NovelToon NovelToon
Bukan Sekedar Pengganti

Bukan Sekedar Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:38.8k
Nilai: 5
Nama Author: Triyani

Setelah bertahun-tahun diabaikan dan dibuang, akhirnya Alisa pun kembali kerumah Ayahnya, Pak Ali. Mirisnya, kepulangan Alisa bukan untuk kembali jadi putrinya. Melainkan untuk dijadikan pengantin pengganti untuk Kakak sambungnya, Marisa.

Dan Alisa diharuskan langsung bercerai setelah Marisa kembali. Lalu, bagaimana jadi nya, jika Harlan menolak berpisah dan lebih memilih Alisa untuk tetap menjadi istrinya?

Lalu, apa yang akan dilakukan Ibu Yuni dan juga Marisa untuk merebut kembali posisi Alisa?

Saksikan kisahnya disini….

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Triyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.33

Harlan dan Alisa menuruni tangga rumah utama secara berdampingan. Jemari pria itu masih menggenggam tangan istrinya dengan sangat erat namun tetap nyaman.

Begitu sampai di lantai bawah, suasana rumah terlihat cukup ramai. Mama Hesti sedang duduk di ruang tengah sambil berbincang dengan Tante Hani dan juga Nenek Astari.

Tatapan mereka langsung beralih ketika melihat Harlan dan Alisa berjalan bersama, mendekat ke arah mereka.

Mama Hesti bahkan sempat tersenyum tipis melihat putranya yang kini terlihat jauh lebih ceria dibandingkan biasanya.

“Mau langsung pulang?” tanya Mama Hesti begitu Harlan dan Alisa mendekat.

“Iya, Ma. Ada beberapa pekerjaan yang harus aku selesaikan di apartemen, jadi kami harus pulang.” jawab Harlan santai.

Mama Hesti mengangguk pelan lalu menatap Alisa dengan penuh perhatian.

“Kamu sudah bawa semua barangmu, Sayang?” tanyanya.

“Sudah, Ma,” jawab Alisa lembut.

“Kalau begitu hati-hati di jalan. Jangan lupa sering-seringlah datang kemari.” sambung Tante Hani sambil tersenyum jahil ke arah mereka berdua.

Alisa hanya bisa tersenyum malu. Entah kenapa, ia merasa semua orang di rumah itu seperti sedang memperhatikannya dengan arti tertentu.

Sementara Harlan terlihat jauh lebih tenang. Bahkan pria itu masih sempat menggenggam pelan jemari Alisa menggunakan ibu jarinya secara refleks.

“Kalau butuh apa-apa, atau ada apa apa langsung bilang sama Mama, ya?” ujar Mama Hesti lagi kepada Alisa.

“Iya, Ma.”

Tak lama kemudian, Kakek Dewa yang baru keluar dari ruang kerja ikut menghampiri mereka.

“Mau pulang sekarang?” tanyanya.

“Iya, Kek.”

Kakek Dewa mengangguk singkat sebelum menepuk bahu cucunya itu pelan.

“Jaga istrimu baik-baik.” lanjut Kakek Dewa sebelum benar benar beranjak pergi.

Harlan menoleh sekilas ke arah Alisa sebelum kembali menatap Kakeknya.

“Pasti, Kek.”

Jawaban singkat itu terdengar sederhana. Namun entah kenapa membuat pipi Alisa kembali terasa hangat.

Setelah berpamitan satu per satu, Harlan akhirnya mengajak Alisa keluar menuju halaman depan rumah itu.

Mobil hitam miliknya sudah terparkir rapi di sana. Salah satu petugas keamanan segera membukakan pintu mobil untuk mereka.

Namun sebelum Alisa masuk, Harlan tiba-tiba menahan pintu dan menatap istrinya sebentar.

“Ada apa? Apa ada yang tertinggal?” tanya Alisa bingung.

Harlan menggeleng pelan, lalu tersenyum. Senyuman yang kembali membuat jantung Alisa berdebar kencang.

“Tidak ada.” jawabnya santai.

“Lalu?”

Harlan menatap wajah Alisa sangat intens, membuat wanita itu salah tingkah sendiri dibuatnya.

“Ke_kenapa, melihatku seperti itu?” tanyanya lagi, terbata karena gugup.

“Kamu… cantik sekali.”

DEG.

Bluussshhh.

Seketika, refleks, Alisa langsung memalingkan wajahnya untuk menyembunyikan rona merah di wajahnya.

