Setitik debu mampu melahirkan dunia. Sehelai rumput dapat memutus takdir, hukum, dan karma.
Putra-putri takdir lahir satu per satu, sekte kuno membuka gerbang tersegel, dan para suci kembali mengejar keabadian.
Di sudut dunia yang tak layak dicatat sejarah, seorang pemuda membuka mata dengan ingatan dari dunia lain. Ia tidak menyembah keajaiban, melainkan membedah hukum di baliknya.
Ketika para jenius menunggu anugerah Langit, ia membongkar rahasia bumi. Ketika dunia menyebut keajaiban sebagai takdir, ia menyebutnya hukum yang belum dipahami.
Dengan pengetahuan fana dan bahan langit-bumi, ia menciptakan sesuatu yang mustahil di jalan kultivasi: jari emas buatan manusia.
Sejak ciptaan itu menyatu dengannya, takdir kehilangan jejak. Masa lalunya lenyap. Masa depannya tak terbaca. Bahkan Langit tak mampu melihat jalan yang akan ia tempuh.
Hingga ia mengangkat pandangannya ke Langit dan bertanya: apakah kultivasi anugerah Langit—atau rancangan keberadaan yang lebih tinggi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naevys Presspire, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 27: 4 Fraksi Besar Yang Berkuasa.
Su Lianhua berbicara dengan nada main-main, “Ah, maaf. Aku hanya merasa ekspresi adik ke-13 terlihat lucu. Wajahnya tampak bingung sekali. Ini pertama kalinya dia datang ke keluarga, jadi melakukan kesalahan kecil masih wajar, kan? Hahaha.”
Wajah Su Tianheng dan Su Zhenyu seketika berubah suram.
Niat awal mereka untuk menargetkan Su Dingxuan pupus begitu saja oleh satu kalimat ringan dari Su Lianhua. Arah pembicaraan yang sudah disusun menjadi tidak bisa dilanjutkan.
“Melihat kakak Su Lianhua bicara untuk adik ke-13, apakah kakak sudah mengenalnya?” Su Tianheng tersenyum saat berbicara, tetapi nada dan kata-katanya sama sekali tidak sehangat ekspresinya. “Atau kakak ingin merekrutnya?”
Senyum di wajah Su Lianhua perlahan memudar.
Dia menatap Su Tianheng dengan dingin. “Itu bukan sesuatu yang perlu kakak khawatirkan…”
Melihat mereka mulai saling bersilat lidah, Su Dingxuan hanya menoleh ke arah arena dan menatap kosong sambil berpikir, ‘Siapa aku? Di mana aku? Apa yang sedang dilakukan orang-orang ini?’
Ia sama sekali tidak berniat ikut campur.
Namun, telinganya terasa seperti sudah bengkak karena mereka terus-menerus saling membalas. Pembicaraan itu baru berhenti ketika tujuh petinggi Clan datang.
Mereka terdiri dari satu Kepala Clan dan enam Kepala Cabang.
Dengan kedatangan mereka, kompetisi pun resmi dimulai.
Berbagai teknik kultivasi segera menghiasi arena hutan dengan cahaya yang berbeda-beda. Ledakan kekuatan, bayangan gerakan, serta suara benturan memenuhi area pertandingan.
Su Dingxuan kembali tertarik. Sesekali ia bahkan mengangguk ketika melihat seseorang berhasil mengalahkan lawannya setelah bertarung dengan susah payah.
Namun, empat jam kemudian, rasa tertarik itu perlahan berubah menjadi bosan.
Semakin sedikit peserta yang tersisa, semakin jarang pertarungan berlangsung secara langsung. Beberapa bahkan terus bersembunyi, menunggu kesempatan, atau menghindari pertempuran sama sekali.
Jika diperbolehkan, Su Dingxuan mungkin sudah pergi dari tadi.
Daripada menyaksikan permainan petak umpet seperti ini, menurutnya lebih baik kembali berlatih.
Yang tidak ia ketahui, sesekali formasi rekaman yang ditampilkan di seluruh pulau menyoroti tiga belas orang yang duduk di kursi khusus. Bahkan ekspresi bosan Su Dingxuan tertangkap jelas.
Jika bukan karena wajahnya yang tampan, mungkin ia tidak akan disorot selama itu.
Dua jam kemudian, pertempuran battle akhirnya dimulai.
Seratus orang dibagi menjadi dua kelompok, lalu ditempatkan dalam satu arena. Kali ini mereka harus saling bertarung dan menjatuhkan lawan secara langsung. Pertarungan battle jauh lebih cepat dibanding sebelumnya karena arena itu tidak menyediakan tempat untuk bersembunyi. Mau tidak mau, semua peserta harus melepaskan kemampuan mereka.
