NovelToon NovelToon
PERNAK PERNIK KEHIDUPAN

PERNAK PERNIK KEHIDUPAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Bullying dan Balas Dendam / Horor
Popularitas:857
Nilai: 5
Nama Author: Aris Tea

Danil Dwi Cahya, 16 tahun, lulus SMP dengan prestasi gemilang. Namun, ia tak bisa lari dari "Pernak-Pernik Kehidupan" yang keras: kemiskinan, pengkhianatan masa lalu sang ayah, dan beban mengangkat harga diri keluarga.

Hatinya makin rumit saat Ceceu Intan Nuraini, sahabat sekaligus cinta tak terucapnya, rela berkorban segalanya. Di tengah dilema merantau atau bertahan, Danil harus menghadapi intrik desa, mitos seram, dan bahaya dari majikan "buaya darat" Ceceu.

Akankah ia menemukan jalan keluar dari jeratan takdir dan cinta? Atau justru terhanyut dalam 'pernak-pernik' kehidupan yang tak terduga? Baca kisah perjuangan Danil dalam PERNAK-PERNIK KEHIDUPAN

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aris Tea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 33

"Zaki... Ayo antar gue! Kita beli makan keluar aja!" teriak Alex semangat.

"Mang Kodir, Bibi Iroh... jangan repot-repot masak ya! Biar aku saja yang beliin ke desa. Sekalian mau beli rokok juga," ucapnya ramah.

"Oh iya... tadi anak muda itu bilang lho Mang. Malam ini bakal ada obrolan panjang dan serius antara Bapak sama Tuan Muda," tambah Alex mengingatkan.

Mendengar itu, Kodir hanya tersenyum tipis dan mengangguk paham.

'Pantas saja... Tanpa perlu Bapak beritahu pun dia sudah tahu segalanya. Ternyata selama tak sadar dan koma dulu, rohnya memang benar-benar sudah melayang dan melihat melewati dua dimensi. Jadi wajar dia tahu apa yang akan terjadi,' batin Kodir penuh keyakinan.

"Abang Alex... Biar Didin sama Dadan ikut ya," ucap Santi lembut meminta izin.

"Iya Aden..." timpal Mang Kodir menyetujui.

"Iya San... Iya Mang... Siap!" jawab Alex semangat.

"AYO KITA BERANGKAT!! Kalian semua ikut... Si Bungsu sama yang lain juga ikut semua! Hari ini kita borong warung grosir atau Alfa Mart! Mau jajan apa ambil saja, hari ini Tuan Alex yang traktir!" teriak Alex bersemangat mengajak anak-anak itu.

Mereka semua pun bersorak kegirangan, siap-siap berjalan menuju desa.

TAPI...

Di balik wajah ramah itu, diam-diam Alex tersenyum licik dan tertawa dalam hati.

"Hahaha biarin saja uangnya habis... Lagian ini kan uang bosku! Hshshshshs... Yang penting anak-anak senang, gue juga senang, bos kan orang kaya gak bakal ngerasa rugi kok!" batinnya jahil tapi asik.

Iroh dan Kodir hanya bisa saling pandang dan geleng-geleng kepala melihat ulah Alex yang begitu antusias. Mereka paham betul sifat asisten itu yang royal dan suka bikin suasana heboh.

Pelan namun pasti, Iroh mendekati putrinya dan berbisik lembut.

"Santi... kamu ikut saja mereka ya Nak. Ibu yakin nih... Alex pasti bakal belanja besar-besaran hari ini," bisik Ibu dengan senyum misterius.

"HAH?! Serius Bu?!" Santi terbelalak kaget mendengarnya.

"Ya sudah sana... cepat ikut mereka sebelum jauh," titah sang ibu dengan halus.

Sebenarnya tujuan Iroh menyuruh Santi ikut adalah strategi cerdas. Agar nanti di rumah tinggal tersisa dia, suaminya, Daniel, dan Prediansyah saja. Jadi mereka bisa mengobrol dengan leluasa, membahas hal-hal penting dan rahasia besar tanpa ada yang mendengar!

"Baik, baik Bu..." jawab Santi cepat.

Tanpa menunggu lama, gadis itu langsung berlari kencang mengejar rombongan yang sudah mulai berjalan menjauh.

"MAS ALEXXXX... TUNGGUUUU... AKU IKUT JUGAAAA!!" teriaknya sambil mengayunkan langkah.

Mendengar teriakan itu, mereka semua pun menoleh serentak.

"AYO SAN... CEPAT SAN... GAS POLLLL!!" teriak Alex bersorak semangat memberi kode jalan cepat.

Wajah Alex berseri-seri senang sekali, ia pun tertawa terbahak-bahak.

"Hahahaha... Asik dong ada Santi ikut. Nanti kamu San mau borong apa aja ambil aja ya... Gak usah sungkan-sungkan! Hari ini Open BO... Eh Open Budget! Hahaha," candanya heboh.

Halaman rumah bilik kayu yang tadi riuh rendah penuh tawa dan canda, kini berubah menjadi sunyi senyap. Hening sekali.

Iroh dan Mang Kodir pun melangkah masuk ke dalam ruangan.

"Aden Predi... Nak Daniel..." sapanya lembut.

Mereka berdua kini sudah terlihat jauh lebih tenang, tidak lagi tegang dan kaku seperti tadi.

"Mamang... Bibi..." jawab mereka serentak.