Alisa benar benar dibuat salah tingkah oleh suaminya sendiri. Sampai sampai ia tidak tahu harus menjawab apa.

Ucapan itu datang tiba-tiba. Membuat Alisa kaget. Padahal suasana masih pagi dan mereka bahkan baru saja keluar dari rumah utama.

Namun Harlan mengatakannya begitu saja dengan wajah tenang tanpa rasa malu sedikitpun.

Melihat reaksi istrinya, sudut bibir Harlan semakin terangkat. Wajahnya juga terlihat sangat puas karena sudah membuat sang istri salah tingkah.

“Ayo masuk” ucapnya akhirnya.

Tidak mau membuang waktu, Alisa langsung masuk ke dalam mobil sambil menahan malu. Sedangkan Harlan menutup pintu mobilnya pelan sebelum berjalan memutar menuju kursi kemudi.

Tak lama kemudian, mobil itu pun keluar meninggalkan rumah utama keluarga Argantara.

***

Di sepanjang perjalanan, suasana di dalam mobil terasa jauh lebih nyaman, santai dan hangat. Harlan sesekali melirik Alisa yang sejak tadi lebih banyak diam sambil menatap keluar jendela.

“Kenapa? Ada yang kamu pikirkan?” tanyanya akhirnya. Memecah keheningan.

Alisa langsung menoleh cepat saat mendengar suara Harlan.

“Tidak apa-apa. Memangnya kenapa?”

“Kalau tidak ada apa apa, kenapa sejak tadi kamu terus menghindariku?”

“Menghindar? Masa sih?”

“Eemm… kamu terus saja menatap keluar jendela. Bahkan, kamu bicara padaku, tapi tidak mau melihatku,”

“Maaf, tapi…”

“Malu karena aku memujimu?” potong Harlan.

Deg.

Seketika, wajah Alisa kembali memerah. Melihat reaksi sang istri, Harlan terkekeh pelan. Suara tawanya rendah namun terdengar jelas di dalam mobil.

“Masa cuma dipuji begitu saja langsung gugup sih, Yang?”

Alisa spontan memalingkan wajahnya lagi. Tidak ingin semakin diledek oleh suaminya karena raut wajah yang tidak bisa ia kendalikan

Harlan kembali tersenyum kecil melihat tingkah istrinya itu. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, perjalanan pulang terasa jauh lebih menyenangkan baginya.

***

Setelah menempuh perjalanan selama hampir satu jam. Mobil hitam itu akhirnya memasuki area basement apartemen.

Setelah memarkir mobil itu di tempat biasanya. Harlan langsung mematikan mesin mobil dan bersiap untuk keluar dari mobil.

Alisa membuka seatbelt lebih dulu, lalu menoleh sekilas ke arah suaminya yang masih duduk santai sambil mematikan layar ponselnya.

“Kenapa?” tanya Harlan saat menyadari Alisa memperhatikannya.

“Tidak. Tidak apa apa, ayo turun,” jawab Alisa bergegas membuka pintu mobil, lalu keluar tanpa menunggu Harlan membukakan pintu itu.

Melihat reaksi istrinya, Harlan hanya menggeleng pelan sebelum akhirnya ia pun ikut turun menyusul Alisa yang sudah lebih dulu berada di luar mobil.

Keduanya lalu berjalan berdampingan menuju lift private apartemen. Jemari Harlan kembali menggenggam tangan Alisa dengan santai seolah itu sudah menjadi hal biasa sekarang.

Selama lift bergerak naik, suasana terasa tenang. Hanya terdengar suara mesin lift yang samar dan nafas mereka yang sama-sama pelan.

Namun begitu pintu lift terbuka di lantai unit penthouse mereka. Langkah keduanya langsung terhenti.

Alisa sedikit membulatkan mata karena terkejut. Sementara tatapan Harlan langsung berubah dingin dan datar.

Di depan pintu unit apartemen mereka, berdiri seorang wanita yang terlihat sangat mencolok.

Wanita itu mengenakan dress body-fit berwarna cream yang membalut tubuhnya dengan sempurna. Rambut cokelat gelapnya ditata bergelombang rapi, sementara makeup flawless di wajahnya membuat penampilannya terlihat semakin elegan dan mahal.

Di samping kakinya, terdapat koper branded berukuran sedang. Wanita itu tampaknya sudah cukup lama menunggu.

Begitu menyadari keberadaan Harlan, wajah cantiknya langsung berubah cerah dilengkapi dengan senyuman yang cukup lebar.