Dua puluh kandidat akhirnya terpilih.
Mereka pasti mendapatkan hadiah istimewa, hanya saja peringkat masih perlu ditentukan. Karena itu, undian kembali dilakukan.
Dalam kompetisi ini, generasi utama Clan Su juga sedang saling berkompetisi secara tidak langsung.
Dengan melihat bawahan siapa yang menang, posisi dan pengaruh mereka terlihat. Selain itu, keturunan Clan yang menarik perhatian juga bisa diundang untuk bergabung.
Dari pertarungan langsung ini, Su Dingxuan mendapatkan beberapa pengalaman.
Berbagai teknik kultivasi digunakan di hadapannya. Sebagian ia ketahui, sebagian lagi tampak bukan teknik yang dikumpulkan oleh Clan.
Bisa dikatakan, dalam pertarungan sungguhan, Su Dingxuan hampir tidak memiliki pengalaman.
Ketika melawan pemimpin bandit sebelumnya, ia menang karena menggunakan serangan diam-diam, ditambah lagi Realm miliknya memang lebih tinggi. Tetapi jika harus bertarung melawan seseorang yang benar-benar berpengalaman, sebaik apa pun teknik kultivasi yang dimiliki, jika tidak mampu beradaptasi, hasilnya tetap bisa salah.
Tatapan Su Dingxuan masih mengarah ke pertandingan, tetapi pikirannya sudah beralih.
‘Sepertinya aku juga membutuhkan module chips yang dapat melakukan analisis real-time untuk bertarung…’
Ia diam-diam menimbang.
‘Masalahnya adalah material. Dengan hardware yang ada sekarang, memang bisa melakukan analisis untuk memperkirakan gerakan lawan, tetapi itu terbatas pada kemampuan manusia biasa.’
Kultivator berbeda.
Mereka melampaui batas itu. Ada berbagai harta, teknik bela diri, perubahan gerakan, bahkan cara bertarung yang tidak bisa diprediksi dengan pola manusia biasa.
‘Aku harus mempercepat rencana petualangan. Selain mencari material, aku juga perlu mendapatkan pengalaman.’
…
Setelah kompetisi selesai, Su Dingxuan tidak tinggal lama.
Ia langsung pergi.
Pertama, ia menuju Pulau ke-4 untuk menemui ibunya sebentar dan mengobrol. Namun, ketika melihat semakin banyak orang berkumpul di dekatnya, Su Dingxuan akhirnya berpamitan pulang.
Di tengah perjalanan, langkahnya berhenti.
Dengan mata sedikit menyipit, ia menatap seseorang di depan.
Seorang pria muda duduk di atas tandu yang didirikan seolah sengaja menghalangi jalan. Di dekatnya, beberapa pria dan wanita muda berdiri menemani.
Hanya dengan melihat wajahnya, Su Dingxuan sudah tahu siapa orang itu.
Su Mingze.
Tempat duduk nomor empat.
Su Mingze meminum anggur yang dituangkan bawahannya, lalu tersenyum sambil mengangkat gelas itu ke arah Su Dingxuan.
Setelah berpikir sebentar, Su Dingxuan berjalan mendekat.
“Saudara ke-13,” kata Su Mingze dengan santai, “di hari yang cerah ini, maukah kamu menemaniku minum sebentar?”
Begitu kata-katanya selesai, seseorang langsung meletakkan gelas tepat di depan Su Dingxuan.
Su Dingxuan tersenyum. “Tentu.”
Ia langsung duduk.
Karena meja itu kecil, keduanya duduk saling berhadapan. Pandangan Su Mingze tidak pernah lepas dari wajah Su Dingxuan.
Setelah terdiam sebentar, Su Mingze tersenyum lagi dan menuangkan anggur.
“Karena kamu setuju, kita bisa dikatakan sudah saling kenal.”
Su Mingze menoleh sedikit ke samping, menatap pepohonan di kejauhan sebelum melanjutkan, “Kamu baru kembali ke keluarga, jadi belum mengenal situasi sebenarnya. Karena sekarang kita sudah saling kenal, saudaramu ini akan berbaik hati menjelaskan sedikit.”
“Terima kasih, saudara Su Mingze.”
“Tidak perlu sungkan.” Su Mingze mengangkat gelasnya, lalu berkata perlahan, “Memang ada perselisihan internal di Clan. Tetapi semuanya masih berada dalam cakupan toleransi, karena ada petinggi Clan dan enam leluhur yang mengawasi. Hanya saja, faktor eksternal membuat keadaan Clan sebenarnya tidak bisa disebut baik-baik saja.”
