NovelToon NovelToon
Black Pearl

Black Pearl

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Duda / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Mayu Assanna

Masih tahap revisi PUEBI 🙏

Andy Frederica, seorang mahasiswi magang di sebuah perusahaan multinasional. Suatu hari, ia harus berurusan dengan seorang presdir dingin yang sudah memiliki seorang istri.

Takdir mempertemukan mereka terus-menerus dan membuat Andy masuk lebih jauh ke kehidupan pribadi sang presdir. Mampukah ia bertahan dari jeratan cinta yang kapan saja bisa mengambil alih pikiran logisnya? Lantas, bagaimana dengan istri sang presdir?

"Ini bukan sembarang cincin. Bukan cincin pertunangan ataupun pernikahan. Cincin ini adalah simbol kalau aku adalah pembantunya. Dia adalah majikanku. Jangan pernah jatuh cinta pada majikanmu!"

"Apa!"

"Narsis sekali dia bicara begitu. Memang ini bukan cincin pertunangan. Apalagi cincin pernikahan. Ikatan cincin ini lebih sakral karena ini adalah cincin perbudakan!"

[ Andy Frederica ]

Genre : Adult Romance, friendship, family
Setting : Jakarta, Indonesia
Alur : Maju
Status. : Tamat 124 Episode
Cover : Pinterest

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mayu Assanna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33 : Tuan Otoriter

"Bukan begitu, Tuan. Aku kan cuma pembantu. Aku tidak mau dikasih barang-barang mewah lagi. Aku tidak mau Tuan perhatian lagi. Cukup hubungan bawahan dan atasan saja di antara kita. Tidak lebih dari itu," terangku pada Tuan Asland yang duduk di sebelahku di kabin belakang mobil.

Satu sudut bibir Tuan Asland naik, menatap dengan sinis. "Cih! Percaya diri sekali kamu. Aku memang memperlakukanmu seperti itu. Kamu saja yang berpikir lebih."

"Aku berpikir lebih karena Tuan kasih aku barang-barang mahal. Beliin ini itu. Aku kan cuma pembantu, Tuan. Tolong, jangan buat aku terbiasa menerimanya."

Ekspresi tenang Tuan Asland mulai berubah serius. "Aku mau melihat, sesuai dengan apa yang ingin kulihat. Jadi bukan hal yang berlebihan kalau aku memberikanmu semua itu."

"Tapi pembantu orang lain biasa-biasa saja. Tidak ada yang sepertiku. Dikasih barang mahal ini itu."

"Karena kamu pembantuku, bukan pembantu orang lain."

"Maaf Tuan, tapi aku tidak mau kalung ini. Tolong jangan paksa aku lagi memakai barang-barang yang tidak mau aku pakai."

Tuan Asland tetap bersikeras padahal aku sudah memohon padanya. Intonasi suaranya pun malah meninggi, tidak mau kalah.

"Kamu tinggal di apartemenku, semuanya harus sesuai dengan peraturanku. Aku cuma mau melihat apa yang ingin kulihat. Jadi tugasmu hanyalah mematuhiku. Kamu harus memakai semua barang pemberianku!"

"Oh, jadi karena aku tinggal di apartemen Tuan." Kuanggukan kepala beberapa kali. "Baiklah, aku tidak mau tinggal di apartemen Tuan lagi. Maaf, aku mau mengundurkan diri saja. Aku mau bekerja di bar seperti dulu lagi agar bisa membayar utangku pada Tuan."

"Kalau kamu mau mengundurkan diri, bayar utangmu sekarang! Ditambah bunganya 10%."

Seketika aku terkesiap. "Tapi waktu aku pinjam uang, Tuan tidak bilang kalau ada bunganya 10%."

"Kalau kamu bicara lagi, bunganya naik 20%!"

"Ke-kenapa...."

"30%!"

Tuan Asland menyelaku. Aku jadi semakin kesal dengan sikap liciknya. Dia kejam dan tidak berperasaan. Aku terjebak menjadi bidak catur dalam permainannya.

"Tuan sangat kejam, tidak punya perasaan. Memperlakukan orang seenaknya. Berhenti! Turunkan aku! Aku tidak mau berada di sini lebih lama lagi!" kataku pada Tuan Asland. Asisten June hanya diam melihat pertengkaran kami dari kaca spion depan mobil.

"Berhenti!" teriak Tuan Asland tanpa melihat Asisten June. Asisten June pun segera menghentikan laju mobil di pinggir jalan setelah mendapatkan titah dari atasannya.

"Turun!" bentak Tuan Asland padaku. "Kamu tidak ingin berada di sini lebih lama lagi, kan? Turun sekarang juga! Pulang saja sendiri!"

Mimik wajah Tuan Asland tegas. Suaranya kuat menghardikku. Tanpa bicara aku segera turun dari mobilnya. Mobil itu pun melaju pergi dan Tuan Asland benar-benar meninggalkanku sendirian di pinggir jalan.

"Lihat saja! Aku tetap bisa pulang walaupun ditinggal di pinggir jalan!" umpatku mengarah pada mobil Tuan Asland yang sudah tidak terlihat di badan jalan.