“Harlan!”

Suara wanita itu terdengar antusias. Bahkan tanpa ragu, ia langsung melangkah cepat menghampiri Harlan dan Alisa yang masih berdiri di depan pintu lift.

Alisa refleks menoleh ke arah suaminya. Namun berbeda dari ekspresi terkejut Alisa, wajah Harlan justru terlihat sangat datar dan dingin.

Bahkan, pria itu sama sekali tidak menjawab sapaan lembut dari wanita itu. Wanita itu pun langsung berhenti tepat di depan Harlan dengan senyum lebarnya.

“Akhirnya kamu datang juga. Kamu tahu, aku sudah menunggu hampir satu jam di sini.” ucapnya lagi dengan nada yang dibuat semanis mungkin

Tatapannya kemudian beralih pada tangan Harlan yang masih menggenggam erat tangan Alisa.

Senyuman di wajah wanita itu perlahan memudar tipis. Lalu matanya naik menatap Alisa dari ujung kepala sampai kaki.

Seketika, Alisa pun mulai merasa tidak nyaman dengan tatapan yang tidak bersahabat itu. Sedangkan Harlan sama sekali tidak bergeming. Tangannya masih menggenggaman erat tangan istrinya.

“Ngapain kamu kesini?” tanya Harlan datar. Nada suaranya benar-benar berbeda dibanding saat berbicara dengan Alisa tadi.

Beberapa detik suasana mendadak terasa aneh. Sampai akhirnya wanita itu kembali menatap Alisa.

“Kenapa bertanya? Bukankah, seharusnya ini adalah tempatku.” ucapnya sembari menatap tajam ke arah Alisa.

1
Ani Basiati
lanjut thor💪💪💪
Ani Basiati
lanjut thor
Uba Muhammad Al-varo
Alisa, Harlan semoga mereka berdua cepat diberikan keturunan 💪💪💪
Reni Anjarwani
lama bgt upnya
Siti M Akil
hadeh bertahun² kma baru nyadar
Oma Gavin
keputusan yg terlambat tsoinlrbih baik dari pada tidak pernah sadar akan kesalahannya, pak ali jgn pernah lagi luluh sama rengekan dan tangisan yuni semua palsu
Ida Litong
mantap. lanjutttt
Lusi Hariyani
baru sadar pak ali...
Reni Anjarwani
harus tegas pak ali
Teh Yen
nah loh d cerai Bu.,,, wah engg nyangka deh pak Ali bakal talak Bu Yuni yah ku pikir mau marah besar aj gt eeh ternyata yah
Teh Yen
nah itulah fakta tentang putri kalian yg kalian bangga banggakan itu
Teh Yen
lagian kenapa demi perushaaan meminta bertukar posisi apakah dengan betukar posisi perusahaan pak Ali akan selamat oh Tidka dong Harlan Tidka sebodoh itu camkan itu yah
ih gedeg banget deh pengen tak petok keplana pak Ali sama palu biar sadar 😤😤😤
Teh Yen
kenapa.diam pak Ali kenapa masih membela mereka bukan ank kandung yg selma ini kamu acuhkan huuu dasar orang" engg tau malu kalian pikir bisa membuat Alisa terpojok ,terhina hemm Tidka lagi yah Tidka akan bisa ada Harlan yg akan setia berada d sisi Alisa dan membela nya jangan jangan harap rencana kalian berhasil
Teh Yen
ah pasti itu modus pak Ali intinya minta uang lagi tuh dia kan banyak utang dan blom bisa bayar pasti bikin alasan apapun buat mojokin Alisa dan minta uang dari harlan
Teh Yen
ah syukurlah ternyata Harlan sudah bertindak d belakang Alisa tanpa sepengetahuan nya
Ani Basiati
lanjut💪💪💪
Ida Sriwidodo
Semoga ajaa Marisa n maknya ngga malah bikin drama baru.. fitnah Harlan ke pak Ali dengan bilang klo itu anaknya Harlan 😭😭😤😤
partini: kebanyakan cerita kaya gitu ya sits
total 1 replies
Lusi Hariyani
akhir y terbongkar jg kebusukan marisa
Oma Gavin
Slh akhirnya terbongkar kebohongan marisa knp di aborsi suruh tanggung jawab dong yg menghamili kecuali Marisa memang jual diri jadi ngga tau siapa bapaknya kan banyak yg nyelip 😂
Ani Basiati
anak kandung dibuang anak tiri disayang ayah macam apa itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!