NovelToon NovelToon
Cinta Rasa COVID-19

Cinta Rasa COVID-19

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: ruby kejora

Elias merupakan sosok lelaki idola di kampus, dan ia adalah seorang playboy.
Cyara adalah mahasiswi baru di UI Kediri. Mereka bertemu saat Masa Orientasi Siswa baru. Cyara jatuh hati pada Elias.

Elias menjadikan Cyara kekasihnya, namun tidak lama kemudian putus setelah Cyara mengetahui bahwa semuanya adalah settingan.

Setelah putus dari Cyara, Elias baru menyadari jika dia menyukai Cyara yang juga masih memendam rasa untuknya. Mereka bertemu lagi di Rumah Sakit karena Elias terinfeksi corona virus. Akankah Elias sembuh, dan apakah dia menyadari kesalahannya di masa lalu, bisakah ia menaklukkan kembali hati Cyara dan bersaing dengan Fandy untuk mendapatkan hatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ruby kejora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps.33 Kunjungan Mama Elias

Pagi hari Cyara segera bangun dari tidurnya. Ia turun dari ranjangnya dengan semangat. Kemudian ia berjalan memasuki kamar mandi dengan bersiul.

Beberapa saat kemudian ia masuk kembali ke kamarnya sudah memakai seragam kerja.

Ia menaburkan perona pipi dengan warna pink, lebih terang dari yang biasa ia pakai, warna krem.

"Kenapa aku mengambil warna pink ini, terlalu menor," kemudian menghapus dan menyapukan kembali blush on warna krem, "kenapa aku tiba-tiba ingin kelihatan lebih cantik hari ini ?"

Cyara kemudian membingkai mata nya dengan eye linear lalu memoleskan lipstik warna nude ke bibirnya.

"Sudah sempurna aku rasa." Cyara memasukkan lipstik ke tas lalu mengeluarkan ponsel lalu menekan tombol hijau.

tut...tut…tut

Cyara menelpon dan beberapa saat kemudian tersambung.

"Halo Cyara... Kau sudah bangun sepagi ini."

"Kau baru bangun ya. Coba lihat sekarang jam berapa. Aku mau berangkat kerja. Aku akan mampir ke rumahmu sebentar sekarang. Lima belas menit lagi keluarlah dan tunggu aku."

"Iya aku akan bersiap setelah ini."

"Jika kau tak ada di luar saat aku datang, maka aku akan balik dan berangkat kerja." kata Cyara mengakhiri pembicaraan dan menutup ponsel.

"Cyara...kebiasaan kau. Aku belum selesai bicara kau menutupnya." ucap Elias kesal dan menutup ponselnya.

Elias pergi ke toilet untuk menggosok giginya, kemudian kembali ke kamar dan menyemprotkan satu botol parfum ke badannya lalu berjalan keluar rumah.

Ia duduk di kursi teras menunggu kedatangan Cyara.

Beberapa menit kemudian Elias mendengar suara motor berhenti di depan rumahnya. Elias bangkit dan berjalan menuju pintu gerbang lalu membukanya.

"Aku tidak akan masuk." kata Cyara mengambil kantung plastik dari tas dan menyerahkan ke Elias sambil menatap Elias yang tak mengenakan masker.

Elias menerima ramuan dari Cyara dan melihat wajah Cyara yang tidak mengenakan masker.

"Kau kenapa tidak memakai masker ?" tanya mereka bersamaan.

"Aku kan hanya sebentar mampir saja. Setelah ini aku pakai maskernya," kata Cyara melepas helm dan menaruhnya di kaca spion motor, "kau yang harusnya pakai masker, karena kau baru pulang dari Rumah Sakit."

"Kau lebih banyak bertemu dengan pasien tapi bebas keluar tidak bermasker." balas Elias menatap lama wajah Cyara tanpa masker yang terlihat cantik.

"Kau tidak usah menceramahi Ku. Aku akan kenakan masker sekarang, tapi kau juga harus pakai masker." jawab Cyara memakai masker lalu mengeluarkan masker baru dari dalam tas dan memberikan ke Elias. "Pakailah masker ini." sambung Cyara.

