Sequel of novel ^Si Muslimah Penakluk Hati Oppa Tampan^
Hwan Sang-Kyu Dzaka Zuumar, singkat saja panggilannya Dzaka, Pria muda berusia 22 tahun yang berprofesi sebagai Model dan Anggota Boyband K-pop yang tengah digandrungi seluruh remaja dunia.
Dzaka dikenal sebagai seorang Casanova, pria yang senang menjahili dan menggoda wanita baperan dengan mulut manisnya. namun belum pernah menyentuh tubuh wanita sedikitpun. sangat terdengar aneh bukan? tapi begitulah nyatanya.
Dibalik itu semua, Dzaka sangat berpegang teguh pada agama yang dianutnya. bahkan ia rela meninggalkan pekerjaannya demi menjalankan rukun islam kedua.
Hingga suatu hari, tiba-tiba Dzaka menjadi seorang Single Daddy untuk Putrinya dari wanita yang tak bertanggung jawab.
Bagaimana bisa? apa yang terjadi? penasaran kan? yuk kepoin 😉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cece Virgo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
34. Istana Surga
🌴🌴
Dzaka segera mengganti pakaiannya dan juga di polesin sedikit riasan. Sedangkan Larasati duduk di sofa dengan sopannya sembari mengedarkan pandangan menatap tempat photoshoot yang cukup besar, dan banyak kamera.
"Dzak, itu wanita siapa?" tanya rekan kerjanya seorang wanita pula
"Teman dari Indonesia" jawab Dzaka yang sedang di rias
"Masa sih, ada temanmu yang seperti itu modelnya"
"Ya emang gitu. kamu jangan suka jelekin dia. Dia wanita sederhana"
"Hmm, oke deh"
Setelah selesai di rias,.Dzaka dan rekannya berlekas berdiri di depan background berwarna polos dibelakangnya. Sang photografer memberikan arahan untuk mengubah gaya model seperti yang diinginkannya.
"Ok sip!!"
Cekrek
Cekrek
Dan begitulah seterusnya, gaya berbagai gaya, dan pula pakaian berbagai pakaian di kenakan oleh Dzaka. sampai-sampai Larasati yang merasa bosan dan mata yang lelah melihat silauan kamera, membuatnya tertidur kala kantuk melanda.
Dzaka bisa melihatnya, ia tersenyum tipis sembari menggelengkan kepala.
Tak terasa pemotretan hari ini telah selesai dengan lancar, tanpa hambatan. hampir dua jam dirinya bertandang di depan kamera. Dzaka yang sudah selesai mengganti baju, ia pun datang menghampiri Larasati, wanita yang ia temui di jalan.
Tampak gadis itu masih tertidur dengan begitu pulas, mulut sedikit terbuka agar ia bisa lebih leluasa untuk bernafas. Ingin membangunkan, namun niat itu ia urungkan.
Dzaka merengkuh tubuh ringan gadis ini, menggendongnya dengan sekali angkat, lalu berjalan gontai keluar dari tempat itu.
****
Mobil yang membawa Dzaka dan wanita tersebut telah tiba di kediamannya. Menghentikan mobil di tempat yang semestinya, lalu menatap gadis disampingnya ini yang masih terlelap.
"Waduh, dia masih enak aja tidur. gimana nih?"
"Nunggu, bangunin, atau angkat aja yaa??"
"Is dasar gadis ini!" gerutunya.
Hingga tanpa di duga, tubuh itu mulai bereaksi, ada sedikit pergerakan dan mata itu mulai mengerjap-ngerjap terbuka.
Dzaka memerhatikannya dengan lekat
"Hooooaaam!!" Dia menguap, ada sedikit air mata yang keluar di pelupuk matanya. Belum tentu menangis, hanya saja rasa kantuk yang hebat membuat mata itu mengeluarkan air beningnya.
"Ah, Tuan, maaf saya tertidur" Ia meringsek, memperbaiki posisi duduknya.
"Gak masalah. ayo turun" ajak Dzaka
"Hmm, ini bukanya gimana?" tanya wanita polos tersebut menunjuk tali yang meliliti tubuhnya.
"Seatbelt, pencet ini" Dzaka menunjukkan, gadis itu menuruti dan berhasil
"Wow keren!" Dia kegirangan
Dzaka tersenyum lucu dibuatnya, "Sekarang coba kamu buka pintunya, tekan itu" titah Dzaka. menurutnya gadis ini harus diajari akan hal kecil.
Larasati pun mencobanya, beberapa kali hingga akhirnya berhasil juga.
"Sudah!" ucapnya tak kalah antusias
"Good job! ayo kita turun" ajak Dzaka. mereka berdua menuruni mobil bersamaan. lalu menutup pintu dengan kasar hingga menimbulkan bunyi yang cukup kuat.
Larasati menatap takjub area kediaman itu yang seperti Istana kerajaan dengan adanya taman-taman yang berwarna-warni di depannya. pekarangan yang tak kalah luas, rumah yang besar, membuatnya semakin terpukau akan tempat itu. Kedua matanya tak pernah lepas untuk menikmati setiap sudut area ini.
Hingga Dzaka mulai menyadari bila gadis yang bersamanya tidak berada di dekatnya. Dzaka menoleh ke belakang, dan benar saja gadis itu sudah ketinggalan beberapa meter darinya.
"Hai! ayo cepat!" teriak Dzaka, membuyarkan fantasi gadis itu.
"Eh, i-iya Tuan!" Dia berlari terbirit-birit menghampiri pria tersebut.
"Maaf Tuan, ini istananya luar biasa" Dia mengacungkan dua jempol, senyum manis juga tak pernah lepas dari wajahnya.
"Ini rumahku, ayo masuk"
Dia mengangguk cepat
Larasati juga dibuat terpukau untuk kedua kalinya, menatap interior rumah dibagian dalamnya yang sangat megah. bernuansa biru muda yang bagaikan istana. benar-benar istana! Larasati bagaikan berada di Surga saat ini, tak menyangka bisa mengunjungi kediaman tersebut.
"Tuan, rumah ini bagaikan surga ya, indah banget" pujinya
"Iya begitulah, kamu akan tinggal disini" ungkap Dzaka. membuat gadis itu terbelalak kaget. Menghentikan langkah Dzaka
"Apa, Tuan? saya tinggal disini?"
🌴🌴
ngga skrg 😂🤣🤣🤣