Aqila dan Arga adalah sepasang suami istri yang terpaksa menikah. Ini adalah keinginan dari Sherly sahabat dan juga calon istri dari Arga.
"Kumohon ini adalah permintaan terakhirku." Kata kata itu yang membuat mereka bersatu. Meskipun awalnya mereka terpaksa untuk menikah. namun lama kelamaan meraka merasa nyaman satu sama lain.
Apakah mereka akan selalu bahagia? Bagaimana jika Sherly kembali? Siapa yang akan di pilih Arga pada akhirnya?
Yuk simak cerita selengkapnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fadhila dila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
eps 33
Tiga hari berlalu sejak kejadian di mall.
Pagi ini Arga berangkat lebih awal karena ada jadwal meeting dengan klien jam 8 pagi. Seperti biasa sebelum berangkat ke kantor Arga selalu mencium perut Aqila dan mengajak interaksi baby di dalam kandungan Aqila. meskipun ia hanya berceloteh sendiri tapi terkadang baby akan merespon dengan menendang perut Aqila. Tendangan kecil dari baby seolah ucapan semangat untuk ayahnya melakukan aktifitas.
"Aku tambah semangat karena baby mau merespon sayang. Aku pergi ya. jangan terlalu cape. inget kandungan kamu udah semakin besar."
"Iya mas. hati hati mas." Aqila mencium punggung tangan Arga di balas kecupan di kening Aqila.
"Assalamualaikum." Ucapnya lagi sambil berlalu menuju mobilnya.
"Wa'alaikum salam." Lanjut Aqila.
Aqila masuk ke dalam rumah. Ia hendak menonton tv saat ada suara bel berbunyi. Ia segera membuka pintu. ia mendapati Mamah Lisa yang tak lain ibu dari Sherly datang mengunjungi nya.
"Eh.. Mamah Lisa. Ada apa mah sampe repot repot dateng kesini. Duduk mah." Ucap Aqila.
"Emang ga boleh kalo mamah mau mengunjungi kamu?"
"Boleh kok mah. Sebentar mah aku ambilin air dulu."
Aqila berlalu ke dalam dan membawa jus jeruk untuknya juga untuk mamah Lisa.
"Ada apa mah. mamah seperti sedang berfikir sesuatu?"
"Qila Sherly tidak sadarkan diri. 3 hari yang lalu ia pulang ke rumah dan ia marah marah menyebut namamu dan Arga."
"Trus sekarang gimana mah keadaan Sherly? Pantes aja mas Arga nelfonin dia tapi gak aktif no nya."
"Sebenernya ada apa ini Qila? Kenapa ia marah sambil menyebut namamu dan Arga?"
Aqila pun menceritakan kejadian saat di mall. secara jelas dan tak ada yang terlewat sedikitpun.
"Mamah mengerti sekarang. mamah kan udah bilang kalo bisa di rahasiakan dulu tentang hubungan kamu dan Arga. Sekarang Sherly jadi drop lagi karena ulah kalian. Ia selalu memanggil nama Arga dalam tidur panjangnya. mamah juga gak tau kapan dia bisa sadar." Ucap Mamh Lisa.
Aqila hanya mendengarkan semua ucapan Mamah Lisa. meskipun tidak dengan nada tinggi. namun Aqila tau mamah Lisa sedang sangat marah saat ini. Tiba tiba Mamah Lisa berlutut di depan Aqila. Dan tanpa sengaja Bi Susi melihat dan mendengar semua kejadian tersebut.
"Mamah mohon Qila. Kalau bisa kamu berpisah dengan Arga. Biarkan Sherly kembali ke kehidupannya yang dulu. mamah mohon."
Aqila membulatkan matanya, tak percaya mamah Lisa akan berkata seperti itu. Di sudut ruangan lain Bi Susi hanya bisa membekam mulutnya.
"Maaf mah. tapi Qila gak bisa. anak Qila butuh kehadiran ayahnya."
"Mamah mohon Qila. anak kamu nanti bisa di urus oleh Sherly jika Arga kembali kepada Sherly. Mamah yakin Sherly akan menganggap seperti anaknya sendiri."