Ia menatap Su Dingxuan. “Saudara tahu apa itu?”
Su Dingxuan menggelengkan kepala.
Su Mingze melanjutkan, “Ada alam rahasia yang akan terbuka dua puluh tahun lagi. Alam rahasia itu adalah salah satu alam rahasia dari zaman kuno. Di dalamnya terdapat berbagai sumber daya berharga, termasuk warisan.”
Suaranya sedikit lebih rendah.
“Jika itu hanya warisan biasa, tentu tidak akan menimbulkan kegemparan besar. Tetapi ini warisan rahasia zaman kuno. Siapa pun yang mendapatkannya sangat mungkin melambung tinggi.”
Su Mingze berhenti sebentar, lalu menatap Su Dingxuan dengan senyum tipis.
“Saudara Su Dingxuan pasti tahu, bukan hanya Clan Su yang menjadi kekuatan Nascent Soul di Heaven-Severed Spirit World. Ada dua Sekte dan enam Clan, termasuk Clan Su. Itu baru fraksi-fraksi di level Nascent Soul. Di atasnya, masih ada kekuatan yang lebih kuat.”
Su Dingxuan memang terkejut dengan informasi ini.
Awalnya, ia mengira Su Mingze akan membicarakan keadaan Clan dan perselisihan internal di antara generasi utama. Tetapi siapa sangka, orang ini justru langsung memperkenalkan keadaan di luar Clan.
Hal-hal seperti ini memang baru ia ketahui.
Sebelumnya, ia terlalu fokus pada bagaimana agar dirinya bisa berkultivasi.
Ia sudah melihat sendiri betapa luas wilayah Clan Su. Bahkan untuk berpindah cepat saat menyelesaikan misi, mereka harus menggunakan teleportasi. Namun sekarang, ternyata masih ada kekuatan lain yang lebih kuat dari Clan Su.
Bisa dibayangkan seberapa besar wilayah yang dikuasai fraksi-fraksi itu.
Su Mingze sengaja berhenti sejenak, memberi waktu agar Su Dingxuan bisa mencerna semua itu. Setelah melihat reaksinya mulai tenang, ia melanjutkan.
“Kamu tahu? Kekuatan puncak di Heaven-Severed Spirit World adalah empat Sekte.”
Ia menyebutkannya satu per satu.
“Nine Heaven Cloud (Awan Sembilan Langit), Twilight Void Valley (Lembah Kekosongan Senja), Ten Thousand Desolate Sword (Sekte Pedang Desolasi Sepuluh Ribu), dan Star River Mountain (Gunung Sungai Bintang).”
“Empat sekte ini disebut sebagai empat kekuatan besar.”
Su Mingze mengetuk ringan gelas di tangannya.
“Clan Su berada di bawah pengawasan Sekte Nine Heaven Cloud. Termasuk juga fraksi yang setara dengan Clan Su, seperti Clan Lin, Cloud Mist Sect (Sekte Kabut Awan), dan Holy Crane Gate (Gerbang Bangau Suci).”
“Di bawah pengawasan Sekte Ten Thousand Desolate Sword, ada Clan Zhao, Clan Huo, Iron Blood Blade Sect (Sekte Golok Darah Besi), dan Hidden Sword Pavilion (Paviliun Pedang Tersembunyi).”
Su Mingze berhenti sejenak untuk minum, lalu melanjutkan.
“Sekte Twilight Void Valley memiliki Shadow Soul Sect (Sekte Jiwa Bayangan), Clan Mo, dan Clan Yan.”
“Terakhir, Star River Mountain (Gunung Sungai Bintang) memiliki Astral Palace (Istana Astral), Clan Chan, dan Clan Ye.”
Su Mingze tersenyum melihat tatapan Su Dingxuan yang terkejut, tetapi juga tampak bersemangat.
“Sekarang kamu tahu seberapa luas dunia ini. Itu baru sebagian wilayah. Belum lagi ada kekuatan setara empat Sekte besar, yaitu Demonic Path.”
Su Dingxuan terdiam beberapa saat sebelum mengangguk.
“Lalu apa kekuatan puncak yang bisa dicapai dunia?”
“Hmm?”
Su Mingze tidak menyangka Su Dingxuan bisa beradaptasi secepat ini. Ia mengira Su Dingxuan akan terpaku lebih lama pada luas dunia, seperti kebanyakan saudara lain pertama kali mendengar penjelasan semacam ini.
