Haii, ayuk dukung saya.
Disini saya akan menceritakan kisah cinta pertama Ayra Syifania dengan seorang cowok.
Pertemuannya dengan seseorang yang bernama Arsen.
Saat melihat wajah cantik dan lugu Ayra, membuat nya tertantang untuk mendekati gadis itu.
Tapi apakah usahanya berhasil?
Bagaimana cerita cinta mereka dimulai.
Kita coba baca yuk... 😚😚
Cerita ini hanya cerita fiktiv jika ada kesamaan tempat dan nama tokoh, itu faktor ketidaksengajaan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon M.Aɪɴᴜʀ Rᴏʜᴍᴀɴ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 33
"Lalala dududu," Arsen berjalan masuk ke dalam rumah sambil bernyanyi riang, melewati Azel dan Angel yang sedang duduk menonton tv diruang tengah. Mereka bingung dengan tingkah Arsen yang tiba-tiba ceria. Padahal selama ini Arsen adalah orang yang dingin, berwajah datar dan jarang tertawa.
"Bun, Kakak kenapa?" tanya Azel bingung.
"Nggak tahu, Dek," jawab Angel tak kalah bingung.
"Dia beneran Kakak aku kan bun? Kak Arsen yang dingin kaya kulkas itu?" tanya Azel memastikan.
"Bunda juga nggak yakin dia Anak Bunda," jawab Angel.
Ternyata Arsen mendengar pembicaraan Angel dan Azel, lalu menoleh dan berjalan menghampiri mereka sambil tersenyum.
"Eh, ada Bunda sama Adekku, hehe," ucapnya.
"Selamat malam semua, aku ke kamar dulu ya, " (Cup.. Cup) Arsen mencium pipi Azel dan Angel, membuat mereka terkejut. Setelah Arsen pergi ke kamarnya mereka masih diam membeku sambil memegangi bekas ciuman dari Arsen.
Didalam kamar Arsen melempar tasnya kesembarang tempat lalu melemparkan tubuhnya ke atas tempat tidur. Arsen memandangi gelang yang Rara berikan dan memandangi foto Ayra di ponselnya secara bergantian.
"Rara Ayra, Ayra Rara hehehe,"
" Kenapa gue baru sadar kalau mereka orang yang sama, iisshh,"
"Rara, gue janji suatu saat nanti gue bakal nepatin janji kita dulu, gue bakal nikahin lo,"
"Maaf gue belum bisa bilang kalau gue ini Caesar, gue takutnya lo nggak percaya, terus lo malah ngejauhin gue. Gue mau liat seberapa jauh perjuangan lo nyari Caesar,"
Arsen berbicara sendiri sambil senyum-senyum sampai ketiduran.
Di tempat lain
(Glutak.. Glutak..)
Jojo sibuk mencari hair dryer miliknya di dalam laci. Namun, dia tidak menemukannya.
" Pasti Kak Salma nih yang minjem nggak bilang-bilang, " ucapnya. Dia masuk ke kamar Salma yang kebetulan Salma sedang berada di kamar mandi.
"Kak hair driyerku mana?" tanya Jojo berteriak.
"Di laci paling bawah dek, ambil aja!" teriak Salma dari dalam kamar mandi.
Dia membuka laci dan melihat barang yang dia cari. Saat dia mengambil hair dryer miliknya, dia tidak semgaja melihat foto jadul Salma bersama seorang laki-laki. Dia penasaran, lalu dia mengambil foto itu. Dia sangat terkejut melihat foto Salma mencium pipi Andra mesra. Tampak Andra tersenyum bahagia dengan wajah yang penuh dengan krim kue. Itu adalah foto saat Ulang tahun Andra. Dia sengaja menyimpan foto yang dirinya mencium Andra dan Andra menyimpan foto yang dirinya dicium Andra..
Seketika tubuh Jojo membeku, dadanya terasa sesak dan air matanya sudah jatuh membasahi pipinya. Hatinya benar-benar sakit melihat foto mesra Salma dengan orang yang dia cintai.
Lalu Salma keluar dari kamar mandi sambil menggosok rambutnya yang basah menggunakan handuk. Dia terkejut melihat adiknya tiba-tiba menangis.
"Kamu kenapa, Dek?" tanya Salma cemas.
"Apa maksud foto ini!" seru Jojo marah. Dia menunjukan foto itu sambil menangis. Salma pun terkejut, akhirnya apa yang dia takutkan selama ini terjadi. Dia bingung bagaimana cara menjelaskan pada Jojo.
"I.. Itu nggak seperti yang kamu pikirkan," ucap Salma gugup.
