NovelToon NovelToon
Keberuntungan Dicintai

Keberuntungan Dicintai

Status: tamat
Genre:Romantis / Anak Genius / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: YWulandari

Mocca Yola, suatu malam yang tragis telah merenggut kesuciannya. Pulang ke rumah dalam keadaan hancur malah dikejutkan dengan sebuah peti mati dengan foto sang ayah tercinta di dekatnya.

Tidak hanya itu, ternyata semua sudah direncanakan oleh dua orang wanita bermuka dua yang berpura menangis tersedu di samping peti jenazah. Semua mereka lakukan tak lain demi mendapatkan harta keluarga Yola.

Setelah itu mereka mengusir Mocca dari rumah, mengirimnya ke tempat yang sangat jauh. 7 tahun kemudian dia kembali dengan si kembar Genius.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YWulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Budak cinta

"K-kau bercanda 'kan?" bertanya pada Vello yang hendak pergi, Ruri kemudian memegang tangan Vello tidak membiarkannya pergi.

"Ini hanya prank 'kan? Vello kita sudah bersama beberapa tahun, sebentar lagi akan menikah~"

"Maafkan aku-- aku tidak bisa."

Ruri menggelengkan kepalanya pelan "Aku tidak mau mendengarnya, aku tahu Ibu tidak menyukaimu tapi aku -- aku sangat mencintaimu. Jika aku melakukan kesalahan akan aku perbaiki, ayo bicara baik baik."

Tidak tega juga melihat Ruri seperti itu, tak lama Vello melepaskan tangan Ruri darinya "Ayo bicara di tempat lain." ujarnya kemudian pergi.

Ruri menyeka air matanya kemudian membuntuti Vello, mereka pergi ke suatu tempat dengan memgendarai mobil masing - masing, 15 menit perjalanan merekapun tiba.

Di sebuah taman dengan sebuah danau kecil, Vello turun dari mobil dan duduk di kursi di sisi jalan setapak. Diikuti oleh Ruri yang duduk di sebelahnya.

"Ruri aku~"

"Aku tidak mau dengar." menyerobot ucapan Vello. Ruri tahu apa yang akan Vello katakan dan dia benar - benar tidak ingin mendengarnya.

Terhening.

"Besok temani aku bertemu pihak WO, tapi jika tidak bisa aku akan pergi sendiri~"

"Ruri dengarkan aku!" Vello memegang kedua bahu Ruri sembari meninggikan nada bicaranya.

"Kita tidak bisa menikah."

Ruri langsung berdiri "KENAPA?! KENAPA BEGITU TIBA - TIBA?! PADAHAL.. Padahal kita kemarin baik - baik saja. Katakan padaku dimana ada yang salah, aku akan perbaiki. Tapi jangan berpikir untuk mengakhiri hubungan."

Ia terisak, kedua tangannya menutupi wajahnya dan mengusap derai air mata yang mengalir deras.

Vello menghela nafas panjang, apa ini terlalu terburu - buru? Tapi dia bukan bermaksud mempermainkan Ruri, ingatannya kembali setelah dia menjalin hubungan dengannya.

Dia akhirnya mengalah, beranjak dari tempatnya lalu memeluk Ruri. Perasaan itu, tidak mungkin dia menyukai wanita itu 'kan?

"Sudah jangan menangis lagi. Sekarang kita pulang ya."

Benar - benar waktu yang kurang tepat, belum tahu juga apakah Ruri terlibat dalam pembunuhan yang dilakukan ibunya beberapa tahun yang lalu. Sebelum semuanya tampak jelas, mungkin bisa sedikit lebih lama lagi menahannya.

Ruri mengangguk "Tapi jangan katakan itu lagi kelak."

"Hm. Ayo pulang, sebentar lagi langit gelap." ia merangkul Ruri, merekapun pulang bersama.

...**...

Malam pukul 7, Leon sudah berpakaian rapi dengan wangi semerbak mengisi setiap sudut rumah. Wajahnya tampak berseri - seri dengan Serikat bunga mawar di tangannya.

Dia berjalan pelan menuruni anak tangga.

"T-Tuan." tetiba seorang pelayan pria menghampirinya.

"Malam ini aku tidak makan di rumah, jadi tidak perlu memasak apapun." berbicara lembut, tidak seperti biasanya. Rencananya malam ini akan menjemput Mocca dan si kembar.

"Baik. Tapi Tuan, mengenai Tuan dan Nona muda.. Mereka."

