Aku Dany Susilo... aku adalah personil dari band Punk yang mendadak bisa berinteraksi dengan mahluk tak kasat mata, bersama sahabatku, aku berusaha memecahkan misteri tentang matinya teman-temanku di vila nggateli ini.
Di cerita ini kalian akan menemukan berbagai trik dan intrik yang tidak akan kalian temukan di Novel horor atau misteri lain.
Banyak hal yang tidak bisa diprediksi sebelumnya, sehingga menimbulkan teka teki yang aduhay.
Cerita ini bukan horor atau misteri yang biasanya menampilkan pocong, atau kunti, atau gendruo dan sebangsanya.
Mahluk ghaib yang ada paling juga hantu teman kami yang sudah mati.
Cerita ini membawa pembaca untuk memahami dan merasakan apa yang dirasakan oleh obyek yang yang ada disini, sehingga pembaca dapat merasakan kengerian tanpa harus menampilkan sosok pocong, kunti dan sejenisnya.
Saya disini dibantu oleh lima teman yang masih hidup, dan arwah teman baik kami yang telah mati sebelumnya yaitu, Wildan, Gilank, dan Ibor. Mereka membantu kami dalam memecahkan masalah yang menimpa kami.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak Bashi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 33 ( MIMPI YANG MEMATIKAN )
Sore yang tenang, kami habiskan dengan menikmati seteko kopi hitam, wine, dan beberapa potong roti isi telur goreng, sosis, dan ham. Bahan-bahan nikmat itu kami temukan di dalam lemari es.
Ya ... di dalam lemari es di pojokan dapur yang ternyata didalamnya terdapat berbagai macam sosis, ham, roti, keju, telur, margarine dan beberapa botol wine mahal buatan luar.
Untungnya kompor, gas LPG dan wajan teflon juga tersedia, kelihatanya isi kulkas ini sengaja disediakan pengelola vila ini atau lebih tepatnya om dari Broni untuk para tamunya.
Awalnya kami ragu untuk memakanya, takutnya itu berasal dari tubuh mayat yang ada di sini , tetapi setelah kami check unsur jamur, kami chek juga kemasan yang masih original dan belum terbuka sama sekali alias masih segel, dan dengan banyak berdoa kami memasak bahan itu, lagi pula kami saat ini dalam keadaan lapar.
Kami seolah sedang berlibur sebagai orang kaya raya, coba bayangkan yang kami makan ini adalah makanan yang mungkin berharga mahal, plus beberapa wine import yang mungkin sebotolnya seharga dengan handphone ber Ram 4gb merek terkenal heheheheh.
Tapi sayangnya kedua setan yang ada disini tidak dapat menikmati enaknya makanan, mereka berdua hanya menghirup sari makanan dan wine itu.
“Janc*k, aku wis gak bisa minum lagi rek” kata Gilank yang doyan mabuk “Cuma bisa ngambu tok rek”
“Wis bersukur kamu bisa ngambui makanan dan wine enak Lank” sahut Wildan “coba liat itu Ibor, kerjanya Cuma muasin setan setan homo anak buah Nyai suparmi.
“Iya juga Wil, kita masih beruntung meskipun aku Cuma berbentuk ***** dan kaki kiri” sahut Gilank dengan muram.
“Lha mangkane ,ayo kita nikmati aja pemberian teman kita, ayo kita hirup sari dari roti isi ham dan Wine jatah kita ini Lank”
“Nek makanan yang sudah dihisap sarinya itu rasanya giman rek” tanya Ukik
“Cobaen itu jatah buat kedua setan itu Kik” jawan Tifano
“Emoh c*k, nggilani makan bekas setan”
“Janc*k, gak usah rewel Kik, aku Cuma hirup tok, gak tak jilati c*k” sahut Wildan
“Tif, aku mintak kopine rek” rengek Gilank
“Buat apa, wong kamu gak bisa minum c*k”
“Halah , ya tak hirup sarine yooooo”
“Ya sik, tak ambilkan gelas buat kamu sama Wildan” sahut Tifano
“Eh, kalian kan setan c*k, trus kalau kelaparan makan apa?” tanya Broni
“Emboh! Aku ya bingung nanti nek misal aku kelaparan harus makan apa” Jawab Gilank “ atau aku tinggal di rumahmu sama kamu aja Bron, biar kamu kasih makanan dari masakan istrimu heheh”
“Ndak sudi C*k! cari sana di kuburan lho...kalian kan setan!” lanjt Broni “kecuali kamu kasih aku nomer yang sip c*k”
Hari sudah makin malam, suasana makin dingin , senyap dan nyaman membuat kami cepat mengantuk.
