Alih-alih menikmati fasilitas orang tuanya Sheeva memilih menepi dan hidup di panti asuhan sejak duduk di bangku kelas 8 menengah atas. Banyak hal membuatnya memutuskan demikian
lantas apa yang mendorong gadis sekecil itu menjauh dari dekapan hangat keluarganya ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mayra Zahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jasmine kembali berulah
Kay benar- benar bebal, semakin Sheeva tolak semakin dia gencar mendekat. dia tak mau lagi sembunyi-sembunyi. Dia ingin dunia tau jika dia mencintai sesosok wanita mungil bernama Sheeva.
Sheeva bahkan sampai jengah di buatnya, setiap hari menjadi trending topik di Harapan bangsa. Sebagian ada yang senang dan mengatakan memang hanya Sheeva lah yang cocok dengan Kay. Namun tak sedikit yang menghujat, terlebih setelah tau kalau Sheeva menolak Kay.
Terang-terang ada yang mengatakan dia tidak tau diri. Karena sebagai siswa beasiswa berani menolak putra mahkota keluarga Aditama yang tak lain pemilik sekolah ini. Dan masih banyak lagi ucapan tak pantas mengarah padanya.
" Sheev jadi bener kamu dekat sama Kay ?" Sheeva menghela Nafas.
" Penting ya buat aku jawab. Kita disini buat menbahas acara Wasana Warsa, bukan buat membahas urusan pribadiku " Jawaban menohok Sheeva lontarkan atas pertanyaan dari Bisma.
" Sorry Sheev..!" Bisma nampaknya merasa bersalah.
" Udah selesai kan, semua hasil rapat sudah ku tulis, aku harap kamu juga sudah menyalinnya Nis " Ucap Sheeva sembari menatap Anisa yang menjabat sebagai sekretaris osis.
" Sudah kok Sheev "
" Kalau sudah aku keluar, jangan lupa acara ini harus segera masuk ke majalah sekolah, dan terima setiap msukan yang masuk dari sana. Rapat minggu depan adalah mempertimbangkan masukan yang ada. Jangan lupa undang juga perwakilan kelas dari masing-masing kelas tingkat 12 yang ada. Di bagi dalam dua hari. Jangan di gabung atara kelas IPA dan IPS siapa tau mereka ada rencana berbeda."
" Siap Sheev "
" Kita usahakan untuk membuat acara bersama, namun jika mereka mau sendiri-sendiri seperti sebelumnya kita kasih wadah buat berdiskusi "
" rapat hari ini cukup, silahkan kembali ke kelas masing-masing " Sheeva bangkit dan melangkah keluar usia mengemasi barang-barangnya.
" Kamu sih Bis, cari mati aja. Sudah tau Sheeva paling anti membahas masalah pribadinya." Ucap Bayu.
" Ini juga perlu di ingat sama yang lain. Jangan ada yang mencoba membahas masalah pribadi Sheeva kalau sedang kumpul begini. Fokus saja sama apa tujuan kita "
" Iya sih aku sendiri juga kurang nyaman kalau maslaah pribadi di share di tempat publik begini " Ucap Anisa.
" Sudah-sudah, kalau di terusin yang ada kita malah jadi berantem. Intinya hargai setiap privasi orang lain gitu aja " salah satu anggota osis pria mencoba menengahi.
Sementara Sheeva kini melangkah tenang kearah kanti. Dia benar-benar lapar karena pagi tadi tidak sempat sarapan.
" Wau mau kemana princesnya Kay ?" Sheeva menganggap angin lalu ucapan Jasmin.
" Kayaknya Kay udah mulai bosan deh sama kamu. Makanya jangan sok jual mahal. Di pikir cantik apa sok-sok an menolak Kay " Sheeva masih tak menggubris.
" Hay nyaut dong kalau di ajak bicara, nyelonong aja " Ucap Adisti salah satu dayangnya Jasmine sembari menepuk pundak Sheeva dengan keras.
Sheeva menghela nafas lalu, membalikan badanya.
" Kalian ngomong sama aku to, kirain "
" Kamu pikir kami ngomong sama siapa ?" Jasmine mulai terpancing sepertinya dan Sheeva suka itu.
Sheeva bersedekap dada sembari terkekeh.
" Lha kan kalian nggak menyebut namaku, malah pangil aku apa tadi , Princesnya Kay ?"
" Wau kalian akhirnya mengakuinya juga ya " Sheeva terlihat mengolok Jasmin kali ini.
" PD Banget kamu ?"
" Kan aku cuma meluruskan omongan kalian " Jawab Sheeva santai.
" Kamu ..!" Jasmine melotot kearah Sheeva.
" Apa..bukan sudah ku bilang berkali-kali. Upgrade dirimu agar di lirik seorang Kay. Jangan hanya terus menyalahkan orang lain atas kegagalanmu mendapat hatinya Kay."
