Kisah ini beragam namun aku tak pernah tahu jika awal hidupku yang menderita akan menyesatkan pada keturanku.
lanjutan dari cerita budubynsitter
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon andee Rosalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
29
Pertama kali bertemu dengan 2 bayi kecil nan rapuh, tekatku sudah bulat sempurna untuk menggantikan peran mbak bela merawat mereka, banyak hal yang ku korbankan untuk berada di posisiku sekarang, banyak hal yang telah ku bayar diawal demi mencapai tujuanku tapi saat waktunya tiba, daniel malah berbelok.
Kehidupan keluarga adipati itu penuh sorototan dan banyak sekali musuh yang menunggu untuk mencari cela agar dapat menggantikan posisi dimas sebagai ceo serta pemegang saham terbesar di perusahan yang dibangun dengan susah paya selama beberapa dekade ini.
Sejauh ini aku teramat sangat percaya bahwa tidak ada kerabat yang bisa dikatakan benar-benar keluarga karena, orang yang menghasut daniel menekuni hobbynya adalah paman juga sepupu dari pihak keluarga neneknya.
Mulut mereka terlalu manis dan itu yang membuatku mawas diri. kecurigaanku ternyata benar, diam- diam mereka berusaha membeli saham dari beberapa orang agar bisa menyaingi dimas. Inilah kehidupan orang kaya sebenarnya, hanya ada ketamakan dan jalan kotor agar berada diatas awan.
Daniel teramat sangat termakan dengan bujuk rayu mereka, orang itu malah memaksakan diri agar nampak sehobby dengan daniel hingga pria muda yang kurawat dengan sedikit keras merasa kerabat dari pihak neneklah rumah sesungguhnya.
Bukan sekali dua kali aku dan daniel berdebat mengenai ini, dan selalu saja ada tingkah daniel yang menurutku diluar nalar padahal sedari dulu aku mendukung bahkan menemani namun jika menjadikan itu propesi lalu mangkir dari tanggung jawab sebagai penerus perusahaan, maka hal itu tak bisa ku tolerir.
Menurutku daniel layak dan mampu berada di posisi itu walaupun sebenarnya ada peluang untuk fatih mengambil alih namun sejak dulu telah ku ajarkan pada mereka jalan yang sudah ku tentukan untuk mereka.
"Aku tidak mau dan aku tidak suka hanya duduk dikantor menatapi deretan kertas yang bertumpuk setiap hari" protes daniel untuk kesekian kalinya.
"lalu bagaimana?!" Tanya pada akhirnya.
sudah ku katakan ini bukan pertama kalinya kami mendebatkan mengenai hal ini, jika biasanya aku akan kekeh dan memuskan obrolan dengan keputusan sepihak dariku maka kali ini. Aku pun lelah.
Setelah berlibur dengan paman dan sepupunya, beberapa hari ini Daniel menatapku seolah moster yang harus dia basmi. Awalnya aku kupikir jika aku terlalu sensitif namun nyatanya itu adalah fakta. Ucapan dan sikap daniel tidak lagi menghargaiku terlebih dirinya telah tahu jika aku bukan ibu kandungnya.
Entah propoganda apa yang dia terima dari pihak sana yang jelas setelahnya tidak ada kata damai antara aku dan daniel. Aku sudah teramat lelah dengan banyaknya perlawanan yang dia beri serta kesibukan lain yang sama-sama menyerap energi. Dengan tenang ku keluarkan kartu hitam bertuliskan namanya.
kartu itu tak memiliki limid pembelanjaan, kartu yang amat sangat dia idamkan sedari dulu karena kakak perempuannya sudah memiliki itu sejak pubertas pertama. Pria muda dihadapanku sempat terpengarah sesaat seolah tidak menyangka benda itu akhirnya dia dapatkan dengan muda
"Ambillah tuan muda, seperti katamu. Aku hanya ibu sambung yang tidak punya hak dengan hidupmu" ujarku dengan sopan dan sedikit membungkuk layaknya pelayan yang selalu mendampinginya.
"Tugas saya selesai sebagai ibu sambung anda. Hari ini anda bebas menentukan takdir anda" ujarku lagi sembari berlalu karena merasa amat sangat butuh istirahat.
"ohh ya tuan muda, sa lupa menceritakan jika orang yang pernah menculik dan hampir membunuh anda berasal dari pihak paman dan sepupu kesayangan anda" ujarku sembari melanjutkan langkah dan tidak berbalik lagi.
