NovelToon NovelToon
High School Love On

High School Love On

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Idola sekolah / Romansa Fantasi
Popularitas:825
Nilai: 5
Nama Author: Rustina Mulyawati

Masa-masa sekolah memang paling indah dan mendebarkan. Banyak drama dan kisah cinta yang begitu manis. Ini hanya kisah tentang anak-anak remaja yang duduk di SMA. Tentang, persahabatan, cinta, pendidikan, dan keluarga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rustina Mulyawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 22 Obat Terbaik

Di sekolah, Aksa hanya fokus pada pelajaran dan pendidikannya. Karena ia sudah melupakan mimpinya untuk menjadi seorang pembalap. Karena baginya saat ini adalah bisa lulus dengan nilai terbaik, kuliah, dan mendapat pekerjaan yang layak agar bisa hidup dengan baik bersama orang tuanya. Ia ingin membuat kehidupan orang tuanya menjadi lebih baik dari sekarang. Jadi ia tidak mau membuang-buang waktunya untuk hal yang tidak berguna. Karena selain di sekolah, ia tidak punya waktu untuk fokus belajar.

Tidak lama kemudian, teman-teman Aksa datang dan menghampiri Aksa yang sedang membaca di taman.

"Dicariin kemana-mana ternyata disini, " ucap Feri sambil duduk di sebelah Aksa merangkul bahunya lembut.

"Ada apa nyariin gue? " sahut Aksa seperti biasanya nada datarnya terdengar begitu khas tanpa melirik ke arah teman-temannya dan tetap fokus pada buku catatan yang ia pegang.

"Gak papah sih. Loh lagi baca apaan sih, fokus amat bacanya? " Samsul menimpali dan bertanya karena penasaran.

"Hanya catatan kecil yang gue sempat rangkum." Aksa kini menutup buku tersebut dan menatap ke arah Samsul sambil tersenyum.

"Luka loh bagaimana? Sudah membaik? " Feri melirik luka di pelipis Aksa yang dibalut dengan perban.

Aksa meraba pelipisnya yang terluka singkat. "Yah, begitulah." Jawabnya begitu singkat dan terlihat lebih santai.

"Syukurlah kalau memang sudah membaik." Rifal merasa lega mendengar Aksa yang terlihat sangat stabil saat ini.

Lantas, di sisi lain Rifal tidak sengaja menangkap dua orang yang terlihat asik mengobrol berjalan bersama dari arah gerbang menuju gedung sekolah. Mereka tidak lain Aditya dan Devina yang memang kebetulan ketemu di depan gerbang sekolah lalu jalan bersama.

"Bukannya itu Devina? Dia terlihat akrab banget sama Adit? " ujar Rifal tanpa mengalihkan pandangannya dari mereka.

Aksan spontan menoleh ke arah mata yang dituju oleh Rifal. Disusul oleh Feri juga Samsul yang ikutan menoleh untuk melihat. Aksa malah salah fokus pada seragam yang dikenakan oleh Aditya. Ia seperti kenal dengan seragam sekolah yang dipakai oleh Adit.

"Bukannya itu baju seragam sekolah lama gue? " gumamnya berbicara pada diri sendiri.

"Loh bilang apa? " tanya Feri menyahut tidak terlalu jelas mendengar apa yang Aksa gumam kan.

"Tidak papah. Bukan apa-apa, " balas Aksa.

Sementara itu, Devina dan Adit terlihat sangat asik mengobrol bersama sekedar basa basi membicarakan tentang kemarin saat mengajari Devina bersepeda.

"Nanti gue ajarin lagi naik sepeda, loh mau? " ujar Aditya menawarkan diri dengan senang hati.

"Tidak usah, gue sudah bisa belajar sendiri. Gue juga udah beli sepeda gue sendiri, " jawab Devina menolaknya mentah-mentah.

"Oh yah? Sayang sekali. Padahal suasana hati gue sangat baik hari ini, " Adit terdengar sangat kecewa dengan jawaban Devina.

"Cih! Memangnya apa hubungannya sama ngajarin gue naik sepeda? " Devina mendengus pelan sambil tertawa kecil.

