NovelToon NovelToon
Gadis Hina

Gadis Hina

Status: sedang berlangsung
Genre:Idola sekolah / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:537
Nilai: 5
Nama Author: KheyraPutri

Reina Wulandari,seorang gadis yang terpaksa harus menjual dirinya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dengan sang nenek. Dia anak yang pintar namun sayang kepintarannya tidak dia manfaatkan dengan baik dan justru harus terjerumus ke dalam hal yang tidak seharusnya dia lakukan. Bagaimana kisahnya mari ikuti ceritanya.
( Hanya cerita fiktif belaka jadi tolong jangan hina karyaku ya 🙏 tolong komentar dengan bijak dan ambil hal yang baik saja ).

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KheyraPutri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sial

Reina mengetuk pintu mobil dari luar. Pak Mamat pun terbangun dari tidurnya saat mendengar kaca mobilnya di ketuk.

" Iya non ?" Tanya pak Mamat membuka kaca jendela mobil.

" Aku buatin teh pak,ayo minum." Ucap Reina mengajak pak Mamat meminum teh yang ia buat.

" Tapi non,saya di sini saja ya nggak enak nanti ganggu non Reina sama nyonya Rita mengobrol." Ucap pak Mamat tidak enak.

" Kalau begitu aku ambilkan bawa ke sini ya pak." Reina berlalu dan balik lagi ke teras untuk mengambil cangkir teh milik pak Mamat.

" Loh Re,mau di bawa kemana ?" Tanya Rita bingung karena Reina membawa cangkir tehnya.

" Aku anterin ke pak Mamat Tan,ia malu katanya mau minum di dekat mobil saja." Jawab Reina memberi tau,dia juga membawa roti kering.

" Kamu terlalu baik nak" Gumam Rita sambil melihat Reina yang mengobrol dengan pak Mamat.

Setelah mengobrol sedikit Reina balik lagi ke teras menemani Rita.

" Tante mau bawa sayuran nggak ? Nenek nanam sayuran di belakang rumah." Tanya Reina menawari.

" Oh ya ?Tante mau lihat dong." Ucap Rita menatap Reina dengan antusias.

" Nanti baju sama sepatu Tante kotor,biar Reina saja yang metik,Tante tunggu di sini saja." Ucap Reina yang takut membuat barang-barang mewah Rita kotor.

" Nggak papa sayang,ayo...Tante pingin lihat,di rumah Tante juga membuat kebun tapi kebun bunga bukan sayuran." Ucap Rita bercerita.

" Tapi tan-" Reina ragu-ragu. Rita pun langsung menggandeng tangan Reina dan mengajaknya berdiri dari duduknya.

" Ayo tunjukkan lewat mana jalannya." Tanya Rita seperti anak kecil yang akan mendapatkan hadiah.

Reina pun berjalan masuk ke dalam rumah dan melewati dapur untuk ke kebun belakang. Tanamannya ada yang layu karena sudah 3 hari tidak ada yang mengurusi.

" Waaaahhhh banyak banget tanamannya sayang..." Ucap Rita takjub. Ia yang orang kaya tidak pernah melihat langsung sayuran yang masih di tanam begitu senang dan antusias.

" Iya,setiap hari nenek yang mengurusnya Tan,aku hanya membantu memanen dan sesekali menanam,Tante mau sayur apa biar aku petikan ?" Tanya Reina.

" Tomat sayang tapi aku mau metik sendiri,kamu petikan saja kangkung sama sawi aja ya jangan banyak-banyak." Ucap Rita tersenyum lebar.

" Ini wadahnya Tan, hati-hati ya kalau ada ulet bulu." Ucapnya cekikikan.

" Aahhhh masak iya ada..." Ucap Rita menyepelekan. Ia pun memetik tomat yang sudah matang dengan 1 persatu dan hati-hati sekali karena takut akan merusak buah yang belum matang.

" Loh Tan itu,di pundak Tante." Ucap Reina berteriak dari kejauhan.

" Apaan sih ? jangan nakut-nakutin dong." Ucap Rita yang takut ingin menoleh melihat.

" Huaaaaa !! ulat Re,ulat !!!cepet buang tolong !!" Teriak Rita heboh sambil memejamkan matanya.

Reina mendekat menghampiri Rita,ia mencari kayu terlebih dahulu untuk membuang ulat itu.

" Udah Tan..." Ucap Reina tersenyum. Sebenarnya ia ingin tertawa namun ia takut Rita akan marah padanya.

" Makasih ya sayang." Ucap Rita yang menengok kanan kiri takut kalau ada ulat lagi.

" Di bilangin nggak percaya, Tante tunggu aja di gubuk biar aku yang metik ya." Ucap Reina menunjuk sebuah gubuk di pinggir kebun.