Tempat tidur spring bed yang berharga mahal nampak menggoda kami untuk menidurinya, selimut tebal yang menggiurkan nampak menggoda kami untuk tidur dibaliknya, padahal waktu saat ini baru menunjukan pukul 20.00. tetapi kami berlima sudah merasa amat ngantuk.
Kami berlima seolah sudah melupakan kejadian pembunuhan masal yang mengerikan disini, vila ini nampaknya ingin agar kita melupakan apa yang telah terjadi disini beberapa hari lalu.
“Aneh , aku rasanya ngantuk sekali” kata Tifano
“Iyo Tif, aku juga” balas Broni
“Tapi iki normal Bron, wis berapa hari kita ndak tidur”
“Halah, normal atau tidak nya aku gak wis ngurus, pokoknya aku ngantuk dan pingin tidur” sahut Ukik
Aku masih terjaga dan masih mengobrol bersama dua setan yang merupakan sahabat baik ku semasa masih hidup, meskipun mereka berdua telah mati , tetaplah aku anggap mereka sahabat. Mereka berdua saat iini sedang duduk bersantai di pojokan kamar sambil ngobrol ngalor ngidul.
Keempat temanku sudah tertidur dengan pulasnya, yang terdengar hanya suara ngorok yang keluar dari mulut mereka berempat.
“Dan, kalau bisa kamu jangan tidur dulu” kata Wildan pelan “habis ini keempat teman kita akan bermimpi, mereka akan bermimpi indah yang membahayakan nyawa mereka, kamu nanti harus bisa membangunkan mereka atau mereka akan bablas mati”
“Apa! Siapa itu yang masuk ke mimpi mereka Wil?, apa ndak sebaiknya kita bangunkan mereka saat ini juga?”
“Jangan sekarang, arwah teman kita berempat saat ini sedang proses menuju alam mimpi, kalau saat ini mreka kamu bangunkan bisa bisa tersesat mereka”
“Biarkan aja dulu hingga mereka sampai ke alam mimpi, nanti kamu tak kasih tau kapan harus membangunkan mereka berempat” lanjut Wildan
“Wil, apa kita gak sebaiknya masuk ke mimpi mereka sekarang” tanya setan kuntila
“Blum C*k, kita kan sekarang belum tau mau dibawa kemana arwah mereka saat ini, nek udah tau posisi mereka, baru kita masuk juga” jawab Wildan
“Bentar lagi mereka sampai, sik sabar ya” kata Wildan “bentar lagi kamu harus bisa usahakan membangunkan mereka berempat memakai cara apapun, sementara aku dan Gilank berusaha menyuruh teman kita ini untuk kembali”
“Danny” kata Wildan “teman kita ini sekarang sedang dalam pengaruh mimpi yang mematikan, mimpi itu berasal dari tempat tidur yang sedang mereka tiduri, untungnya kamu tadi tidak tidur di spring bed itu”
“Tempat tidur itu kayaknya fungsinya untuk membunuh orang yang menginap di vila ini jaman Nyai Suparmi meminta tumbal untuk kehidupan anak dan istri orang Belanda itu”
“Ayo Lank , sekarang kita bantu mereka. Dan, jangan lupa bangunkan teman kita!” kata Wildan sebelum dia menghilang bersama Gilank
Setelah kedua teman hantu kita pergi, aku berusaha membangunkan keempat temanku ini , wah memang susah sekali membangunkan mereka berempat, kayak membangunkan orang yang mati. Mulai aku teriakin hingga aku pukuli dan aku cubitin pun mereka tidak ada respon sama sekali. Tetapi sesuai pesan dari Wildan, aku harus berusaha sebisa mungkin membangunkan mereka berempat.
Aku kebingungan dengan keadaan yang seperti ini , aku saat ini hanya sendirian sedangkan keempat temanku seperti mayat, mereka tidak ada respon sama sekali dengan semua yang aku lakukan, aku mengambil air dalam ember, aku percikan ke muka keempat temankupun sama saja, tidak ada respon sama sekali.
Kemudian aku ingat, jempol kaki manusia adalah pusat syaraf .Aku berusaha pijat dan cubit keempat jempol temanku ini agar ada reaksi sedikit, tetapi kelihatanya hal itu sia sia saja.
Aku panik dan tidak tau apa yang harus dilakukan di malam hari ini, sangat tidak mungkin aku tinggal temanku ke rumah pak Tembol untuk mencari pertolongan.
Aku harus bisa membangunkan keempat temanku ini.