"Aku akan menjemputnya, jangan khawatir. Aku pergi dulu, jaga rumah baik - baik." setelah menepuk pundak pelayan itu Leon pun pergi.

Hatinya sangat gembira, baru saja membuka situs romantis dan untuk pertama kalinya dia mengunggah sesuatu di sana 'Bagaimana cara membujuk seorang gadis?'.

Dia memakai akun palsu, siapa sangka Presdir nomor 1 di kota ternyata seorang budak cinta. Tapi unggahan tersebut mendapatkan banyak komentar.

"Temui dia dengan membawa bunga kesukaannya. Itu sangat romantis." begitu komentar yang mendominasi. Leon tentu tidak mau melewatkan moment itu, kapan lagi bisa memanjakan istri.

"Jika perlu, seluruh kebun bunga aku bawa ke hadapannya." berbicara dan cengengesan sendiri. Pelayan yang melihat tingkah Leon tersebut hanya bisa menyeka keringat dan tersenyum bodoh.

Di dalam mobil, Leon kembali membuka situs romantis dan mengunggah status kedua 'Beritahu aku kata - kata yang sangat romantis untuk meluluhkan hati gadis cantik'.

Satu detik kemudian unggahan tersebut langsung dibanjiri komentar beragam. Beberapa mengatakan 'Langsung tunjukkan saja isi saldo di dompetmu', beberapa lainnya mengirim untaian puisi cinta.

"Hm. Mocca itu tebal iman, dia tidak akan tergiur oleh isi saldo yang ku miliki. Aha! Bagaimana kalau membujuknya dengan iming - iming segera mengAkuisisi Yola, aku yakin dia langsung luluh. Haha."

Supir yang tengah menyetir berusaha untuk fokus dan mengabaikan apa yang baru saja dia dengar, takutnya tidak sengaja tertawa dan kena marah Leon "Apa dia masih bos kami yang kejam dan tanpa ampun itu?"

Tak berapa lama, sampailah di toko Niki. Kebetulan toko sudah tutup, jadi tidak akan ada yang mengganggu.

Leon turun dari mobil, sekali lagi dia merapikan pakaiannya dan mengendus wewangian di tubuhnya. Dirasa masih OK, diapun berjalan menuju pintu toko yang terdapat tulisan Tutup!

Untung saja dia pintar, sebelumnya meminta sudah meminta kunci toko pada Cassa, walaupun dengan sedikit memaksa.

Diam - diam Leon membuka pintu dan masuk dengan mengendap - endap, nanti dengan sengaja menyenggol sesuatu agar membuat Mocca terbangun. Setelah keluar dari kamar barulah mengejutkannya, romantis bukan?

Suasana toko gelap gulita.

Prak!

Sesuai rencana Leon menyenggol suatu kursi hingga terjatuh dan menimbulkan suara yang cukup nyaring. Diapun langsung bersembunyi.

Lama menunggu, namun Mocca tidak bereaksi apapun. Dia tidak membuka pintu kamarnya. Leon yang sudah tidak sabaran memilih untuk langsung masuk, siapa tahu Mocca malah masih tertidur.

Dia membuka pintu perlahan. Tiba - tiba..

"DASAR KAU PENCURI!! KALAU MAU DAPAT UANG YA KERJA!! RASAKAN TINJUKU INI, JANGAN KARNA AKU WANITA AKU AKAN TAKUT."

Entah dari mana Mocca datang, menyerang Leon tanpa ampun dengan tangan yang dilapisi sarung tinju yang entah didapat dari mana. Tanpa bisa menjelaskan apapun, Leon sudah babak belur.

Kemudian seseorang datang dari pintu depan "Mocca, kau baik baik saja?" Niki dan Cassa datang, ternyata Mocca menghubungi mereka untuk menangkap pencuri itu.

Trek!

Niki menyalakan lampu, setelah itu Mocca langsung berlari kearahnya "BERANI - BERANINYA MENCURI DI TOKO KU. SUAMIKU! IKAT DIA, SEBENTAR LAGI POLISI DATANG."

Cassa malah terdiam canggung, ini memang salahnya yang tidak memberitahu Niki kalau dia sudah meminjamkan kunci toko pada Leon.

"I-itu.. Istriku, coba kalian lihat baik - baik siapa dia." menunjuk Leon yang tengah meringkuk. Tak lama Leon menengadahkan kepalanya.

Wajah tampan yang kini babak belur "Istriku, ini aku."

"APA?!" mereka terkejut bukan main.