Elias menerima masker dari Cyara kemudian memakainya.

"Ingat kau harus memakai masker jika keluar dari rumah. Jangan melepasnya meskipun rasanya tidak nyaman."

Elias mendengar nasihat Cyara. Sejak kapan ia berubah jadi cerewet begitu, dulu kau pemalu.

"Kau masih mendengar ku ?" Cyara melihat Elias melamun.

"Iya aku mendengar mu."

"Satu lagi. Kau harus sering mencuci tangan setiap menyentuh barang atau lainnya di luar rumah mu. Dan terakhir jika kau sudah kembali bekerja pakai terus masker mu."

"Iya aku akan mengingatnya."

"Aku kembali dulu. Aku akan berangkat ke Rumah Sakit. Jangan lupa minum nya sesuai dosis." pesan Cyara kemudian memakai helmnya dan menaiki motor, lalu melaju menuju ke Rumah Sakit.

Elias keluar dari pagar dan melihat Cyara melaju di jalan sampai tak terlihat lagi baru ia masuk kembali dan menutup pagarnya.

Elias masuk ke rumah dan berpapasan dengan Mama yang berjalan keluar rumah.

"Mama mau kemana sepagi ini ?"

"Mama mau ke kantor. Apakah kau ingin pergi bersama Mama ? Kau tidak boleh keluar rumah dulu sampai satu minggu ke depan."

Elias melihat gerak-gerik Mamanya yang aneh. Kantor kan baru buka jam delapan pagi. Mama juga biasanya jam sepuluhan baru ke kantor menyusul Ayah.

"Siapa bilang aku mau menemani Mama."

"Mama berangkat dulu kalau begitu."

Elias menghalangi Mama berjalan.

"Elias, apa yang kau lakukan ? Kenapa menghalangi Mama jalan ?" tanya Mama menarik tubuh Elias agar minggir dan memberikan jalan untuknya.

"Aku tahu Mama tidak ke kantor. Sebenarnya Mama mau ke mana, Mama menyembunyikan sesuatu dari ku ya ?" tanya Elias memandang Mamanya dengan rasa curiga.

"Sudah kubilang, mau ke kantor."

"Kenapa Mama tidak jujur saja ?" tanya Elias tenang tapi seolah menghakimi.

Mama memandang Elias yang menatapnya penuh curiga dan khawatir bila ia berpikiran buruk lalu mengadu ke ayah.

"Baiklah Mama akan cerita. Mama Akan ke Rumah Sakit."

"Maksud Mama mau bertemu dengan Cyara ? Dia barusan pergi dari sini setelah memberikan ini." cerita Elias menunjukkan kantung plastik pemberian Cyara.

"Kenapa tidak panggil Mama. Aku ingin bertemu dengannya."

"Mama mau bicara apa sebenarnya dengan Cyara ?"

"Hanya ucapan terima kasih. Tidak usah khawatir. Mama jalan duluan kalau begitu. Masih ada yang ingin Mama beli lagi." ucap Mama kemudian meninggalkan Elias dan masuk ke mobil.

Elias masuk kembali ke kamar dan menaruh ramuan dari Cyara ke atas meja lalu kembali rebahan di kasur.

"Pak Ujang, tolong mampir sebentar ke cafe yang letaknya di depan kantor Elias sebelum kita ke Rumah Sakit." pinta Mama Elias pada sopirnya.

"Baik Nyonya." jawab Pak Ujang singkat lalu meluncur menuju Cafe Raja Pedas.

Beberapa saat kemudian mereka sampai. Pak Ujang keluar dari mobil dan membukakan pintu untuk Mama Elias.

Mama Elias keluar dari mobil lalu berjalan ke pramusaji.

"Pagi Nyonya Lazuar. Ada yang bisa saya bantu ?"

"Pagi Pak Nano, saya mau pesan udang asam manis, cumi balado dan kepiting saus inggris, campur tiga puluh porsi. Sekarang ya Pak."