Aditya tidak menggubris perkataannya dan hanya menghela nafas berat. Seketika Devina menoleh mendengar helaan nafas tersebut.

"Kenapa? Apa ini? Wajah loh kenapa? " tanya Devina yang baru sadar kalau banyak memar di wajah Aditya.

"Ah, ini? Bukan apa-apa. Tapi apa loh tahu? Semalam Aksa terluka dan kepalanya berdarah cukup parah. Gue... "

"Apa?! Loh bilang apa?! " Devina berteriak kaget mendengar kabar itu memotong ucapan Adit yang belum selesai.

"Hei? Loh bikin gue kaget! Reaksi loh sangat berlebihan, " tukas Adit yang memang terkejut saat Devina berteriak kepadanya tiba-tiba.

"Ish! " Devina bergegas lari menuju kelasnya ingin segera bertemu dengan Aksa untuk mengecek keadaannya.

Adit hanya bisa tertegun kaku melihat kaburnya Devina yang berlari secepat kilat setelah mendengar keadaan Aksa. Lalu ia mendengus tidak percaya sebegitu khawatir ia kepada Aksa. Sementara dirinya sama sekali tidak dipedulikan.

"Aish! Mengecewakan sekali. Dia berlari secepat kilat saat tahu Aksa terluka. Padahal gue juga terluka tapi dia reaksinya biasa saja, " gumam Adit merasa sangat sedih karena diabaikan oleh Devina.

Setibanya di kelas, Devina mengedarkan pasangannya mencari-cari sosok Aksa di sana tapi tidak ia temukan. Sehingga pandangannya berhenti pada sosok Leni yang sedang asik scroll HP di bangkunya. Devina menghampiri Leni untuk bertanya.

"Oi? Loh liat Aksa? " tanyanya dengan nafas terengah-engah karena habis berlari cukup jauh.

"Loh ini kenapa sih? Datang datang nanyain si Aksa. Mana gue tahu dia dimana?" sahut Leni dengan santai.

Devina tidak menimpali perkataan pertanyaan Leni dan bergegas mencari Aksa di luar kelas. Namun saat ia baru saja melewati pintu kelas, ia berpapasan dengan Aksa yang baru kembali ingin masuk ke kelas. Sontak Devina menghentikan langkahnya mendadak karena hampir menabrak tubuh Aksa yang ada di depannya.

Sejenak pandangan mereka saling bertemu terkejut satu sama lain. Namun, segera mata Devina teralihkan pada luka di pelipis Aksa yang terbalut perban.

"Loh terluka? Kapan? Dimana? Gimana loh bisa terluka? " tanya Devina bertubi-tubi karena sangat khawatir.

Aksa tidak langsung menjawab dan hanya tertawa kecil singkat. "Satu-satu. Coba atur nafas dulu, " jawab Aksa dengan datar namun nadanya sedikit terdengar lembut.

Lantas, Devina segera menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan, mencoba untuk mengatur nafas seperti yang dikatakan oleh Aksa. Setelah nafas beratnya terdengar lebih ringan, Aksa spontan tanpa sadar mengelus rambut Devina.

"Nah, seperti itu, " ucapnya sambil tersenyum.

Tindakannya itu seketika membuat teman-temannya tertegun melongo bersamaan. Sikap Aksa terhadap Devina benar-benar sangat berbeda dari sebelumnya. Padahal dulunya ia selalu bersikap dingin dan ala kadarnya saja. Tapi sekarang Aksa terang-terangan memperlihatkan kehangatannya kepada Devina dihadapan teman-temannya. Itu sesuatu yang baru bagi mereka. Karena merasa akan menjadi pengganggu, mereka berniat meninggalkan Aksa dan Devina untuk bicara berdua.

"Sa? Kita ke kelas duluan yah? Loh santai aja ngobrolnya, " ujar Feri seraya melangkah pergi menarik kedua temannya itu.

"Yasudah, " balas Aksa singkat sambil tersenyum kecil kepada mereka.

Lantas, Feri, Samsul dan Rifal masuk ke kelas duluan. Namun mereka tidak ingin ketinggalan momen itu, jadi mereka mengintip lewat jendela kelas memperhatikan mereka dari dalam. Leni yang penasaran dengan apa yang dilakukan mereka, ikut mengintip bersama mereka memperhatikan Aksa dan Devina yang sedang mengobrol berdua di luar kelas.