Setelah diam sesaat, Su Mingze akhirnya menjelaskan.
“Kekuatan terkuat yang bisa dicapai adalah Void Refining. Jumlahnya hanya bisa dihitung dengan jari. Di empat Sekte besar, hanya ada enam. Untuk spesifiknya, aku tidak tahu. Terlebih lagi, Demonic Path yang setara mereka pasti juga memiliki sosok besar seperti itu.”
Ia menatap anggur di gelasnya.
“Biasanya mereka fokus berkultivasi. Karena umur mereka sangat, sangat panjang, jarang terlibat dalam urusan duniawi.”
“Lalu apakah ada Realm di atas Void Refining?” tanya Su Dingxuan.
Dari warisan Leluhur Pendiri Great Spirit Ancestral Sect, Su Dingxuan tahu bahwa dulu pernah ada mereka yang mencapai puncak kultivasi dunia ini. Tetapi itu sudah terjadi jutaan tahun lalu.
Karena itu, ia ingin mengetahui keadaan dunia saat ini.
“Ini…”
Su Mingze terdiam sambil berkedip, menatap Su Dingxuan.
Untuk pertama kalinya, ia tampak ragu apakah harus menjelaskan atau tidak. Ia benar-benar tidak menduga Su Dingxuan akan menanyakan hal seperti ini.
Biasanya, saudara-saudara lain sudah terlalu terpukau dengan luas dunia hingga tidak sempat bertanya sejauh itu.
Su Dingxuan tersenyum tipis.
“Aku orang yang fokus pada kultivasi. Jadi anggap saja ini motivasi dan peringatan untuk diriku sendiri, bahwa masih ada langit di atas langit.”
“Ada langit di atas langit?”
Mata Su Mingze sedikit bersinar.
“Kata-kata yang bagus.”
Tatapannya pada Su Dingxuan berubah, seolah baru saja menemukan seseorang yang berada di frekuensi yang sama dengannya. Su Mingze pun demikian. Baginya, alam yang lebih tinggi bukan hanya cerita jauh, tetapi motivasi.
“Sejak akhir zaman kuno, sesuatu yang sangat besar mungkin pernah terjadi,” kata Su Mingze perlahan. “Akibatnya, sebagian warisan leluhur dari zaman kuno menghilang. Karena itulah, orang-orang zaman sekarang selalu ingin menjelajahi setiap alam rahasia yang terbuka, baik yang pernah muncul maupun baru ditemukan.”
Ia memutar gelas di tangannya.
“Alam rahasia inilah tempat bagi dunia saat ini untuk mencari kebenaran sekaligus mengumpulkan sumber daya.”
Su Dingxuan mengangguk pelan.
Penjelasan itu sekaligus menegaskan satu hal.
Puncak dunia saat ini adalah Void Refining.
Sementara alam rahasia merupakan warisan zaman kuno yang menyimpan misteri dan sejarah.
End Chapter 27.
Chapter 7 sampai 11 itu merupakan harga tiket mc untuk masuk kedunia yang lebih besar.
Jdi reset penelitian ini hanya terjadi di chapter awal 7 sampai 11, setelah itu dunia kultivasi akan terbuka.
Dia bukan orang yang di beri jalan oleh langit, jdi dia membuka jalanya sendiri, satu satunya yang bisa dia andalkan hanya lah ingatanya sebagai seorang saintis. Karena memang tidak ada yang bisa dia andalkan selain itu.
Mohon bersabar hingga chapter 11 lewat, karena kemampuan mc tidak jatuh dari langit, atau tibatiba mendapatkan warisan.
Cuman saran aj🙏👍
Itu semua karena gaya penulisan Author, Jdi dari 2013 author selalu baca novel terjemahan, bahkan sampai jalur mechine transate yang bikin kepala pusing (Biasanya di kenal sebagai penyimbangan kultivasi)😅
Apa yang sering dibaca mempengaruhi gaya tulisan. Jadi mohon maaf jika ada yang tidak tebiasa, 🙏
dan terimakasih sudah support novel ini.
Salam dari Naevys Presspire
Ku lihat kingkatan kultivasinya menggunakan standar Xianxia yah, kyk ISSTH, Renegade Immortal RMJI dan kwn².
Bagi yang belum tau, dari bab sejauh ini bab 11 yah, tingkatan Kultivasinya Qi Refining => Foundations Establishment => Core Formatin (Biasanya novel terjemahan menggunakan nama Inti Emas/Golden Core) => Nascent Soul.
Untuk di atasnya, belum terungkap, wkwkw