Sumin terpaksa menikah dengan setyo akibat hamil duluan, hal itu mengakibatkan sumin mau tidak mau harus berpindah ke desa suaminya karena orang tuanya tidak mau menanggung malu atas perbuatan putrinya.
"Gak gak! Jangan tinggal di sini, kena sial aku punya anak kayak kamu. Bisa bisanya malah meteng disek, kalau prianya sugeh gak papa. La ini? Udahlah min minggaten ae seko kene, setres aku punya anak kayak kamu!" Maki mak jum sambil berkacak pinggang.
*****
"Silahkan dipilih! Mau pesugihan yang bagaimana? Menyusui tuyul? Babi ngepet? Kawin sama buaya? Uang balen? Kandang bubrah Atau pesugihan ikan bandeng dengan cara mengorbankan anak kesayanganmu? Dijamin! Kamu akan kaya mendadak dalam hitungan hari!"
selengkapnya>>>>>
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mermaidku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 33 buka bukaan
"gimana dek?" tanya aris.
"takut mas, aku bingung mau pulang apa enggak..."
"ya sudah disini dulu saja, sesekali aku akan berjaga jaga di sekitar rumahmu. Kalau tidak nanti aku akan temuin pak kasman,"
"iya mas, aku cuma takut kalau pak kasman melakukan sesuatu hal yang membahayakan aku. Aku tau sih aku salah karena ikut campur urusan orang, tapi apa yang di lakukan pak kasman itu meresahkan warga. aku gak peduli kalau mau pesugihan tapi minimal ya uang balen, atau kandang bubrah aja lah yang tidak menganggu orang lain,"
"mungkin dia melakoni itu karena uangnya lebih besar dek... Sudah kita sabar aja, nanti aku musyawarah kan dengan pak rt dan pak kasman,"
"aku mau ke pasar dulu, pinjem motor dong mas. Capek jalan, nanti aku isi bensin deh," pinta sumin.
"pake aja, tu kuncinya di atas meja. Nanti beliin nasi padang ya pulangnya, laper,"
"mana uangnya?"
"ambil di lacii,"
"oke," sumin mengambil kunci motor miliknya dulu yang di berikan mak yem, ada rasa ingin kembali memiliki namun tak akan mungkin bisa.
"hmmm andai mas setyo tidak menghamba pada demit, pasti aku akan hidup jauh lebih nyaman dan hangat," gumam sumin.
Dengan ugal ugalan, sumin membawa motor itu menuju pasar. Saat masuk ke gerbang pasar macan kidul tak sengaja matanya melihat mantan suaminya sedang duduk di warung soto bersama perempuan yang duduk membelakanginya, "weh jancok... Kemarin aja mohon mohon sekarang langsung cari pacar, prek!"
Dengan hati bergemuruh ia langsung masuk ke dalam pasar untuk membeli pesanan bu yanti, "ayam satu kilo mas,"
"oke siap,"
Sambil menunggu, sumin melihat lihat ke sekitar. Pandangannya terpaku pada seseorang yang ia kenal, siti nampak terlihat sedang memilih milih kolor, "belanja lagi dia?"
"ehh kok kayak perempuan yang tadi duduk sama mas setyo sih.... Tapi buat apa mereka berduaan. Gak mungkin lah, hmmm karena cemburu nih pasti makannya aku negatif mulu,"
"nih mbak, 32rb ya,"
"ini mas," siti menyodorkan uang pada penjual ayam potong itu.
Setelah membeli ayam dan bawang, sumin lekas pergi dari pasar. Tak lupa ia membeli pesanan aris terlebih dahulu, "ini mas,"
"mau langsung pulang?" tanya aris.
"iya ini pesenan bu yanti,"
"bawa aja motornya, atau mau ku anterin?"
"mas..." panggil sumin sambil menggigiti bibirnya.
"kenapa dek?"
"kamu mau pisah sama mbak santi?"
Aris yang ingin menyuap langsung menaruh kembali sendoknya, " memangnya ada apa dek?"
