NovelToon NovelToon
Penyesalan Kalian Sudah Terlambat!

Penyesalan Kalian Sudah Terlambat!

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Bad Boy / Idola sekolah
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: Widia ayu Amelia

Aira dan Airin adalah kembar yang tak pernah serupa. Airin adalah "Permata Maheswari"—cantik, cerdas, dan dicintai. Sementara Aira hanyalah "Cacat Produksi"—kusam, bodoh, dan terbuang di gudang belakang karena tak mampu bersaing dengan standar keluarga yang gila gelar.

Satu-satunya cahaya dalam hidup Aira adalah ingatan tentang Alvaro, bocah laki-laki kumal yang dulu ia selamatkan dan ia beri seluruh hatinya. Namun, ketika Alvaro kembali sebagai pewaris tunggal konglomerat yang tampan dan berkuasa, takdir mempermainkan Aira dengan kejam.

Alvaro salah mengenali "Ai" sahabat kecilnya. Berkat kelicikan dan nama mereka yang hampir mirip, Airin dengan mudah mencuri identitas Aira. Kini, pria yang paling dicintai Aira justru menjadi orang yang paling rajin menghina dan merundungnya demi membela sang kembaran palsu.

Di tengah luka yang menganga, muncul Bara—sang bad boy penguasa sekolah yang menolak tunduk pada siapa pun. Bara berjanji akan memberikan dunia pada Aira.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Widia ayu Amelia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

6

"Kenapa jahitan di sketsa kemarin terasa lebih nyata daripada semua ceritamu hari ini, Airin?"

Pertanyaan Alvaro yang dingin dan menusuk itu membuat jantung Airin seolah berhenti berdetak. Ia menatap pemuda di depannya yang sedang bersandar di pilar gazebo, menatapnya dengan mata elang yang penuh selidik.

Airin tertawa kecil, meski telapak tangannya mulai berkeringat dingin. "Varo, kamu ini bicara apa? Sketsa dekil milik Aira itu? Itu cuma coretan sampah. Kamu meragukanku hanya karena kertas lecek?"

"Bukan ragu," Alvaro melangkah mendekat, bayangannya menelan tubuh Airin. "Hanya saja... rasanya ada yang hilang. Ingatanku tentang 'Ai' kecil tidak semewah ini."

Airin menelan ludah. Ia tahu ini saatnya. Jika tidak sekarang, posisinya akan terancam.

*

Beberapa jam sebelumnya, di kegelapan kamar yang lebih mirip gudang.

"Di mana kamu menyembunyikannya, Aira bodoh..." desis Airin sembari mengacak-acak nakas kusam milik kembarannya.

Tangannya menyentuh sesuatu yang keras di bawah tumpukan kain perca. Sebuah kotak kaleng tua. Dengan sekali sentakan, Airin membukanya. Matanya berbinar melihat selembar kain katun putih yang sudah menguning, namun memiliki bordiran emas berbentuk mawar dengan inisial "A & V" di sudutnya.

"Ketemu," Airin menyeringai. "Senjata pemusnah masal untuk keraguan Alvaro."

*

Kembali ke gazebo, Airin menarik napas panjang dan memasang wajah paling rapuh yang ia miliki.

"Kamu mau bukti, Varo?" suara Airin bergetar, matanya mulai berkaca-kaca dengan sempurna.

Alvaro terdiam, menanti.

Airin merogoh saku gaun sutranya, lalu perlahan membuka telapak tangannya. Di sana, tergeletak sapu tangan kusam itu.

"Ini..." Alvaro tercekat. Ia menyambar kain itu seolah itu adalah benda paling suci di dunia. Jemarinya yang gemetar mengusap inisial "A & V" tersebut. "Sapu tangan ini... yang kamu pakai buat balut lututku waktu aku jatuh dari pohon mangga?"

"Aku menyimpannya sepuluh tahun, Varo," isak Airin, menutup wajahnya dengan tangan. "Setiap malam aku memegangnya, berdoa agar kamu kembali. Aku takut kamu lupa, aku takut kamu mencari orang lain. Tapi sekarang, kamu malah meragukanku karena sketsa sampah milik pelayan rumah ini?"

"Ai... maafkan aku," suara Alvaro mendadak serak oleh penyesalan yang mendalam. Ia menarik Airin ke dalam pelukannya, mendekapnya begitu erat hingga aroma parfum mawar Airin menyesakkan indranya. "Aku bodoh. Aku benar-benar minta maaf. Aku tidak seharusnya meragukanmu."

