Sebuah pernikahan memang semua orang memimpikan itu . Namun bagi anak SMA di minta untuk menikah di usia muda . Apa bisa ?
Bahkan mungkin saat ini yang ada dalam pikiran mereka . Nanti nongkrong dimana sehabis pulsek (pulang sekolah ). Nanti lulus sekolah lanjut dimana .
Tapi memang ada hlo . Gama , memang harus sudah di takdirkan menikah muda dengan gadis yang memang susah sekali di atur . Alesya .
nantikan terus dan baca ya .. harus . dukung juga othor biar semangat .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tyas Ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 33
Alesya masih penasaran . Siapa pelaku sebenarnya . Dia merasa tidak pernah menyinggung orang . Bahkan Dinda yang membuat masalah dengannya . Alesya tidak pernah membalas dendam . Kecuali saat itu juga . Alesya akan membalas . Tapi apakah mungkin Dinda .
Alesya diam di kamarnya . Menatap layar ponsel yang berseliweran vidio fashion . Namun tatapan Alesya kosong . Seperti berkelana entah kemana .
" Jangan melamun nanti ke sambet " ucap Gama yang sudah selesai membersihkan dirinya .
Alesya hanya menghela nafas kasar . Tidak menghiraukan ucapan Gama .
" Masih mikirin kejadian tadi? " ucap Gama langsung pada intinya .
Alesya merubah posisinya menjadi duduk menghadap Gama .
" Ya " ucap Alesya .
" Makanya jangan suka iseng sama orang " ucap Gama .
" Sok tahu lo " ucap Alesya membanting ponselnya . Dia kesal dengan Gama yang menyalahkan dirinya .
Alesya lalu keluar kamar . Dia pergi ke dapur membuat jus buah dan memotong buah untuk dia makan .
Gama menghampiri Alesya yang sedang di dapur .
Alesya tidak menghiraukannya . Lalu memilih ke taman untuk memakan buahnya . Menikmati taman bunga yang berjejer rapi . Begitu banyak warna warni bunga bermekaran .
" Hidup itu memang seperti bunga . Penuh warna " ucap Alesya tersenyum tipis .
Lalu kembali meminum jus buah di tangannya .
" Kalau makan itu suaminya juga di buatin " ucap Gama ikut duduk di samping Alesya .
" Kalau mau makan ini saja " ucap Alesya menyodorkan potongan buah kepada Gama.
Namun Gama memilih mengambil jus di tangan Alesya .
" itu punya gue " ucap Alesya .
Namun Gama meneguk jus itu hingga tandas .
" Ini " ucap Gama .
Alesya memutar bola matanya malas .
" Mau tidur sekarang?" tanya Gama .
" Apaan sih lo Gam. Lo itu mau ujian . Mikir sekolah bukan hal mesum " ucap Alesya berdiri dan melipat tangannya di dada.
Gama justru malah terkekeh . Gama berdiri tepat di depan Alesya . Sedikit menunduk menatap istrinya .
" Jangan mikir terlalu jauh dulu . Aku cuma bilang tidur bukan aku mau meniduri mu " ucap Gama .
Pipi Alesya menjadi merah karena malu . Alesya menginjak kaki Gama kuat . Biarkan saja pikirnya . Salah sendiri selalu usil .
" Sini lo kalau berani" tantang Alesya lalu lari dari Gama .
" Dasar kucing kecil " ucap Gama .
Gama mengikuti Alesya . Alesya sedang berada di kamar mandi . Gama memainkan ponselnya . Berbalas pesan dengan kak Juan dan juga sahabatnya .
Alesya lalu keluar dari kamar mandi . Menatap Gama sekilas . Gama yang masih sibuk dengan ponselnya .
Alesya lalu berjalan menuju meja rias . Membersihkan wajahnya dan memberikan krim wajah . Setelah itu tidur di samping Gama . Lebih tepatnya memunggungi .
Tiba-tiba Gama duduk . Menatap Alesya yamg juga sedang menatapnya .
" Apa ?" tanya Alesya melihat wajah Gama yang mulai serius .
" Aku keluar sebentar. Maaf , ada urusan mendadak " ucap Gama serius .
Alesya mengangguk pelan .
Gama lalu mendekat dan mencium kening Alesya . Entah keberanian dari mana . Sesaat Gama sadar dengan apa yang dia lakukan .
" Sudah sah " ucap Gama .