"Hhahh...." Kuhela napas kasar. Tanganku merogoh dompet yang kusimpan di dalam tas.

Sial! Uang yang tersisa di dalamnya sungguh tidak memihakku. Kemarin kuhabiskan cukup banyak uang untuk membeli gaun hadiah ulang tahun Yolanda.

Bahkan untuk membayar ojek online pun tidak akan cukup. Terpaksa aku berjalan kaki kembali ke apartemen. Sebelumnya kulepas dulu kalung yang menjadi awal perdebatanku dengan Tuan Asland. Menyimpannya di dalam tas sebab aku takut jadi korban begal.

Jarak yang kutempuh cukup jauh bila dilalui dengan mobil. Apalagi aku hanya berjalan kaki. Rasanya menjadi dua kali lipat jauhnya. Hari pun sudah sore ketika aku tiba di apartemen Blue Tower Building.

Tuan Asland sedang enak-enakan duduk di sofa saat aku datang. Gestur tubuhnya santai dan tenang. Tidak kupedulikan pria kejam itu. Jalanku langsung menuju kamar.

"Hei, Pembantu!"

Tuan Asland berteriak memanggilku. Ternyata dia belum menyudahi pertengkaran kami. Tidak peduli dengan teriakannya, aku terus berjalan menuju kamar.

"Pembantu!"

Nada suaranya lebih kencang ketimbang tadi. Kali ini aku berbalik badan mendatanginya.

"Maaf, tapi aku bukan pembantu Tuan lagi. Aku mau mengundurkan diri jadi pembantu, Tuan."

Tidak terima, Tuan Asland langsung berdiri menghadapku. "Kalau mau pergi dari sini, bayar dulu semua utangmu! SEKALIGUS! Aku tidak mau dicicil. Jadi kita tidak punya masalah dan hubungan apa-apa lagi ke depannya!"

Mendadak aku ciut nyali. "Kalau sekarang, aku belum punya uangnya."

"Kalau belum punya uangnya, jangan berlagak mau pergi dari sini. Ikuti semua kata-kataku!"

"Kenapa Tuan sangat jahat! Kenapa Tuan sekejam ini! Aku memang pembantu! Aku orang rendahan di mata Tuan. Kenapa Tuan menyiksaku seperti ini!"

Isak tangisku pecah. Kedua tanganku mendorong tubuh Tuan Asland. Kakiku yang lemas karena berjalan jauh malah hilang keseimbangan.

Bruk!

"Akkhhh...." Akhirnya aku malah jatuh terduduk dilantai. Kakiku terasa sakit. Pergelangan kakinya perih.

Melihat hal itu, Tuan Asland segera menurunkan tubuhnya untuk menolongku.

"Jangan sentuh aku!" sergahku disertai air mata yang mengalir di pipi. Tuan Asland tidak menggubris. Ia tetap meraupku ke dalam gendongannya.

"Lepaskan aku, Tuan!"

Ku pukul-pukul dada Tuan Asland berkali-kali ketika dia membawaku menuju kamar. Kemudian dia mendudukan aku di tempat tidur. Meluruskan kedua kakiku di ranjang. Barulah dia sendiri duduk di tepinya hendak memeriksa pergelangan kakiku yang sakit.

Napasku belum teratur. Suaraku sesenggukan. Air mataku masih bercucuran.

"Berhenti menangis!" bentak Tuan Asland.

Bukannya menghapus air mataku. Mengurangi dukaku. Dia malah memarahiku. Segera kututup mulut dengan telapak tangan agar tangisku tertahan.

"Aakhhh...." Aku mengerang ketika tangan Tuan Asland memijat pergelangan kakiku perlahan.

"Tunggu di sini!" titahnya lalu pergi keluar kamar.

Hanya sebentar ia kembali lagi dengan sebuah botol krim luka memar di tangannya. Dengan lembut Tuan Asland mengoleskan krim tersebut pada kakiku yang terluka. Reaksi dari krim itu mengurangi rasa sakitnya.

"Kalau dalam lima belas menit kakimu masih sakit, aku akan membawamu ke dokter."

"Tidak usah, Tuan. Sebentar lagi mungkin akan sembuh. Orang rendahan sepertiku sudah biasa sakit seperti ini."

"Di mana kalungmu!" tanyanya dengan tatapan menghunus. Aku diam tidak menjawab.

"Di mana kalungmu!" tanya Tuan Asland lebih kuat.

"Di dalam tas!"

Tuan Asland pergi keluar kamar. Mengambil kalung yang tadi kuletakkan di dalam tas. Ia kembali lagi sambil membawa kalung itu.

"Aku tidak mau pakai kalung itu!"

Tuan Asland terus mendekat. Mencoba memakaikan lagi kalung pemberiannya. Aku berusaha menolak. Tanganku memukul-mukul dada Tuan Asland lagi. Berharap ia akan menjauh.

"Aakhh...." decakku meringis sakit. Kedua tanganku dicengkeram dengan kuat lalu didorong dan ditahan di headboard tempat tidur. Aku tak bisa bergerak. Cengkeramannya terlalu kuat. Wajah Tuan Asland mendekati wajahku. Tatapan matanya tajam menusukku.

