lanjutan dari:
JODOH AISYAH (1)
JANJI ANISSA (2)
Zahira adalah gadis kecil nan mungil. Sejak usianya 9 tahun, ayahnya meninggal dan ibunya menikah lagi. Hingga Zahira di tinggalkan ibunya tanpa pertanggung jawaban. Sifat Zahira yang bar bar dan menyebalkan, cerewet, bawel, centil genit, namun iya banyak yang sayang. Kecil imut dan menggemaskan, 3 kata yang iya nobatkan sendiri untuk dirinya. Selebor adalah panggilan jika orang sedang kesal padanya
Hingga suatu saat iya di pertemukan dengan kakak laki lakinya yaitu ustadz Riziq dan ustadz Rasyid. Zahira di bawa ke pesantren dan dididik untuk menjadi muslimah yang baik. Sejak pertama iya menginjakan kakinya di sana, itu pertama kalinya iya bertemu dengan Yusuf seorang santri putra di sana. Sejak saat itu pula Zahira jatuh hati pada Yusuf. Diam diam Yusuf pun menaruh hati pada Zahira yang di anggapnya itu berbeda dengan yang lain.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon siti aminah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Memilih
Hari yang ditunggu pun tiba, Zahira yang beberapa minggu ini terus berusaha belajar dengan giat pun sudah siap untuk berhadapan dengan keluarganya Yusuf. Begitu pun dengan Erika yang memang sudah yakin dengan keputusannya diakhir acara.
Keluarganya Yusuf sudah berada di aula. Begitu pun dengan Erika, pak Akbar dan Anisa. Tidak lama kemudian datanglah Zahira bersama kedua kakaknya serta Aisyah.
" Assalamualaikum"
" Waalaikumussalam"
Mereka pun duduk di sana. Erika sudah menatap Zahira, iya ingin tersenyum, namun Zahira terus menunduk. Yusuf pun tersenyum melihat Zahira. Tentu saja dia sudah memantapkan hatinya, siapapun yang bisa menjawab, iya tetap akan memilih Zahira. Yusuf pun yakin pada Erika, meskipun Erika dapat menjawab semua pertanyaan yang diberi oleh Mbah nya, iya tidak mungkin mengkhianati sahabatnya sendiri. Mbah Rohman hanya menguji kecerdasan mereka, seberapa besar mereka mau berusaha untuk belajar. Tapi tetap keputusan ada pada Yusuf karena Yusuf lah yang akan menjalani kehidupannya.
" Assalamualaikum" Mbah Rohman mengucap salam ketika mau memulai acara.
" Bismillahirrahmanirrahim"
Setelah berbasa-basi, mbah Rohman pun memberikan selembar kertas kosong dan diberikan nya pada Zahira dan Erika.
" Maaf sebelumnya, bukan maksud mbah untuk memisahkan kalian dengan menjadi calon istrinya Yusuf hingga kalian harus bersaing. Mbah ingin kalian semakin giat belajar. Mbah kasih kalian kertas kosong, nanti kalian isi dengan jawaban dari pertanyaan pertanyaan yang pernah mbah berikan pada kalian. Sekarang isilah" pinta mbah Rohman.
Zahira dan Erika pun mengisi pertanyaan pertanyaan yang pernah diberikan mbah Rohman. Satu persatu jawaban ditulis sampai selesai.
" Sudah selesai?" tanya mbah Rohman.
Zahira dan Erika pun mengangguk.
" Berikan pada mbah, mbah mau koreksi" pinta mbah Rohman. Zahira dan Erika pun memberikan jawabannya. Mbah Rohman mulai membaca satu persatu jawaban yang ditulis Zahira dan Erika, iya pun tersenyum sambil mengangguk-ngangguk.
" Jawaban kalian mbah suka, cuma ada beberapa jawaban yang berbeda pendapat antara kalian, mbah hargai itu, setiap orang pasti memiliki pendapat masing masing. Sekarang mbah tanya selang -seling dari isi jawaban kalian" tutur Mbah Rohman. Zahira sudah mencengkram jari jemarinya, sedikit gugup dan takut.