"Emangnya apa yang aku pikirin!" Teriak Jojo.
"Udah cukup Kakak bohongin Jojo selama ini, ternyata Kakak juga suka kan sama Kak Andra. Kakak bilang kalian cuma teman, Kakak juga janji mau bantuin Jojo buat dapetin kak Andra. Tapi ternyata apa? Bullshit!!!" teriak Jojo sambil menangis.
"Dek, dengerin Kakak dulu," ucap Salma menangis
"Stop Kak! Jojo nggak mau denger apapun dari Kakak! Jojo benci Kakak!" teriak Jojo sambil berlari meninggalkan kamar Salma.
Kaki Salma mendadak lemas, dia terduduk di atas tempat tidur sambil menangis tersedu-sedu. Dia bingung harus berbuat apa. Dia tahu betul, dengan sifat Jojo yang keras kepala pasti Jojo tidak akan mudah untuk memaafkannya.
(Tok.. Tok.. Tok..)
Jojo mengetuk pintu rumah Dave sambil terus menangis. Saat Dave membuka pintu, dia terkejut melihat Jojo menangis tersedu-sedu. Dia mengajaknya untuk masuk dan duduk di sofa. Jojo menceritakan semua kejadian hari ini pada Dave. Dave memeluknya dan menenangkan hatinya. Dia sangat mengerti perasaan Jojo saat ini. Hatinya juga merasa sakit melihat gadis yang dia cintai menangis.
"Udah, Ikhlasin aja Bang Andra sama Kak Salma. Mereka saling mencintai Jo, lo jangan gini, jangan jadi penghalang mereka, " Dave menasehati.
"Nggak Dave! Gue nggak bisa!" teriak Jojo melepaskan pelukannya.
"Lo jangan keras kepala Jo, mereka juga berhak bahagia," seru Dave kesal.
"Terus menurut lo, gue nggak berhak bahagia!" teriak Jojo menangis.
"Lo sama aja Dave, gue benci sama lo!" teriak Jojo menangis sembari pergi meninggalkan rumah Dave. Dave memandangi kepergian Jojo sambil mengacak-acak rambutnya frustasi.
Keesokan harinya Jojo pergi ke rumah Keanu hendak menijam laptop untuk mengerjakan tugas, karena laptop miliknya rusak dibanting oleh Jojo sendiri saat dia sedang mengamuk karena marah pada Salma.
Saat dia hendak membuka pintu, tidak sengaja dia mendengar Keanu dan Dave sedang berbicara. Mendengar namanya disebut, dia mengurungkan niatnya untuk membuka pintu, dan memilih untuk mendengarkan dari luar.
"Kenapa lo nggak jujur aja sama Jojo , kalau lo suka sama dia? " tanya Keanu.
"Gue takut kalau gue jujur sama dia, dia jadi benci sama gue dan gue nggak mau persahabatan kita hancur gara-gara gue," jawab Dave.
"Ya kali aja dia juga suka sama lo, terus dia nerima lo, dan persahabatan kita nggak akan hancur seperti yang lo bilang," ucap Keanu.
"Nggak mungkin, karena yang dia cintai itu Bang Andra bukan Gue," jelas Dave.
(Braakkk) Jojo menggerak pintu rumah Keanu dengan keras. Membuat Dave dan Keanu terkejut. Jojo menghampiri Dave dengan wajah penuh amarah.
"Jadi karna ini, lo selalu nyuruh gue buat ngikhlasin Kak Andra sama Kak Salma. Karena lo suka sama gue iya?" teriak Jojo memastikan
"Gu.. Gue bisa jelasin, Jo," ucap Dave gugup.
"Semuanya udah jelas, gue nggak nyangka Dave!" seru Jojo.
"Maafin gue Jo, gue nggak bisa menahan perasaan gue. Gue sayang sama lo lebih dari sabahat," ucap Dave jujur.
"Sorry Dave, tapi rasa sayang gue sama lo nggak lebih dari seorang sahabat. Nggak lebih Dave! " ucap Jojo.
"Dan lo tahu betul, gue suka sama kak Andra. Gue nggak akan nyerah buat dapetin dia, walaupun Kakak gue sendiri yang jadi saingannya," ucap Jojo sambil melangkah pergi. Saat Dave hendak mengejar Jojo, tanganya ditahan oleh Keanu.
"Biarin dia sendiri dulu Dave," Keanu menasehati. Dave menuruti perkataan Keanu, dia duduk di sofa sambil mengacak-acak rambutnya frustasi.
