“Teruslah mengisi namaku di dalam hatimu, meski itu bentuk kebencian, aku bahagia telah menjadi sesuatu yang terus kau pikirkan.”
Dunia menyajikan begitu banyak cerita, namun sayangnya tidak ada cinta selain nelangsa yang berpihak kepada seorang, Hawwa Saranetta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tuti Alawiyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hampir bertemu
Pagi ini Mama Rina Ingin menemani Farel check up Seperti janjinya Tadi malam.
Mereka bersiap untuk pergi ke Rumah Sakit Langganan Mama Rina.
Kondisi Farel Memang Sudah jauh Lebih Baik Sekarang, Dibandingkan Saat pertama kali Mama Rina dan Suaminya menemukan Farel Begitu Menyedihkan Saat itu.
Di Rumah Sakit Zahrana Terlihat Pucat, Gadis itu Hampir Saja pingsan, Untung Saja Roby Melihatnya Hampir Jatuh.
Zahrana Tidak memberitahu Kalau Tubuhnya kurang enak, Mungkin Karena tidak Tidur Semalaman karena menjaga Jordan.
Akhirnya Roby memutuskan pulang Membawa Zahrana pagi ini. Kebetulan Pak Andreas Akan Datang Sebentar lagi, Pak Andreas memang Baru Di beritahu Jam lima Dini Hari, Setelah mengetahui Peristiwa Jordan Terjatuh Pak Andreas akan Datang Pagi ini.
“Mah,, kami pulang dulu, Mama Jangan Terlalu capek” Zahrana berpamitan kepada mama Shela.
“Iya Rana, kamu juga harus istirahat yang banyak ya” pinta mama Shela.
Kemudian Roby membawa serta Zahrana bersamanya Pulang kerumah.
di depan Rumah sakit Tampaklah Mama Rina dan Farel Keluar Dari mobil, Ibu dan Anak Angkat itu berjalan menuju Koridor Rumah Sakit.
BerPapasan Dengan Roby Dan Zahrana Yang Akan Keluar dari Rumah Sakit itu.
Mama Rina Menatap Zahrana Yang Sudah berlalu, Seperti Pernah melihat Wajah manis Zahrana beberapa kali. Tapi Mama.Rina sungguh Tidak ingat.
Farel Yang Hanya menatap Lurus ke depan Tidak Melihat Zahrana Ataupun Roby. pemuda itu Tampak Tenang Menapaki Alas Sepatunya Di keramik Rumah Sakit itu.
Farel Menjumpai Dokter sepesialis ya, Sedangkan Mama Rina sibuk Dengan gadget Sambil menunggu Farel Selesai.
Selang beberapa waktu, Farel Llkeluar dari Ruangan itu, Tanda Farel Sudah Selesai memeriksa kesehatannya.
Mama Shela Mengajak Farel Jalan-jalan Sebentar Sebelum Pulang kerumah. dan Farel-pun Hanya mengangguk mengiyakan Ajakan Mama Rina.
Disisi Lain, Roby dan Zahrana Sudah Sampai Sejak Dua Jam Yang Lalu. Zahrana Terlihat Lemas Terkulai di Atas Ranjang. Roby Melihat Zahrana penuh iba.
Roby Memeluk Istrinya Yang Tertidur Pulas itu. Sambil Sesekali Menciumi Pipi Zahrana.
Kau Sungguh Keras Kepala, Bagaimana kamu Bisa mendonorkan Darah begitu Banyak. Sampai Kau Sendiri Kekurangan Darah Seperti ini. Sambil Memperhatikan Wajah Zahrana yang Tampak Pucat itu.
Roby Handphone dan menghubungi Pelayan Zen.
“Suruh Chef Rangga Membuatkan Sup dan beberapa menu Sehat Penambah Darah untuk Nona muda”
“Baik Tuan”
Roby Langsung mengakhiri Panggilan itu, Kemudian Memandangi kembali Wajah istrinya.
Roby meletakkan Jari Telunjuknya di Kening Zahrana, Sambil Menggores-gores Kening Yang Tertutup Rambut itu.
“Dasar Ceroboh” Kemudian mengecup Kening Zahrana yang Terasa Dingin.
Roby Mengeratkan Pelukannya kepada Zahrana, Detak Jantungnya terpompa begitu Cepat Sekarang.
“Aishh,,,,” Roby Menjauhkan Tubuhnya Dari Zahrana, Takut Zahrana Terbangun Karena Suara yang Di timbulkan Detak Jantungnya Yang Tidak Wajar itu.
Aishhh Ada Apa ini? Jantungku Seakan Melompat ingin Berpindah Dari tempatnya.
lagi-lagi Roby Mengomel Dengan Jantungnya yang Terus berdebar Saat Berdekatan Dengan Zahrana, Roby Menempelkan Telapak Tangannya Ke Dada. Mungkin pemuda itu Takut Jantungnya Melompat.
“Permisi Tuan” Suara Zen Terdengar Di Luar Kamar.
“Masuk” Roby mempersilahkan Zen Masuk Melalui Pintu Yang Memang Tidak Di kunci itu.
Zen Masuk Dengan Gayanya Yang Santun Sambil Membawa Dua Nampan Di Tangannya Yang berisi Makanan Sehat untuk Zahrana.
Zen Menaruh Kedua Nampan Di Tangannya Ke atas meja Depan Sova Itu. Kemudian Zen Membantu Roby Berpindah ke Kursi Rodanya.
Tidak Lama Setelah Itu Zahrana Bangun, Roby Langsung Memanggil Istrinya itu mendekat kepadanya dan Makan bersama.
Zahrana pun beranjak ke depan wastafel dan mencuci Tangan dan Wajahnya.
Kemudian Mereka Makan Bersama.
Hai Kakak-kakak yang Selalu Setia membaca Cerita Aku, Kalian Sehatkan? Harus ya kak😍😍😍.
Author Hanya ingin memberi tahu Kepada kakak2 Sekalian, Selalu Bersabar menunggu cerita ini. Cerita Yang Tidak Sebagus Cerita Para Author Berbakat Noveltoon Lainnya.
Saya Harap Kakak2 Dapat memaklumi Bila Terdapat kesalahan Saya dalam menulis dan bahkan cerita yang Tidak terlalu menarik.
Tapi Sayansangat bangga dan berterimakasih kepada Kakak2 sekalian yang mampir ke cerita Saya.
#Terimakasih Semua🥰
Salam Hangat Dari Author😍😍😍🥰🥰😍
Di nikahkan dengan tuan muda kursi roda bukan
kok jd ambigu gini thor...
berantakan ceritanya