NovelToon NovelToon
"Berbagai Cinta" Maaf Aku Tak Sempurna

"Berbagai Cinta" Maaf Aku Tak Sempurna

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Poligami / Menantu Pria/matrilokal / Tamat
Popularitas:599.8k
Nilai: 4.8
Nama Author: Lusiana Anwar

Tujuh tahun menikah dan belum di karuniai seorang anak tak membuat cinta Yudistira pada Kamelia meluntur. cinta tanpa syarat dari Yudistira, telah melambungkan Kamelia ke atas awan hingga permintaan sang ibu mertua Kamelia, berhasil menjatuhkannya ke dasar lautan.

Bagaimana tidak, ibu mertuanya, meminta sesuatu yang tidak mungkin bisa ia kabulkan. seorang anak yang tidak mungkin bisa hadir di dalam rahimnya. namun ibu mertuanya, meminta hal itu dari wanita lain.

Dan yang ia juga tidak pernah tahu Yudistira memiliki rahasia besar di belakangnya.

akankah ia sanggup menerima rahasia terbesar Yudistira?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lusiana Anwar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kedatangan tamu

Yudistira berdiri dengan menatap intens pemuda yang kini berdiri di hadapannya, dengan masih mengulurkan tangan padanya.

perlahan dia, menurunkan tangannya karena tidak mendapat balasan dari Yudistira. dia terlihat kikuk karena sang atasan menatapnya dengan tatapan mengintimidasi. apa ada yang salah dengannya? batinnya bertanya tanya.

hingga beberapa detik berlalu Yudistira masih menatapnya. kemudian tersadar, memejamkan mata sejenak untuk mengembalikan ingatan dari putranya.

"maaf, tadi siapa nama kamu?" ucapnya sambil mengulurkan tangannya terlebih dahulu untuk berjabat.

"saya Alfin, saya yang akan menemani anda meninjau lokasi proyek,"

"oh ya, silahkan duduk,"

mereka duduk bertiga di sofa berbentuk L yang berbeda di depan meja kerja Yudistira, dengan Winda yang bertindak sebagai juru bicara.

mata Yudistira tidak pernah lepas menatap Alfin. sebab itu Alfin menjadi kikuk dan grogi, pasalnya ini adalah hari pertamanya bekerja.

"Ehem," usaha Alfin untuk mencairkan suasana. namun, Yudistira hanya mengalihkan pandangannya sejenak lalu kembali menatapnya.

"bagaimana pak, bisa kita mulai surveinya?" tanya Winda pada Yudistira, namun tidak ada jawaban darinya. Yudistira masih terlihat fokus menatap Alfin.

"pak," panggil Winda dengan melambaikan tangannya. namun tetap tidak ada respon dari Yudistira. Winda menaik turunkan alisnya pada Alfin dan di balas kedikan bahu oleh Alfin.

"pak," Winda menyentuh bahu Yudistira, sebagai usaha terakhir menyadarkan Yudistira dari lamunannya.

"oh, maaf sampai mana tadi," tanya Yudistira, dengan tergagap.

"berangkat ke lokasi pak," jawab Winda sambil menunjuk pintu keluar.

"oh iya, maaf. kalian tunggu di parkiran, saya akan segera menyusul," imbuhnya yang mendapat anggukan dari Alfin dan Winda.

setelah Alfin dan Winda keluar dari ruangannya, ia meraup muka dengan sebelah tangan. kemudian kembali duduk di kursi kebesarannya untuk menatap foto Kamelia.

"mungkin Alfin kita juga sudah sebesar dia. aku yakin, dia pasti tak kalah tampannya sepertiku," ia tersenyum hingga mengeluarkan suara.

kemudian mengambil kunci mobil, menyusul Winda dan Alfin yang sudah menunggunya di parkiran.

"kamu yang bawa," Alfin mengangguk sambil menangkap lemparan kunci mobil dari Yudistira.

di sepanjang perjalanan Alfin memperkenalkan nama dan tempat tempat terkenal di kota itu. namun, fokus Yudistira tidak pada apa yang di ucapkan oleh Alfin. dalam hati kecilnya mengatakan untuk mencari tahu tentang keluarga anak itu.

"kamu punya orang tua?" tanyanya di sela sela penjelasan Alfin. dan di angguki olehnya.

"tinggal dimana?"

"belakang gedung tinggi sebelah barat kantor,"

Yudistira mengangguk mengerti.

