NovelToon NovelToon
Renjana Di Langit Dubai

Renjana Di Langit Dubai

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:90.1k
Nilai: 5
Nama Author: farala

Bukankah menikah adalah sebuah ladang ibadah ? Lalu kenapa ibadah yang seharusnya mendapatkan pahala justru bak di neraka ? Semua berawal dari kesalah pahaman yang tidak berdasar hingga berubah menjadi sebuah tragedi yang hampir menenggelamkan rumah tangga yang bahkan pondasinya saja masih sangat rapuh.
Mampukah mereka bertahan ataukah malah karam di hantam ombak besar?
Kisah kembar Azzam dan Azima , di mana seharusnya cinta itu sudah berlabuh di dermaga tapi harus terlunta dan terapung di tengah lautan luas menunggu datangnya pertolongan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon farala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 33 : Permintaan A

A memegang kepalanya . Ia tidak punya sama sekali persiapan sebelum Marwah menjitak nya dengan keras.

Perlahan ia mengusap usap bekas Jitakan itu. " Apa mbak sekarang sedang melakukan kekerasan pada seorang CEO ? Ini tidak bisa di biarkan. " Protes A.

" CEO? Gundul mu ! " Marwah kembali mengangkat tangannya hendak mengulang kejadian yang di sebut A kekerasan. Namun kali ini, A dengan cepat menghindari serangan Marwah.

" Eits. "

" Kau harus berterima kasih atas pernikahan mu. Karena aku tidak akan pernah mau mengambil alih pekerjaan sulit ini andai kau masih lajang. "

A tersenyum samar . " Bagaimana tanggapan mas Barra ? "

" Begitulah, mau bagaimana lagi. Tidak ada yang bisa menggantikan selain aku yang berbakat ini. " Puji Marwah pada dirinya sendiri.

" Ternyata, mbak masih narsis juga. "

" Baru sekarang kau berani menghina ku. Dulu saja, kau akan memujaku bak Dewi saat membantumu lepas dari jeratan wanita wanita durjana itu."

" Tapi itu sangat mujarab , mbak. Melihat mu yang agresif dengan mulut se pedis cabe habanero itu membuat banyak dari mereka tersinggung dan menyerah ."

A kembali mengingat kejadian kejadian masa lalu yang selalu melibatkan Marwah di setiap pertemuannya dengan banyak wanita.

" Itulah hebat nya aku. "

" Aku jadi penasaran , bagaimana cara mbak menghalau pengganggu yang berani menggoda Abi nya Zoya. "

" Tidak usah penasaran, yang pasti itu jauh lebih panas dan membara. "

Keduanya tertawa .

" Hm_ Assalamu'alaikum." Suara lembut menghentikan pembicaraan keduanya.

Di depan pintu, Annasya menonton keakraban persepupuan itu. Azima memang pernah bercerita jika A sangat dekat dengan Marwah. Berbeda dengan Safa. A lebih menjaga jarak dan terlihat begitu sopan. Pun sebelum Safa menikah dengan Arga , apalagi sekarang .

A dan Marwah menoleh bersamaan .

Dengan tersenyum hangat Annasya melangkah masuk. " Apa aku mengganggu ?"

" Hei, Sya. " Marwah memeluk Annasya." Tentu saja tidak, aku malah bersyukur kau cepat datang. Aku sudah lelah meladeni suami mu ini. " Ucapnya terdengar kesal tapi di sertai tawa.

Annasya sumringah .

" Aku hanya bercanda. Ada Zoya yang menunggu ku di bawah ."

" Kenapa tidak di bawa serta , mbak ? "

" Nanti urusan nya jadi repot . Aku pulang ya. Assalamu'alaikum."

" Waalaikumsalam."

Pintu tertutup .

Canggung.

Mereka hanya berdua , dengan masing masing individu yang sama sama pendiam. A melihat ke mana mana, pun Annasya sama, hingga tatapan mereka akhirnya bertemu.

" Vano yang menyuruh ku ke sini. " Ujar Annasya memulai percakapan dan mengurai kecanggungan .

( Vano ? Bisa juga dia ) A membatin, memuji kepintaran dan kepekaan sang asisten. " Mm. Aku yang menyuruhnya. "

Terjadi lah sebuah drama tanpa skenario yang di sutradarai oleh Vano.

" Duduk di sini." Pinta A.

A mempersilahkan Annasya di tempat semula Marwah duduk. A memperhatikan tampilan Annasya . Sepasang scrub warna hijau di tambah snelli dokter bertuliskan nama nya di sana cukup membuat A berdebar. Ia terpesona dengan diri Annasya yang lain.