"Gue dengar loh terluka semalam? Apa loh baik-baik saja? Apa lukanya cukup dalam? " tanya Devina benar-benar khawatir saat ini.

"Gue baik-baik saja. Hanya luka kecil. Loh gak perlu khawatir, " jawab Aksa begitu santai saat berbicara dengan Devina. Juga nadanya sangat berbeda menjadi lebih hangat dan lembut.

"Gimana gue gak khawatir, loh terluka tapi gue gak tahu sama sekali, " sesal Devina merasa bersalah karena tidak tahu apa-apa.

Aksa lagi-lagi tersenyum lebar. "Maaf, karena gue gak ngasih tahu loh. Tapi bukan berarti loh harus merasa bersalah, karena tidak tahu. Lagi pula, bagaimana loh bisa tahu kalau gue sendiri gak ngasih tahu loh, " balas Aksa.

Melihat sikap mereka berdua Feri dan yang lainnya sempat berpikir kalau kini Devina dan Aksa sudah menjalin hubungan. Kalau tidak bagaimana mungkin mereka berdua bisa bersikap begitu hangat dan manis saat ini.

"Apa ini? Sejak kapan mereka terlihat lebih akrab dan santai seperti ini? Pemandangan aneh apa ini? " ucap Leni bertanya-tanya karena merasa cukup aneh.

"Iyah kan? Gue rasa juga begitu, jangan-janga mereka sekarang pacaran diam-diam dibelakang kita? " terka Samsul menduga-duga.

"Kalau begitu bagus dong! " sahut Rifal menimpali dengan santai dan tenang.

"Wahh, ini sungguh tidak bisa di percaya. Ha! Gue baru ingat, kemarin Devina cerita kalau dia dipeluk sama Aksa. Apakah saat itu kejadiannya? Wah, gila sih ini! Gak nyangka banget ternyata cowok kulkas itu bisa luluh juga sama Devina, " tukas Leni lagi heboh sendiri.

"Loh udah periksa ke rumah sakit? " tanya Devina lagi masih tidak tenang dengan luka yang didapat Aksa.

Aksa tidak menjawab dan hanya melangkah satu langkah lebih dekat dengan Devina. Saking dekatnya jantung Devina sampai berdebar-debar begitu cepat. Aksa menatap dalam kedua mata Devina yang melebar karena terkejut. Bukan hanya Devina yang merasa tegang dan berdebar, namun orang-orang yang sedang memperhatikan mereka saat ini ikut merasakannya.

Aksa meraih tangan kanan Devina dan meletakkan tangan itu di lukanya yang terbalut perban. "Sekarang sudah lebih baik. Tanganmu, adalah obat terbaik yang pernah ada, " ucap Aksa membuat jantung Devina seakan ingin meledak seketika. Apalagi tatapannya yang penuh kasih dan sangat tulus, tatapan yang lembut juga teduh membuat tubuh Devina merasa seperti melayang saat ini.

Dan ternyata momen romantis itu terlihat oleh Adit dan Lala dari kejauhan. Membuat mereka cemburu dan patah hati mengetahuinya. Seakan sebuah duri menusuk sangat dalam dihati mereka. Namun perbedaan dari mereka adalah, Adit tidak membenci pemandangan tersebut dan merasa ikut bahagia walau hatinya terluka. Sementara Lala merasa sangat marah dan kesal untuk pertama kalinya kepada Devina.

1
SANG
Semangat terus pantang mundur👍💪👍💪
SANG
Like iklan plus komen👍💪👍💪👍💪
Rustina Mulyawati: Terima kasih Kakak..
total 1 replies
SANG
Aku kasih suka ya👍💪
SANG
Keren banget💪👍💪
SANG
Ceritanya seru
T28J
lanjutkan kak 👍
T28J
anjay nganter doang 3 juta 🤣👍
T28J
hadiir kakak 🙏
Rustina Mulyawati: Terima kasih udah mampir👍 Moga suka sama jalan ceritanya. ☺
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!