NovelToon NovelToon
Cinta Di Langit Tajmahal

Cinta Di Langit Tajmahal

Status: tamat
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu / Dunia Masa Depan / Tamat
Popularitas:632
Nilai: 5
Nama Author: Siti Muarofah

❤️ CINTA DI LANGIT TAJ MAHAL 🕌✨

AARYAN, CEO muda yang dingin dan playboy, hidupnya berubah total saat bertemu MAHEERA, gadis suci yang mengajarkannya arti cinta sejati.

Meski ditentang keras oleh Ny. Savitri, ibu Aaryan yang angkuh, cinta mereka tetap bersemi. Bahagia sempat terjalin indah, hingga takdir berkata lain. Maheera harus pergi meninggalkannya lebih dulu.

Bertahun-tahun Aaryan hidup dalam kesepian, menyimpan rindu yang tak pernah mati. Hingga akhirnya, ia pun menyusul kekasih hatinya.

Kisah cinta abadi yang membuktikan, kematian pun tak mampu memisahkan dua jiwa yang saling memiliki. 🥹🕊️🖤

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Muarofah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 12: KEINDAHAN YANG TAK TERKATAKAN

Setelah cukup lama berdiri terharu di dalam ruang utama, Aaryan dan Maheera memutuskan untuk berjalan keluar dan menjelajahi seluruh kompleks bangunan yang begitu luas ini.

Mereka berjalan pelan menyusuri lorong-lorong yang teduh. Mata Maheera tak henti-hentinya memandang ke sekeliling, seolah ingin merekam semua keindahan ini ke dalam ingatannya selamanya.

"Mas Aaryan... lihat itu!" seru Maheera sambil menunjuk ke arah dinding bagian bawah. "Batu-batannya ada yang berwarna-warni ya?"

"Betul, Sayang," jawab Aaryan sambil mengelus rambut gadis itu. "Itu namanya teknik Pietra Dura. Dulu para seniman menanamkan batu-batu mulia seperti batu merah, batu hitam, dan batu hijau ke dalam marmer putih. Mereka membentuk gambar bunga-bunga, buah-buahan, dan tanaman yang sangat detail."

Maheera mendekatkan wajahnya, menyentuh lembut ukiran itu dengan ujung jarinya.

"Halus sekali... dan rumit. Pasti butuh waktu bertahun-tahun buat bikin yang secantik ini," gumam Maheera takjub.

"Ya, lebih dari 20 tahun, Maheera. Ribuan pekerja bekerja siang dan malam hanya demi satu tujuan: menyempurnakan cinta sang Raja," jawab Aaryan. "Bahkan konon, setelah selesai, tangan para arsitek dipotong supaya tidak pernah bisa membuat bangunan seindah ini lagi untuk orang lain."

Deg!

Maheera terkejut mendengarnya. "Wah... kejam ya... tapi itu membuktikan betapa spesialnya tempat ini buat sang Raja."

"Ya... segalanya dilakukan demi kesempurnaan," ucap Aaryan dalam.

 

Mereka berjalan keluar menuju area taman depan. Di sana, terdapat sebuah kolam air yang sangat panjang dan tenang.

Saat mereka berdiri di tepi kolam itu, Maheera terkesiap kagum.

"Ya Allah... Mas lihat! Bangunan itu terbalik di dalam air!" serunya girang.

Benar saja! Pemandangan Taj Mahal yang megah itu tercermin sempurna di permukaan air kolam yang tenang itu. Seolah-olah ada dua Taj Mahal: satu yang berdiri tegak di langit, dan satu lagi yang "tenggelam" indah di dalam air.

"Indah sekali... seperti lukisan Tuhan yang paling sempurna," bisik Maheera memejamkan mata, menikmati angin yang berhembus sepoi-sepoi.

Aaryan menatap wajah kekasihnya itu. Di bawah sinar matahari yang mulai condong ke barat, wajah Maheera terlihat bersinar.

"Kau tahu tidak, Maheera... ada satu keunikan lagi dari bangunan ini," kata Aaryan tiba-tiba.

"Apa itu, Mas?"

"Marmer putih ini bisa berubah warna, lho," jelas Aaryan sambil menunjuk bangunan utama. "Kalau pagi hari, warnanya putih kemerahan seperti warna kulit manusia yang segar. Kalau siang cerah begini, warnanya putih bersih menyilaukan. Dan kalau malam... saat bulan purnama muncul, warnanya berubah menjadi keperakan atau kekuningan seperti bulan itu sendiri."

"Wah... hebat sekali!" Mata Maheera berbinar-binar. "Berarti bangunan ini punya perasaan juga ya? Ikut berubah sesuai suasana hati langit."

"Mungkin iya..." Aaryan tersenyum. "Karena dibangun dengan cinta yang begitu besar, maka bangunannya pun jadi hidup dan penuh makna."

Mereka lalu duduk di sebuah bangku batu yang teduh di bawah pohon yang rindang. Jauh dari kerumunan orang, mereka menikmati kebersamaan itu.

"Mas..." panggil Maheera pelan, kepalanya bersandar di bahu kekar itu.

"Hmm?"

"Dulu... saat Mas masih jadi CEO yang kaya raya, seringkah Mas datang ke tempat seperti ini?" tanya Maheera penasaran.

Aaryan menggeleng. "Jujur... hampir tidak pernah. Dulu pikiranku penuh dengan angka, meeting, dan pesta. Aku pikir tempat ini cuma tempat wisata biasa buat orang lain lihat-lihat."

"Tapi sekarang?"

"Sekarang..." Aaryan membalas pelukan itu erat-erat. "Sekarang aku baru mengerti arti sebenarnya. Aku baru bisa merasakan getarannya. Dan anehnya... justru saat aku tidak punya apa-apa, saat aku hanya punya kamu... mataku jadi terbuka melihat keindahan dunia ini."

"Karena ada kamu, Maheera. Kamu yang membuat segalanya jadi indah. Kamu yang membuat hatiku lembut kembali bisa mengagumi ciptaan Tuhan."

Maheera tersenyum lebar, hatinya berbunga-bunga. Ia tidak menyangka, tempat yang dulunya hanya simbol kesedihan, kini justru menjadi saksi kebahagiaan mereka yang paling manis.

"Besok kalau bulan purnama, kita kesini lagi ya, Mas?" ajak Maheera manja.

"Iya sayang, nanti kita kesini lagi. Kita lihat bangunan ini berubah jadi warna perak. Dan aku janji... aku akan selalu mengajak kamu melihat keindahan-keindahan lain di dunia ini. Walau kita harus jalan kaki, walau kita harus naik bus... asalkan sama kamu, perjalanan apa pun akan terasa seperti naik kereta kencana."

Di bawah bayang-bayang pohon, di halaman luas Taj Mahal itu, mereka berdua tertawa bahagia. Mereka berfoto ria menggunakan ponsel biasa mereka, mengabadikan momen-momen sederhana namun sangat berharga.

Cinta mereka kini terasa semakin kuat. Seperti fondasi bangunan megah ini yang tertanam dalam di bumi, cinta mereka pun kini tertanam kokoh di dalam hati, tak akan goyah oleh apa pun.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!