"Kalau kamu memukulku lagi, aku akan berbuat hal yang tidak pernah kamu bayangkan sebelumnya!" ancam Tuan Asland. Nada suaranya tanpa ragu dan penuh keseriusan.

Aku pun terdiam. Hanya ada kami berdua di sini. Apapun bisa dia lakukan. Apalagi kakiku sedang sakit. Tidak banyak yang bisa kulakukan selain mematuhinya dan akhirnya kalung itu berhasil tergantung lagi di leherku.

"Bagaimana kakimu? Apa masih sakit?" tanya Tuan Asland yang masih duduk di tepi tempat tidur.

"Sudah lebih baik, Tuan."

Tangan Tuan Asland berusaha memegang pipiku. Dengan cepat kupalingkan muka menjauhinya. Melihat penolakanku, ia menurunkan lagi tangannya lantas menghela napas dalam.

"Andy, dengarkan aku! Aku tidak ingin bertengkar denganmu. Aku juga tidak mau berdebat tentang apa yang kulakukan padamu."

Perlahan aku menoleh. "Kenapa Tuan sangat kejam? Sebentar Tuan baik, sebentar lagi Tuan dingin dan tidak berperasaan. Sebenarnya apa yang Tuan inginkan?"

"Bukankah sebelumnya kamu sudah berjanji akan menuruti setiap kata dan perintahku? Aku yang akan pergi dari sini. Jadi tetaplah tinggal di sini."

Tuan Asland bangkit dari duduknya. Berjalan keluar dari pintu kamarku. Ia berlalu meninggalkanku. Yang tersisa hanya aroma wangi parfumnya yang menempel di sekitarku sekarang. Tanpa sadar air mata kembali mengalir di pipiku.

***

BERSAMBUNG...

1
Kiki Nurjanah
Luar biasa
shandy
thor aku kasih masukan dikit ya thor
andykqn udh di katai prlacur di maluin pas tmt orang ramai di katai pembantu
coba andynya tegas sedikit thor punya harga diri gitu
jangan mudah luluh lg dengan aslannya
Nunung Suwandari
ini novel thn 2022 dan aku baru baca sekarang 😊
Apa novel nya sudah direvisi yak ?
coz aku caba dikolom komentar banyak yg bingung sama alurnya 😅
Vivry Latif
Alur ceritanya Keren,Susah,senang,suka&duka semua campur aduk..moga ke depan semakin sukses dengan Karya2 lanjutannya Thor👏👍Semangat Sllu🙏🙏Slam dari NTT
Vivry Latif
Keren Ceritanya Thor👏💪💪Semangat Sllu buat Karya2 ke DepanNya.Slam kenal dari NTT🙏
Reni Ajja Dech
😂😂😂😂😂🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
neur
keren 😎😎
aisyahara_ㅏㅣ샤 하라
adegan ++ nya gak di tayangin..😂😂😂
IG : @mayu_assanna: susah di sini kk. kalo mau yg jelas di F-I-Z-Z-O. Nama pena mayu assanna judul novel play date. di situ author nulis pake mode kebablasan 🤭🤭
total 1 replies
aisyahara_ㅏㅣ샤 하라
mode malaikat nya keluar si alshad,,
aisyahara_ㅏㅣ샤 하라
alshad gak ada manis² nya..😅
serem² nagih yg modelan begini
Ning Eni
sangat bagus menurut saya krn wawasan luas dan ringan cerita ulasanya sederhana tapi tepat dan sangat receh komikasinya
bisa untuk d rekom pada teman untuk d bacz
kavena ayunda
karma tukang selingkuh untung kagak mampusss mampuss lebih baik sih menjijikan
Bhre Sandra
romantis...melted
🇮🇩⭕Nony kinoy❃hiat🇵🇸
Kwkwkw.. Mkn tuh sate jengkol, bole CEO mkn sate jengkol kwkwkw 🤣🤣🤣
Lucas
baguuuuusssss bnget cerita ini.....bener2 proses untuk mencintai seseorang....dan bener2 perjuangan untuk bisa bersatu....alurny seperti kehidupan sehari2.....😁😁😁
❄️ sin rui ❄️
ini kok dari bab sebelum2 nya banyak yg komen mamah andy2 mulu, tapi aku baca di beberapa bab sebelum nya gak ada pembahasan soal mama nya andy, apakah sudah di revisi atau giamna? udah gtu alur nya kok muter2 mulu sih thor
IG : @mayu_assanna: Iya Mbak sudah direvisi karena sebelumnya 1 Bab mencapai 3000 kata. Peraturan platform menyarankan 1 Bab 1000-2000 kata aja. Makanya direvisi. Tapi tetap gak mengurangi ataupun menghilangkan bagian-bagian cerita. Cerita ini masih lengkap seperti semula, cuma babnya aja yg nambah 🙏😊
total 1 replies
Bunda Azzahra
mampir thor😊😊😊
Lusiana Novitasari
penuh bawang🤭😢
Lusiana Novitasari
baca untuk yg kedua x nya🤭
Lusiana Novitasari
wkkk bangun datar🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!