"Jangan nona,kami takut tuan akan memarahi kami."ucap pria itu yang memohon pada Nonanya untuk tidak pergi.
"Sudahlah, biarkan aku pergi sekarang.Lebih baik kalian diam saja."jawab wanita itu dengan nada marah.
Wanita itu langsung pergi dengan membawa sepeda motor jadulnya menuju lokasi tempat tinggal sementara dirinya.
Dibalik semua itu ternyata dia sedang menutupi identitasnya dan mencoba berbaur dengan orang lain , apalagi dibalik dia melakukan itu ada maksud tertentu tentang misi yang sedang dia lakukan untuk mencari informasi penting.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ArsyaNendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33(RRM)
"Maaf Nona,saya datang hanya ingin mengantarkan dokumen ini." ucap Andra,yang seketika membuat Angel tertegun mendengar suara yang tidak begitu asing ia dengar.
"Tidak mungkin jika dia..."Angel langsung menoleh ke belakang,yang spontan membuat dirinya kaget .
"Andra." Batin Angel yang melihat langsung kehadiran Andra tepat didepan dirinya.
Andra pun sama terkejut melihat sosok wanita yang berdiri didepannya, wanita sangat mirip sekali dengan kekasihnya.Tapi yang membedakan wanita didepannya tidak memakai kacamata tapi ia tetap bisa mengenali jika didepan dia adalah Nina kekasihnya yang selama ini dia cari.
"Nina." Ucap Andra dengan suara lirih.
Angel terdiam mendengar nama samarannya disebut oleh pria itu yang tak lain Andra yang melihat kehadiran Angel di tempat itu.
"Kamu Nina kan." Andra berdiri mendekati Angel,ia hanya terdiam menatap wajah Andra.
"Dia masih mengingatku." batin Angel yang tidak bisa berbuat apa-apa setelah pria itu mengingat Siapa dirinya.
"Aku masih mengingat wajahmu, walaupun dirimu menutupi dengan kacamata aku masih bisa mengenalmu Nina." Andra semakin mendekati Angel dan Angel hanya menghela nafas.
Tiba-tiba saja Andra lari dan langsung memeluk Nina,"Kamu kemana saja, aku terus mencari mu hingga aku pergi mencari mu sampai di tempat kerjamu.Kenapa kamu tiba-tiba menghilang tanpa sebab."Andra Langsung pecah, memeluk erat Nina hingga tanpa ia sadari Andra menangis dipelukan Nina.
Reaksi Angel hanya terdiam mendengar apa yang diucapkan Andra olehnya, bahkan ia mulai menilai apa yang selama ini ia pikirkan tak sama dengan perkiraannya.
"Aku kira dia akan melupakanku, tetapi dia masih mencariku. Apakah mungkin..."Angel masih meragukan hal itu bahkan ia lebih memilih diam untuk itu.
Andra melonggarkan pelukannya dan langsung memandangi wajah Nina yang tampak begitu berbeda.Biasanya ia mengikat rambutnya dan memakai kacamata,tapi semua berubah dengan wajah barunya yang terlihat begitu cantik.
"Kenapa wajahmu tampak begitu berbeda." Ucap Andra yang menilai perubahan dalam penampilan Nina saat itu.
"Seperti ini wajahku." Jawab Angel dengan nada sedikit dingin,Andra membalas dengan senyuman.Dalam hatinya mulai mencurigai tentang keadaan Nina yang tiba-tiba ada di tempat ini.
Pada akhirnya mereka duduk bersama di sofa didekat meja kerjanya,Angel langsung mengambil dokumen yang telah dibawa oleh Andra.
Andra diam-diam mengamati wajah Nina dari dekat, mulailah ia mencoba memberanikan diri bertanya.
"Bolehkah aku bertanya sesuatu?" Tanya Andra yang mencoba memberanikan diri bertanya pada Nina.
Angel terdiam sembari melirik kearah samping,"Apa." Jawab Angel yang menjawabnya dengan singkat.
"Kenapa kamu pergi tanpa sebab dan yang lebih membingungkan kenapa kamu bisa ada disini." Angel langsung menatap wajah Andra.
"Aku pergi karena pekerjaanku sudah selesai,dan aku disini sedang bekerja." Jawab Angel yang akhirnya menjelaskan itu semuanya pada Andra.
"Bekerja,bukannya kamu bekerja di restoran sebagai pelayan." Andra masih bingung dengan jawaban Nina.
"Bukan." Jawab Angel.
"Lalu?"
"Kamu datang kesini untuk apa?" Tanya balik Angel pada Andra.
