“Lanjutan dari The World Emperor System....”
Baca dulu cerita TWES kalau ingin, hehehe...
°°°
Menceritakan perjalanan Reinar dan para istrinya di Dunia Surgawi, dan menjadikan Dunia Surgawi menjadi pijakan untuk menjadikan Reinar sebagai Penguasa Galaksi.
Kisah dan petualangan baru akan Reinar lalui di Dunia SurgawiSurgawi. Banyak rintangan akan menjadi penghambat tujuannya. Kisah cinta dan pengkhianatan akan menjadi bumbu dalam perjalanannya.
Sanggupkah Reinar mencapai tujuannya menjadi seorang Penguasa Galaksi?.... Ikuti terus jalannya cerita Novel Galaxy Sovereign System yang akan update setiap hari.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SiPemula, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jati diri Sun Mo
Terus bergerak Reinar dan Sun Mo sampai di hutan yang berada si bagian timur kota Baishan. Di tempat itu Reinar dan Sun Mo dapat melihat ribuan prajurit yang berkumpul di padang rumput yang berada tepat di tengah-tengah hutan.
Reinar yang telah mendapat informasi dari sistem, dia tahu apa yang akan dilakukan ribuan prajurit yang sudah menggunakan perlengkapan perang.
“Saudara Mo, bagaimana kalau kita bermain-main dengan mereka?....” Tanya Reinar yang membuat Sun Mo tersenyum senang.
Sun Mo terlihat sudah sangat ingin bermain dengan ribuan prajurit yang di lihatnya, dan kemungkinan dia ingin menguji kekuatan barunya pada mereka.
“Dengan senang hati aku akan ikut bermain-main degan mereka....” Kata Sun Mo dengan senyum yang tak pernah luntur dari wajahnya.
“Hem, mereka ada dua ribuan kultivator tingkat Dewa Emas Putih tahap menengah, dan ada ratusan kultivator di tingkat Dewa Emas Hitam tahap awal....” Ujar Reinar.
“Jumlah mereka banyak, tapi aku tidak gentar dengan jumlah mereka....” Kata Sun Mo.
Reinar mengangguk, lalu dia menatap dua sosok yang baru saja datang. “Dua kultivator tingkat Dewa Berlian Putih tahap tiga. Hanya dengan mereka, kota Baishan tak akan terselamatkan....” Reinar terus menatap dua sosok yang saat ini sedang mengatur posisi para prajuritnya.
“Dua orang itu, aku merasa aura mereka sangat familiar....” Kata Sun Mo.
“Saudara Mo, aura mereka sama dengan orang-orang dari Benua Tengah yang kita temui di Benua Langit....” Balas Reinar.
Reinar berpikir kalau orang-orang itu telah memiliki pondasi yang kuat di Dunia Surgawi. Tak heran dengan adanya pondasi yang kuat, mereka berani merencanakan penyerangan pada Istana Surgawi. Setidaknya ada seorang sekuat penguasa tiga dunia yang menjadi pemimpin tertinggi orang-orang itu.
“Bukankah mereka ini sebuah ancaman nyata untuk keseimbangan Dunia Surgawi?.... Tapi kenapa orang itu masih belum juga bergerak?....” Tanya Reinar dalam hati.
“Saudara Rei, apa kita akan tetap bermain dengan mereka?....” Sun Mo sedikit ragu saat melihat dua orang yang kekuatannya jauh di atasnya. Dia tahu batas kekuatannya, dan kedua orang itu bukanlah sosok yang dapat dikalahkannya dengan mudah.
Reinar yang tahu akan keraguan Sun Mo, dia hanya tersenyum. Dia sendiri tentunya tak akan memaksa Sun Mo untuk menghadapi mereka sendirian. Satu lawan satu Sun Mo masih punya kesempatan menang sebanyak 50 persen, kalau melawan dua sekaligus, hanya kekalahan yang akan di dapatkannya.
Dia ingin saudaranya itu mengasah kemampuannya, dan tentunya dia tidak ingin membuatnya celaka.
“Saudara Mo, bagaimana kalau kita serang mereka secara bersamaan?....” Kata Shen Daiyu yang muncul di dekat Sun Mo.
“Kalau saudari Yu yang melawan mereka, aku tak akan punya kesempatan menunjukkan kekuatan baruku....” Kata Sun Mo yang tahu sekuat apa Shen Daiyu.
Reinar hanya tersenyum melihat interaksi keduanya. “Seandainya mereka memiliki ukuran fisik yang sama, mungkin mereka akan menjadi pasangan yang cocok....” Kata Reinar dalam hati.
“Kak, apa kamu merasakan apa yang aku rasakan?....” Tanya Sun Jili pada kakaknya, Sun Hen
Sun Hen menganggukkan kepalanya karena dia juga merasakan hal yang sama dengan yang dirasakan adiknya. Setau dia, hanya sang pangeran ras raksasa lah yang memiliki aura seperti yang saat ini sedang dia rasakan. Tapi setau nya sang pangeran ras raksasa telah lama menghilang.
