama Ritz, Radit, Amalia, Devan, Paman dan Bibi Ritz, orang tua Radit serta Ritz dan Eyang yang baru saja tiba.

Ayana sengaja di beri obat tidur agar tidak mengganggu pertemuan mereka, kehadiran gadis itu hanya akan menghambat rencana Eyang.

"Baiklah, aku rasa semuanya pasti paham maksud pertemuan ini di adakan." Ucap wanita baya itu memulai percakapan

"Dua hari lagi aku akan membawa Ayana melakukan pengobatan lebih lanjut di Australia." Tambahnya

Semua orang yang mendengarnya terkejut termasuk Ritz, pasalnya wanita baya itu belum mengatakan apapun pada mereka perihal masalah pengobatan Ayana.

"Maksud Mami?" Tanya Mama Ritz bingung

"Mami serius mau bawa Ayana berobat?" Sambung Papa Ritz tidak kalah ikut di buat bingung

"Eyang kenapa tiba-tiba memberitahukan kabar ini pada kami?" Timpal Radit sedikit kesal

Amalia yang kebetulan sudah di beri tahu wanita baya tersebut, dengan cepat membantu Eyang ikut bicara.

"Maaf atas kelancangan saya, sebelumnya Eyang sudah lebih dulu menceritakan masalah ini kepada saya minggu lalu, sekalian meminta pendapat perihal siapa yang bisa di percaya untuk ikut bersama Eyang." Sanggahnya mengambil alih untuk memberi penjelasan

"Pertemuan ini hanya untuk sekedar meminta pendapat dari kalian semua, apakah ada yang tidak setuju dengan keputusan yang telah Eyang buat?" Imbuhnya seraya menatap ke arah Devan dan Ritz selaku dua orang yang paling berperan penting

Tidak ada yang buka suara atau protes termasuk Ritz dan Devan, mereka diam seribu bahasa seakan memberikan pendapat pun percuma.

Keputusan Eyang sudah bulat, dalam dua hari ke depan Ayana di izinkan ikut bersama Ritz kemana pun. Sebab, selama masa pemulihan di luar negri tidak di perbolehkan siapa pun pihak keluarga mengganggu Ayana termasuk Ritz sendiri.

Eyang ingin masa pemulihan Ayana berjalan dengan tenang tanpa ada gangguan dari luar, adapun orang yang di percayakan Eyang ikut bersama adalah Devan dan orang tua Radit. Mereka yang akan memantau proses kesembuhan Ayana, selagi berada di rumah sakit.

.

.

Tepat jam makan siang tiba, Ritz sengaja pulang ke rumah hanya untuk mengajak gadis kesayangannya keluar jalan-jalan.

Mereka akan makan siang bersama di salah satu Rerstaurant favorit sang putri, tentu saja Maira belum pernah di bawa Ritz kesana.

Ayah dan anak itu akhirnya sampai di Restaurant, suasananya lumayan ramai pengunjung terlebih kedatangan mereka sedikit mengundang perhatian.

"Selamat siang Tuan Ritz, meja yang anda minta sudah siap." Sapa seorang wanita yang merupakan Manager Restaurant

Senyum wanita itu tidak pernah lepas saat melirik ke arah Ayana, tingkah jahil Ayana hampir membuat semua pengunjung terhibur.

Gadis itu terus bergelayut manja di lengan Ritz dan sesekali menggigit gemas jemari pria itu, alhasil jeritan kesakitan lumayan keras selalu lolos dari bibir milik pria itu yang memang rasanya sakit.

"Sakit sayang." Keluh Ritz menyingkirkan tangannya

Jika di biarkan akibatnya akan sangat fatal, bisa-bisa seluruh jari-jari tangannya penuh dengan bekas gigitan Ayana.