"Aku hanya ingin menyerahkan dokumen ini,karena itu aku datang kesini.Lalu denganmu bagaimana?" Pertanyaan itu langsung dijawab.
"Aku juga bekerja disini, sebagai CEO diperusahaan ini." Seketika Andra terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh Angel.
"Tidak mungkin, pasti kamu bercanda." Andra tak begitu percaya.
"Untuk apa aku bohong." Jawab Angel dengan santai.
Andra terdiam mencerna setiap apa yang dikatakan oleh Angel.
"Apa Angel,jadi namamu bukan Nina?" Pertanyaan itu masih keluar dari mulut Andra yang masih tak percaya.
"Iya bukan Nina,tapi Angel." Jawab Angel yang akhirnya menceritakan jujur tentang identitas dirinya yang sebenarnya.
"Tapi apa tujuanmu menyamar dengan nama Nina?" Andra terlihat bingung harus menanggapinya bagaimana.
"Ada sesuatu pekerjaan yang harus aku selesaikan saat itu." Jawab Angel yang tak menerangkan secara detail.
Andra masih berpikir kenapa dia melakukan hal itu,"Lalu dengan posisimu disini sebagai CEO apa benar?" Andra pun masih tak percaya akan kebenaran itu.
"Itu benar,aku adalah CEO diperusahaan ini." Mendengar jawaban itu,Andra mengusap wajahnya tak percaya dengan kebenaran itu.Jika itu memang benar,Angel bukanlah orang biasa yang ia temui.
"Baiklah." Jawab Andra yang masih mengatur pikirannya.
"Apa kamu tak ingin pergi dariku." Perkataan itu langsung membuat Andra terdiam.
"Aku membohongimu dan kamu masih bertahan mendekatiku." Andra langsung meresponnya dengan menggelengkan kepala.
"Aku akan bertahan, walaupun sedari awal kamu berbohong aku masih percaya padamu." Angel menatap wajah Andra dan meletakkan dokumen itu dimeja.
"Percaya,aku sudah bilang sedari awal aku bukan orang baik dengan bukti aku membohongimu.Apa tidak cukup untuk menaruh kecurigaan padaku." Angel sengaja mengetes Andra.
"Jika menurut orang kamu tidak baik,tapi bagiku kamu orang baik.Sedari awal aku memilihmu untuk hubungan serius bukan untuk sekedar main-main."ucap Andra yang menatap wajah serius Angel.
"Apa kamu masih meragukannya?" Pertanyaan itu membungkam bibirnya,ia masih belum menerima dan masih meragukan itu.
Tiba-tiba saja tangan Andra menggenggam tangan Angel,"Aku paham apa yang menjadi beban pikiranmu, setidaknya aku akan mencoba terus menyakinkan mu.Aku akan menunggu sabar hatimu terbuka untukku." Ucap Andra yang menatap serius dengan perhatian yang begitu besar dengan Andra berikan pada dirinya.
Angel terdiam memandangi wajah Andra yang begitu yakin jika dia mampu menaklukkan hati Angel, walaupun Andra berusaha keras untuk membuktikan itu semuanya.
Angel memahami apa yang Andra pikiran tentang dirinya untuk selalu ada disampingnya dan membuktikan keseriusan dia pada dirinya.
Angel kembali di tempat duduknya dan mengecek kembali dokumen itu.Sedari tadi Andra mengamati Angel dari dekat.
"Ternyata dia sangat cantik dari dekat."Batin Andra yang terus memandangi wajah Angel dari dekat, yang sontak saja membuat Angel melirik kearahnya.
"Ada apa?" Tanya Angel yang sudah dari tadi merasa jika dirinya selalu dilihat oleh Andra.
"Ternyata wajah aslimu sangat cantik."reaksi Angel hanya terdiam mendengar rayuan dari Andra.
Angel meresponnya dengan senyuman sinis, sedangkan Andra membalas dengan senyuman dan dalam hatinya merasa bahagia bisa lebih dekat dengan Angel.
"Semuanya sudah aku cek,bilang langsung pada tuan Santo jika semuanya sudah clear tinggal menunggu kabar dari kami selanjutnya." Kata Angel yang sengaja sudah mengecek dan tinggal menunggu jawaban dari tuan Santo.
"Baiklah nanti aku beritahukan pada beliau." Jawab Andra yang melihat Angel langsung menghubungi seseorang.
"Cepat ke ruangan ku sekarang." Setelah itu, Angel mematikan sambungan teleponnya.
Tiba-tiba saja terdengar suara ketukan dari arah pintu,yang dimana ada Milano yang datang menghampiri Nonanya.
"Ada yang bisa bantu Nona." Kata Milano sembari menundukkan kepala.