" Iya aja deh,hiiii sebenarnya Tante nggak takut. Cuma geli aja." Ucap Rita bergidik. Ia pun menuju ke gubuk kecil yang di tunjuk Reina dengan hati." Melewati pohon tomat takut ada ulat lagi.

Saat ingin duduk ia melihat ada pohon singkong." Sayang...ini pohon singkong kan ?" Tanya Rita berteriak sambil memegang daun singkong.

" Iya tan,Tante mau daunnya ?" Tanya Reina yang juga berteriak melihat Rita.

" Tante mau singkongnya,pingin buat kolek kayaknya enak." Ucap Rita. " tapi gimana cara metiknya ya ,di gali ?" Tanya Rita karena ia tidak tau,hanya tau membeli,mengolah dan memakannya.

" Di cabut Tan,tapi harus orang kuat." Ucap Reina menghampiri Rita setelah memetik tomat,sawi dan kangkung.

" Terus siapa dong...kalau Tante nggak mungkin kuat,tangan Tante aja hampir sama dengan pohonnya,kamu juga kan baru sembuh." Ucap Rita bingung." ohhh iya,kan ada pak Mamat Re,kamu panggil dia biar dia yang cabut...hihi" Ucap Rita cekikikan.

" Iya ya, aku lupa ada pak Mamat. Kalau gitu aku panggil dulu Tan." Ucap Reina berlalu pergi masuk ke dalam rumah dan menghampiri pak Mamat yang masih meminum tehnya.

" Pak..." Panggil Reina yang membuat pak Mamat terkejut dan tersedak.

" Astagfirullah non...jangan buat bapak kaget napa" Ucap pak Mamat sambil mengelap mulutnya.

" Hehe....maaf pak kalau buat bapak kaget. Di panggil Tante Rita tu." Ucap Reina yang tidak memberi tau untuk mencabut singkong.

" Oh iya,dimana non ? Ada apa ?" Tanya pak Mamat heran dan bingung.

" Udah ayo ikut aja pak." Ajak Reina yang berjalan terlebih dahulu.

Pak Mamat pun mengikuti Reina di belakang  dan masuk ke kebun. Ia bingung kenapa harus di ajak ke kebun. Sesampainya di gubuk Rita yang sudah menunggunya pun langsung tersenyum lebar melihat kedatangan pak Mamat.

" Iya nyah ada apa ?" Tanya pak Mamat setelah sampai di depan Rita.

" Tolong cabut singkong dong pak saya mau buat kolek nanti...hehe." Ucap Rita meringis.

" Oh, gampang itu nyah..." Ucap pak Mamat sombong lalu mendekati pohon singkong dan mencoba mencabutnya.

" Eeeee...kok keras ya, jangan-jangan besar ni isinya." Gumam pak Mamat.

" Ayo pak tarik lebih kuat lagi...masak badan aja yang besar cabut singkong nggak bisa." Cibir Rita agar pak Mamat merasa emosi dan mendapatkan kekuatan kembali.

" Wah nyonya meragukan kemampuan saya." Ucap pak Mamat mencoba kembali mencabut dengan kekuatan penuh.

Saking penuhnya pak Mamat sampai jatuh terduduk ke belakang. Dengan singkong yang masih ia pegang.

" Hahahaha....hahaha pak Mamat memang hebat dan kuat." Ucap Rita sambil tertawa dan memberikan 2 jempolnya.

Rina pun ingin membantu pak Mamat untuk berdiri namun pak Mamat menolak dan memilih bangun sendiri.

" Sudah kan nya ? Atau mau lagi ?" Tanya pak Mamat memastikan sebelum ia kembali ke mobil.

" Sudah pak itu aja udah cukup kok,isinya besar banget pantes tadi pak Mamat sempet kesusahan." Ucap Rita yang masih tertawa.

" Bukan kesusahan nyah tapi belum di keluarin aja kekuatannya." Ucap pak Mamat sombong.

Reina hanya menggelengkan kepalanya. Ia memilih masuk ke dalam rumah mengambil pisau untuk memisahkan singkong dari batangnya.

" Ini pak,tolong bawa ke mobil ya." Ucap Reina memberikan 3 kantong plastik dengan isi yang berbeda-beda.

" Siap non..." Ucap pak Mamat menerima kantong-kantong plastik itu dan berlalu pergi terlebih dahulu.

" Ayo Tan kita masuk dan bersih-bersih." Ajak Reina untuk kembali masuk mencuci tangan dan kakinya.

Rita pun mengikuti Reina di belakang dan menuju ke kamar mandi mencuci tangan dan kakinya. Setelah itu gantian Reina yang membersihkan tangan dan kaki.

--->>>

1
hanawati sumaharjana
bafhs utk mengusi wkt
hanawati sumaharjana
menarik utk trs diikuti smp tamat nih
Dewi KheyraPutri: terimakasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!