Pada malam hari Aletta tengah berjalan santai menikmati udara malam yang begitu dingin sambil mau makan buah jeruk. Ya Aletta sangat menyukai jeruk mereka seperti sahabat sejati sebab jika Aletta kemana-mana dirinya selalu membawa jeruk. "Tinggal 5 butir dan bijinya ada 7 makan aja deh semuanya." Ucapnya semangat. Aletta langsung memasukkan 5 butir jeruk ke dalam mulutnya saat sedang asyik maunya tiba-tiba Aletta mengalami sesak nafas dan langsung terjatuh.
Uhukkkk....uhukkkk.
"Sesak banget dada gue."
"Sialan ya kali gue metong karena keselek 7 biji jeruk yang bener saja lelucon macam ini." Ucapnya kesal.
Kesadaran Aletta mulai menghilang dan Aletta berdoa kepada Tuhan untuk meminta kehidupan yang kedua.
"Tuhan jika akhir hidupku aku minta ke pada mu kehidupan untuk kedua kalinya aku ingin memperbaiki semuanya dan aku ingin minta maaf sama Mommy, Daddy dan para Abang lucknut." Ucapnya lirih tersenyum lebar di akhir kesadarannya dan sisa hembusan nafas terakhirnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen Putri Arabella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mengunjungi Mansion Alexander
Keesokan harinya di sebuah kamar Aretta masih memejamkan matanya di bawah selimut tebalnya. Tidak ada tanda-tanda kalau ia akan membuka kedua matanya, entah apa yang sedang Aretta mimpiin yang jelas dirinya masih gergulung manja di selimut kesayangannya
Jam sudah menunjukkan pukul 08.00 pagi Aretta mulai menggeliat di dalam tidurnya, tak lama kedua mata Aretta terbuka secara perlahan-lahan. Tampilkan kedua bola mata Aretta yang tengah menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalam retinanya.
"Hoammmmm jam berapa ini?" Ucap Aretta sambil menguap tangannya menutup mulutnya yang terbuka lebar karena menguap.
"Gila nyenyak banget gue tidur." Aretta bangun dari tidurnya ia duduk di atas kasur tubuhnya bersender di headboard ranjang.
Aretta mengalihkan pandangannya ke arah jam dinding tiba-tiba matanya melotot sempurna. "Astaga kenapa gak ada yang bangunin gue ini udah siang banget woy." Pekik Aretta yang langsung bangkit dari duduknya berjalan ke kamar mandi dengan tergesa-gesa.
"Anjir bisa telat gue ke rumah Mommy Daddy, pasti bang Alex udah spam chat sama telpon karena gue gak dateng-dateng. Huh janjiannya jam 7 eh malah bablas ya begitulah namanya juga jam karet." Ucap Aretta di sela-sela acara mandinya.
Setelah 10 menit Aretta telah menyelesaikan acara mandinya ia langsung berjalan ke arah walk in closet untuk mencari pakaiannya yang cocok dengannya.
Setelah 5 menit Aretta keluar dari walk in closet dengan pakaian casualnya yang sangat cocok di badannya. Aretta berjalan ke arah meja rias untuk memakai skincare dan merapikan sedikit pakaiannya.
"Gila gue gak nyangka ternyata gua cantik banget." Narsis Aretta tubuhnya ia putar-putarkan di depan kaca full body
"Hai kaca ajaib siapa yang paling cantik di mansion ini?" Tanya Aretta pada kaca itu.
"Oh jelas nona Aretta yang sangat amat cantik tidak ada yang lain yang bisa mengalahkan kecantikan nona Aretta ini." Jawab Aretta.
"Hahaha gue yang nanya gue yang jawab, gue rasa gue mulai gila karena mikirin skandal-skandal mereka." Ucap Aretta mengambil tas selempangnya lalu keluar dari kamarnya menuju meja makan.
Sampainya di meja makan Aretta langsung mendudukkan tubuhnya di bangku miliknya tanpa berlama-lama lagi Aretta langsung menyantap makanannya dengan tenang damai dan sejahtera.
"Gini kan enak makan gak ada yang ganggu, semoga aja keluarga berengsek itu liburannya lama deh." Ucap Aretta di sela-sela makannya.
Selama 10 menit Aretta telah selesai dari acara sarapannya iia bergegas bangkit dari duduknya lalu berjalan menuju garasi untuk mengambil mobilnya.
Selama di perjalanan Aretta tengah menyusun kata-kata untuk mengungkapkan siapa ia sebenarnya.
Segala pikiran buruk bermunculan di otaknya, Aretta takut Mommy, Daddy dan Abang pertamanya tidak percaya dengan ucapannya karena memegang itu sangat mustahil apalagi di dunia nyata
mereka semua pasti mengira Aretta hanya mengucapkan omong kosong demi menjadi bagian dari keluarga Alexander yang tujuannya untuk menggantikan posisi princess Alexander.
...****************...
Setelah 1 jam dalam perjalanan akhirnya Aretta telah sampai di sebuah mansion besar berlantai 5 dengan gerbang menjulang tinggi. Aretta mengklakson beberapa kali dan tak lama datanglah satpam yang begitu Aretta kenali.
Tin
Tin
Tin
"Ada yang bisa saya bantu neng?" Tanya satpam itu.