Ternyata , secantik itu istrinya saat mengenakan pakaian dokter.

" Baru selesai ? " Tanya A sembari membuka bekal yang di bawa Marwah .

" Iya, sekitar tiga puluh menit lalu. Umi Tata masih di bawah, umi masih ada operasi satu lagi, dan kemungkinan selesai sekitar dua jam."

" Kamu tenang saja, Abi pasti akan menjemputnya. "

Annasya mengangguk. " Ini apa ? " Tanya nya menatap beberapa jenis makanan di depannya.

" Mbak Ara yang bawa. "

" Kelihatannya enak sekali. " Bekerja seharian dengan jam istirahat yang sangat kurang di tambah perut nya yang sulit terisi makanan membuat Annasya menelan Saliva berkali kali melihat menu masakan bervariasi dan menggiurkan itu.

" Mbak Ara khusus membawa ini untuk kita. "

" Benarkah ? Dia baik sekali. " Puji Annasya.

A tersenyum simpul.

" Boleh aku makan ? " Tanya Annasya tidak sabar .

" Tentu saja ."

Annasya menyiapkan makanan, memberikan beberapa lauk yang A minta, telaten dan cekatan. A benar benar memperhatikan gerakan sekecil apapun yang Annasya lakukan.

Intinya, dia menginginkan hal yang seperti ini terjadi setiap hari, di layani dan di perhatikan.

Sebelum mulai makan, Annasya menatap pakaian A dan pakaiannya. Ia mulai membandingkan.

Sikap nya itu tak luput dari perhatian A. " Ada apa ?"

" Kamu tidak apa makan bersamaku dengan pakaian ini ? " Tanya Annasya meminta pendapat sembari menjepit dan mengangkat snelli dokternya menggunakan jempol dan telunjuknya.

A memasukkan sesuap nasi beserta lauk ke dalam mulut nya. " Memangnya kenapa dengan baju mu ? " Ia justru bertanya ulang dan menatap Annasya.

Menurut nya tidak ada yang aneh dengan pakaian yang di kenakan Annasya. Lalu kenapa istrinya itu malah mempermasalahkannya?

" Takutnya kamu risih dan jijik , apalagi aku baru keluar dari kamar operasi."

A terkekeh pelan. " Apa perlu aku duduk di samping mu baru kamu merasa aku baik baik saja dengan pakaian kerajaan mu itu ? " A mulai menggoda.

" Tidak_tidak perlu. " Annasya menggeleng cepat.

Keduanya benar benar menikmati makan malam dengan tenang, tidak ada suara. Lapar itulah kondisinya, terlebih, makanan yang di bawa Marwah sangatlah enak hingga untuk berkomentar saja sudah terlalu susah.

Ludes. Menyisakan wadah kosong yang sekarang menjadi objek Annasya. Ia mengambil gambar wadah wadah itu dan mengirimkannya ke Marwah .

" Ini enak sekali , mbak. Makasih banyak 🥰." Annasya mengirim kan pesan untuk Marwah, dan Marwah membalasnya.

" Nasib baik, tempat bekal nya masih utuh, ku kira si A menghabiskan nya juga. Hahahahaha..."

Annasya senyum senyum sendiri membaca pesan Marwah.

" Kamu kenapa ? " A penasaran dengan tingkah Annasya.

" Kelihatannya kamu sangat akrab dengan mbak Ara . "

" Ya, begitulah. Dulu, aku sering memintanya pura pura menjadi teman wanita ku . "

" Benarkah ? "

Azzam mengangguk . " Dia bisa menghalau semua wanita pengganggu itu . "

Luwes sekali A menceritakan kisah nya. Dan yakinlah, itu tidak pernah terjadi sebelumnya, Azima saja yang note bene serumah dengan A, tidak tau menahu soal pekerjaan part time yang di lakukan Marwah.

" Apa kamu pernah berpacaran sebelum nya ? " Selidik Annasya.

Dan pertanyaan Annasa itu di jawab A dengan gelengan. " Umi dan Abi akan membunuh ku jika itu sampai terjadi. "

Annasya tersenyum simpul.

Ya, melihat keseharian Abi dan umi, apa yang di katakan A itu murni adalah sebuah kenyataan. Pun Azima pernah mengatakan itu padanya .

Zaman kuliah kedokteran dulu, Azima adalah bunga cantik yang begitu segar di departemen jantung dan pembuluh darah. Anak rektor, anak pemilik perusahaan ternama hingga pernah di incar salah satu anggota parlemen, semua itu hanya angin lalu saja baginya. Jangan kan di lirik, Azima bahkan tidak pernah tau orang nya yang mana.

