Kisah seru sepasang sahabat dari Masa Sekolah, Kuliah, hingga bekerja saat ini, Tidak ada yang tau jodoh seseorang, hingga akhirnya mereka di satukan dalam ikatan perjodohan oleh kedua orang tuanya
Munculah kisah-kisah seru dan kocak di perjalanan hidup keduanya, setelah liku-liku percintaan yang kandas di tengah jalan, Teman dan sahabat yang saling mendukung dengan semua kehebohanya hingga akhirnya keduanya bersatu dalam sebuah ikatan
Percikan Asmara dan cinta akhirnya tumbuh diantara keduanya, namun mampukah mereka menghadapi badai ujian yang datang menghantam hubungan yang di jalaninya sampai ke pelaminan?
Yuk ikuti Cerita selanjutnya
Kisah ini merupakan lanjutan dari karya Author yang pertama yaitu "POWER OF WOMAN"
Salam dari Sinho
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sinho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 34 (Menjemput Istri)
Ronald makin tidak terkontrol dengan aksi gilanya, luka hati dan rasa kecewa karena tidak mendapatkan balasan Cinta dari Ira membuatnya melampiaskan semuanya dengan paksa, dan disaat Ira semakin menangis dan meronta, tiba-tiba saja datang pak Agam dan kemudian menarik tubuh Ronald hingga terhempas ke lantai
"Apa yang kau lakukan Ronald, apa kamu sudah gila hah!, keluar dari kamar ini!" Teriak Agam dengan penuh emosi
Ronald langsung berdiri dan kleuar dri kamar Ira, Sementara Ira terduduk sambil menangis sejadi-jadinya, pak Agam langsung membatu Ira untuk duduk di atas tempat tidur
"Tenanglah Ira, aku akan memberi pelajaran kepada baji*ngan itu" ucap pak Agam kemudian melangkahkan kakinya keluar untuk mencari keberadaan Ronald
Mendengar ada keributan di kamar Ira, Ana yang kebetulan baru saja membersihkan diri dan berganti pakaian langsung berlari ke arah kamar Ira dan sesaat kemudian berpapasan dengan pak Agam
"Ana, tolong jaga dan tenangkan Ira di kamar" kata pak Agam dan berlalu pergi
"Apa, i, iya pak" ucap Ana terkejut dengan perkataan pak Agam
Ronald berdiri di teras belakang dengan mengatur kembali ritme jantung nya, dirinya juga tak percaya dengan apa yang sudah dia lakukan, hingga kemudian dari arah belakang Agam memanggilnya, saat menoleh Agam langsung menampar dengan keras pipi Ronald hingga sudut bibirnya membiru dan berdarah
PLAK
"Kau benar-benar keterlaluan Ronald, sudah aku bilang, kendali kan dirimu, Ira itu sudah istri orang, kamu sudah membuatku malu!"
"Maaf kak, tapi aku sangat mencintai Ira, aku tidak bisa mengendalikan diriku saat berada dekat dengannya"
"Kalau begitu, cukup sampai hari ini kamu ikut dalam tim ini, besok pulanglah ke Jakarta!"
"Apa!, tapi kak_"
"Diam!, Apa kau tau, apa yang di ucapkan Satria sebelum dia mengijinkan Ira, dia mempercayakan istrinya padaku, dan sekarang lihat apa yang sudah kamu lakukan ha!"
"Baik, aku akan pergi besok, apa kak Agam puas!"
