NovelToon NovelToon
Hutang Cinta Untuk Mr. Pilot

Hutang Cinta Untuk Mr. Pilot

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi
Popularitas:566.9k
Nilai: 5
Nama Author: Risa Saputri

Binar Amanda, seorang gadis yang secara mendadak memiliki banyak hutang setelah sang ayahnya meninggal dunia. dengan tekad untuk menyelamatkan ayahnya dari api neraka dan menghindari dakwaan sebagai anak durhaka Binar pun bertekad untuk melunasi hutang-hutang milik almarhum ayahnya yang kemudian malah mengantarkannya pada seorang Captain Pilot bernama Angkasa Baskoro. Bisakah Binar melunasi hutang ayahnya?
lalu masa lalu seperti apa yang telah terjadi diantara keduanya yang akhirnya menuntun mereka pada sebuah takdir.

Dapatkan jawabannya di Hutang Cinta Untuk Mr.Pilot.

Mari berteman, ig : Risasaputri790

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risa Saputri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

"Kenapa harus seminggu?" tanya Binar

"Aku sudah memikirkan hal ini, ku rasa aku sudah terlalu lama menunda. Kita juga sudah memiliki cukup waktu untuk saling mengenal" jelas Angkasa.

"Tapi seminggu terlalu cepat untuk mempersiapkan segala kebutuhan persiapan"

"Semua sudah siapkan, kita bisa langsung menyebar undangan besok  jika kamu setuju" 

Binar tecekat, dia tidak pernah memikirkan bahwa mereka akan segera melangsungkan pernikahan dalam waktu dekat.

"Bisakah aku meminta waktu untuk memutuskannya" 

"Besok, ku tunggu hingga besok" jawab Angkasa.

Binar mengangguk, "Aku akan kembali ke kamar, tidur lah" ucap Angkasa melangkah membelakangi Binar.

"Bagaimana jika aku menolaknya?" ucap Binar tiba - tiba yang membuat Angkasa menghentikan langkahnya.

Angkasa menolehkan kepalanya ke samping, "Maka tidak akan pernah ada pernikahan diantara kita" jawab Angkasa lalu melanjutkan langkahnya keluar kamar.

Binar mematung setelah mendengar jawaban Angkasa, menatap punggung Angkasa hingga akhirnya menghilang di balik pintu.

*** 

Binar membantu mbok Sri menyiapkan sarapan di atas meja makan. Pagi ini dia bangun sangat awal, semalam dia hanya menghabiskan waktu tiga jam untuk tidur setelah memikirkan jawaban atas pertanyaan Angkasa semalam. 

"Sudah mbok?" tanya Binar mendekati Mbok Sri yang tengah menuangkan nasi goreng dari wajan ke sebuah wadah yang cukup besar.

"Ini sudah non" ucap Mbok Sri menyerahkan wadah berisi nasi goreng itu pada Binar yang langsung disambut oleh Binar.

"Terima kasih mbok" ucap Binar lalu membawa wadah nasi goreng itu ke atas meja.

"Mbok Sri juga makan bareng ya" ajak Binar saat melihat mbok Sri merapikan peralatan masak yang tadi di pakainya.

"Non sama tuan Angkasa saja yang sarapan, tadi mbok udah makan di rumah sama bapak" tolak mbok Sri dengan halus.

"Yahh" ucap Binar sedikit kecewa.

"Kenapa?" suara berat Angkasa yang baru saja tiba di meja makan.

"Ahh mengagetkan saja" gumam Binar.

"Kenapa?" tanya Angkasa lagi setelah duduk di kursinya 

"Mbok Sri tidak mau diajak sarapan bersama, katanya sudah sarapan di rumah tadi" jawab Binar yang ikut duduk di kursi makan.

"Mbok Sri memang tidak pernah sarapan disini" ucap Angkasa.

"Hmm makanya kemarin - kemarin aku sering makan sendiri, untung ada Hadrian yang terkadang datang jadi ada temanku" 

Angkasa menatap Binar, "Hah, si caper itu" ucapnya.

"Biar, paling tidak dia sudah berjasa menjadi temanku dan selalu ada saat aku butuh bantuan" ucap Binar membela Hadrian. 

"Aku juga bisa" gumam Angkasa mengambil piring yang telah terisi nasi goreng dari tangan Binar.

"Kata siapa? Kamu lebih sering di udara saat aku membutuhkan" jawab Binar.

"Itu karena pekerjaan" 

"Karena itu, aku bersyukur ada Hadrian yang bisa membantuku" ucap Binar.