Sudah satu minggu Jojo mendiami dan menghindari Salma, setiap kali Salma mencoba mengajaknya berbicara, dia hanya menjawabnya dengan sinis.
Membuat kedua orang tua mereka bingung dengan sikap Jojo, setiap orang tuanya bertanya dan memarahi Jojo karena sikap dinginnya pada Salma, Salma akan selalu menutupi permasalahan mereka dengan alasan jika Jojo sedang datang bulan.
Namun, tidak pada Dave. Jojo berusaha bersikap biasa saja dengannya. Seakan Jojo melupakan kejadian di rumah Keanu waktu itu. Jojo juga tidak ingin persahabatan mereka hancur karena kemarahannya pada Dave.
SKIP
Jojo berjalan sendirian sambil membawa sekantong belanjaan yang dia beli di mini market. Dia berjalan melewati sebuah taman yang tidak jauh dari mini market.
Saat dia menoleh ke arah taman, dia melihat dua orang yang sangat dia kenal sedang berbicara serius.
"Kak Andra sama Kak Salma ngapain malem-malem disini? Kenapa Kak salma nangis?" tanya Jojo penasaran.
Dia sangat penasaran, sebenarnya apa yang sedang mereka ributkan, sampai membuat Kakaknya menangis. Lalu dia berjalan mendekat sembari menguping pembicaraan mereka.
" Please Ndra, lupain aku!" seru Salma sambil menangis.
" Nggak akan!" seru Andra marah.
"Tolong Ngertiin posisiku," seru Salma.
" Aku nggak mau melukai hati Jojo, aku nggak mau lihat dia sedih," ucap Salma masih menangis.
"Kamu selalu mikirin perasaan Adik kamu, tapi apa kamu mikirin perasaan aku? Apa kamu pernah mikirin perasaan kamu sendiri?" tanya Andra marah.
"Aku mencintai kamu, Salma! Bukan Adik kamu! Kamu selalu memaksa aku buat nerima dia. Tapi apa kamu mikirom gimana perasaanku, apa aku bahagia? Kalau pun aku nerima dia, dia juga nggak akan bahagia. Karna aku nggak akan pernah bisa mencintai dia. Karena aku cuma cinta sama kamu, Salma! Sangat mencintai kamu! " seru Andra.
(Hiks.. Hiks.. Hiks..) Salma hanya menangis tersedu-sedu tanpa berucap sedikitpun.
Hatinya juga sangat sakit saat ini. Lalu Andra memegang kedua pipi Salma dan menatapnya dalam-dalam. Namun, salma mengalihkan pandanganya ke bawah.
" Lihat Aku, katakan kalau kamu nggak mencintai aku lagi," ucap Andra.
" Aku nggak mencintai kamu lagi," ucap Salma masih menatap ke bawah.
" Liat mata aku, Salma!" seru Andra sambil memegang kedua bahu Salma. Lalu Salma mendongakan wajahnya menatap mata Andra.
.
" Aku nggak.. emmbb, " Andra menarik tengkuk Salma dan mencium Bibirnya. Salma memberontak hendak melepaskan diri. Namun, Andra terus menahanya dan terus mencium bibir Salma rakus. Salma berfikir bagaimana cara melepaskan diri dari Andra, lalu dia menggigit bibir bawah Andra, sehingga Andra melepaskan ciumannya.
(Hiks)
"Kak Salma," gumam Jojo sembari menangis melihat Andra mencium Salma. Hatinya seakan tertusuk ribuan pisau tajam, sangat sakit dan perih.
Dia tidak sengaja menjatuhkan kantong plastik yang dia pegang, lalu Salma menoleh ke arah Jojo yang sedang menangis. Dia sangat terkejut, ternyata Jojo melihat mereka sedang berciuman. Saat Salma hendak menghampiri Jojo, Jojo langsung lari sambil menangis tersedu-sedu.
Melihat Jojo berlari, Salma langsung mengejarnya. Andra pun juga ikut mengejar Salma, dia tidak ingin terjadi apa-apa dengan Salma dan Jojo. Tiba-tiba hujan turun dengan derasnya. Dia terus berlari tanpa arah, tidak perduli walau tubuhnya sudah basah kuyub. Hatinya benar-benar hancur saat ini, dia merasa sudah kalah dengan Salma.
(Hiks.. Hiks.. Hiks..)
"Gue udah kalah," ucap salma sesegukan.
Tiba-tiba ada truk melaju sangat kencang hendak menabrak nya.
(Tin.. Tin.. Tinnn..)
"Aaaaarrrggh...!!"
(Brukk!)
📽To be continue🎞
hai bang!