"Lho... Anak-anak mana? Dan Alex sama Zaki kemana semua?" tanya Prediansyah heran melihat rumah kosong melompong.

"Oh itu... Mereka semua ikut sama Alex dan Zaki. Katanya mau pergi ke desa, mau beli makanan dan jajan. Biar kita di sini bisa ngobrol tenang," jawab Kodir santai sambil duduk bersila di hadapan Prediansyah, ditemani oleh istrinya.

Tak lama, Iroh pun bertanya dengan wajah penuh perhatian.

"Nak Daniel... gimana keadaan badanmu sekarang Nak? Sudah lebih enakan?"

Dengan senyum tulus dan penuh rasa syukur, Daniel menjawab.

"Alhamdulillah Bi... Badan Daniel sudah terasa jauh lebih sehat dan kuat. Terima kasih banyak ya Bibi sama Mang Kodir sudah menyelamatkan nyawa Daniel. Kalau bukan karena kalian, mungkin Daniel sudah tidak ada di dunia ini," ucapnya tulus dan penuh hormat.

"Eh, jangan berkata begitu Nak... Ini semua sudah menjadi takdir dan jalan Tuhan. Semuanya sudah diatur sedemikian rupa," jawab Kodir lembut.

Ia menghela napas panjang, mencoba mengumpulkan keberanian. Tatapannya kini berubah serius menatap kedua pemuda itu.

"Sebenarnya... Mamang dan Bibi juga ada maksud dan tujuan tertentu. Kami ingin meminta bantuan dari kalian berdua... dari Nak Daniel dan juga Aden Prediansyah."

Rasa sungkan dan ragu masih jelas terlihat dari raut wajahnya, namun ia tahu... ini lah waktu yang tepat. Tidak bisa ditunda-tunda lagi. Saatnya membuka semua kartu dan meminta pertolongan untuk memutus rantai takdir buruk ini.

"Mamang tidak perlu ragu dan sungkan sama sekali. Apalagi Mamang dan Bibi sudah berbaik hati menyelamatkan nyawa Daniel. Jadi katakanlah... ceritakanlah semua masalah dan kesulitan yang sedang Mamang dan Bibi hadapi."

Daniel menatap tajam penuh keyakinan.

"Insyaallah Daniel siap membantu menyelesaikannya. Walaupun nyawa menjadi taruhannya... Daniel tidak akan mundur!" ucapnya tegas dan lantang.

Mendengar janji setia itu, sepasang suami istri itu terkejut dan terharu bukan main. Mereka tak menyangka, bocah yang baru mereka selamatkan ini memiliki jiwa ksatria sebesar itu.

Belum sempat mereka membalas, kini giliran Prediansyah yang angkat bicara. Dengan wajah serius dan penuh wibawa ia pun berkata.

"Saya juga sama seperti yang dikatakan Daniel, Mang. Jika Mamang dan Bibi membutuhkan bantuan... saya siap membantu sekuat tenaga dan kemampuan yang saya miliki. Jangan ragu untuk menceritakan semuanya," ucap Prediansyah menyatakan kesediaannya.

Suasana di dalam bilik kayu itu pun seketika menjadi hening, penuh harap dan siap membuka tabir misteri besar!

Kodir menarik napas panjang... sangat panjang, seolah mengumpulkan seluruh keberanian dan tenaga dari dalam jiwanya.

"HUUUUUSSSSS!!"

Dengan hentakan kaki yang keras dan tegas, ia menumpahkan seluruh beban yang ada di dadanya.

Selama 22 tahun lamanya, rahasia besar itu ia pendam sendirian. Disimpan rapat-rapat, ditelan sendiri, menahan rasa sakit, takut, dan dosa sendirian selama lebih dari dua dekade.

Namun hari ini... di hadapan orang-orang tepat yang ditakdirkan, rahasia kelam itu akhirnya akan ia ungkapkan sepenuhnya!

"Dengarlah baik-baik..." ucap Kodir berat.

"Aku ini anak pertama dari tiga bersaudara. Nama lengkapku Kodir Sodiq. Adik kedua ku bernama Hendra Sodiq, dan adik bungsu ku Kadir Sodiq."

Ia menghentikan sejenak ucapannya, mengenang masa lalu yang kelam.

"Sayangnya... kedua orang tua kami meninggal dunia secara mendadak waktu itu. Kepergian mereka begitu cepat dan tak terduga, membuat kami bertiga harus tumbuh dan berdiri sendiri tanpa bimbingan Ayah dan Ibu lagi," ceritanya pelan penuh kesedihan.

Bersambung.

1
Guru
aduhh kasian si zaki😭😭😭
Guru
💪💪💪💪💪💪 semangat ya
Guru
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Guru
ang ing eung
Guru
adu dukun nntinya hihihi
Guru
zaman sekarang gak ada kayak keluarga bu Iroh
Guru
siap untuk menguak tabir misteri
Guru
gass poll
Guru
hmmmmm alurnya semakin menarik
Guru
Waduhhh kok jadi endingnya bikin degdegan
Guru
Keren kata kata si mamang bijak
Guru
sip lanjut
Guru
Good niel💪💪
Guru
waduhhhhh
Guru
tetep aja niel cece akan melibatkan mu kamu di jadikan tameng
Guru
Sikat niel walaupun sahabat tapi menjerumuskan mah harus di matiin
Guru
waduh😭😭😭
Guru
emng begitu hidup di kampung
Guru
luar biasa
Guru
menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!