Angkasa menghela nafas, menyadari bahwa memang kehadiran Hadrian sangat membantu di kala dia sedang bertugas.

"Kalian berdua sangat berjasa dalam hidupku" ucap Binar tersenyum menatap Angkasa.

"Aku sudah tau kalau itu" jawab Angkasa dengan percaya dirinya.

Binar memutar bola matanya, "Aku hampir lupa jika sedang berbicara dengan pilot sombong" gumamnya lirih.

"Tentang pertanyaan ku semalam, apa sudah kamu pikirkan" tanya Angkasa mengalihkan pembicaraan.

Binar menghentikan kegiatan mengunyahnya, "Aku sudah pikirkan semalam" ucapnya.

"Baguslah, beri tau aku jawabanmu nanti malam saat" 

"Nanti malam?" 

"Nanti malam kita akan pergi ke pesta pernikahan temanku, beri jawabanmu saat kita disana. Pakai sepatu hadiahku jika kamu menerima pernikahan itu dan kamu bisa memakai sepatu lainnya jika menolaknya" ucap Angkasa lalu menyendokkan kembali suapan terakhir  nasi goreng itu ke dalam mulut.

Binar diam menatap Angkasa, "Aku ada urusan diluar sampai malam, nanti malam akan ada Jack temanku yang menjemputmu disini" 

Angkasa mengelap bibirnya dengan tisu lalu berdiri dari duduknya.

"Aku ke kamar dulu setelah itu aku pergi, silahkan pikirkan dengan matang" ucapnya lalu segera berlalu dari ruangan itu meninggalkan Binar sendiri di meja makan itu.

*** 

Pak Burhan duduk di atas ranjang kamarnya dan di sebelahnya terdapat pak Bimo sekretaris yang telah menemaninya sejak awal merintis usaha. 

"Sudah kamu beritahu tentang masalah itu pada Angkasa?" tanya pak Burhan pada pak Bimo.

"Sudah, aku sudah menghubunginya bahkan memberikan filenya lewat email. Dia juga sepertinya sudah mulai bergerak" 

Pak Burhan menganggukkan kepalanya, "Aku juga sudah mendapat pesan darinya, dia bilang akan segera melangsungkan pernikahan dalam waktu dekat ini"

Pak Burhan menarik nafas dalam lalu menghembuskannya perlahan, "Aku akan menyambut pernikahan ini dengan sangat gembira, ini memang impianku" ucapnya lirih.

"Kenapa bapak sangat ingin menikahkan Angkasa dengan Binar? Maaf jika saya lancang bertanya" tanya Pak Bimo dengan hati - hati.

"Aku punya hutang yang sangat besar dengan ayah Binar, hutang yang tidak akan pernah bisa dibayar dengan nominal berapapun. Oleh karena itu aku sangat menginginkan anaknya dapat mendapatkan kehidupan dengan lebih baik dengan Angkasa. Paling tidak sedikit beban di pundakku akan terlepas saat akhirnya mereka menikah nanti"

"Pastikan untuk tetap menjaga tempat itu, paling tidak hingga pernikahan mereka telah benar - benar diresmikan" lanjut pak Burhan.

Pak Bimo menganggukkan kepalanya, "Aku akan menjaganya dengan sepenuh hati" ucapnya membuat Pak Burhan tersenyum dan menepuk pundak lelaki yang sudah mamasuki umur paruh baya itu.

"Terima kasih karena telah menemaniku dan selalu bisa menjadi orang yang kuandalkan selama ini" ucapnya pada pak Bimo.

*** 

Binar telah siap dengan penampilannya untuk menghadiri pesta pernikahan teman Angkasa dan tengah menunggu Jack teman Angkasa yang katanya akan datang menjemput.

Jam di tangannya sudah menunjukkan pukul setengah delapan malam dan teman Angkasa itu belum juga datang. 

"Jam berapa dia datang menjemput" gumam Binar yang tengah duduk di sofa.

~Ting tong..ting tong. Suara bel berbunyi Binar melihat mbok Sri yang bersiap untuk membuka pintu.

"Biar aku saja mbok, sepertinya itu teman Angkasa yang mau menjemput" ucap Binar yang telah melangkah mendahului Mbok Sri menuju pintu utama.

"Haiii, selamat malam aku Jack" ucap seorang lelaki yang berdiri di depan pintu saat Binar telah membuka pintu utama itu.

"Ohh hai, aku Binar" balas Binar menyodorkan tangannya untuk bersalaman dengan Jack.

