NovelToon NovelToon
Dimana Waktuku?

Dimana Waktuku?

Status: sedang berlangsung
Genre:Spiritual / Fantasi Wanita
Popularitas:50
Nilai: 5
Nama Author: Nayla

tidak ada yang terlahir lemah, namun juga tidak ada yang terlahir kuat, semua di bentuk oleh kerja keras.

buku ini akan menceritakan tentang bagaimana hidup sang berbakat sebelum menjadi yang terkuat

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nayla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

"ada apa?

" seperti nya tuan muda sudah kembali!!

"apa?!!

" benarkah?!!

"benar!

" tuan besar menyuruh kita mempersiapkan jamuan atas pulang nya tuan muda!!

Athena melirik ke arah para pelayan yang sedang panik dengan tatapan heran.

"apa yang mereka lakukan? gumam gadis itu, namun ia lebih memilih bodo amat dan melanjutkan perjalanan nya.

" Cklek" suara pintu yang di buka, seorang gadis cantik dengan rambut panjang hitam pekat dan Dress Pressbody dan manik manik berkilau berjalan masuk.

manik manik putih cerah itu terlihat bersinar saat di gabung kan dengan dress hitam pekat milik nya.

"selamat pagi nona~ sapa Alan ramah.

gadis itu hanya tersenyum.

" ada apa? tanya Perez, tatapan dan tangan nya hanya tertuju pada berkas berkas di atas meja.

"kenapa para pelayan di luar panik? tanya gadis itu duduk di sofa.

" silahkan teh nya~ ucap Alan meletakkan satu gelas teh di hadapan Athena.

"terimakasih" ucap gadis itu tersenyum.

"sama-sama~

" sebentar lagi kakak mu akan pulang " balas pria itu singkat.

"apa kau kemari hanya untuk menanyakan itu? perez menaikkan satu alis nya menatap Athena.

"tidak"

"ayah,,, aku ingin membuka ruang dimensi tempat pendamping ku berada" ucap Gadis memberi salam.

"kenapa kau baru memberi salam setelah duduk di sofa?

" maaf, saya lupa" ucap gadis itu tersenyum.

"Nonaa~

" anda sangat manis dan cantikkk~ teriak Alan memeluk berkas nya erat.

"hufffttt" Perez memijit pelipis nya pelan.

"aku akan membantu mu nanti malam" ucap pria itu kembali membuat berkas nya.

"terimakasih ayah" Athena tersenyum manis sambil membungkuk kan badan.

"sampai jumpa alan" gadis itu melambaikan tangan pada asisten ayah nya.

"sampai jumpa nona~ Alan membalas lambaian tangan Athena.

" bugh!

"bekerja lah dengan benar! ucap Perez setelah melemparkan sebuah berkas tepat ke wajah Alan.

" baik~ ucap pria itu lesu.

"selamat pagi nona~ sapa pelayan yang berpapasan dengan gadis itu.

Athena hanya tersenyum lalu melambaikan tangan.

" bukan kah nona muda kita sangat cantik????

"kau benar!

" semakin aku melihat nya semakin aku terpesona!!

"aku hampir tidak menyangka kalau dia adalah anak kecil yang dulu pernah tidak bisa berjalan......

".......

" ayo kita tinggalkan dia!

"iya iya!

" tunggu!!

"hufftt,,, astaga" gumam gadis itu.

"turun kan dengan perlahan!

" jangan sampai barang tuan muda ada yang rusak!

"hei kau!

" jika kau menjatuhkan kotak itu aku akan memecat mu!!

"baik!!

Athena melihat ke bawah jendela dengan tatapan datar.

" benar-benar berisik" gadis itu lalu berjalan pergi.

dengan langkah yang tenang dan anggun Athena menuruni tangga.

suara gemercik dari baju dan beberapa perhiasan nya membuat gadis itu terganggu.

"Athena!!! teriak Ashley dari belakang gadis itu.

" apa kau juga mau menyambut kepulangan kakak?! tanya nya dengan mata berbinar berjalan di samping Athena.

"benar"

"aku melihat kereta kuda mereka sudah sampai" balas Gadis itu tenang.

"aku menantikan kedatangan mereka" ucap Ashley gembira.

Athena melirik ke arah Ashley.

wajar saja dia seperti itu, mereka telah meninggalkan rumah selama 4 tahun untuk belajar di akademi.

"kakakkkk!!! teriak Ashley berlari menghampiri Arsene Zelka dan Zender yang baru saja turun dari kereta kuda.

" hah?

"Hei Ashley!! Zelka memeluk Ashley tepat saat gadis itu menerjang nya.

" hahahaha

"bagaimana kabar mu?? tanya pemuda yang kini berusia 20 tahun itu.

" aku baik! ucap Ashley mengusap air mata nya.

"jangan menangis dong.....kau membuat air mata ku mau keluar! ucap Zelka mendongak agar air mata nya tidak menetes.

" dasar memalukan! cibir Arsene dari samping pemuda itu.

"diam lah,, apa kau tidak ingin memeluk adik mu? tanya Zender.

" aku bukan lah seorang kakak yang kekanak-kanakan! ucap Arsene berjalan pergi.

"dia orang tanpa hati nurani" gumam Zelka mengacak-acak rambut Ashley.