"Pesannya banyak, Nyonya ?"

"Iya Pak Nano, itu untuk petugas Rumah Sakit yang telah merawat Elias."

"Baik di tunggu dulu Nyonya, silahkan duduk dulu."

Mama Elias duduk menunggu. Satu jam kemudian pesanan selesai. Ia membayar dan membawanya masuk ke mobil. Kemudian mobil meluncur menuju ke Rumah Sakit.

Saat Mama Elias turun dari mobil, saat itu juga ada kurir yang mengantar puding.

"Pak Ujang tolong bantu bawa puding dan menu seafood masuk ke dalam. Aku akan ke ruang pusat informasi dulu." kata Mama Elias berjalan ke pusat informasi untuk bertanya.

"Permisi mbak, saya ingin bertemu dengan perawat bernama Cyara. Apa bisa ?"

"Maaf ada keperluan apa ya Ibu mencari nya?" tanya petugas informasi pada Mama Cyara.

"Saya ada urusan sebentar dengan dia. Bisakah dipanggilkan sebentar saja ?"

"Baik Bu, mohon di tunggu. Saya akan memanggilnya kemari. Silahkan duduk dulu." kata petugas informasi kemudian menelpon Cyara.

"Halo...ruang perawat. Tolong dipanggilkan ke lobby perawat Cyara. Ada seseorang yang ingin bertemu."

"Cyara masih mengecek pasien. Nanti setelah selesai aku akan sampaikan." balas perawat di ujung telpon kemudian menutupnya.

Tak lama kemudian Cyara masuk ke ruang perawat setelah selesai mengecek. Salah satu perawat menghampirinya.

"Cyara aku mendapat telpon dari petugas umum di lobby. Aku di minta untuk menyampaikannya pada mu. Ada seseorang yang menunggu mu di lobby. Kau di minta segera ke sana."

"Aku ? Siapa yang mencari ku ?" tanya Cyara gugup.

"Aku juga tidak tahu. Kau ke sana lah sekarang."

"Semoga bukan keluarga pasien yang komplain." jawab Cyara kemudian berjalan menuju ke lobby dengan cepat.

Sesampainya di lobby Cyara melihat seorang Ibu yang duduk di kursi. Cyara berjalan ke petugas umum di lobby dan bertanya untuk memastikannya.

"Andin apakah Ibu itu yang mencari ku ?"

Andin mengangguk melihat Cyara. Cyara pun berjalan mendekati Ibu yang duduk di kursi.

"Saya Cyara. Maaf apa ada yang bisa saya bantu Ibu ?" tanya Cyara kemudian duduk.

"Saya Lazuar."

"Iya Ibu Lazuar apa ada masalah sebelumnya ?"

"Tidak saya ke sini mau berterima kasih. Saya Mama nya Elias."

"Iya Ibu Lazuar tidak perlu sungkan begitu. Sudah menjadi kewajiban saya merawat pasien."

Mama Elias mengambil ponsel dan menelpon, "Pak Ujang tolong masuk ke lobby dan bawa pesanan saya ke sini."

Beberapa saat kemudian Pak Ujang masuk dan menaruh pesanan di atas meja kemudian menunggu di luar.

"Tolong terimalah ini."

"Ibu tidak perlu memberikan apapun untuk saya."

"Ini hanya hadiah kecil sebagai ucapan terima kasih saya karena telah merawat Elias dengan baik."

"Maaf saya tidak bisa menerimanya Ibu."

"Tolong terimalah." kata Mama Elias memohon.

"Baiklah Ibu Lazuar saya akan menerimanya, namun saya akan membaginya dengan petugas lain di Rumah Sakit ini. Apakah Anda berkenan ?"

"Iya silahkan.Maaf saya tidak bisa disini lama, karena masih ada urusan lain." kata Mama Elias berdiri dan pamit.

"Terima kasih Ibu Lazuar atas kebaikannya. Salam buat Elias." jawab Cyara mengantar Mama Elias keluar dari Rumah Sakit.