"Aku pikir pikir dulu mah."
"Sayang mamah mohon. ini demi kesembuhan Sherly. Mamah akan carikan lelaki pengganti Arga untukmu nak."
"Qila gak bisa mah. Qila juga butuh Arga di sisi Qila."
"Kamu egois Qila. Kamu harusnya sadar diri Qila. kamu bisa jadi nyonya besar disini karena Sherly. Sekarang Sherly telah kembali seharusnya kamu memberikan apa yang jadi hak Sherly. Arga juga tidak pernah mencintai kamu. Mamah punya buktinya. Arga pernah bilang kalau ia pernah kelepasan memakaimu. ia khilaf. sampai kamu hamil dan dia gak bisa meninggalkan kamu. Nanti mamah kirim videonya ke kamu."
Qila melihat video yang di kirim mamah Lisa. Qila merasa dunianya hancur untuk yang kesekian kalinya. ia menjadi ragu terhadap Arga.
"Jangan jadi wanita murahan kamu Qila. kamu harus tau posisi kamu di mana."
"Nanti Qila akan suruh mas Arga ke rumah sakit untuk menemui Sherly. Terima kasih atas informasinya mah. Qila masuk dulu mah."
Aqila masuk ke dalam rumah meninggalkan Mamah Lisa seorang diri di sana. Aqila langsung masuk ke dalam kamarnya. Ia merenungi semua perkataan mamah Lisa. Ia lalu mengirim pesan kepada Arga tentang keadaan Sherly dan di rumah sakit mana Sherly di rawat.
"Apa yang harus kulakukan Ya Allah.. Aku gak mau anakku kehilangan sosok ayahnya. Aku juga gak bisa kehilangan suamiku. Apa yang harus ku lakukan."
Ia termenung cukup lama. hingga akhirnya ia memutuskan untuk mundur dari hidup Arga dan bertekad membesarkan anaknya sendiri. Ia membereskan semua pakaiannya dan memasukkan ke dalam koper besar. dan menyimpan sepucuk surat untuk suaminya.
"Bi.. jaga kesehatan ya Bi.. Qila gak bisa di sini lagi. maaf jika Qila sering bikin bibi kerepotan." Ucap Aqila sambil terisak. Dadanya terasa sakit sekali. "Titip salam buat Pak Yanto ya bi. oia Bi jangan bilang sama mas Arga tentang kejadian yang tadi ya bi. Aku tau kok bibi mendengarkan semua perkataan mamah Lisa."
"Jangan pergi non. jangan terlalu percaya sama omongannya. Bibi yakin Tuan Arga sangat mencintai non. pikirin anak non." Bi Susi ikut menangis. ia tak ingin nona nya pergi dari rumah.
"Ga apa apa Bi. Aku pasti akan merawatnya dengan baik. Maaf bi aku harus pergi sebelum mas Arga pulang. Aku pergi bi." Ucap Aqila sambil keluar meninggalkan rumah.
Di dalam taksi ia memberi tahu keadaan nya ke Rendi. dan ia ingin bertemu di apartemen Aqila.
Tak lama Aqila sampai di apartemennya dulu. ia melihat Rendi sudah disana. Aqila menceritakan semua yang mamah Lisa ucapkan.
"Kakak gak percaya sama mamah Lisa. Kakak percaya kalo Arga sangat mencintaimu. ia belum pernah memperlakukan perempuan seperti padamu Qila. Bahkan terhadap Sherly pun ia tak begitu."
"Qila cuman butuh waktu untuk sendiri kak. Tolong Qila cari tempat untuk tinggal sementara waktu. Jika Qila disini sudah di pastikan mas Arga dengan mudah menemukan Qila. Aku mohon Kak."
"Baiklah. aku akan meminjamkan apartemen ku."
"Mungkin mas Arga akan tau kalau di apartemen kakak."
"Tenang Qila. ini apartemen baru aku beli. belum ada yang tau."
"Baiklah kalau begitu kak. Ayo ke sana."