"sudah menikah?"

Jawab Alfin menggeleng.

"masih ingin membahagiakan orang tua," ucap Alfin menoleh padanya sambil tersenyum.

dan senyum itu mengingatkannya pada Inggrid. namun setiap kali ia mengingat Inggrid, wajah kecewa Kamelia lah yang selalu muncul dalam ingatannya. ia memejamkan mata dengan menghela nafas panjang.

"bapak baik baik saja,"

sepertinya helaan nafasnya terdengar oleh Alfin. ia menggeleng dan tersenyum untuk menjawab pertanyaan Alfin.

...****************...

Kamelia mengeratkan gigi menahan kemarahannya pada Inggrid, hingga dadanya terasa sesak serta nafas memburu. ia sangat kecewa, wanita yang ia kira baik dan lembut nyatanya telah mempermainkan perasaannya.

ia masih ingat betul, saat Inggrid meminta jaminan hidupnya. dan ternyata dari situlah sandiwara mereka dimulai.

"mbak, maafkan aku. aku bersalah karena telah membohongimu," Kamelia melipat kedua tangannya di depan dada. mengabaikan Inggrid yang mengiba di depannya.

"aku sadar karena telah mencintai orang yang salah, tapi cintaku tak pernah salah. aku sama kecewanya denganmu saat mas Yudis mengenalkanmu sebagai istri padaku. apa kau tahu betapa hancurnya aku saat itu?" Kamelia melirik Inggrid sejak untuk memastikan keseriusan ucapannya kemudian kembali mengalihkan pandangannya.

"saat itu juga leukemia ku memasuki stadium akhir. aku tahu hidupku tidak akan lama lagi. dan aku juga tahu, jika kamu mengetahui hubunganku dengan mas Yudis, mungkin kau akan sama hancurnya denganku," terang Inggrid dengan menatap Kamelia. walau Kamelia sama sekali tidak melihat kearahnya.

"percayalah, tidak ada sama sekali niat dariku untuk merebut mas Yudis darimu. saat itu aku sudah memutuskan hubungan kami, tapi tiba-tiba saja kau datang padaku dan memintaku menikah dengan mas Yudis. awalnya aku menolak namun, sebagai wanita aku tahu apa yang kau rasakan saat itu. walau hidupku berperang dengan maut, setidaknya sisa hidupku berguna untuk orang lain. dan aku bisa merasakan hidup bersama orang yang aku cintai. percayalah bukan niat kami permainkan perasaanmu," Kamelia menatap Inggrid, ia bisa melihat kejujuran di matanya.

memang itu bukan sepenuhnya salah Inggrid. namun, ia hanya ingin kejujuran dari keduanya.

"terimakasih kamu mau menerima Alfin dalam hidupmu. aku tahu kau ibu yang terbaik untuknya. aku mohon maafkan aku, kau boleh memakiku tapi aku minta jangan membenciku,"

Kamelia terbangun dengan keringat membasahi dahinya. ia mengambil segelas air putih di atas nakas lalu menenggaknya hingga tak bersisa.

jantungnya berdetak dua kali lebih cepat karena mimpi yang baru saja mendatanginya. benar, selama ini ia tak pernah tahu tentang kehidupan pribadi Inggrid ataupun latar belakang keluarga Inggrid.

ia berusaha melupakan mimpi itu dan mencoba memejamkan matanya kembali. namun matanya sama sekali tidak mau terpejam. bayangan akan ucapan Inggrid berputar putar di kepalanya.

ia memiringkan tubuhnya kekanakan dan kekiri agar menemukan posisi yang nyaman untuk tidur kembali. tapi nyatanya kantuk tak kunjung menghampirinya.

paginya ia memutuskan untuk pergi ke makam Inggrid, setelah dua puluh tahun. taksi yang ia tumpangi kini telah berbelok memutar di alun-alun lalu kembali melaju di jalan pusat. setelah itu berbelok dan memasuki gang.

"pak kita berhenti di depan sebentar,"

Kamelia menunjuk ke arah pondok penjual bunga, dan di angguki oleh sopir taksi.

Kamelia membeli satu buket bunga mawar merah dan satu paket bunga warna warni untuk taburan. kemudian mobil kembali melaju dan berhenti di depan pagar tembok makam.

ia berjalan memasuki makam dengan kilasan mimpi yang mendatanginya semalam. kemudian tersenyum saat telah sampai di depan pusara Inggrid yang mulai di tumbuhi rumput hijau di beberapa bagian.