"Janji jangan pernah bahas sketsa itu lagi?" bisik Airin di dada Alvaro.

"Aku janji. Mulai hari ini, apa pun yang kamu mau, dunia ini akan kuberikan padamu. Siapa pun yang berani menyakitimu, akan aku hancurkan. Kamu adalah satu-satunya 'Ai' bagiku."

Di balik pintu kaca yang tertutup tirai tipis, Aira berdiri mematung. Botol obat merah yang ia bawa untuk mengobati jarinya yang tertusuk jarum tadi siang, terlepas dari genggamannya.

Brak. Cairan merah tumpah di lantai, namun Aira tidak peduli. Matanya hanya terpaku pada sapu tangan yang kini digenggam erat oleh Alvaro—sapu tangan yang selama sepuluh tahun ia jadikan napas untuk bertahan hidup.

"Itu punyaku, Varo..." bisik Aira, suaranya hilang ditelan isak tangis yang tertahan. "Itu jahitanku... itu cintaku..."

Ia melihat Alvaro mencium kening Airin dengan begitu tulus. Sebuah kasih sayang yang lahir dari benang yang Aira jahit dengan air mata, namun kini dicuri secara kejam tepat di depan matanya.

"Kamu mencintai orang yang salah, Varo," isak Aira dalam kegelapan. "Dan aku... aku baru saja dirampok sampai mati oleh kembaranku sendiri."

1
Ma Em
Aira seharusnya keluar saja dari rumah itu untuk apa Aira bertahan dirumah seperti neraka itu karena Aira tdk diharapkan dan selalu direndahkan tanpa Aira Airin hanya tong kosong hanya sampah Aira msh mau saja dibodohi .
Aletheia
gak semudah itu kak,kan nunggu Aira dewasa atau lulus SMA dulu
Allea
sampai bab ini masih mempertahankan kebodohannya ckck aira aira dah pergi aja sih,selama ada kemauan jalan selalu ada pergilah menjauh dari keluargamu buktikan kamu hebat
Ma Em
Semangat Aira buktikan kalau Aira bkn anak yg bawa aib bkn anak yg bawa sial tapi sebaliknya Aira anak yg berprestasi dan sangat bersinar buat ayah , ibu dan Airin menyesal dan bongkar semua kebohongan dan keburukan Airin didepan Alvaro dan bilang pada Alvaro bahwa teman masa kecilnya bkn Airin tapi Aira , Airin cuma ngaku2 saja jadi Aira , jgn mau memaafkan mereka yg selalu menghina dan merendahkan kamu Aira .
Ma Em
Aira jgn takut dgn Alvaro , lawan dia kalau Aira takut Alvaro makin berani menghina Aira , semoga saja kebenaran tentang Airin yg ngaku2 teman Alvaro waktu kecil segera terungkap .
Ma Em
Aira bangkitlah lawan mereka yg selalu menghina dan merendahkan kamu , bongkar semua keburukan dan kelicikan Airin agar kedua orang tuamu tau bahwa yg bodoh itu Airin bkn Aira , Aira jgn mau dipermainkan dan dimanfaatkan lagi sama Airin balas lah perbuatan mereka padamu Aira jgn takut ada Barra yg akan menjadi pelindungmu Air 💪💪💪.
Ma Em
Makanya Aira kamu hrs bangkit jgn mau diperalat sama Airin , buat Airin membayar semua perbuatan nya padamu Aira buat kedua orang tuamu menyesal juga Alvaro tunjukan pada mereka keahlianmu yg sebenarnya bkn Airin yg pintar tapi otak Aira yg digunakan Airin untuk mengelabui orang mereka .
Aletheia: sabar ya kak,kita buat supaya Aira bisa teguh jika nanti harus meninggalkan keluarganya☺️
total 1 replies
Ma Em
Bagus Aira bangkitlah dan balas semua perbuatan mereka yg sdh menyakiti dan memfitnah mu Aira terutama Airin jgn diberi maaf juga Alvaro buat dia menyesal .
Ma Em
Heran ya ada orang tua berat sebelah sama anak sendiri dijelek jelekan didepan orang lain hanya untuk dapat perhatian dari Alvaro , tunggu saja saat waktu sdh tiba dan kebenaran akan terungkap siapa Airin dan siapa Aira .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!