" Yang pertama Zahira, apa kunci surga?" tanya mbah Rohman. Mbah Rohman memang sudah tau jawabannya dari tulisan mereka, hanya saja mbah Rohman ingin mendengarnya langsung.
" Kunci surga ialah, laa ilaha ilallah. (HR Abu Dawud)" jawab Zahira. Mbah Rohman pun mengangguk tersenyum.
" Yang kedua untukmu Erika. Sebutkan kunci kebahagiaan dunia akhirat?"
"Imam asy Syafi'i mengatakan, kebahagiaan dunia akhirat terletak pada lima hal. Kaya hati, tidak mengganggu, penghasilan halal, hati yang tertutup pakaian taqwa dan yakin dengan Allah dalam setiap kondisi." jawab Erika.
" Untukmu Zahira. Sebutkan 4 macam sebab mendapatkan kebahagiaan dunia akhirat?" tanya mbah Rohman.
" 1.Hati yang senantiasa bersyukur.
Lisan yang selalu berdzikir.
badan yang sabar menghadapi ujian.
Istri yang tidak berkhianat didalam dirinya maupun harta suaminya (s HR Thabrani)" jawab Zahira. Mbah Rohman pun tersenyum.
" Untukmu Erika. Sebutkan syarat wanita masuk Surga?"
" Shalat fardu lima waktu.
Puasa di bulan ramadhan.
Menjaga aurat dan harga dirinya.
Taat dan patuh pada suaminya.
( Masuklah kedalam surga dari pintu manapun yang kau mau) (s. HR Ahmad) " jawab Erika.
" Untukmu Zahira. Sebutkan rumus bahagia?"
"Ikhlas, sabar, tawakal, dan ridho."
Mbah Rohman pun tersenyum mendengar jawabannya Zahira.
" Untukmu Erika. Sebutkan 4 janji Allah dalam Al quran?"
" 1. Jika kalian bersyukur, maka akan aku tambahkan nikmat ku untuk kalian. ( Qs. Ibrahim 7).
Ingatlah kepadaku, niscaya aku ingat kepada kalian (Qs. Al baqarah 152).
Berdo'a lah kepadaku, pasti aku kabulkan untuk kalian. (Qs. Ghafir 60).
Tidaklah Allah mengazab mereka, selama mereka memohon ampun (beristighfar kepada Allah). (Qs. Al anfal 33)" jawab Erika.
" Sesuatu apa yang paling berharga di hidupmu Zahira?" tanya mbah Rohman.
" Iman" jawab Zahira.
Mbah Rohman pun mengangguk-ngangguk.
" Lalu untukmu Erika, barang apa yang paling berharga di dunia ini?" tanya mbah Rohman. Erika pun menaruh al quran di meja kecil yang ada dihadapan mereka, lalu menaruh selimut bayi disebelah al quran itu.
" Ini barang yang paling berharga di hidupku. Al quran dan selimut bayi yang dibuat bunda untukku waktu aku masih bayi" jawab Erika.
" Lalu kau Zahira?" tanya mbah Rohman.
Zahira langsung menaruh Al quran yang iya bawa di atas meja kecil. Lalu melepaskan gelang pemberian Yusuf dan ditaruhnya di sebelah al quran itu.
" Ini barang yang paling berharga di hidupku" jawab Zahira. Yusuf pun tersenyum melihat gelang pemberiannya yang dibilang Zahira itu barang yang paling berharga.
" Sebutkan 3 nama yang maha segalanya?"
" ALLAH.. ALLAH.. ALLAH" jawab Zahira dan Erika.
" Sebutkan 3 nama yang ada di hati kalian?" tanya mbah Rohman kembali.
" Allah, nabi Muhammad dan ibu" jawab Erika.
" Allah, rasulullah dan...." Zahira langsung menunduk.
" Yang ketiga apa Ira?" tanya mbah Rohman.
" Satu lagi ka Riziq" jawab Zahira sambil menatap Riziq. Riziq pun ikut menatap adik perempuannya itu.
" Jangan sebut namaku, sebutlah nama ibu" ucap Riziq.