Mocca menghampiri Leon untuk memastikan bahwa dia benarlah suaminya. Dia mengusap lembut wajah bengkak itu, membuat Leon meringis kesakitan.

"Apa - apaan ini? Tidak lucu sama sekali! Kalau saja tadi aku memukulmu dengan tingkat Baseball bagaimana?!"

Bukannya dimanja, malah kena marah.

Cassa membantu Mocca membawanya ke sofa, sementara Niki mencari obat dan menyiapkan kompresan.

Grab!

Leon memegang tangan Mocca "Ayo pulang, aku sudah usir ibu, mulai sekarang tidak akan ada yang mengganggu keluarga kita lagi."

Mocca tertegun, untuk membawanya pulang dia sampai mengusir ibu dari rumah. Tapi tidak sekarang, Mocca ingin tinggal disana lebih lama, sekalian mengisi waktu luang.

"Mungkin pekan depan baru bisa pulang." balas Mocca.

"Itu terlalu lama, apa kau tidak kasihan padaku? Setiap malam aku harus memeluk guling?"

"Kau itu orang kaya, bisa cari wanita untuk teman tidur."

"Pft.." Cassa menahan tawa, baru pertama kali mendengar Leon di tolak seorang wanita. Biasanya dia seperti magnet yang dikerumuni logam, tapi kali ini mengikat satu logam saja tidak bisa.

"Apa yang membuatmu tidak mau pulang? Apa ada sesuatu yang mengganggu pikiranmu? Apa mengenai pria itu? Aku bisa selesaikan."

"Tidak ada hubungannya dengan dia, aku sedang ingin disini lebih lama."

Terdiam, saatnya mengeluarkan jurus andalan. Leon mendekatkan bibirnya ke telinga Mocca "Bagaimana dengan Akuisisi Yola, jika kau pulang, besok langsung aku lakukan."

Kembali terdiam, setelah mendengar Cassa berdehem Mocca langsung mendorong tubuh Leon "Tidah tahu malu!"

Niki datang membawa kompresan, namun Leon malah menjauh dari Mocca, dia merajuk.

"Ayolah jangan seperti anak kecil!" kesal Mocca.

"Janji pulang sekarang, setelah itu mau obati."

"Belajar dari mana sifat angkuh ini? Semoga si kembar tidak tertular."

"Iya nanti pulang." balasnya bernada malas.

Tapi Leon sangat senang mendengarnya "Baiklah, ayo kita pulang. Ajak si kembar juga."

"Hah? Bukankah si kembar bersamamu?"

...** * **...

1
Princess Ren
pantesan bingung,, kok anak kandungnya mau dinikahkan SM ponakannya... ternyata ohh ternyata...
Princess Ren
akal bulus yang mantap 🤣🤣🤣🤣
Ulau Gabirel
Luar biasa
Dewi Anggita
sumpah Leon bikin ngakak tingkah nya
Dewi Anggita
ampun dah Leon gak percaya apa istrinya bisa masak🤭🤭🤭
Violet
Org biasa aja sring di incer jd target entah diculik, dilecehkan bahkan dibunuh apalg org kaya n terkenal macem kluarga Leon pastinya byk musuh tak terlihat makanya ada perlindungan biar ga knapa2, lalu knapa Mocca ga pinter2 sihh hrusnya bljar dr kjdian kakaknya yg hampir celaka n mawas diri stdknya tdk bikin khawatir Leon n si kembar
❤️⃟Wᵃf🍾⃝ʏͩᴜᷞʟͧɪᷡᴀͣѕ⍣⃝✰
ini gmna kelanjutan kisah henry- Ruri.. pnsran bngt tor. .
Nadja 🎀
benar- benar deh author bikin prank 🤣
Aku Ya Aku. 😂😂
ya ampun sekali sembur langsung jadi.. level 1 lho padahal. belum naik level udah jadi aja..
Nur Ain
hahaha mkn nasi lah bang
Nur Ain
kekasih Mocca kah
Cheng xiao
semuanya bodoh🤣
zhafira
cerita yang menarik untuk dibaca
Lili Adelia
rumit ceritanya
Lili Adelia
heran yah erlan ngajak tp gk bsa ngejagain
Lili Adelia
males peran utama Mocca
Lili Adelia
makax Mocca tuh trlalu sok,klw di bilanhin sok baik padahal goblok,kecelakaan bru tau dia
Lili Adelia
Emank Vello tuh goblok
Lili Adelia
ceritanya berbelit2
Lili Adelia
Mocca tuh keras kepala
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!