Jadi, pasti itu berlaku juga untuk A. Keturunan Brawijaya adalah bibit unggul berkualitas premium, bukan hanya wajah, tapi juga kantong yang sangat tebal.

" Mbak Ara akan mengambil alih Brawijaya lewat rapat dewan pekan depan." Ujar A .

" Tapi, apa mas Barra setuju ? "

A mengangguk. " Tidak setuju pun, mas Barra tidak punya pilihan lain. Mbak Afa, sudah pasti ia tidak bisa. Mas Arga akan mengamuk kalau istrinya harus bekerja mengelola perusahaan yang pasti akan sangat melelahkan . "

" Kamu benar. "

Menyebut nama Arga saja sudah membuat Annasya membayangkan kehidupan Safa yang serba wah. Di keluarga Brawijaya sendiri, Safa sudah terkenal sebagai seorang ratu Kerajaan Hatcher . Wanita yang tidak boleh menyentuh panci dan sejenisnya . Bukan keinginannya, pada dasarnya, wanita wanita dari keluarga miliarder itu pintar memasak, hanya saja, kepintaran itu akan berlaku tergantung pada siapa yang menjadi kepala rumah tangganya.

" Berarti kamu sudah bisa lebih fokus pada Sagara. "

Ucapan Annasya itu mendapat anggukan kepala dari A.

" Setelah semua pekerjaan ku di sini selesai, maukah kamu ikut bersama ku ke Dubai ? "

...****************...

1
Nata Abas
lanjut kak
SasSya
iyaaaa begitu...
komunikasikan dengan baik
itu....bisaaaaaa 😘👍👍👍💪💪💪💪💪
🤣
SasSya
🤣🤣🤣🤣🤣
nahhhhh gitu dooong
Nur Hafsah Dwi Lestari
lanjut kaka🙏
happy
😍😍😍👍👍👍
Tysa Nuarista
udah baik" ya kalian berdua jgn pada ngambekan diem" an lagi... 😄
Fittar
uhuy... akhirnya ada kemajuan.
Shee_👚
nah kan mulai dah aku di bikin kesel sama kak fara🙈
kak fara kenapa sih seneng banget bikin kesel aku ini, dah tau kalau baca A bikin kesel mulu, eh sekarang di bikin senyam senyum malah pendek bener itu bab. duh berasa pengin datangin kerumah kak fara biar up lagi🤭🤭🤭
Novita Sari
A otw MP ditunggu zizi.ayyazh...
Shee_👚
lah kirain mau langsung belah duren🙈🙈🙈
Shee_👚
wah asya yang memulai🤭
habis lah kau asya🤣🤣🤣
Shee_👚
semoga setelah A bicara begini Asya mau membuka hati buat A, dan mencoba menjalani rumah tangga sebagai mana seharusnya
Shee_👚
yuk perbaiki segalanya A, berterus terang dan minta maaf. setelah itu mulai semuanya dari awal untuk membangun rumah tangga yang baik
Shee_👚
akhirnya ada ke majuan juga, gass A belah duren biar asya g ketus terus. habis belah duren terus bilang I LOPE U🤣🤣🤣
Shee_👚
jawab iya, tapi berkelahi di ranjang.😂
wida nur
bergoyang dubai, bukan hanya dengan rudal iran
Ari Anti
aaaaaaaaaaa Authorrrr ku sayaaang,... bisaa yaa kamuu bikin aku senyum2 tengah malam,.. ☺☺☺
dyah EkaPratiwi
asyeek2 A udah mulai bisa jalin komunitas semangat A
Shee_👚
kadang di bikin kesel sama kak fara karena setiap bab nya berasa baru assalam langsung wasalam.
pengin tuh tiap hari up dua bab aja, atau satu bab tapi panjangggggggggggggggg🤣🤣🤣🤣🤣🤣

hanya itu kekurangannya, kelebihan nya selalu bikin penasaran dan gemes dengan segala tingkah para lakon dalam cerita.
pokoknya bikin ke tagihan kalau udah baca.

semoga kak fara sehat dan sukses selalu dengan karyanya🥰🥰💪
Devi Novita
Oalah zi aku aja gilo takut sama Siti( sitikus) masak lu bilang lucu😱😴. babang Vano aku kasih tau pujaan hati mu terbujur koma di brangkar RS coba kamu selidiki dan jenguk mana tau yakan denger suaramu menjadi anugrah terindah yg membuat valira semangatt di bawah alam sadarnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!