"kenapa kotor sekali, apa dia tidak pernah datang kesini?"

ia berjongkok untuk mencabuti rumput di atas pusara Inggrid, kemudian menaburkan bunga dan meletakkan buket bunga mawar di atasnya.

"apa kabar? maaf, sudah lama sekali aku tidak menemuimu. kau masih ingat dengan Alfin? dia cepat sekali tumbuh dan menjadi laki laki dewasa," ia tersenyum sebelum melanjutkan ucapannya, "Alfin sangat tampan, dia juga pintar dalam segala hal. jika kau masih hidup pasti kau akan sangat bangga padanya," ia menghapus sudut mata yang berair di balik kacamata hitamnya.

"maafkan aku, yang tidak sadar akan kesehatanmu. yang kulakukan saat itu hanya sibuk dengan cemburu dan memantaskan diri saja. tidak pernah mau tahu apa yang sedang kau rasakan. maafkan aku yang telah membencimu, aku hanya kecewa karena ketidak jujuran kalian. tapi mungkin, jika kalian jujur padaku aku akan lebih kecewa. lucu sekali," ucap Kamelia dengan senyum miris.

"dua puluh tahun ini terasa sangat sulit. tapi Alfin selalu memberiku kebahagiaan dan melupakan kebencianku padamu. terimakasih kau telah menghadirkan Alfin dan maafkan aku yang tidak tahu diri ini. aku sudah meaafkanmu, tidurlah yang nyenyak, selamat tinggal,"

Kamelia berjalan meninggalkan pusara Inggrid dengan menghapus kembali sudut matanya yang sudah berair. lalu kembali menaiki taksi dan mulai melaju meninggalkan makam.

setelahnya, Yudistira berjalan memasuki makam. ia mengerutkan dahi melihat bunga segar yang di tabur di atas pusara Inggrid.

"kamu kedatangan tamu, siapa? Kamelia,"

seketika ia berbalik dengan langkah lebar. berharap jika benar Kamelia, ia bisa bertemu dengannya dan meminta maaf.

.

.

.

bakal ketemu gak nih mereka?

di tunggu kelanjutannya ya, sekedar mengingatkan sekarang hari Senin saatnya menabur vote 🙏☺️

1
Epi Suryanti Fadri
Biasa
Epi Suryanti Fadri
Kecewa
Fayra
Luar biasa
Abdul Fatah
wanita entah didunia nyata atau di cerita novel sama saja, walaupun disakiti dan dikhianati tetep aja ujungnya balik lagi,
Lena Sari
jngan nyalakan api klo gak mau terbakar milea.
Sivia
🤣🤣🤣🤣🤣
Soraya
Assalamu'alaikum numpang duduk dl ya kak
amalia gati subagio
gak yakin bajigur yg biasa nyangkul lahan lbh tahan puasa 20th, kecuali dia waw, cangkulnya layu cam batang keladi kukus
amalia gati subagio
🤗🤗wow wow gmn, narsistis egoistis arogan serakah absurd kebanyakan takaran Ny!! kan gak duli dunia, lo paling bener!! so.... kebenaran mana yg benar menurut kamu Ny... 🤗🤗
amalia gati subagio
ambisius kejam, cacat mental
amalia gati subagio
bodoh sedunie ditanggo bu, pengemis je berharga, drama queen gocengan menjaring simpati, ambisi the one and only one ny munafik he
amalia gati subagio
absurd rendom narsistis, serakah kemratu ratuan, curhat di sosial media, menjaring simpati mengejar the one and only one syurga semu, bunuh dirimi pun sedia, kejam nian
amalia gati subagio
munafik absurd serakah mode on
Lienda nasution
wow cerita edan ini 🤦
Kinan Kevin
aku nyesel baca cerita ini 😭😭😭 kamelia membagongkan
Kinan Kevin
ceritanya ngeri thor....trll sedih buat milea
Anonim
Gregeten, Milea ngeselin
Sri Kurniati
ku pikir memang lelakinya yang terzolimi, nyatanya.. sama saja dengan binatang, bangsat😡
Sri Kurniati
😭
AR Althafunisa
Kamelia 😭😭😭😭😭
Ilham Risa: Hai kak, mampir juga yuk kak ke novel aku "bangkitnya pria terhina" makasih kak🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!