"Daddy pelit ih, Ayana cuma gigit doang ngga sampai di makan juga tangannya." Protes gadis itu tidak terima kesenangannya di hentikan

"Tangan Daddy bukan mainan sayang, kalau sakit terus cacat gimana? Nanti Daddy tanda tangan berkas di kantor ngga bisa lagi." Balas Ritz dengan nada yang lembut walau dalam hati mengumpat kesal

"Kan, gigitnya ngga kuat-kuat Daddy." Rengek Ayana masih bersikeras menjadikan tangan Ritz bahan mainannya

"Lima menit!" Tegas Ritz akhirnya mengizinkan

Mata Ayana langsung berbinar seakan baru saja mendapatkan harta karun, lima menit berlalu gadis itu melepaskan tangan Ritz yang terasa sakit dan ngilu.

_Itu giginya jangan-jangan ada pisau, nih jari sampai merah begini_. Heran Ritz berbicara dalam hati

Tidak berselang lama makanan yang di pesan Ritz sudah datang, beberapa menu tersaji di atas meja lengkap dengan makanan penutup kesukaan Ayana.

Sementara di sudut ruangan yang berbeda, tampak seorang pria tampan terlihat sedang menunggu seseorang.

Tidak berselang lama sosok yang di tunggu akhirnya datang juga.

"Sorry Ken, tadi aku ada urusan sedikit." Ucap maaf seorang wanita pada pria yang bernama Kenzi

"Santai ajah, lagian waktu makan siang masih panjang." Sahut pria tampan itu seraya tersenyum manis

Kenzi mempersilahkan wanita cantik itu duduk berhadapan dengannya.

"Mau pesan apa?" Tanyanya pada Maira

"Apa saja, aku lagi diet sih." Jawab Maira tertawa

"Untuk apa kamu berusaha keras mempertahankan keindahan tubuh mu, tapi belum pernah di sentuh kekasih mu itu." Cebik Kenzi menatap kasihan ke arah Maira

"Jaga ucapan mu itu Ken! Lagi pula Ritz bukanlah pria brengsek seperti yang kamu bayangkan." Protes wanita itu tidak suka

"Benarkah?" Sahut Kenzi meremehkan

"Maira, Maira. Coba lihat dirimu! Sudah cantik, pintar, mandiri, pekerja keras, baik, memiliki tubuh hampir sempurna dan seksi. Tapi Ritz seakan tidak peduli dengan semua itu." Imbuhnya seraya menilai Maira dari ujung kaki sampai ujung rambut

Maira tampak berpikir sejenak, memang benar apa yang di katakan Kenzi. Selama ini dia selalu berdandan dan merawat dirinya dengan baik, dan semua itu dia lakukan hanya demi Ritz agar kelak setelah mereka menikah tidak ada yang namanya perselingkuhan apakali ketidak nyamanan hanya karena dirinya yang kurang sempurna.

Dua tahun lebih menjalin hubungan bahkan tidak lama lagi mereka akan menikah, tetapi karena suatu alasan lamaran yang sudah di tetapkan nyatanya harus di tunda dulu.

Maira tidak bisa berbuat apa-apa, semua keputusan ada di tangan Nyonya besar Bachtiar selaku orang yang paling tahu bagaimana kekasih hatinya itu.

"Makanannya sudah tiba," seru Kenzi membuyarkan lamunan Maira

Percakapan mereka langsung terhenti, saat makan siang sudah datang.

.

.

Ritz yang tiba-tiba saja merasakan sesuatu meminta izin pada gadis kesayangannya.

"Ayana sayang, tunggu di sini dan jangan kemana-mana! Daddy ke toilet sebentar." Pamitnya tidak lama

"Hmm, Daddy tenang saja. Ayana takan kabur." Sahut Ayana di barengi kekehan

Ritz sempat mencium kening gadisnya penuh sayang sebelum berlalu ke toilet.

"Enak juga ya kalau jadi kekasih atau istri, Daddy. Pasti semua keinginan akan terpenuhi tanpa harus memohon lebih dulu." Gumam Ayana berbicara sendiri

Matanya sesekali melihat ke arah pengunjung yang baru saja datang, namun tatapan gadis itu langsung memicing ketika tanpa sengaja menangkap sosok yang sangat di kenalnya.

