Novel ini berhubungan dengan novel takdir cinta bella season 1 dan 2.
Vira adinda vins anak dari pasangan stiven dan bella. Ia memiliki paras yang cantik dan imut. Sifat nya yang periang dan aktif membuat nya di gemari banyak orang. Memiliki kakak yang seper duper protetif pada nya membuat nya tidak bebas melakukan hal apapun, itu yang membuat nya lebih memilih tinggal di korea bersama oma dan oppa nya sejak umur 13 tahun.
Vira tumbuh menjadi gadis yang sangat pintar, saat ini ia sedang menempuh pendidik S2 di salah satu universitas ternama di korea. Kehidupan nya berubah seketika saat bertemu kevin orang yang secara tiba-tiba mengejar nya.
Kevin zhing, laki-laki tampan yang besar dan tinggal di korea walaupun ia bukan orang asli korea. Mamah nya berhasal dari indonesia dan papah nya bersal dari tingkok. Kevin mengejar-ngerjar vira bukan tanpa alasan ia mendapatkan perintah oleh seseorang untuk mendapatkan hati vira, awal nya kevin hanya bermain-main pada vira tetapi sifat vira berhasil meluluh kan hati nya.
Bagaiman kisah cinta mereka berdua..?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cerita_Bahagia12, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 33
Hari baru.
"Itu tadi kak vino." tanya vira.
"Iya vir, itu kakak mu." jawab bella.
"Apa yang di katakan pada pacar ku." tanya vira.
"Sepertinya dia sudah merestui hubungan kalian berdua." jawab bella.
"Apa, itu benar sayang." ucap vira.
"Seperti nya begitu." ucap kevin.
"Bagus, ternyata dia menepati janjinya, yasudah ayo kita berangkat." ucap vira.
"Tan, kami berangkat dulu, titip salam buat om." ucap kevin.
"Iya vin, kalian Hati-hati semoga apa yang kalian usaha kan berjalan dengan baik." ucap bella.
"Iya mom, bye." ucap vira.
Vira dan kevin keluar dari rumah dengan bergandengan tangan, sesampainya di dalam mobil Kevin langsung memeluk vira dengan erat.
"Aku sangat merindukan mu." ucap kevin.
"Sayang, baru tadi malam kita bertemu." ucap vira.
"Aku tidak bisa tidur jika tidak memeluk mu." ucap kevin dengan wajah seimut mungkin.
"Cup." vira mengecup bibir kevin yang menggemaskan.
"Sayang, jangan pancing aku." ucap kevin.
"Sudah ayo kita berangkat bukannya kita akan memulai hidup baru." ucap vira.
Kevin melajukan mobil nya menuju cafe milik nya, setelah sampai mereka berdua langsung masuk ke dalam cafe sambil bergandengan tangan.
"Arga." Panggil kevin.
"Sebentar vin." ucap arga.
"Arga nama nya tidak asing." tanya vira.
"Dia anak nya nenek." jawab kevin.
"Oww yang mengurus cafe mu kan." tanya vira.
"Iya sayang, ayo duduk kita makan dulu, pasti kamu belum makan kan." tanya kevin.
"Belum, tidak sempat." jawab vira.
"Mbak menu yang seperti biasa, minum nya jus alpukat 2." ucap kevin.
"Tau saja kamu, kalau aku suka jus alpukat." ucap vira.
"Ada yang memberitahu ku." jawab kevin.
"Iya vin ada apa." tanya arga yang datang dari arah belakang.
"Vira ini arga dan arga ini vira." ucap kevin.
"Vira." ucap vira sambil menjulurkan tangan nya.
"Arga." ucap arga sambil menyambut tangan vira.
"Kau benar-benar hebat vin, bisa-bisa nya kau mendapatkan gadis secantik vira." ucap arga.
"Berkat ketampanan ku." ucap kevin sambil tertawa.
"Kau bisa saja ga." ucap vira.
"Duduk ga, ada yang ingin kami bahasa seperti nya kamu bisa membantu." ucap kevin.
"Kita bahas setelah makan, aku juga belum makan." ujar arga.
Dan tak lama pesanan yang mereka pesan datang memenuhi meja makan, mata vira berbinar-binar saat melihat makanan yang berada di depan nya.
"Mbak lemon tea nya satu." ucap kevin.
"Dua." timpa vira.
"Apa ada yang masi kurang." tanya pelayanan cafe.
"Tidak ada cukup itu." jawab kevin.
Mereka semua langsung menyantap makanan yang sangat mengubah selera itu, vira makan dengan sangat lahap yang membuat arga terkejut saat melihat nafsu makan vira.
"Jangan heran ga, wanita cantik memang nafsu makan nya tinggi." ucap kevin sambil menahan tawa nya.
Vira yang menjadi pokok pembicaraan mereka hanya cuek dan asik menyantap makanan itu. Setelah selesai makan dan meja makan sudah bersih kembali baru lah mereka membahas hal yang sudah direncanakan.
"Jadi bagaimana menurut mu ga." tanya kevin.
"Kita tidak akan tau jika tidak mencoba nya, lagian bukan nya vira kuliah di bidang bisnis, itu sangat membantu mu." ucap arga.
"Tapi vin, kau tau kan usaha properti itu membutuhkan biaya yang cukup besar." tanya arga.
"Iya ga aku tau, aku hanya memerlukan separuh biaya lagi, mungkin aku akan meminjam nya di bank." jawab kevin.
"Kenapa harus di bank, aku bisa membantu mu." ucap vira.
"Tapi vir, aku tidak ingin merepotkan kan mu dan keluarga mu." ucap kevin.
"Sayang ini usaha kita berdua dan aku juga harus mengeluarkan biaya, kamu tenang saja aku tidak akan memintanya pada daddy atau kak vino, aku akan membantu mu dari tabungan ku sendiri." ucap vira.
"Apa kamu yakin, ini bukan uang yang sedikit vir." tanya kevin.
"Sangat yakin sayang, aku yakin 100%." jawab vira dengan sangat yakin.
"Baiklah kalau kamu yakin, kita mulai usaha ini bersama-sama." ucap kevin.
"Aku mempunyai kenalan yang dapat membantu kalian untuk menemukan gedung yang pas untuk kalian jadikan kantor." ucap arga.
"Apa bisa kita temui sekarang orang itu." tanya kevin.
"Bisa dia tidak terlalu sibuk seperti nya." jawab arga.
Mereka semua pergi meninggalkan cafe dan langsung menuju ketempat teman arga berada, sebelum itu arga sudah menghubungi teman nya dan mereka berjanjian bertemu di gedung yang terletak di pusat kota.
"Bagaimana vin, apa kamu tertarik dengan gedung ini, gedung ini sangat besar kamu juga bisa membuka restoran juga selain tempat kantor dan properti mu." ucap teman arga.
"Apa harga nya bisa kurang." tanya kevin.
"15 m vin, itu sudah harga terendah." ucap teman arga.
Kevin berfikir sangat keras dia bingung apakah dia membeli gedung ini atau tidak, karena harga nya sangat menguras kantong.
"Iya Pak kami ambil." ucap vira.
Maaf baru up author lagi ada sedikit masalah