"Apakah kamu memikirkan anakku?"

"Maaf, maksud Ibu..."

"Aku melihat jawabannya di matamu. Tolong jaga Elias."

"Baik Ibu akan saya usahakan.''

"Ibu titip padamu ya. Ibu harap kau bisa memegang janjimu." pesan Mama Elias berjalan ke mobil.

Cyara menatap Mama Elias memasuki mobil, lalu keluar dari Rumah Sakit dan ia kembali masuk ke lobby dengan perasaan tenang, karena ternyata bukan keluarga pasien yang komplain.

1
©heezyyy ®ich
/Heart/
©heezyyy ®ich
Go!go!🔥
©heezyyy ®ich
semangat!
©heezyyy ®ich
/Good/
©heezyyy ®ich
/Drool/
©heezyyy ®ich
/Heart//Heart/
Mat Grobak
👍👍👍
𝐬𝐚𝐟𝐫𝐢𝐚𝐭𝐢
gak Rela Tamat neh cerita.
kok Elyas sama Cyara blom sampai pelaminan
🌻Ruby Kejora: Siap kk... Terima kasih dukungannya kak😘😘
total 5 replies
𝐬𝐚𝐟𝐫𝐢𝐚𝐭𝐢
wah kyak,y Author nulis sambil nyanyi neh🤓🤭
🌻Ruby Kejora: Tahu z kk.... Klo sambil nyanyi🤭
total 1 replies
𝐬𝐚𝐟𝐫𝐢𝐚𝐭𝐢
Tasya perusak cerita Novel🤭eh salah
maksud,y hubungan orang.
cerita,y keren 👍 semakin menegangkan
🌻Ruby Kejora: Makasii kaka saf...❤️❤️
total 1 replies
𝐬𝐚𝐟𝐫𝐢𝐚𝐭𝐢
Banyak kata tertulis d sini
Penuh arti dan juga makna
Semua karyaMu kan kagumi
Jika memberi kesan sempurna
🌻Ruby Kejora: Makasii banyak kk... ❤️❤️❤️
total 1 replies
𝐬𝐚𝐟𝐫𝐢𝐚𝐭𝐢
gk kerasa udah ikutin Cerita lewat suara Pimoy, ampe episode ini pengen baca tp, entar hilang rasa penasranku. jd baca sambil tunggu suara si imut deh👍.

maaf ya Author cerita,y ku suka dan pengen kejutan. biar berasa nyata.
𝐬𝐚𝐟𝐫𝐢𝐚𝐭𝐢: entar nunggu yg satu ini kelar dulu.✌️😉
total 2 replies
mialika
mampir thor
🌻Ruby Kejora: Makasii kk❤️❤️
total 1 replies
𝐬𝐚𝐟𝐫𝐢𝐚𝐭𝐢
ciuuu cweeet bingit seh
gemessss😁
𝐬𝐚𝐟𝐫𝐢𝐚𝐭𝐢
kyak,y ak udah kena virus covid 19 neh, dan terisolasi tepat pd Novel ini.
👍
Lilis Afrini
kakak aku mampir...
𝐬𝐚𝐟𝐫𝐢𝐚𝐭𝐢
waktuku habis, tepat pd titik rasa penasaran yg tinggi.
_ _ _
🌻Ruby Kejora: Iya kak... Semoga hilang penasaran nya tar

.
total 1 replies
𝐬𝐚𝐟𝐫𝐢𝐚𝐭𝐢
Author, kau membawa
pikiran ku terhantut.
𝐬𝐚𝐟𝐫𝐢𝐚𝐭𝐢
Fandy bkn cinta hanya ter'Obsesi semata.😔
hrus,y kn klo cinta bahagia mlihat seseorang yg d cintai,y bahagia.
_ _
ak aj bahagia pdahal ak salah satu mantan Elyas🤫
𝐬𝐚𝐟𝐫𝐢𝐚𝐭𝐢
penasaran buatku tk sabar nunggu Pimoy Up d Ab.
🤫
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!