"Kau_, apa kau tau, aku bahkan tidak bisa membayangkan mengahadapi Satria saat dia bertanya bagaimana hal memalukan ini sampai terjadi, bang*sat!" Teriak Agam yang sudah tidak bisa lagi menahan Emosinya saat Ronald berlalu pergi begitu saja
Sementara itu Ana masih memeluk Ira yang tubuhnya masih terasa bergetar karena menahan ketakutan dan trauma dengan kejadian yang baru saja dialaminya
"Aku takut An" ucap Ira berusaha menghentikan tangisnya
"Iya, aku tau, pak Agam sudah menyelesaikan masalah ini, dia sepertinya sagat emosi mencari keberadaan pak Ronald" jawab Ana masih memeluk dan menenangkan Ira
Tak lama kemudian datanglah Agam bersama dengan seorang dokter yang siap memeriksa keadaan kaki Ira yang semakin bengkak, Ira segera membersihkan air matanya kemudian berbaring sesuai arahan dokter saat memeriksa, sesaat kemudian sang dokter menyarankan agar kaki Ira sebaiknya tidak boleh di gunakan untuk berpijak dulu sampai tiga hari, dan ini artinya Ira tidak bisa ikut kegiatan Tim lagi
Setelah selesai memeriksa sang dokter pamit pulang dan Agam masih dikamar Ira bersama dengan Ana
"Aku sudah menyuruh Ronald untuk pulang besok" ucap Agam
"Tapi pak, pak Ronald memegang peranan penting dalam tim kita, bagaimana mungkin kita akan menjalankan tugas ini tanpa pak Ronald" ucap Ana terkejut
"Ini hukuman setimpal buat Ronald untuk memikirkan kesalahannya"
"Pak, sebaiknya jangan pak Ronald yang pulang, Tim kita sangat membutuhkan nya, saya tidak bisa beraktivitas, sebaiknya saya saja yang pulang pak"
"Tapi Ira_"
"Sudahlah pak, lebih baik saya yang pulang, bertemu dengan pak Ronald disini membuat saya masih merasa takut"
"Baiklah kalau begitu, aku mengerti, maafkan aku Ira,tidak bisa menjagamu dengan baik" ucap Agam
"Nggak apa-apa kok pak, saya hanya butuh ketenangan saja dulu" ucap Ira
Ana masih memegang tangan Ira sambil tersenyum saat Ira memutuskan hal yang dianggapnya sudah benar, dan tak lama kemudian dering telpon dari Satria masuk dan segera diangkat oleh Ira, entah mengapa saat mendengar suara Satria, hati Ira langsung sakit hingga tidak bisa lagi menyembunyikan tangisnya, tentu saja hal itu membuat Satria sangat terkejut
"Yang, kamu kenapa yang?, aku Videocall ya!" Ucap Satria dan langsung merubah mode panggilannya
Nampak Ana yang akhirnya menerima panggilan Videocall sambil memeluk Ira yang sudah menangis lagi
"Ana?, Itu kenapa Ira nangis kayak gitu?"ucap Satria makin panik
"Panjang ceritanya Sat, tadi Ira ham_" ucap Ana terputus saat Ira langsung menarik handphonenya
"Aku hanya jatuh yang " ucap Ira kemudian
"Kaki Ira tadi keseleo, barusan di obati sama dokter" sahut Ana lagi
"Apa!, Kok bisa yang, oke, malam ini aku terbang ke sana" ucap Satria
"Jangan Yang, cuaca lagi buruk, besok saja jemput aku ya" jawab Ira
"Terus kamu gimana yang, ya Alloh, kok bisa sih kamu sampek keseleo gitu" ucap Satria
"Licin jalannya, aku terpeleset tadi saat jalan sama Ana" jawab Ira
"Ya sudah, tunggu aku besok ya, masih nyeri banget nggak kakinya?"
