Shelvia Liliana, wanita cantik berumur 20 tahun. Terlahir di dalam keluarga terpandang namun, dia di buang ibu nya sendiri. Selama 12 tahun hidupnya sangat menderita.namun, di dalam penderitaan itu sahabatnya yang bernama Zein, dialah yang memberikan kekuatan pada Shelva agar tegar dalam menjalani hidup.
Namun, nasibnya sialnya ini malah parah. Di hari yang sama dia harus kehilangan pekerjaannya dan kehilangan kesuciannya. Depresi pasti dia alami,menurutnya ini yang lebih berat.saat hari itu terjadi menyebabkan Shelvia hamil.namun, karna sudah mengalami cobaan bertubi-tubi dia bisa menjalani ini semua meskipun menanggung malu. Sahabatnya Zein pun membantunya untuk tetap kuat apapun yang terjadi.
Setelah mengalami banyak cobaan saat hamil. Akhirnya, Shelva melahirkan anak perempuan kembar yang cantik.setelah melahirkan Shelva banyak mengalami hal yang tidak terduga yang berhasil mengangkat derajatnya. Si kembar yang genius ini akan membawa keberuntungan untuk ibunya.suatu hari saat Shelva mendapatkan pekerjaan di suatu perusahaan cabang.dia bertemu dengan seorang lelaki bernama Ardiaz Arkatama Putra. Akankah Shelvia dan Ardiaz menyadari satu malam yang mereka lakukan bersama?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Imcy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bekerja Di Penjara Keluarga
kini Shelvia di kelilingi oleh senapan, ia tak menyangka kehadirannya sendiri membawa kematian baginya. tangannya bergetar, namun hatinya masih tak gentar.
"aku kemari bukan untuk mati paman" perkataan itu keluar dari mulut shelvia tanpa ragu
"hm? seharusnya kamu mati Shel, karena untuk melengkapi makam itu perlu jasad mu agar lengkap dan bahagia bersama di alam sana" jawab Paman Shelvia yang kejam.
ia berjalan menuju Shelvia dengan berkacamata hitam dan rambut botak yang mengkilap membuat aura kejam nya tak muncul, menjadikan Shelvia berani menantang pamannya sendiri.
Shelvia menatap dengan tajam "Dimana Ibuku?" perkataan itu keluar dari mulut Shelvia saat Pamannya tepat dihadapannya.
"hmm? apa mata mu tak melihat batu nisan di sana" Ucap Pamannya sambil menunjuk arah Barat, mata Shelvia membulat tak percaya bahwa ibunya telah mati dan kini hanya terlihat makamnya saja.
"DASAR MANUSIA BIADAB!! DEMI HARTA KAU RELA MEMBUNUH ORANG YANG TELAH MENYELAMATKAN HIDUPMU?!! " Teriak Shelvia di hadapan pamannya.
senyuman jahat terlihat di wajah Pamannya, tak sadar sebuah kaki menendang wajah Shelvia hingga membuat ia terlempar ke arah makam.
pipi Shelvia berdarah kepalanya mulai pusing pandangannya kabur menatap makam ibunya.
"Menyelamatkan ku? kau masih mengingat kejadian itu Shelvia? seharusnya dahulu ibumu yang bodoh tak menghentikan kakek mu untuk membunuhku. lihat dia telah kubunuh kan? hahahahahaha"tangannya menarik rambut Shelvia dan wajah mereka saling bertatap.
"yang penting sekarang kau harus melakukan tugas mu sebagai keponakan yang baik, bukalah kunci terakhir Brankas Emas di bawah tanah. jangan berharap kau keluar atau selamat sebelum kau membuka itu." Ucap Pamannya Shelvia, tangannya kini melepas tarikan rambut Shelvia.
Shelvia di bawa menuju ruang bawah tanah untuk membuka kunci brankas Emas milik Keluarga Liliana. saat ia sampai di ruang bawah tanah , Ia dilempar hingga kepalanya berdarah tertatap sebuah besi.
"AKHHH" Shelvia memegang kepalanya, dan menahan sakit di badannya. tendangan yang diluncurkan oleh pamannya membuat kepala Shelvia kini makin sakit. tak ada darah yang keluar dari kepalanya, namun wajahnya lecet dan berdarah.
"aku sudah sampai disini, aku harus membuka kunci brankas Emas itu sekarang. jika tidak, maka aku takkan melihat wajah kedua anakku. Ardiaz maaf aku harus melakukan ini, aku memang bodoh tapi bagaimana pun ini demi masa depan kedua anak kita. takkan kubiarkan kedua anakku melihat garis keturunannya jahat brutal seperti ini. jika keluargamu harus melindungi ku,aku tak pernah membayangkan jika senyuman ibumu nantinya akan hilang. jadi biarkan aku yang terluka dan berjuang, aku pastikan akan pulang tepat di hari pernikahan kita" batin Shelvia.
*******
Mobil melaju dengan kecepatan 200 , Ardiaz seperti orang gila yang hampir menabrak pembatas jalan saat melewati tikungan di tiap jalannya menuju kediaman Liliana.
mendadak sebuah mobil menghalangi Ardiaz. ia mengerem dan membuat mobil bagian belakang terangkat. tampak sosok lelaki yang di kenal Ardiaz, ya ia adalah Keezan.
"Sial! ngapain manusia aneh itu di tengah jalan begini." gumam Ardiaz memukuk setir.
Ardiaz keluar dari mobil dan menghampiri Keezan.
"LO MAU MATI?!!" Bentak Ardiaz kepada Keezan.
"mau ngopi dulu bang?" tawar Keezan sambil mengangkat cangkir nya. dan beberapa bawahan Keezan menyiapkan meja kursi untuk mengopi.
"GAADA WAKTU GUA BUAT LADENIN ORANG ANEH KAYAK LO! " geram Ardiaz, ia membalikkan badan dan berjalan menuju mobil.
"LO GAAKAN BISA BIKIN AYAH GUA TERLUKA DIAZ, DIA BUKAN MANUSIA BIASA TAPI IBLIS YANG BERBISA" teriak Keezan untuk menghentikan langkah Ardiaz. namun Ardiaz tetap masuk kedalam mobil. saat ingin menghidupkan mesin mobil Ardiaz mengegas dengan penuh namun, tak bisa berjalan. saat ia keluar mengecek mobilnya ternyata keempat mobilnya bocor.
pelakunya siapa lagi kalau bukan Keezan, ia menyuruh anak buah untuk membocorkan keempat ban mobil Ardiaz.
"makanya Bro. Ngopi dulu" ucap Keezan.
"GILAK LO KEEZAN! " geram Ardiaz.