"Itu kan--," Heran Ayana ingin bangkit dari duduk tetapi kedatangan Ritz langsung menghentikan niatnya

"Ada apa sayang? Apa ada yang ingin Ayana beli?" Tanya Ritz tidak curiga

Ayana menggeleng cepat seraya membalikkan tubuh tinggi Daddy nya.

Akan sangat bahaya jika sampai mata tajam pria itu melihat ke arah sudut Restaurant, di mana ada Maira bersama seorang pria tidak dia kenal sedang asik berbincang.

_Kenapa pakai acara makan di sini segala, sih_. Rutuk Ayana dalam hati

"Kita pulang ajah yuk, Dad. Perasaan Ayana mulai tidak nyaman, terlalu banyak pengunjung."

Ayana sengaja mengajak sang Daddy pulang, walau sebenarnya hanya alibi saja agar Ritz tidak melihat Maira.

Ritz yang sebelumnya sudah membayar makanan, menuruti keinginan Ayana untuk pulang.

Selama berjalan keluar Restaurant, Ayana tidak sekalipun membiarkan sang Daddy melirik kesana kemari.

Tanpa rasa malu, gadis itu meminta untuk di gendong sampai ke mobil, tentu saja Ritz mengiyakan dengan senang hati.

_Masa bodoh dengan tatapan orang-orang, asal jangan mata Daddy yang keciprat bisa ular._

Ayana terus mengajak Ritz bicara sampai keduanya tiba di parkiran Restaurant.

1
ayu cantik
, suka
ZHANG LINGHE 🥰🥰🥰
😁😁😁
halimah abdul hayes
Gila ke apa ayana tu?
Puput
Ciri ciri bapak Tolol , mon maap thor saya Emosi
⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔 𝑺𝒂𝒏𝒕𝒊𝒌𝒂💜♌️: Wkwk, ngga apa-apa😅
total 1 replies
TS
segera di loncing season 2nya,, ditunggu
⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔 𝑺𝒂𝒏𝒕𝒊𝒌𝒂💜♌️: Makasih ya, udah setia baca ceritanya🤗
Insya Allah, buat season 2 bakal launcing per bulan depan.
total 1 replies
Zurita Fanani
Luar biasa
Nurma septina🤍💙
Lanjut ka cerita nya seru !!
Armilah Ilham
Lanjut 😊
꧁𓊈𒆜🅰🆁🅸🅴🆂𒆜𓊉꧂
karya sebagus ini tapi yang baca cuma sedikit,padahal novelnya bagus bangt
꧁𓊈𒆜🅰🆁🅸🅴🆂𒆜𓊉꧂
ceritanya bagus kakak👍
꧁𓊈𒆜🅰🆁🅸🅴🆂𒆜𓊉꧂
Luar biasa
꧁𓊈𒆜🅰🆁🅸🅴🆂𒆜𓊉꧂
wow bagus ceritanya
Mmh Astri
blm jelas ko abis 😭
⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔 𝑺𝒂𝒏𝒕𝒊𝒌𝒂💜♌️: Tenang, masih ada lanjutannya kok🤭
cuma lagi hiatus
total 1 replies
Mmh Astri
👍👍👍💪
Mmh Astri
👍👍👍👍👍👍👍💪🥰
Sri Watigustami
semangat thor💪💪
Sri Watigustami
lanjut thor 🤣🤣🤣
COOL_I4N
konsep cerita nya sbnr nya sdh bagus thor. tp makin kesini kok ayana nya makin agresif agak kurang suka thor bacanya
Puput: Kalaau menurutku Emang kudu Agresif soalnya Ni Cowo atu kagak peka🤭
total 2 replies
Puput
Mampos kau hendra, ya walaupun aku gak suka sama maira, tapi hendra memang minta di geprek
Puput
dasar kompor mleduk si Radit🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!