"Sudah lumayan kok yang, habis minum obat sama di rawat ma dokter nya tadi"
"Ya sudah, sakit banget pasti kan yang? lihat nangisnya kamu Sampek kayak gitu" ucap Satria
"Iya tadi, sekarang enggak, ada Ana yang akan ikutan jaga aku di sini"
"Makasih ya An, nanti aku jaga kan Andre disini, kalau jelalatan aku colok matanya buat kamu" ucap Satria dan sukses membuat Ira dan Ana tertawa
"Ok, aku tutup dulu yang, mau nyari tiket biar dapat jam penerbangan paling pagi"
"Iya yang" ucap Ira kemudian menutup sambungan teleponnya
Ana menatap ke Ira dan menanyakan Kenapa tadi tidak langsung cerita ke Satria tentang apa yang terjadi sebenarnya, Ira menjelaskan kalau tidak ingin Satria khawatir dan tidak bisa istirahat tenang malam ini, hingga Ira memutuskan akan menceritakan semua kejadian besok saat Satria sudah tiba menjemput nya
Satria langsung menghubungi Andre untuk membantunya mencari tiket pesawat karena Andre memang sudah terbiasa mengurus segala sesuatunya saat ada jam terbang ke luar kota setiap ada urusan bisnis
"Halo, ada apa Sat, masih jam segini udan telpon aja, sudah kangen loe ma gue?"
"Anjir, Aku minta tolong carikan tiket penerbangan ke Kalimantan buat besok, cari yang paling pagi, harus dapat, kalau enggak gue keb*iri loe!"
"Eh bang*sat, seenaknya aja ngancam main potong aset orang, emang kenapa sih loe, jangan bilang mau jemput Ira"
"Bener tebakan loe, udah sana, cepetan cari Tiket"
"Gila, udah gak nahan pengen nusuk Ira loe!"
"Ira cidera, kambing!, gak bisa jalan, besok mau aku jemput"
"Apa, ngomong dari tadi Sapi!, Ya udah aku cari 2 tiket
"Satu aja, ngapain dua?"
"Aku ikut, sekalian kangen ma Ana"
"Dasar kambing, selalu manfaatin suasana"
"Boleh gak ni, kalau nggak, loe cari sendiri tiketnya"
"Brengsek loe emang, sudah serah loe dah, yang penting dapat"
Dan keesokan paginya Satria dan Andre sudah bersiap naik pesawat di bandara, nampak kecemasan dari wajah Satria saat berada di dalam pesawat, hingga Andre berusaha menenangkannya
"Tenang Sat, Ira pasti baik-baik saja"
"Tapi semalam ada yang aneh Ndre, nangisnya Ira itu kayak gimana gitu"
"Ya mungkin saking sakitnya itu kaki"
"Iya juga sih"
"Gak perlu khawatir Sat, kakinya doang yang sakit, yang lain masih bisa di pakek kok, aman"
"Maksudnya?"
"Ya kan kamu paling suka tu sama sesuatu diantara pangkal kaki, jadi masih aman"
"Eh Anj*ing, dasar, kayak loe yang gak suka aja"
"Hahaha"
Keduanya langsung ngakak di dalam pesawat, hingga sempat menjadi perhatian banyak orang
Bersambung
Kisah ini kelanjutan dari Karya Author yang pertama "POWER OF WOMAN"
Masih bisa Up sekali sehari 1 Episode
Jangan lupa berikan dukungan Author
LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN
FAVORIT FAVORIT FAVORIT
HADIAH HADIAH HADIAH
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE
Imanmu setipis kulit bawang di belah 1000 bang Sat.. 🤦🏻♀️🤦🏻♀️
Pantes mereka cocok karena karakternya sama!
Sama2 ngga bisa tegas ke perempuan!
Satria yang paling fatal!
Ntar klo sampe kehilangan perusahaan n Ira baru nyesel..
Makanya jadi laki2 kudu punya sikap!
Katanya pemilik perusahaan tapi ngga ada bijak2nya! 🤦🏻♀️
Menurutku Satria ini kurang tegas sebagai laki2 apalagi laki2 yg sudah punya istri
Tapi dari awal sebelum nikah pun Satria ini terlalu baik hingga lupaa batasan dg mantan
Bahkan setelah nikah pun masih ajaa ngga tegas.. seolah masih ngasu harapan dan mauu ajaa di bego2in sama Imelda
Harusnya sebagai laki2 yg sudah punya istri bisa ngasi batasan tegas sama Imelda 😤🤦🏻♀️