NovelToon NovelToon
Martial Arts Online√

Martial Arts Online√

Status: tamat
Genre:Sci-Fi / Game / Tamat
Popularitas:3.3M
Nilai: 4.2
Nama Author: Vi'

Ch.1-107 Arc 1 : Amanat Sang Raja Racun✓
Ch.108-200 Arc 2 : Rencana Besar✓


--

Vian Matawijaksana, seorang Tuan muda dari keluarga konglomerat terpandang. Merasa bosan karena merasa telah memiliki segalanya.

Seorang pemuda yang bahkan belum berusia 18 tahun, pandai dalam hampir segala bidang.

Vian merasa dunia tempat dia tinggal saat ini sangat kecil dan membosankan.

Sampai suatu hari, pemuda itu menemukan berita tentang game Martial Art's Online yang baru saja rilis pada kala itu.

Sebuah Game yang awalnya dia anggap sebuah pelampiasan dan pelarian dari kehidupan di dunia nyata, namun perlahan, game tersebut ternyata akan merubah dirinya dan dunia nyata, ke arah yang tidak pernah terduga sama sekali.

*Memiliki unsur overpower yang berlebihan (katanya)
--

Gabungan Genre Rpg.lit x Xuanhuan

Terinspirasi dari shujinkouron

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vi', isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch.34 Pill Aneh

Wu Ming dan yang lainnya berhenti berlari ketika sudah dekat dengan gerbang Kota, Wu Ming segera menanyakan apa yang ingin di lakukan Baoyu dan Ai selanjutnya.

"Kami akan membalaskan dendam rekan kami yang terbunuh, terima kasih kalian telah membantu kami, kami akan membalasnya dimasa depan." Ucap Baoyu dengan penuh hormat kepada Wu Ming dan Shu dan bersiap meninggalkan keduanya.

"Hey tunggu sebentar, bukankah kalian ingin pergi menuju Sekte Racun Neraka? Kebetulan kami juga memiliki urusan di sekte itu, mungkin tujuan kita kurang lebih sama, bagaimana jika kita pergi bersama kesana?." Ujar Wu Ming dengan tatapan meyakinkan.

Baoyu dan Ai saling berpandangan sebelum mengangguk.

"Baiklah, kami setuju." Ucap Baoyu memutuskan.

"Sebaiknya kita keluar sekarang, Ming, kau duluan saja, aku akan kembali ke Guild Pendekar untuk mengambil hasil penjualan Item kita." Ucap Shu langsung bergerak secepat kilat meninggalkan ketiganya.

"Jadi, bagaimana kalian akan keluar dari sini?" Tanya Wu Ming pada Baoyu dan Ai.

Keduanya menjawab serempak. "Tentu saja menerobos langsung. Mereka semua bukanlah tandingan kami."

Wu Ming menepuk jidatnya, jika mereka melakukan hal itu kedepannya akan sulit berpergian kemanapun, apalagi kemungkinan She Kun mungkin bisa melacak keberadaan mereka.

Wu Ming berpikir beberapa saat sebelum mengeluarkan beberapa Pill yang terlihat begitu mencurigakan.

"Jika kalian mau percaya padaku, aku bisa membawa kalian berdua keluar dari sini tanpa lecet sedikitpun." Ucap Wu Ming sambil memberikan Pill-pill hitam ke Baoyu dan Ai.

Ai tanpa ragu menelan Pill hitam itu dan diikuti oleh Baoyu, tiba-tiba keduanya merasakan sesuatu yang janggal pada tubuh mereka.

"Tidak perlu panik, semua akan kembali normal tiga puluh menit kemudian." Ucap Wu Ming tersenyum lebar.

--

Wu Ming bersama dengan Baoyu dan Ai Rui melewati gerbang tanpa masalah setelah di periksa oleh para Penjaga Gerbang.

Mereka semua tidak akan pernah mengira bahwa sosok Pria Obesitas dan Gadis yang buruk rupa adalah dua dari empat Kelompok Empat Malaikat Maut.

Wu Ming menunggu Shu tidak jauh dari luar Gerbang kota, Shu yang menghampiri Wu Ming menjadi bingung karena melihat Wu Ming tidak bersama dengan Baoyu dan Ai.