"Hallo pak Angga lama gak ketemu gimana kabarnya?" Tanya Aretta tersenyum ramah pada satpam itu yang bernama Angga.
Angga terkejut dengan ucapan Aretta bagaimana Aretta bisa tau namanya dan lagian ia baru pertama kali ngeliat Aretta berkunjung ke kediaman 3pikir Angga.
"Ahahaha kabar saya baik nona. Oh iya ada yang bisa saya bantu nona?" Tanya Angga sambil tersenyum canggung
"Saya mau ketemu sama Alex pak saya Aretta temen sekolah Alex saya udah bilang kalo saya akan ke mansionnya." Jelas Aretta yang membawa-bawa nama Alex. Yah mau bagaimana lagi saat ini hanya Alex yang Aretta kenal dan gak mungkin juga dong dia bawa-bawa nama Abang pertamanya tar di sangka dia sksd alias sok kenal sok dekat.
Pak Angga mengangguk pelan. "Kali begitu silahkan masuk non." Ucap pak Angga lalu membuka pintu gerbang yang menjulang tinggi itu.
Setelah pintu gerbang terbuka lebar Aretta menjalankan mobilnya memasuki kawasan mansion Alexander. Aretta memberhentikan mobilnya di depan pintu teras mansion Alexander yang tak kalah besar dan menjulang tinggi.
"Gak ada yang berubah." Ucap Aretta yang pandangannya menelusuri berbagai sudut.
Aretta mengernyitkan dahi melihat 2 buah mobil yang terparkir tak jauh dari mobilnya. "Gue kek kenal sama mobil-mobil itu. itu kek mobil..." Tiba-tiba Aretta melotot sempurna setelah ia tau siapa pemilik kedua mobil itu Aretta langsung berlari ke arah pintu meneken bek beberapa kali tak sabaran.
Ting tong
Ting tong
Ting tong
Tak berselang lama pintu itu terbuka nampaklah wanita paruh baya yang begitu sangat amat Aretta rindukan. Sebisa mungkin Aretta menguasai dirinya untuk tidak memeluk wanita paruh baya itu.
"Loh kamu." Ucap Kamila. Yaps wanita yang membuka pintu itu adalah Kamila.
"Mommy." Batin Aretta ia sekuat tenaga agar tidak menangis di depan Kamila.
"Kamu Aretta kan anak dari keluarga Wilson?" Tanya Kamila.
Aretta mengangguk. "Iya Tante aku Aretta. Maaf Tante aku ke sini mau ketemu sama bang Alex." Ucap Aretta tersenyum canggung
"Ayo masuk Alex ada di dalam lagi kumpul sama yang lainnya." Ajak Kamila mengambil tangan Aretta menuntunnya masuk ke dalam menuju ruang tengah.
Di ruang tengah keluarga Alexander tengah berkumpul hingga atensi mereka mengarah kepada Aretta.
"Loh Aretta." Ucap Alex yang melihat kehadiran Aretta pertama kali.
Mereka semua yang ada di rumah tengah bertanya-tanya siapa gadis itu? Ko keliatan akrab banget sama Kamila? Dan Alex ko bisa kenal sama gadis itu? Gadis itu seperti tidak asing, kira-kira siapa gadis itu?. Begitulah pertanyaan-pertanyaan mereka yang bersarang di otak, tapi mereka menyimpan pertanyaannya untuk nanti mereka tanyakan pada Alex dan Aretta.
Alex bangkit dari duduknya ia berjalan menghampiri Aretta dan Kamila. "Lo ngapain ke sini?" Tanya Alex memicingkan matanya menaruh kecurigaan besar pada Aretta.
Aretta mendengus kesal karena ia tau isi pikiran Abang kembarannya ini. Tiba-tiba Aretta tersenyum manis pada Alex dan Alex pun tau apa arti senyuman itu.
"Emang sudah waktunya." Ucap Alex ambigu yang membuat mereka semua tidak mengerti ucapan Alex.
Aretta mengangguk mengiyakan. "Gue gak mau buang-buang waktu lagi gua juga butuh dukungan agar bisa menyelesaikan ini semua secepatnya." Ucap Aretta dengan mata yang berkaca-kaca.
Alex yang melihat adiknya nangis langsung membawa ke dalam pelukan hangatnya. Alex gak bisa melihat Aretta nangis seperti itu dan Alex juga bisa merasakan beberapa sakitnya jadi Aretta.
"Udah jangan nangis kita bicarain ini sama semuanya dan gue harap lo bilang semuanya jangan ada yang lo tutup-tutupin walaupun itu sepele menurut lo." Ucap Alex melepaskan pelukannya menuntun Aretta ke arah sofa.
"Alex lo keliatannya akrab banget apa lo punya hubungan sama dia?" Tanya Azka yang menaruh curiga pada adiknya. Pasalnya Azka liat interaksi Alex dan Aretta seperti orang pacaran, dan lagi sejak kapan Alex mau berdekatan dengan perempuan bahkan sampai memeluknya erat? Entahlah itu hanya Alex yang tau.
"Ada yang mau aku sampaikan pada kalian semua." Ucap Alex yang tidak memperdulikan pertanyaan abangnya.
"Bang Azka." Batin Aretta melihat Azka dengan tatapan sendu.
"Katakan boy." Ucap Rafka yang memang sejak tadi menunggu penjelasan dari anak keduanya tentang gadis yang ada di samping Alex.