Alika seorang gadis cantik yang di khianati oleh kekasih di hari pernikahannya harus rela di menikahi pria yang sama sekali tidak ia kenal agar keluarganya tidak malu. Pria itu merupakan kakak sepupu dari sang kekasih, Alika mau menikah dengan pria itu karena bujukan orang tua sang kekasih agar mereka semua tidak malu.
Alika dengan ikhlas menerima pernikahan ini dan dia akan berusaha menjadi seorang istri. Namun Alika harus menerima kenyataan saat tahu jika sang suami memiliki wanita lain di hatinya.
Bagaimana nasib Alika apa dia bahagia dengan pernikahannya?,
yu simak ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Astri Reisya Utami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11
Akhirnya aku pun makan bersama Lia dan saat kami sedang makan tiba-tiba Galang pulang.
"Bang lo baru balik? " tanya Lia pada Galang dan dia hanya tersenyum lalu ikut makan bersama kami.
"Abang kenapa biarin kakak Alika cuman makan mie? " tanya Lia membuat Galang kaget dan melihat ke arah ku.
"Tadi saat aku datang kak Alika ngasih tau kalau dia baru makan mie, " ucap Lia.
"Aku makan mie karena males masak aja, " ucap ku agar Galang gak berpikir macam-macam.
"Oya bang, gue datang kemari cuman mau ngasih tau malam minggu ini aku akan tunangan jadi kalian datang! " beritahu Lia.
"Oke, " jawab Galang santai.
"Oya kak, aku bawakan gaun buat tar di pakai tar saat aku tunangan biar samaan, " ujar Lia lalu beranjak dan mengambil sebuah bingkisan.
"Ini cuman buat kakak saja, bang Galang beli sendiri aja kalau mau samaan warnanya, " ujar Lia.
Aku pun membuka bingkisan itu dan melihat gaun yang di berikan Lia ternyata itu gaun tanpa lengan.
"Lo yang serius deh nyuruh Alika pakai baju kaya gitu, " Galang protes saat melihat bentuk bajunya.
"Emang kenapa, gak ada yang alah kok? "tanya Lia.
"Buat lo gak ada malah tapi buat gue masalah, " ucap Galang gak suka.
"Pokonya terserah mau di pakai atau enggak ya g penting saat acara warna bajunya harus sama. Aku pulang dulu, " pamit Lia lalu pergi.
Sekarang tinggal aku dan Galang dan aku sedikit canggung apa lagi Galang menatap ku dengan tatapan tajam.
"Sini bajunya, " pintanya lalu membawanya ke kamar.
Aku pun membereskan bekas makan dan setelah selesai aku hendak masuk kamar namun tiba-tiba Galang keluar dari kamar nya.
"Besok lo balik jam berapa? " tanya Galang.
"Ya seperti biasa jam tiga, " jawab Ku.
"Besok lo izin saat jam makan siang tar gue jemput, " ucap nya menyuruh ku.
"Mau kemana? " tanya ku.
"Besok juga lo tau, " jawab nya lalu masuk kembali dan aku hanya membuang nafas kasar karena dia balik kaya dulu lagi.
Aku pun masuk kamar dan sebelum tidur aku mengecek pekerjaan u dan setelah gak ada yang harus di kerjakan aku pun memilih tidur.
Besoknya benar saja Galang jemput aku di sekolah saat jam makan siang. Aku pun sudah meminta izin dan Galang langsung membawa ku untuk makan siang dulu.
"Kita makan dulu, " ucap nya dan aku hanya diam saja.
Kami makan di sebuah restoran dan kami makan tanpa ada satu orang pun yang bicara. Selesai makan Galang langsung membawa ku ke sebuah butik .
"Lo tunggu disitu! " Galang menyuruh ku menunggu.
Aku gak tau Galang bicara apa sama karyawan butik ini sampai akhirnya aku di panggil.
"Ayo mbak kita ukur dulu, " ajak karyawan itu.
Aku pun nurut saja karena malas bertanya juga.