Aku tidak lagi ingin mendebatkan hal ini berulang, toh usiaku tak lagi muda dan energiku mulai melemah mengurusi hal sepeleh yang selalu pria muda itu besar-besarkan. Maksud juga tujuanku berkata demikian agar daniel menyelidiki sendiri bagaimana orang yang amat sangat dia percaya adalah moster sesungguhnya
"Gigi dibalas gigi" monologku dalam hati
Ya pria tua itu berani membuka fakta maka yang kulakukan pun sama. Sekarang pilihan ada pada daniel sebagai korban sesungguhnya dan hanya dia penentu akhir dari pilihan yang dia buat.
Entah apa yang terjadi usai percakanku dengan daniel kala itu tapi beberapa minggu setelahnya, dimas berkata jika daniel hampir membunuh pamanya dengan pistol rakitan yang daniel dan pamannya ciptakan bersama. Alih-alih meminta maaf pria muda itu berdalih jika dirinya tidak sengaja serta pegangannya kurang kuat pada benda itu.
Jika memang demikian sebenarnya tidak masalah tapi sebuah peluru karet hampir saja menghancurkan pusat inti pria tua yang usianya tidak jauh berbeda dengan dimas. Seolah lupa usia si paman membasahi celananya sendiri bahkan harus dilarikan kerumah sakit karena terkana serangan jantung.
Daniel tampak sangat puas usai fakta yang kusembunyikan selama ini terungkit. Tidak sampai disana, dia bahkan menjebak sang sepupu yang memang seorang pecandu barang haram hingga tertangkap dan mendekam dipenjara untuk waktu cukup lama.
Sampai sini, sudah sangat jelas kan bagaimana kinerja daniel hingga kukatakan layak bermain dalam dunia bisnis yang penuh intrik?! Jiwa mudanya yang menolak fakta itu lalu mendesk fatih yang dingin untuk menggantikan posisinya.
Dari banyaknya masalah yang daniel hadapi, aku paling malas menghadapi proplem dengan keluarga. Tidak bisa di pungkiri jika bisnis yang dikelola dimas juga ada campur tangan mereka namun hanya karena masalah demikian, hal-hal diluar topik bahasan disangkut pautkan juga
"Bagaimana bisa dimas dipertahankan sebagai pemegang saham terbesardan ceo di perusahaan ini jika kehidupan keluarganya saja berantakan. Mau jadi apa nasib para karyawan kita" ucap salah satu wanita seusia denganku.
"Iya, bisa-bisanya mendidik anak dengan cara sebrutal ini bahkan dengan sengaja menjebak anakku sampai masuk penjara" ucap wanita beramut sebahu dengan kobaran amarah yan besar.
Aku mendengar itu tersenyum sinis. Seolah dejavu tapi kala itu adalah pihak penuntut dan mengamuki mereka usai fakta mengenai penculikan danisa juga daniel kala itu tapi ditanggapi acuh tak acuh oleh mereka.
Dengan santai mereka mengelak dan aku tidak pernah tahu jika mengembalikan kalimat yang sama pada orang-orang itu adalah hal yang sangat membahagiakan ini. Dulu mereka juga berlindung dibalik kata
"Daniel masih kecil hal beginiian juga tar dia lupa sendiri. Udalah jangan dipermasalahin lagi"
Sumpah kala itu saking marahnya, darahku hampir mendidih dan ternyata tuhan memang teramat adil di tempat yang sama, kejadian hampir sama dan didepan orang-orang yang sama aku berkata
"Daniel kan masih kecil beginiian juga tar dia sadar dan ngaku salah sendiri. Udalah jangan dipermasalahin lagi"
jelas setelah mengatakan hal itu wanita yang suami dan anaknya menjadi korban kelicikan daniel berang serta teriak marah. Persis seperti aku dulu tapi yang lain memilih acuh dan membenarkan ucapanku setelah itu beranjak lalu pergi melakukan aktivitas mereka masing-masih
Sungguh tidak ada simpati, empati apalagi rasa kekeluargaan diantara keluarga pebisnis bahkan konglomerat seperti mereka.
ga up lagi kah trs kisah mereka sama pasangan masing ²di pisah pisah Thor?
gaya gayaan mau demo, di iming imingi makanan lgsg lumer aja 😁😁😁
ada cerita dr si A, ada cerita dr si B, ada cerita dr si C. dan itu untuk kejadian yg sm. trus ku yg baca jadi bingung. ini pemeran utama dlm cerita ini siapa?🤔🤔🤔
ada cerita dr si A, ada cerita dr si B, ada cerita dr si C. dan itu untuk kejadian yg sm. trus ku yg baca jadi bingung. ini pemeran utama dlm cerita ini siapa?🤔🤔🤔
aku ....suka loh gayamu....