Kevin Sanjaya dulunya adalah seorang kurir Ojol pengantar makanan dengan kehidupan keluarga yang penuh dengan kemiskinan. akhirnya dia menemukan sistem pengantaran terhebat.
Sistem tersebut membuat dirinya bisa mendapatkan kekayaan dengan melakukan pengantaran makanan, bahkan wanita cantik pun beramai-ramai mendekatinya.
saat sistem bekerja, ulasan terbaik adalah prioritas atas segalanya. akhirnya kekuatan dan pengaruh telah ia dapatkan, namun tuntutan sistem akan semakin menekan.
bahkan kekuatan penguasa - penguasa akan dia lawan, juga wajah - wajah baru akan dia temui.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kenjiro Dominic, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33 : Aku, Kevin Sanjaya, Selalu Menepati Janji!
Saat ini, para kerabat yang sebelumnya meragukan Kevin dan Vanesa hanya bisa terpaku menatap tumpukan uang yang menggunung di depan mereka.
Siapa lagi yang masih berani berpikir bahwa Kevin bukan sosok luar biasa?
Siapa yang masih berani mengatakan bahwa dia hanya pura-pura kaya, menyewa mobil mewah dan jas mahal?
“Brother Kevin! Vanesa!”
Para kerabat yang tadi bersikap menyebalkan kini mendekat dengan wajah penuh penyesalan dan kecemasan.
“Kami salah paham tadi… bisa tidak kalian berbagi sedikit uang dengan kami?”
“Iya, kita kan keluarga! Bagaimana kalau… masing-masing kasih kami beberapa juta saja?”
Mereka mendekat dengan penuh harap.
Vanesa jelas tidak menyukai sikap menjilat mereka.
Dalam hatinya ia mencibir:
Barusan saja kalian menjilat Amar dan Okta, bahkan mengejek kami. Sekarang langsung berubah begitu saja?
Dengan senyum tipis, Vanesa berkata:
“Uang ini milik Kevin. Aku tidak berhak memutuskan. Kalau mau, silakan minta langsung ke dia.”
Kevin, yang paham isi hati Vanesa, tertawa kecil.
“Maaf ya.”
Nada suaranya santai, tapi tajam.
“Aku, Kevin, memang kaya. Tapi bukan berarti aku bodoh.”
“Setiap hinaan yang kalian lemparkan tadi, masih aku ingat jelas.”
“Jadi jangan berharap dapat bagian dari uang ini.”
“Saya tidak membalas kalian saja sudah sangat baik. Mengerti?”
Mendengar itu, para kerabat tersebut hanya bisa menelan amarah dan rasa kesal.
Tak satu pun berani melawan.
Karena mereka tahu—
Dengan kekuatan dan kekayaan Kevin, jika ia benar-benar ingin membalas, mereka tidak akan punya kesempatan sama sekali.
“Baiklah, keluarga yang baik… mari kita mulai pembagian uangnya.”
Kevin langsung mengabaikan mereka.
Ia menggandeng Vanesa ke depan tumpukan uang.
“Sayang, tugas ini aku serahkan padamu.”
“Baik!”
Saat itu, Vanesa benar-benar yakin sepenuhnya—
Kevin adalah sosok luar biasa!
Ia juga tahu, semua ini dilakukan untuk mengangkat martabatnya di hadapan keluarga.
Dan benar saja—
Para kerabat yang mendapatkan bagian langsung berterima kasih padanya dengan penuh haru!
“Terima kasih, Vanesa! Kalau bukan karena kamu, kami tidak akan pernah melihat uang lima miliar ini!”
“Semoga kamu dan Brother Kevin hidup bahagia sampai tua!”
“Brother Kevin pasti akan membuatmu sangat bahagia!”
Mereka bahkan hampir berlutut karena terlalu bersyukur!
Bagi Vanesa—
Rasa bangga dan kebahagiaan itu berlipat ganda.
Dari orang tua…
Hingga neneknya.
Terutama sang nenek…
Air matanya terus mengalir.
Melihat cucu kesayangannya menemukan pria seperti Kevin—
Pria yang jauh melampaui harapannya.
Melihat neneknya begitu bahagia, hati Vanesa dipenuhi rasa hangat.
“Kevin… terima kasih…”
Namun…
Di saat sebagian orang bahagia—
Sebagian lainnya justru hancur!
Para kerabat yang tadi memilih berpihak pada Amar dan Okta—
Yang meremehkan Kevin—
Kini tidak mendapatkan apa-apa!
“Sial!”
Mereka menatap dengan mata merah penuh amarah.
Semua kemarahan mereka langsung diarahkan pada Amar dan Okta!
“Ini semua gara-gara kalian! Kita kehilangan lima Miliar!”
“Lima Miliar! Bisa beli rumah besar di kota! Bisa beli mobil mewah!”
“Semua hilang begitu saja! Sialan!”
Amar dan Okta hanya bisa berdiri kaku.
Seratus Miliar…
Dibagikan begitu saja?!
Apakah Kevin harus semewah itu?!
Mereka awalnya ingin mempermalukan Kevin…
Namun justru merekalah yang dihancurkan habis-habisan!
Melihat itu semua, Kevin tertawa puas.
“Aku sudah bilang… mereka pasti akan menyesal.”
Tak lama kemudian—
Seratus Miliar dibagi habis!
Lebih dari dua puluh keluarga mendapatkan bagian.
Asisten cantik itu kemudian berkata:
“Tuan Kevin, masih tersisa hampir dua puluh miliar uang lebih yang ikut terbawa. Bagaimana dengan sisanya?”
“Masih banyak ya?”
Kevin mengusap dagunya.
“Aku tidak butuh uang ini. Dan jelas tidak akan kuberikan ke mereka yang tidak mendukungku.”
“Begini saja—bagikan lagi ke keluarga yang tadi mendukungku.”
“Anggap saja tambahan hadiah mobil mewah untuk masing-masing.”
BOOM!
Para kerabat kembali heboh!
Dua puluh keluarga…
Berarti masing-masing dapat tambahan satu Miliar Rupiah!
Total—
Enam miliar per keluarga!
“Gila! Ini luar biasa!”
“Brother Kevin benar-benar legenda!”
Mereka kembali mengucapkan terima kasih dengan penuh semangat!
Sementara itu…
Para kerabat yang tidak kebagian hanya bisa terpaku.
Hati mereka penuh penyesalan.
Dan kebencian mereka terhadap Amar dan Okta semakin dalam!
Sial… kenapa aku bisa percaya pada dua orang bodoh itu…
Amar dan Okta kini benar-benar jadi sasaran hinaan.
Dipermalukan habis-habisan!
Melihat itu semua, Kevin sangat puas.
Ia menggenggam tangan Vanesa, lalu tertawa keras.
“Amar! Vanesa!”
“Masih ingat taruhan kita?”
“Kalau kalah… kalian harus berlutut dan makan kotoran anjing!”
“Bawa ke sini! Sudah siap?”
“Sudah siap!”
Para pria berjas langsung menjawab serempak.
Sebuah kotak dibuka—
Dan di dalamnya…
Tumpukan besar kotoran anjing yang masih mengepul!
Bau menyengat langsung menyebar ke seluruh ruangan!
“Ini… ini…!”
Wajah Amar dan Vanesa langsung pucat total.
Sial… masa kita benar-benar harus makan kotoran anjing…?!