"Mbak silahkan pilih modelnya, tadi sih suami nya pilih yang ini tapi kalau mbak gak suka bisa pilih yang lain, " ucap karyawan itu sambil menunjukan model gaun pilihan Galang.
"Udah mbak sesuai pilihan suami ku saja, " jawab ku karena aku gak mau Galang kecewa juga.
Selesai di ukur aku pun keluar dan Galang langsung berdiri dan kami pun pamit namun saat di luar tiba-tiba ponsel Galang berdering dan dia pun mengangkat telpon setelah di matikan Galang melirik ke arah ku.
"Lo ikut gue ke kantor, kalau gue antar lo balik gak akan keburu jadi lo ikut gue aja! " ucap nya dan aku gak bisa nolak toh percuma juga.
Kami pun tiba di kantor dan aku ikut Galang masuk namun Galang menyuruh asistennya untuk mengantarkan aku ke ruangannya karena dia harus menghadiri rapat. Aku pun menunggu di ruangan Galang dan aku berkeliling melihat ruangan Galang. Aku pun duduk di kursi kebesaran Galang.
"Gini kali ya rasanya jadi bos, " ujar ku tersenyum karena merasakan duduk di kursi bos.
Karena bosan akhirnya aku memutuskan untuk berbaring di sopa yang ada di ruangan Galang. Entah karena capek atau nyaman aku sampai ke tiduran dan saat aku bangun aku kaget ternyata Galang sudah ada di ruangannya dan jas yang tadi di pakai Galang dia pakai buat selimuti ku. Aku pun melihat jam ternyata sudah jam lima sore.
"Maaf aku ketiduran, " ucap ku.
"Ayo kita pulang! " ajak Galang tidak membalas ucapan ku.
Aku pun mengambil tas ku lalu mengikuti Galang namun tiba-tiba Galang memegang tangan ku membuat aku kaget. Saat di lift pun dia tidak melepaskan tangannya dari tangan ku. Dia lepas saat kami naik mobil dan bahkan dia membuatkan pintu mobil saat aku akan masuk dan turun. Sikapnya sekarang membuat aku bingung bahkan membuat aku salah mengartikan.
Kami tiba di rumah dan aku memilih masuk kamar dan memegang jantung ku yang dari tadi berdegup kencang menerima perlakuan Galang yang manis. Aku pun memutuskan untuk mandi dan setelah mandi aku kan masak namun aku baru ingat kalau aku belum belanja ke pasar. Selesai mandi aku keluar dan kaget di meja makan sudah ada makanan.
"Ayo makan! " ajak Galang dan aku pun melangkah ke meja makan.
"Maaf aku belum masak lagi, " ucap ku karena gak enak.
"Gak masalah, lagian gue gak minta lo masak, " balas Galang.
"Kalau lo mau belanja boleh saja, tar gue transfer duit nya, " lanjutnya.
"Gak usah uang yang kemarin masih ada," tolak ku karena uang yang dia kasih masih cukup.
Namun Galang tidak peduli dan dia langsung kirim uang lagi.
"Saat pesta pertunangan Lia Doni pasti akan hadir, " ucap Galang membuat aku kaget sampai menjatuhkan sendok.
"Gue gak akan paksa lo datang, tapi kalau lo datang gue bakal temani lo, " lanjutnya.
"Aku bakal datang toh aku udah janji sama Lia, " balas ku.
"Lo tenang saja, Doni gak bakal berani macam-macam selama ada gue, " ucap Galang.
Selesai makan seperti biasa tugas ku beres-beres. Saat selesai beres-beres aku kaget saat melihat Galang sudah rapi hendak pergi.
"Gue keluar dulu bentar, gue gak bakal pulang dalam keadaan mabuk lagi, "ucap nya memberitahu membuat aku kaget.
" Kalau ada apa-apa kasih tau gue, "pesan nya dan langsung pergi.
Aku pun memilih masuk kamar dan sikap Galang seperti itu terus berlanjut dan membuat aku merasa aman. Namun di sisi lain membuat aku bingung karena aku lebih memilih Galang menunjukan rasa gak suka dari pada kaya gini membuat aku salah mengartikan.