" Namamu ada di hatiku sebelum ibu" jawab Zahira. Riziq pun tersenyum.
" Ada satu lagi yang tak bisa ku sebut, dialah ka Yusuf yang selalu ada di hatiku" batin Zahira.
" Lantunkan lah surah Al baqarah dari ayat satu hingga ayat terakhir" ucap mbah Rohman. Erika pun sudah terlebih dahulu melantunkan surah al baqarah dari awal hingga akhir. Sudah tidak diragukan lagi kecerdasannya Erika yang hampir hafal semua surah. Setelah selesai, mbah Rohman pun tersenyum.
" Sekarang kau Ira" pinta mbah Rohman. Zahira langsung menunduk terdiam, sungguh iya tidak hafal surah itu, Riziq sudah mengajarinya, namun sayang sangat sulit untuk Zahira menghafal.
" Ira lantunkan lah" pinta mbah Rohman kembali. Zahira memberanikan diri mengangkat wajahnya.
" Maaf mbah, aku tidak hafal surat al baqarah. Tapi insya Allah aku suka membacanya dalam kitab suci ku al quran" jawab Zahira.
" Tidak apa apa Ira, meski tidak hafal tapi kau membacanya," batin Yusuf.
" Sekarang apa arti sabar itu?"
" Sabar adalah suatu sikap menahan emosi dan keinginan serta bertahan dalam situasi sulit dan tidak mengeluh" jawab Erika.
" Sabar merupakan kemampuan mengendalikan diri dan juga dipandang sebagai sikap yang mempunyai nilai tinggi dan mencerminkan kekokohan jiwa orang yang memilikinya" jawab Zahira.
" Apa kalian sudah memiliki sikap sabar?" tanya mbah Rohman. Zahira dan Erika langsung menunduk.
"Aku selalu sabar menunggu jodoh yang tepat yang akan dikirim Allah untukku" batin Erika.
" Aku selalu sabar menunggu ka Yusuf menaruh hati padaku dan menjadi imam ku" batin Zahira.
" Sekarang mbah tanya lagi apa ikhlas itu?"
"Ikhlas adalah suatu sikap perbuatan yang dilakukan hanya demi dan karena Allah semata tanpa mengharapkan imbalan dan pujian dari orang lain"
" Apa kalian sudah menguasai ilmu ikhlas?" tanya mbah Rohman. Zahira dan Erika kembali menunduk.
" Kenapa kalian menunduk?, apa kalian belum menguasainya?" tanya mbah Rohman kembali. Erika langsung mengangkat wajahnya.
" Aku ikhlas, jika Yusuf menyukai Zahira. Aku ikhlas jika mereka disatukan, tapi aku tidak ikhlas jika sahabatku ini tersakiti, apalagi oleh perbuatanku sendiri" tutur Erika. Zahira langsung menatap Erika. Kini Erika pun menatap Zahira.
" Aku ikhlas membuang perasaan yang baru tumbuh ini, tapi aku tidak ikhlas jika kau yang membuang perasaanmu. Aku lebih memilih persahabatan kita, itu yang lebih berharga saat ini" tutur Erika. Zahira pun terdiam.
" Kau punya jawaban sendiri Zahira" ucap mbah Rohman. Zahira langsung mengangkat wajahnya.
" Aku tidak mengerti ilmu ikhlas, yang aku tau, aku rela jika ka Yusuf memilih Erika untuk jadi istrinya, asalkan ka Yusuf bahagia. Siapapun yang akan jadi istrinya ka Yusuf, insya Allah aku ikhlas, yang penting ka Yusuf bahagia dengan siapapun dia berjodoh" tutur Zahira.
Yusuf pun tersenyum mendengarnya.
Mbah Rohman pun terdiam dan mulai menimbang dari setiap jawaban yang diberikan Zahira dan Erika.
