NovelToon NovelToon
Calon Istri Pengganti Tuan Abian

Calon Istri Pengganti Tuan Abian

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:12.7M
Nilai: 4.8
Nama Author: Marina Monalisa

Tak kusangka aku bahagia bisa memiliki keluarga kecil.

Sebuah cerita perjuangan gadis yang bernama Indira Mahesa, gadis yang memiliki karir begitu baik. Harus menghadapi pernikahan yang terjadi karena pembalasan dendam yang salah sasaran.

Pria tampan yang bernama Abian Malik seorang pengusaha kaya yang mampu mencuri hati semua wanita termasuk sang sekertarisnya yang tidak lain adalah sepupunya sendiri.

Akankah pernikahan mereka mampu bertahan?


Mohon untuk tidak promosi di lapak ini🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marina Monalisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terungkapnya Indira

"Ingat aku memberimu ijin kerja tapi tidak untuk sehari." pekik Abian yang meninggalkan Indira kembali seorang diri di kamar. Indira yang menatap punggung suaminya bertanya-tanya maksud ucapanya apakah dia tidak suka Indira berlama-lama di luar.

Setelah kepergian Abian kini tinggal Indira yang berlutut di depan pecahan ponsel miliknya, tangannya satu persatu mulai mengumpulkan serpihan pecahan barangnya itu. Sesekali air matanya menetes membayangkan wajah Tuan Damar yang tersenyum saat memberikan ponsel itu.

"Haaahh mengapa tidak konsen begini aku bekerja?" Abian yang gelisah saat berada di ruang kerjanya kini kembali melangkah ke arah kamarnya.

Terdengar kasar tangannya membuka pintu kamar, matanya menatap tajam benda yang sudah terkumpul di genggaman istrinya. Abian yang mengira bahwa benda hancur itu adalah pemberian dari pria yang berada dalam mimpi istrinya merasa teramat kesal, langkahnya perlahan mendekat ke arah Indira.

"Mau apa kau?" Indira bertanya dengan wajah marahnya.

Ingin sekali ia melemparkan pecahan di tangannya, tapi jika ia melempar tentu barang itu tidak akan bisa lagi ia lihat lebih utuh.

Akhirnya Indira memilih untuk diam dan menunggu reaksi suaminya yang seperti bom setiap waktu bisa saja meledak.

Oh jadi benda itu pemberiannya." begitu arti tatapan Abian yang melihat genggaman Indira sangat erat dan air mata yang menetes.

Belum sempat tangan Abian merebut ponsel di tangan Indira, ia lebih dulu berlutut. "Aku mohon jangan hancurkan benda ini!"

Abian melihat tangis deras yang membanjiri pipi wanita cantik itu merasa tidak tega untuk meneruskan aksinya, meskipun ia sebenarnya sangat kesal menyaksikan Indira begitu menyayangi benda itu.

"Federic, aku akan mencarimu!" gumam Abian dengan wajah emosinya.  Entah emosi apa yang ia miliki dengan pria itu apa karena ponsel Indira yang pecah atau karena yang lain.

"Mandikan aku!" pintah Abian tanpa menatap Indira yang masih berlutut dengannya.

Indira wanita yang kuat tapi segala sesuatu yang menyangkut tentang Tuan Damar tentu ia akan menjadi wanita yang sangat lemah. Apa pun akan ia lakukan demi melindungi pemberian dari Tuan Damar, yah hanya itu lah yag bisa lakukan.

"Ma-mandikan?" indira yang terkejut mendengarnya sekaligus kembali kesal.

"Mandikan aku!" Abian kembali mengucapkan.

"Huuh apa-apaan dia, memangnya tidak bisa yah mandi sendiri? apa aku kerjai saja sekali-sekali hitung-hitung ini adalah pembalasanku." gumam Indira yang menahan tawa di wajahnya sambil membayangkan reaksi suaminya ketika di kerjai.

Indira yang begitu terlihat bersemangat dengan cepat menuju kamar mandi, ia mengisi bethup dengan air hangat. Sementara Abian yang tengah menunggunya masih sibuk berkutat dengan ponsel di genggamannya.

Matanya melirik tajam wajah istrinya, "Mengapa wajahnya tak sama sekali terlihat keberatan?"

"Sudah siap, ayo!" Indira yang menarik tangan Abian ke dalam kamar mandi.

Setelah memastikan Abian masuk ke dalam bethup Indira segera memberi sampo dan beberapa kali memijat kepala suaminya.

"Sabun!" pintah Abian meminta airnya untuk di beri busa tambahan lagi.

Akhirnya Indira menjatuhkan satu botol sabun pewangi ke tubuh suaminya, Abian bisa merasakan ada sesuatu yang menelusuri tubuhnya. Indira yang tertawa di belakang suaminya berusaha membungkam mulutnya.

Kemudian Indira bergegas dari belakang Abian dan berdiri di depan kamar mandi. "Apa yang kau lakukan Indira?" sentak Abian yang membuat senyuman di wajah Indira terhenti.

"Apa dia tidak takut dengan lintah palsu itu?" Indira yang terkejut melihat reaksi kemarahan suaminya begitu tajam.

"Indira, apa yang kau lakukan?" pekik Abian yang berdiri dari bethup tanpa penutup.

Sesuatu yang menggantung di bawah sana membuat Indira menutup matanya seketika, ia kembali ketakutan melihat reaksi Abian yang sangat marah dan melangkah ke arahnya.

"Indira kau harus kuat, jangan takut oke." begitu ucapan dari dalam hatinya. Sayangnya ia begitu bergemetar ketika melihat langkah suaminya yang sudah semakin mendekat tanpa pelindung sehelai kain pun.