"Ming, kemana mereka berdua? Apakah mereka memutuskan untuk pergi sendiri? Lalu siapa dua orang itu?" Tanya Shu heran.

"Apa maksudmu Shu, Baoyu dan Ai adalah mereka berdua." Jawab Wu Ming sambil menunjuk Pria Obesitas dan Gadis buruk rupa.

Shu memperhatikan Baoyu dan Ai kemudian berbalik menatap Wu Ming, membalasnya dengan ekspresi tidak percaya.

"Dia benar, ini aku Baoyu, temanmu ini memberikan kami Pill anehnya membuat kami menjadi seperti ini sementara waktu." Jawab Baoyu dengan menghela nafas.

"Hei! Pill aneh katamu!? Ini adalah Pill mahakaryaku yang dapat membuat penampilan seseorang menjadi jelek maksimal selama beberapa waktu. Tanpa ini kalian akan kesulitan keluar dari Kota tahu!" Protes Wu Ming mendengus kesal.

Shu menggelengkan kepalanya merasa semakin hari temannya ini menjadi semakin aneh dan menciptakan hal-hal aneh.

"Sudahlah Ming, mari kita pergi sekarang." Ajak Shu mengalihkan pembicaraan.

Akhirnya dalam perjalanan Wu Ming mulai berbincang dengan Baoyu dan ternyata mereka cukup cocok karena sama-sama memiliki pemikiran yang dewasa.

Shu mencoba berbicara dengan Ai namun sikap Gadis kecil itu ternyata sangat dingin dengan orang asing, apalagi beberapa saat yang lalu Shu adalah musuh mereka.

Setelah menempuh jarak cukup jauh dari Kota Angin Laut dan memastikan tidak ada yang mengikuti mereka barulah Ke-empatnya memilih beristirahat di alam terbuka menunggu Matahari terbit.

Mereka berempat mulai menyantap daging kelinci barbeque sambil bercerita tentang perjalanan hidup mereka selama ini.

"Shu, sepertinya aku ada urusan sebentar didunia nyata, bisakah kau menjaga tubuhku untuk malam ini?" Tanya Wu Ming.

Shu menjawab. "Tentu saja Ming, ingatlah untuk kembali saat matahari terbit, waktumu sekitar 3 jam di dunia nyata."

"Baiklah aku mengerti, kalau begitu mohon bantuannya Shu." Wu Ming segera duduk bersila menggunakan Skill Energi Alam sebelum Log Out dari game.

----

Kamar Vian - 20.00 WIB

Vian bangun dari kursi V-Gearnya dan bersiap untuk menuju salah satu kantor Perusahaan yang dikelolanya.

Malam ini Wu Ming memiliki agenda khusus, yaitu menghadiri pemilihan kepala direktur baru.

Vian memakai pakaian olahraga dan bersepeda menuju kantor pusat yang berjarak kurang dari 1 Kilometer dari kediamannya.

Vian memarkirkan sepedanya di samping Kantor sebelum masuk dan menyapa Security yang berjaga.

"Selamat malam Pak Farhan." Ucap Vian dan berjabat tangan dengan Pak Farhan.

"Tuan Muda, hampir semua Direktur sudah berada di kantor, hanya tinggal menunggu panggilan Tuan Muda." Ucap Pak Farhan dengan sangat hormat.

"Baik Pak, terima kasih ya. Oh iya seperti biasa saya nitip sepeda saya ya." Balas Vian tersenyum ramah dan menaiki lift untuk pergi ke ruangannya dan mengganti pakaiannya.

Saat Lift sebentar lagi akan ditutup seorang Pria memakai jas yang terlihat mewah ditemani oleh gadis seumuran Vian berambut pirang dengan tatapan arogan masuk ke dalam Lift.

Pria tersebut menatap Vian dengan tatapan jijik karena Vian memakai baju olahraga yang sedikit basah dengan keringatnya.

"Cih, sejak kapan OB bisa menggunakan Lift Utama Kantor." Gumam Pria itu dengan kesal, Vian dapat dengan jelas mendengar gumaman pria itu.