" Kalau memang dia mau, sok ambil. Aku bukan jual mahal, aku hanya malas berurusan dengan kamu gara-gara dia. Aku disini untuk mencari ilmu bukan berebut laki-laki dengan kamu "
" So jangan lagi mengkaitkan aku dengan gagalnya usahamu mendapatkan Kay." Ucap Sheeva dengan tegas semabari berlalu meninggalkan Jasmine dan dayang-dayangnya.
" Dia pikir aku suka apa di kejar-kejar kak Kay, sumpek iya yang ada " Rutuk Sheeva dalam hati.
Sampai di kanti makin sesah saja dadanya. Rasanya menyesal sudah mendatangi temat ini. Lihatlah Kay sudah duduk mani di tempat biasa dia dan Nindy duduk. Mana kursi lain juga sudah penuh lagi.
Andai perutnya tak benar-benar lapar ingin rasanya di kembali ke kelas saja.
Sheeva memilih stan bakso, dia sedang ingin makan yang pedas, untuk mengurai rasa suntuk di hatinya. Rencana nanti mau dia makan di kelasnya saja.
Sheeva bukan tak menyadari jika Jasmine dan teman-temannya juga mengikutinya sampai ke kantin, namun dia memilih acuh.
Namun saat dia berbalik dan berjalan dengan membawa kuah bakso yang mengepul dia melihat kalau Dania salah satu dayangnya Jasmin hendak mengerjainya. Dia tersenyum sinis melihat itu.
" Kita lihat siapa yang akan terkena sialnya kali ini " Ucap Sheeva dalam hati.
Benar saja begitu sheeva mendekat Dania sengaja mengadangkan kakinya di jalan. Sheeva yang sudah megetahui rencana busuk mereka pura-pura tersandung namun dengan akal pandainya dia pura-pura terjatuh dan kuas bakso mengepul itu dia arahkan ke meja di tempati Jasmin dan kawan.
" Aughh...!" Jasmine teriak kesakitan. Tangannya terkena cipratan kuah bakso yang masih panas. Sementara yang lain sigap menyelematkan ponsel mereka. Karena reflek menghidari rasa panas, Jasmine bahkan sampai menjatuhkan ponsel mahalnya.
" Ups...sorry " Ucap Sheeva dengan muka di buat sok merasa bersalah. Padahal dalam hari dia terbahak.
" Kamu apa-apaan sih Sheev, senggaja ya ?" Teriak Jasmine marah.
" Rok Gue jas "Teriak Adisti, rupanya kuah baksonya luber kemana-mana, sampai rok para sahabat Jasmin ikut basah di buatnya. Untuk saja Sheeva tidak memakaikan sambal di baksonya. Kebayang nggak rasanya kalau ada sambal di dalam kuah bakso Sheeva.
" Kain kali, minta anak buahmu bermain sedikit rapi, agar trik kalian tidak mudah di baca lawan " Ucap Sheeva sembari bersedekap dada.
" Kamu.."
" Apa, jangan berlagak sebagai korban padahal kamulah penjahat yang sesungguhnya. Kalian pikir aku nggak melihat kalau Dania sengaja menghadangku dengan kakinya ?"
" Mataku tidak buta kawan "
" Dan aku yakin yang disini juga banyak yang lihat kan tadi ?"
" Minta maaf nggak kamu, kalau nggak aku laporin kamu ke kepala sekolah Sheev, kamu udah berbuat kriminal di sekolah. Biar kamu tau rasa beasiswamu di cabut "
Sheeva terkekeh, dia tau jasmine sudah mulai terpojok dan sedang berusaha mejaga harga dirinya.
" Laporin saja, kita lihat siapa yang akan mendapat skorsing dari pihak sekolah " Sheeva sama sekali tak gentar.
" Kamu nantangin aku, kamu lupa guru BK di sini itu adalah adiknya papaku ?" Sheeva mengeleng.
" Ogh..jadi ini yang membuat kamu merasa aman berbuat semena-mena selama ini, hanya karena berlindung di balik ketiak pamanmu yang menjabat jadi guru BK di sini "
" Kalau begitu silahkan laporkan dan kita akan melihat seberapa profesionalitas pamanmu sebagai guru BK di sini "
" Aku tunggu ya pangilan BK nya." Sheeva justru seolah menantang Jasmine.
" Gila nyalinya bu bos, loe nggak mau bantui Kay ?" Rama menyampaikan kekagumannya terhadap Sheeva yang begitu tenang dalam mengatasi huru-hara.
" Dia lebih dari mampu menyelesaikan ini sendiri, cukup awasi saja. Kalau memang perlu baru aku atau daddy langsung yang akan turun tangan "
💪
terlalu berat beban hidup sheeva..