"Bukan tanpa maksud mbah memberikan semua pertanyaan dan memilih kalian menjadi kandidat. Pertama mbah ingin kalian lebih rajin untuk belajar yang kedua, mbah ingin tau seberapa kuat dan seberapa tulus persahabatan kalian. Mbah memilih Erika yang kecerdasannya diatas rata rata menjadi kandidat, mbah ingin mengujinya, biar dia tidak sombong dengan kecerdasannya, dan untuk Zahira yang kecerdasannya dibawah rata rata, mbah ingin mengujinya biar dia bisa belajar lebih rajin dan tidak patah semangat dan minder jika harus berhadapan dengan siapapun yang lebih cerdas darinya. Tidak ada sedikit pun niat mbah untuk merusak persahabatan kalian. Dan alhamdulillah, untuk Erika meskipun kecerdasanmu lain dari yang lain, kau tidak pernah sombong akan hal itu. Dan untukmu Zahira, meski kata orang kalau kecerdasan mu dibawah rata rata, tapi kau hebat tidak pantang menyerah dalam belajar hingga kau bisa menjawab semua pertanyaan yang mbah kasih. Disini mbah tidak akan memilih salah satu dari kalian, karena bukan mbah yang akan menjalani hidup berumah tangga. Mbah serahkan semuanya pada Yusuf, karena dialah yang akan menjalaninya. Yusuf lah yang akan memilih siapa yang pantas menjadi istrinya" tutur mbah Rohman. Semua langsung menatap ke arah Yusuf kecuali Erika dan Zahira yang hanya diam menunduk, mereka sudah ikhlas siapa pun yang nanti akan dipilih Yusuf.
" Suf, siapa yang kau pilih?" tanya Mbah Rohman. Yusuf pun terdiam lalu menunduk, hingga ustadzah Ulfi mengelus pundaknya. Yusuf pun langsung menatap uminya.
" Jawablah" pinta ustadzah Ulfi.
" Aku ini hanya laki laki biasa, tidak ada manusia yang sempurna termasuk diriku. Kuharap kalian akan jauh lebih mencintai sang pencipta dari pada diriku. Kecerdasan memang penting, tapi tidak semua orang mempunyai kecerdasan yang sama. Tidak semua orang cerdas hatinya bersih, tidak semua orang bodoh hatinya kotor. Tidak semua yang tampan harus berjodoh dengan yang cantik, tidak semua yang pintar harus berjodoh dengan yang pintar dan tidak semua yang bodoh harus berjodoh dengan yang bodoh. Ada yang bilang tidak ada laki laki dan perempuan yang sempurna, karena kesempurnaan hanyalah milik Allah. Kesempurnaan dapat terwujud jika keduanya saling menutupi kekurangan maka akan terwujudlah kesempurnaan. Jodoh Allah yang mengatur, seberapa hebat dan seberapa benar jawaban yang kalian berikan jika Allah tidak menjodohkan kita, maka kita tidak akan menyatu begitu pun sebaliknya, meskipun seberapa bodoh dan seberapa salah jawaban yang kalian berikan, tapi jika allah menjodohkan, maka kita akan tetap menyatu" tutur Yusuf.
Semuanya pun terdiam.
" Jika aku memilih salah satu dari kalian, apa yang tidak kupilih akan ikhlas hatinya?, apa dia tidak akan merasa tersakiti?" ucap Yusuf sambil menatap Zahira dan Erika.
" Ikuti kata hatimu Suf" ucap ustadzah Ulfi.
" Insya Allah kami berdua ikhlas dengan keputusanmu" ucap Erika.
" Erika, kau cantik, kau pintar dan kau baik, itu poin plus untukmu. Dan kau Ira, kau cantik, kau rajin belajar dan tidak pernah malu belajar agama dari nol, itu pun poin plus untukmu. Tapi disini aku tidak mungkin memilih dua duanya. Aku tidak berniat untuk menyakiti salah satu dari kalian. Aku, aku memilih Zahira untuk menjadi istriku, aku punya alasan yang lain. Bukan karena kecerdasannya dibawah rata rata hingga aku kasihan padanya. Tapi karena dia memiliki keistimewaan yang lain yang tidak dimiliki perempuan lain. Ira memang mempunyai kekurangan, untuk itu aku ingin menutupi kekurangan itu menjadi kesempurnaan" tutur Yusuf. Zahira pun langsung menatap Yusuf, ada rasa haru dalam dirinya. Sementara Erika sudah tersenyum, iya sudah ikhlas jika Yusuf memilih sahabatnya.