Abian yang kini berdiri tepat di hadapannya sudah mecengkram erat kedua lengan mungil itu. Matanya begitu tajam di depan mata Indira.

"Beraninya kau!"

Indira yang melihat tatapan Abian berhasil melepaskan diri dengan menendang kepemilikan suaminya dan berlari keluar kamar. Ia berfikir Abian tidak akan mungkin berlari keluar kamar dengan keadaan bug*l seperti itu.

"Ada apa, Nyonya?" Zanna yang datang tiba-tiba kembali mengejutkan Indira.

"Eh tidak apa-apa." jawab Indira dengan nafas yang terengah-engah.

Di dalam kamar Abian yang bergegas membersihkan tubuhnya dengan buru-buru mendapat ketukan pintu kamar. "Mau apa lagi wanita gila itu?

Setelah selesai membersihkan tubu ia kembali memakai pakaian santainya atasan bekerah dengan bawahan pendek. Abian merupakan pria yang sanngat rapi ia tidak suka memakai baju kaos yang tanpa kerah.

Tangannya segera membuka pintu, ia melihat Bram yang berada di depannya. "Ada apa?" tanyanya dengan tajamnya.

"Tuan, sesuai dengan permintaan anda saya sudah menemukan informasi lengkap tentang istri anda." jelasnya dengan cepat.

Abian yang mendengar jawaban Bram segera menutup pintu kamar dan membawa Bram masuk, Indira dan Zanna yang dari kejauhan melihatnya saling menatap.

"Apa mereka adalah sepasang homo?" begitu tatapan keduanya berbicara.

Terlebih Indira, karena memang selama ini Abian tidak pernah berhubungan dengannya apa karena itu sebabnya. Dan sekarang Abian membawa pria lain masuk ke dalam kamarnya tanpa ada Indira atau orang lain di dalam sana. Bulu kuduk Indira berdiri menegang membayangkan suaminya yang ternyata tidak normal tanpa orang lain ketahui.

"Tidak, ini tidak mungkin. apa ini semua karena Nona Maudi yang meninggalkannya dan Tuan muda memilih untuk mencintai sesama jenisnya?

"Brengs*k! pekik Abian yang melempar beberapa lembar kertas. Matanya begitu marah mendapati kebenaran jika Indira tidak ada kaitannya dengan Tuan David. Bram yang hanya tertunduk sopan terus mendengarkan celotehan Abian.

Wajah penuh sesalnya begitu terlihat ia tak menyangka jika selama ini ia salah balas dendam denga Indira. Bagaimana mungkin ia berfikir jika Tuan David akan kesal mengetahui Indira di siksa olehnya sementara Indira bukanlah putri kandungnya.

"Apa ini, Bram?" tanya Abian lagi yang melihat satu kertas menyusul.

Bram yang menjelaskan jika itu adalah bukti Tuan David pernah masuk sel tanpa orang lain ketahui karena ulah Indira yang melaporkan atas tindakan pemerk*saan. Abian begitu terkejut mendengarnya  matanya berkaca-kaca Bram yang terus menjelaskan tentang kejadian di London saat itu Tuan David sampai saat ini masih begitu menginginkan Indira.

"Berarti wajah sedihnya waktu aku menikahi Indira bukan karena sedih dia putrinya, tetapi karena ia tidak memiliki kesempatan untuk menikahi Indira." gumam Abian dalam hati.

Kepalanya menggeleng tidak percaya dengan kejadian yang Indira alami selama ini, bagaimana ia bisa setega itu membuat wanita cantik yang sama sekali tak berdosa harus menanggung perlakuan tidak adilnya itu. Tangannya mencengkram erat wajahnya begitu memerah. Bram bisa melihat jelas raut Abian saat ini sangatlah jauh dari kata baik.

1
falea sezi
rejeki ya gia/CoolGuy//Facepalm/
Riri Khoeriah
visual nya cocok kak👍👍👍👍👍
Meliala Kolompoy
tuan damar suaminya nuonya nigrum atau MantaN suami..??
membaca smbil meraba2 jalN ceritanya...
rada bingung
Lena Sari
hebat kamu Abian,terus hargai apapun hasil potongan rambutmu.
Lena Sari
dasar ya pasangan somplak.
nokdenok
minyak srimpi itu udah poll wanginya torr
Margaretha Sukmawati
indira terlalu lemah dan cengeng. seharusnya dgn setiap masalah harus menjadi wanita Tegar dan kuat.
Fatimah's
bener banget Thor , nasehat yg sangat bagus👌👍
itanungcik
cerita 👍👍👍👍
may Saka
ceritanya sangat seru aku menyukainya 🥰🥰
GALAXY GAMING
bian, Indira memang tak selembut dan sesabar diba, tapi demi dia kau bersedia melakukan banyak hal konyol, dia mewarnai hidupmu
cloe
males x, cewek lemah
ria onits
aku lagi maskeran pas baca ini ngakak seketika😂😂😂
Kalee Chan
huuwooooowwww.... mari kita ikuut main yok
Kalee Chan
ini adegan malam pertama...
apa latiahan karate...
oohh AQ tkungfuu Jecky Chen
Kalee Chan
hahahaha... gia kocakk abisss
Kalee Chan
saudara Bram_bang bin almarhum Pram_banan...
naah ituu baru nama panjangnya thorrrr....
😅😅
Kalee Chan
oh yaa ampunnn gia..
ternyata kau bisa juga malu2 meong...
Dinar David Nayandra
gw jarang ketawa klo baca novel walau ada yg lucunya tp ini bikin gw ketawa ngakak 😅😅😅😅😅😆😆😆😆
Roha12
thanks for u Thor
karya mu luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!