Alesya tidak menolak kali ini . Entah ada apa . Gama terlihat kesal dan juga tegang . Namun Alesya tidak mau menanyakan ada apa . Karena bagaimanapun mereka belum terlalu dekat . Biar nanti Gama sendiri yang berbicara .
Gama mengambil kunci motornya di nakas . Menatap Alesya sekilas sebelum keluar dari kamar .
" Ada apa sih ? Bikin penasaran " ucap Alesya monolog .
Sudah cukup lama Alesya memejamkan matanya . Namun tetap tidak bisa tidur . Tidak ada notifikasi di ponselnya dari Gama . Ini untuk pertama kalinya Alesya menunggu pesan dari seseorang .
Gama telah sampai di tempat tujuan .
" Ada apa ?" tanya Gama dingin .
" Ini ada cewek yang ngaku deket sama lo. Dia di ganggu sama orang " ucap Kak Juan .
Gama menatap gadis yang keluar dari ruangan Kak Juan . Gama menyipitkan matanya . Menatap gadis yang memakai pakaian cukup terbuka itu .
" Kita tidak dekat " ucap Gama .
" Tapi di sini gue cuma kenal lo " ucap gadis itu dengan mata sembab .
" Tapi gue nggak merasa kenal lo " ucap Gama .
" Kenapa lo baik sama Alesya . Tapi nggak sama gue . Apa kelebihan Alesya ? " ucap Nadia terisak .
Tak berselang lama Shaka dan Raga datang bersamaan . Meskipun mereka tidak datang bersama . Mereka di beritahu Gama untuk datang ke club Kak Juan .
Gama menahan amarahnya . Menghela nafasnya kasar . Tangannya mengepal kuat .
" Bukan urusan lo " ucap Gama hendak berbalik .
" Lo suka sama Alesya " tanya Nadia dengan suara lantang .
Semua yang ada di sana menatap Gama .
Gama menghentikan langkahnya . Lalu kembali melanjutkan langkahnya . Menurutnya tidak penting juga menjelaskan kepada orang yang tidak dia kenal .
Nadia terduduk lemas . Air matanya menetes deras .
" Lo ngapain sih sampai di sini ?" tanya Shaka .
" Tolong bang antar dia pulang " ucap Raga memberikan kunci mobil kepada seorang pria yang bekerja di club Kak Juan .
Nadia awalnya memberontak tidak ingin pulang . Namun teman Kak Juan berhasil mengajaknya pulang .
Awalnya Nadia hanya iseng keluar rumah . Apalagi kini dia jauh dari keluarganya . Lalu Nadia melihat sebuah club malam . Nadia tidak ingin masuk . Namun datang dua orang pria dan memaksa Nadia .
Beruntung Kak Juan yang baru saja datang . Melihat tindakan itu . Sehingga belum sempat ada tindakan yang berbahaya .
Gama mengendarai Motor besarnya ke sebuah gedung 5 lantai . Di sana Gama mendirikan pusat game .
Gama menciptakan Game baru di sana . Di bantu juga oleh kedua sahabatnya .
" Masih muda , tajir , ganteng lagi. Kalau gue cewek pasti gue juga bakal pepet sampai dapat " ucap Sha menjatuhkan tubuhnya di sofa .
" Sekalipun lo cewek Gama nggak bakal suka sama lo " ucap Raga .
" Jangan cemburu " ucap Shaka terkekeh geli sendiri .
Raga lalu melempar bantal sofa di sampingnya .
Gama melihat perkembangan game baru yang dia buat . Game yang Gama buat ada juga Game edukasi . Selain untuk belajar juga bisa untuk membuat otak lebih santai .
" Ada saingan baru ya " ucap Gama .
" Iya . Mereka mendirikan perusahaan sudah tiga bulan terakhir . Pemiliknya sudah berpengalaman " ucap Raga .
" Kita harus fokus ke daya tarik pemain game . Atau peminatnya " Ucap Shaka .
" Tumben lo pinter " ucap Gama tersenyum kecil .
" Sahabat gue pinter . Masa gue otak udang " ucap Shaka tangannya masih sibuk dengan ponselnya . Shaka sedang bermain game .
" Kita besok meting sebentar " ucap Gama .
" Baik bos " ucap Shaka .
" Gue pulang dulu " pamit Gama .
Raga dan Shaka bengong melihat punggung Gama yang mulai menjauh . Biasanya Gama akan bermain dulu. Tapi kini seperti ada seseorang yang sedang menunggunya .