Wanita berambut pirang juga menatap Vian dengan tatapan tidak senang kemudian berkata. "Sayang, apakah kamu mau Jas bersihmu ini dikotori oleh keringat orang ini? Cepat tendang dia keluar dari sini, dia membuatku risih." Pinta Wanita itu.

Pria tersebut langsung menahan pintu lift yang ingin tertutup. "Kamu benar Yu, hei OB, keluar dari Lift ini dan gunakan tangga." Ucap Pria tersebut dengan kesal.

Pak Farhan mendengar perkataan Pria tersebut karena pria tersebut berbicara cukup keras, Pak Farhan baru ingin mengomeli Pria tersebut namun Vian memberikan tanda untuk tidak ikut campur.

"Apa maksud anda? Apakah kantor ini milik anda?" Tanya Vian dengan santai.

Pria tersebut menaikan alisnya dan tidak menyangka bahwa Vian berani membantahnya. "Kalo iya kenapa? Aku bisa saja memecatmu dan memastikan keluargamu kesulitan tujuh turunan, kau mau apa!?" Seru Pria dengan pandangan arogan.

"Ohh... Jadi kau ingin membuat keluargaku kesulitan tujuh turunan? Kau bisa mencobanya. Dan aku kenal jelas dengan pemilik Perusahaan ini, bahkan Pak Darham bersedia membiarkanku untuk satu lift dengannya. Mengapa kau yang mengaku-ngaku sebagai pemilik Perusahaan ini berani melarang ku?" Ucap Vian tersenyum lebar.

Pria tersebut tentu kenal dengan Pak Darham, karena sebelumnya ia adalah Kepala Direktur yang sekarang sudah pensiun.

"Kau bernyali juga, lihat nanti apa yang akan ku lakukan padamu." Kata Pria tersebut dengan arogan dan langsung mendorong Vian keluar dari lift.

Pria tersebut segera menutup Lift meninggalkan Vian di bawah. Pak Farhan buru-buru mendekati Vian memastikan Vian tidak menyalahkan dirinya karena hal ini.

"Pak Farhan, siapa orang itu?" Tanya Vian dengan tenang sama sekali tidak kesal dengan perlakuan Pria arogan itu.

"Ah Tuan, kalau tidak salah dia Tuan Marcel, dia berasal dari Keluarga Yokohama, salah satu keluarga besar yang bekerja sama dengan Keluarga Matawijaksana." Ujar Pak Farhan.

"Ohhh... Jadi itu dia, baiklah aku mengerti." Vian tersenyum lebar dan segera menaiki tangga untuk mencapai ruangannya karena malas menunggu Lift kembali ke lantai satu.

1
Dah lah
Huhu kangenn
Hypoo Syeh
skip ada beban
Gusti Rahmat
mantap karya mu bang
Uranium 234
kecewa berat
Silver Puma
Kagak perlu makan 1 bulan dong
Lord Of Domains
Thor Shu itu laki² atau wanita


pliss dijawab/Frown/
Asneti
saya jg penggemar kk Ron, saya baca novel ini karena ada bacaan terinspirasi dari shujikauron
Hamtaro Dasha: baca novel Dasha juga Kakak, judulnya Immortal Reversed. Kali aja bisa nambah daftar bacaan, hehe (*´ლ`*)
total 1 replies
Sikilman
Hiatus ini yaaa?????
hmmmm... 😩😩😩😩😩😩😩
Sikilman
sudah bagus lalu lanjutkan imajinasi karyamu Thor.
Sikilman
indahnya kebersamaan yg tanpa batasan apapun.
Sikilman
indahnya kebersamaan yg tanpa batasan apapun.
Kampung Pekerja
bdh kelamaan ambil keputusan tholol
Edi Porwanto
cerita bagus mz brow
Iz
.
Citing Leo
menugu. kelajutanya
Egaega
Dalam Peperangan Semua hal dapat terjadi, Pemimpin yang tidak becus tidak layak menjadi pemimpin
Egaega
Gahahah Hal Klise yang aku suka
Egaega
Mereka ini NPC atau Player?
Egaega
Mwehehehe tanda tanda Hidden Quest
Egaega
kita Saudara 🤝
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!