“Hem, aura ini sangat dekat. Tapi siapa kiranya yang memiliki aura ini?....” Kata Sun Hen sambil mencoba mencari sumber aura yang dia rasakan.
“Kakak, apa kita akan mencarinya sebelum menyerang kota Baishan?....” Ujar Sun Jili dengan pandangan mata menyapu area sekitarnya.
“Kita tidak bisa menunda menyerang kota Baishan. Secepatnya kita harus menguasai kota Baishan untuk mempermudah penyebaran pasukan kita ke Benua lainnya....” Kata Sun Hen.
“Tapi kak, apa kita akan membiarkan kesempatan untuk menemukan sang pangeran yang ditakdirkan akan menjadi penyelamat ras kita....” Balas Sun Jili.
Mendengar balasan Sun Jili, pendirian Sun Hen mulai goyah, dan dia kembali teringat dengan pesan penguasa ras raksasa yang memberi tugas terakhir padanya untuk mencari keberadaan putranya.
Sedangkan Sun Jili, dia tersenyum saat melihat wajah kakak nya yang dipenuhi dengan kebimbangan. Sejak awal Sun Jili sebenarnya tidak ingin menjadi bagian dari orang-orang Song Gao dan Song Guo yang berambisi menguasai Dunia Surgawi.
“Adik Jili, biar pun aku ingin mencari keberadaan pangeran, tapi ingat kita tidak bisa meninggalkan tugas dari tuan!.... Dengan kekuatan yang dimiliki tuan, kita hanya akan menjadi samsat hidup kalau mengabaikan tugas yang diberikannya....” Kata Sun Hen dengan serius.
Dia tahu sekuat apa tuannya. Hanya dengan lambaian tangannya, bisa dipastikan dirinya akan musnah. Dengan kekuatan yang di miliki oleh tuannya itu, sangat tidak mungkin baginya untuk mengabaikan tugas yang diberikan kepadanya, apalagi tugas itu berkaitan erat dengan tujuan akhir tuannya.
Sun Jili sendiri tidak terlalu peduli dengan keselamatannya. Demi tugas terakhir yang di terimanya dari penguasa ras raksasa, dia rela mengorbankan nyawanya untuk dapat menyelesaikan tugas itu.
“Dengan kekuatan kakak, menguasai kota Baishan bukan suatu yang sulit. Selagi kakak mengerahkan prajurit untuk menguasai kota Baishan, biarkan aku pergi untuk mencari keberadaan Pangeran....” Kata Sun Jili sambil bersiap pergi meninggalkan kakaknya.
“Adik, kamu jangan nekat?....” Teriak Sun Hen mencoba menahan kepergian adiknya.
“Aku sudah cukup menuruti semua keinginan kakak. Sekarang biarkan aku melakukan apa pun sesuai dengan keinginan ku!....” Kata Sun Jili yang yang tak lagi mau menuruti apa yang menjadi keinginan kakaknya.
Sun Jili benar-benar pergi meninggalkan kakaknya, dia tak ingin lagi menuruti keinginan kakaknya, dan mengabaikan tugas yang diberikan kepadanya. “Anak itu, keras kepalanya sangat mirip dengan Ayah....” Kata Sun Hen dalam hati.
Di sisi lain.
“Baiklah, kita akan mulai bermain dengan mereka....” Kata Reinar, namun belum juga bergerak dia melihat ada seseorang yang bergerak mendekat ke arahnya. Berada di jarak cukup dekat, Reinar dapat melihat sosok dengan wujud yang mirip dengan Sun Mo.
Swuusshh....
Sosok itu muncul di dekat Reinar. “Ehm siapa kalian?...kenpa kalian bisa berada di tempat ini?....” Tanya Sun Jili terkejut dengan keberadaan Reinar dan dua orang yang berada di dekatnya.
Belum juga Reinar menjawab pertanyaannya, Sun Jili tiba-tiba menjatuhkan tubuhnya berlutut saat dia melihat sosok Sun Mo. Air mata Sun Jili jatuh saat dia merasakan aura yang di carinya adalah aura yang keluar dari sosok bertumbuh tinggi besar yang ada di depannya.
“Apa yang kamu lakukan?....kenapa kamu berlutut di hadapan saudara ku?....” Tanya Reinar penasaran.
Sun Jili tak menghiraukan pertanyaan Reinar, dia masih saja berlutut di hadapan Sun Mo, menanti orang di hadapannya menerima penghormatannya.
“Dengar yang di katakan saudaraku, bangun dan jangan berlutut di hadapanku!....” Kata Sun Mo tegas.
“Terimakasih Pangeran....” Kata Sun Jili yang membuat Reinar dan Shen Daiyu seketika menoleh dan menatap tajam kearah Sun Mo yang terlihat sedang kebingungan.
°°°
Jangan lupa like, vote, dan komentarnya setelah selesai membaca, terimakasih....