Athena berdiri diam di bawah anak tangga, gadis itu menunggu dengan tenang ke tiga kakak nya masuk.

"apa yang kau lakukan di sana? tanya Arsene menaikkan satu alis nya.

" rambut mu semakin panjang kak" ucap gadis itu tersenyum manis, ia lalu perlahan-lahan membungkuk untuk memberi salam.

namun Arsene berlari dan memeluk gadis itu erat dengan derai air mata.

"aku merindukan mu~ ucap nya dengan suara serak.

Athena tersenyum, gadis itu lalu membalas pelukan Arsene tak kalah erat.

Zelka dan Zender menatap datar pemuda itu, apa nya yang bukan kekanak-kanakan?

Perez menyaksikan dari atas tangga bersama Alan.

" Nona tuan muda~ ucap Alan mengigit sapu tangan karena tidak kuat menahan air mata.

"kalian sudah sampai? ucap Alex datang bersama Ailuna.

" kakek! Zelka berjalan menghampiri Alex dan memberi salam pada pria yang sudah tua itu.

"aku merindukan nenek~ ucap nya memeluk Ailuna Erat.

" aku juga merindukan cucu tersayang ku~

"Ayah turun lah! ucap Ashley dari bawah tangga.

" Athena merekam semua ini untuk di tunjukkan kepada Kak Damien dan Kak Arthur! lanjut gadis itu melambaikan tangan dengan tersenyum ceria.

Pria itu mengangguk, ia lalu perlahan-lahan menuruni anak tangga.

"kau juga turun lah Alan! teriak Athena.

" saya? Alan menunjuk diri nya sendiri.

"benar! lanjut Ashley.

" mau bagimana lagi jika nona yang meminta" pria itu lalu menuruni anak tangga dengan tersenyum canggung.

Athena lalu mengarahkan kristal sihir yang merekam ke arah pintu agar semua orang kelihatan jelas.

"1 2 3!! Teriak Ashley.

" Kak Damien! Kak Arthur!!

"sekarang giliran kalian yang pulang!!! teriak semua orang bersamaan, meskipun Zelka dan Alan yang paling kencang.

selain merekam Athena juga mengabadikan semua nya dalam sebuah kertas kecil yang di sebut foto, gadis itu juga mengabadikan Arsene yang sedang menangis sambil memeluk nya.

"ketua!! teriak seorang pendekar berlari menghampiri tenda.

" ada apa? tanya Damien.

"Adik anda mengirimkan ini! ucap pendekar itu memberikan burung yang Athena kirim.

Damien melihat sekilas burung itu, ia lalu tersenyum dan mengambil nya dari tangan pendekar pedang itu.

"terimakasih"

"sekarang kau boleh pergi"

"baik!

" ada apa kak? tanya Arthur, pemuda itu datang dengan pakaian Ksatria milik nya.

"sebentar lagi kita sudah harus bertarung" ucap nya meminum air.

"Arthur"

"apa?

" apa kau tahu sekarang hari apa?

"hari apa?

" bukan kah sekarang waktu nya mereka bertiga pulang dari akademi?

"benar" Damien mengangguk dengan senyuman yang terpantri di wajah nya.

"Athena mengirimkan ini,,,apa kau mau melihat nya bersama ku? tanya nya menatap Arthur.

Arthur mendekat, ia lalu duduk tepat di samping Damien.

mereka menonton dan melihat lihat isi dari burung buatan yang dikirim kan oleh Athena.

mulai dari video kembali nya Arsene Zelka dan Zender, lalu video dari pesta penyambutan mereka.

Athena juga mengirimkan foto foto yang lumayan banyak, bahkan Archelio yang terpisah jauh juga ada di foto itu.

bahkan beberapa aib Arsene juga gadis itu kirimkan seperti saat ia menangis, saat ia tidur dan wajah nya di gambar oleh Zelka, atau saat seorang gadis muda tak sengaja menabrak nya.

Athena juga mengirimkan foto foto Perez yang ia foto diam-diam karena pria itu cukup banyak tersenyum.

"Kami menantikan kalian berdua" isi dari secerai kertas yang Athena selipkan.

Damien dan Arthur tersenyum bahkan sesekali terkikik pelan saat melihat apa yang dikirim kan oleh Athena.

Damien lalu mengambil kertas dan pena, pemuda itu lalu menuliskan sesuatu di kertas itu.

..."Arsene Zelka Zender"...

...selamat atas kelulusan kalian dari akademi, maaf aku dan Arthur tidak bisa ikut menyambut kalian bertiga karena kami sibuk berperang, tapi aku senang karena kalian mampu lulus dari sana hanya dalam waktu 4 tahun, tidak lama lagi aku dan Arthur akan pulang setelah perang di sini usai, kalian tunggulah dengan tenang karena aku juga akan membawakan buah tangan, untuk Athena terimakasih Karena telah mengirimkan semua ini pada kami berdua, aku janji akan membawakan apa yang kau minta 5 yang tahun lalu....

~Damieno Lysander Vesper~

... 26 02 11*...

"apa yang kau baca? tanya Arsene mendekat ke arah Athena.

"surat dari kak Damien" balas gadis itu, ia lalu menyodorkan surat itu kepada Arsene.

"dasar kakak bodoh! ucap Arsene tersenyum.

" aku harap mereka bisa kembali dengan tenang"

"kau benar"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!