" Aku memilih Zahira" ucap Yusuf kembali.
Semua nampak tersenyum.
" Suf kau yakin dengan pilihanmu?" tanya mbah Rohman.
" Yakin mbah"
Mbah Rohman pun menatap Zahira yang kini menunduk, lalu menatap Erika.
" Kau tidak apa apa Erika jika Yusuf memilih Zahira?" tanya mbah Rohman. Erika pun tersenyum.
" Aku ikhlas mbah, yang penting bagiku adalah kebahagiaan Zahira" jawab Erika.
Mbah Rohman pun kembali menatap Zahira.
" Bagaimana denganmu Ira, apa kau bersedia menerima Yusuf?" tanya mbah Rohman. Zahira langsung menatap mbah Rohman.
" Mbah, aku belajar dari siang dan malam biar aku bisa pintar dan mengimbangi kecerdasan ka Yusuf dan Erika, serta biar aku bisa menjawab semua pertanyaan dari mbah. Aku belajar dengan giat, aku belajar agama dengan sepenuh hatiku. Tapi mbah, aku belajar semua itu semata mata karena Allah, karena aku ingin dekat dengannya bukan karena ingin mendapatkan seorang laki laki. Ada yang bilang, jika ingin berubah menjadi lebih baik, maka kita harus niatkan semuanya karena Allah, bukan karena hambanya" tutur Zahira. Yusuf pun tersenyum, iya tak menyangka jika Zahira dapat menjawab seperti itu. Ustadzah Ulfi sudah tersenyum.
" Lalu apa keputusanmu Ira?" tanya ustad Azam.
" Aku serahkan semuanya pada ka Riziq" jawab Zahira sambil menatap Riziq. Riziq pun ikut menatap Zahira, dan semua orang disana langsung menatap Riziq meminta jawaban. Riziq kini sudah menatap Yusuf.
" Suf, sebelum aku memberi keputusan, aku ingin tanya sesuatu padamu" ucap Riziq. Yusuf pun menatap Riziq.
" Apa kau yakin memilih Zahira?" tanya Riziq.
" Aku yakin" tegas Yusuf.
" Apa alasannya hingga kau ingin menikahi adikku?"
" Menikah adalah ibadah, semua bukan semata mata karena cinta, tapi karena aku yakin, bersama Zahira aku bisa melangkah bersama menuju surganya Allah" jawab Yusuf.
" Kau mau menerima kekurangannya?"
" Insya Allah aku terima kekurangannya" jawab Yusuf. Riziq pun terdiam.
" Suf, Zahira itu kecerdasannya memang berbeda dari yang lain, tapi dia adikku yang istimewa, tidak segampang itu kau bisa mendapatkannya. Jika keluargamu menguji kecerdasannya Zahira, maka aku pun akan menguji keseriusan mu terhadap adikku. Maaf, tidak segampang itu kau bisa mendapatkan Zahira, kau pun harus berhadapan denganku dulu, aku ingin tau seberapa besar kau memperjuangkan Zahira" tutur Riziq. Semua terdiam menatap Riziq.
" Hebatnya berondong ku, kalau saja di aula tidak ada orang, sudah ku cubit pipinya. Gemeeeez" batin Aisyah.
Dalam hatinya Zahira sudah tersenyum senyum.
" Insya Allah aku terima ujian dari ustad Riziq" tegas Yusuf.
Setelah selesai acara di aula, semuanya pun bubar. Keluarga Erika sudah menerima dengan ikhlas. Mereka berjalan menuju rumah Anisa.
" Erika" Zahira memanggil.
Erika pun menghentikan langkahnya lalu menatap Zahira.
" Apa kau masih marah padaku?" tanya Erika.
Tanpa menjawab pertanyaan, Zahira langsung memeluk Erika.
" Kau sahabat terbaikku" ucap Zahira. Erika pun langsung tersenyum dan membalas pelukan sahabatnya itu.