"Senang bertemu denganmu, maaf karena sedikit terlambat sedikit terjebak macet tadi" ucap Jack setelah membalas tangan Binar.

"Tidak apa, kita bisa berangkat sekarang?" tanya Binar.

"Of course, ayoo nona" ucap Jack mengulurkan lengannya untuk dipegang Binar. Binar tersenyum dan meraih lengan Jack lalu keduanya memasuki mobil menuju tempat pesta berlangsung.

Sementara itu di tempat pesta Angkasa telah siap dengan setelan tuxedonya sedang berbincang dengan teman - temannya.

Sesekali matanya menatap jam yang berada pada pergelangan tangan kirinya dan menolehkan wajahnya pada pintu kedatangan. Orang yang di tunggunya tak kunjung datang, selain itu ada hal lain yang sangat dinantikannya dan itu menyangkut masa depannya. 

Setelah menunggu cukup lama sayup - sayup Angkasa dapat mendengar suara Jack yang tengah menyapa teman - temannya. Dengan cepat Angkasa menoleh kan wajahnya mencari pemilik suara tersebut.

Angkasa menemukan Jack yang tengah mengenakan setelan tuxedo biru dongker, matanya masih mencari - cari seseorang yang sepertinya tengah berjalan di belakang Jack. Angkasa diam, menunggu hingga orang itu dapat dilihatnya secara penuh.

Setelah beberapa saat Angkasa akhirnya dapat melihat orang yang telah ditunggunya itu, Binar berjalan beriringan di samping Jack setelah sebelumnya sedikit kesulitan karena Jack terus dihampiri oleh teman - temannya.

Kedua sudut bibirnya terangkat hingga nyaris menampilkan deretan giginya. Kakinya melangkah dengan mantap menghampiri orang yang telah dinantinya itu.

"Ohh haii Angkasa, aku sudah melaksanakan tugasku dengan baik. Binar datang dengan aman dan tanpa kekurangan apapun" ucap Jack saat Angkasa telah berada di hadapannya. 

"Dan ternyata dia sangat cantik" bisik Jack mendekati Angkasa. 

Angkasa tak menjawab dan masih menatap Binar yang sedari tadi menundukkan wajahnya.

Angkasa mendekatkan tubuhnya pada Binar lalu menundukkan tubuhnya hingga wajahnya berada tepat di samping wajah Binar.

"Pilihan yang tepat Mrs. Baskoro" ucap Angkasa lirih lalu kembali menjauhkan tubuhnya dari Binar.

Sedang Binar masih diam dengan wajah yang menunduk menatap sepasang sepatu berwarna peach pemberian Angkasa. Ya, Binar telah menentukan pilihannya dan dia berharap jika ini adalah pilihan yang paling tepat untuk hidupnya.

Tbc 

Haii semuanya, jangan lupa like, komen dan votenya ya 😉

1
Danny Muliawati
kejujuran itu sangat penting dlm rumah tangga
Sofia Dewi
bagus ceritanya
Sofia Dewi
smangat author aku sdh tekan subribe
Sofia Dewi
hallo k author.... senang bs bc karya anda
Danny Muliawati
wah apa yg akan terjadi thor ....
ayu
keren ceritanya 😍😍
ayu
bagus binarmending kamu nikah aja sm angkasa biar gak di ganggu lg ama sepupu mu
Baihaqi Sabani
-heee...binar berhrp d cium x....😄😄😄
Siti Nurjanah
tamara apa binar nih yg menunggu Hadrian
Siti Nurjanah
tanya angkasa
Siti Nurjanah
gumam hadrian
Vivi Bidadari
Binar kamu tuh knapa juga pake peluk2 Hardian, pastinya Angkasa kesel toh..

Sebel deh lihat nya
Vivi Bidadari
Binar mestinya kamu ga usaha dekat dgn adek tiri Angkasa bisa salah paham kan ... gimana sih kamu Binar
Vivi Bidadari
Knapa Binar dipertemukan dulu dgb Pak Burhan Thour
Rahmat Wijaya
kapan up
Ely Sawaliah
akhirnya othor benar2 menghilang. meninggalkan emak2 dlm kegalauan karna diphp in.kumenangiiiiiis......😭😭😭😭😭
Siti Umroh Anwar
Thor,kapan up lagi.udah ganti tahun gk up up terus.ceritanya jadi ngambang pdhl nunggu banget cerita selanjutnya
Rahmat Wijaya
ini tamat apa gimana ya, kok gak pernah up
🥀🥀🥀🥀
visual thorrrrrr
🥀🥀🥀🥀
visual thor😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!