"Aku akan memberitahu kalau kamu baik baik saja jika Arga menanyakan. tapi aku janji tak akan memberitahukan keberadaanmu. sampai kamu siap bertemu lagi dengannya."
"Makasih kak. Makasih banyak. maaf adik mungilmu ini selalu merepotkanmu kak."
"Nah tuh tau kalau kamu selalu merepotkan."
"Kakak gak ikhlas ya ngebantu aku. ya udah kalo gitu aku nginap di apartemen Marisa aja."
"Eh.. kok jadi ngambek sih mungil. aku becanda kok. mau kamu semerepotkan apa pun. aku siap bantu kamu. sebagai kakak yang baik aku harus selalu menjaga adik mungilku ini."
Rendi membawa Aqila masuk ke dalam mobilnya. lalu memasukkan koper Aqila ke jok belakang. Di perjalanan Aqila hanya cemberut.
"Udah dong marahnya. kakak kan cuma bercanda. Kamu laper gak? mau makan dulu?"
"Mau Kak." Ucap Aqila bersemangat dengan mata yang berbinar. "Tapi aku lagi mau makan nasi goreng seafood yang di pinggir jalan kak. yang pake gerobak." Lanjutnya antusias.
"Mending ke restoran aja Qila. Di pinggir jalan itu gak terjamin kebersihannya."
"Ini pengennya baby loh kak. Nanti ponakan nya ileran mau?"
"Baiklah.. baiklah.. aku mengalah."
Setelah menemukan tempat makan yang di inginkan Aqila ia langsung memesan nasi goreng seafood. ia sampai memakan habis 3 porsi sekaligus. sedangkan Rendi hanya menemaninya tanpa memakan apapun.
"Porsi makan kamu banyak juga ya."
Aqila hanya terkekeh mendengar penuturan dari Rendi.
"Kak mampir ke minimarket ya sebentar."
"Mau apa?"
"Aku pengen camilan dan es krim. dan aku lupa membawa susu hamil."
Saat melihat minimarket Rendi langsung menghentikan mobilnya. Aqila dengan senang langsung memasuki minimarket tersebut. ia mengambil yang ia butuhkan. Ia langsung menuju kasir saat sedang mengantri hendak membayar. tiba tiba ada seorang perempuan paruh baya menyapa ke Aqila dan Rendi.
"Kandungannya berapa bulan neng? perasaan kok besar sekali. Sepertinya ini kembar"
"Usia kandungan saya 7 bulan bu. saya tidak tau baby nya kembar atau tidak karena saya dan suami sepakat biar ini menjadi kejutan nantinya."
Tiba tiba si Ibu itu mengambil tangan Rendi. Rendi hanya diam dan mendengarkan ucapan dari ibu itu.
"Nak jaga istrinya dengan baik. ia memiliki hati yang lembut. ia juga tulus. Jangan sampai anda sebagai suaminya kehilangan wanita seperti dia." Ujar ibu itu.
"Terima kasih bu atas nasihatnya. Saya akan mengingatnya."
Setelah itu Rendi membayar apa yang di beli Aqila. Dan mereka pamit ke ibu itu dan meninggalkan minimarket tersebut melanjutkan perjalanan ke apartemen Rendi.
"Ini apartemen Kakak. Jika kamu butuh sesuatu atau ada yang kamu rasakan kamu harus menghubungi Kakak."
"Baiklah Kak."
"Ya sudah kakak pergi dulu ya. awas jangan lupa kalau ada apa apa segera hubungi kakak."
"Siap Bos." Ucap Aqila dengan posisi tangan hormat. Rendi hanya mengacak rambut Aqila dengan gemas membuat Aqila mengerucutkan bibirnya dan Rendi terkekeh melihat ekspresi Aqila.
Setelah berpamitan Rendi meninggalkan Aqila di apartemennya. Saat ia sendiri seperti ini ia mengingat perkataan dari Mamah Lisa. Aqila langsung menuju kamarnya ia menangis di sana. dan ia pun tertidur.
cuman kurang greget ceritany,tp tetap semangat ya thor,dan semoga banyak yg baca ceritamu 😊😊😊
pahit ditengah
ending yg maies