"gak mas, tapi kamu peduli banget sama aku... Bahkan lebih membelaku daripada mbak santi, maksudnya apa?"
"aku tidak mau ke pedean mas, gak mau juga merebut punya orang..." tambah sumin.
"memangnya kalau aku bercerai kamu siap menikah denganku? Kalau menikah denganku sudah pasti hidupmu akan makin di ganggu demit... Bagaimana? Ya bukak bukakan saja lah, aku memang tertarik padamu, sudah jelas juga perlakuan ku padamu. Bukan karena aku pria brengsek yang suka berselingkuh tapi kamu kan tau pernikahan ku terjadi karena apa,"
"ya mas aku tau, tapi...."
"sudah kita begini saja dulu, lagipula aku belum bisa berbuat apa apa untuk meminangmu. Kita harus fokus untuk melenyapkan ilmu gaib dari rumah itu, mengembalikan sukma ranum juga,"
"hmm ranum lagi ranum lagi, pusing aku sama tu demit jadi jadian. Yasudah aku pulang dulu ya mas, capek aku disini, kamu makan aja. Nanti malam ke rumahku bentar ya mas kita ketemu pak rt buat bicarain pak kasman,"
"iya, hati hati,"
......................
"sumin! Sumin woyy!" panggil siti sambil mengayuh sepeda bututnya.
"apa?"
"darimana?"
"dari pasar beli titipan bu yanti sama jajan,"
"ohh begitu, aku mau jualan bakso... Kamu mau gak jadi rewangku?"
"bakso? Beneran? Modalnya kan banyak, gerobaknya gimana?"
"udah aman, gerobak, dandang sama alat masaknya sudah ada di rumahku," ucap siti bangga.
Dengan rasa tidak enak sumin harus menanyakan yang sedari tadi menganggunya, "dapat modal dari mana kamu?"
"pinjem mantan suamimu, hehe..... Maaf ya gak bilang dulu sama kamu, soalnya tiap aku bahas dia kamu emosi," kekeh siti sambil mentoel dagu sumin.
"lah sekarang aku nambah emosi! Maksudmu apa sih? Dia kan udah kebanyakan utang, ngapain kamu pinjem uangnya? Kamu pinjem berapa?"
"jangan marah dong min, aku cuma pinjam 7 juta kok, itu saja yang suruh mbak santi. Katanya uang mas setyo lagi banyak jadi aku di surih pinjam dia aja,"
"ck! Lain kali mbokya bilang dulu ke aku.... Sebel banget aku, aku pisah sama dia itu bukan karena gak cinta tapi karena dia goblok!" maki sumin.
"kamu cemburu min?" mereka berdua sambil berjalan menuju rumah mereka.
"ya menurutmu? Udahlah! Sebel aku sama kamu! Nih anterin ke rumah bu yanti!" sumin menggantung belanjaannya ke setang sepeda siti, dengan langkah cepat ia menjauhi sahabatnya yang sekarang terbengong di tengah jalan.
"ya wajar sih marah, tapi aku kan bohong... Mana ada aku pinjem, tinggal tidur bareng rutin perhari udah dapet duit aku... Maaf ya min, aku gak ada jalan lagi. Aku gak mau kalau nyusoni tuyul lagi, lebih baik tidur dengan suamimu walaupun uangnya hasil nyuri punya mbak santi hehe.... Hmm berasa di kasih nafkah aku, mana tiap pagi di surih dateng ke sana..." gumam siti sambil mendorong sepedanya untuk pulang.
......................
"tyo kamu tidur sama siapa tadi? Ada orang kan tadi di kamarmu?" tanya santi saat melihat setyo baru saja masuk rumah.
"aku habis dari pasar kok,"
"tadi pagi banget,"
"ohh ada, sewa lonte..."
"jijik banget goblok! Hiv cok!" maki santi tak suka.
"hiv hiv.... Ngaca dong, mbak santi aja tidur sama jayanto," balas setyo tak mau kalah.
"yakan dapet duit," elak santi.
"ya biar, aku dapet enak kok... Udahlah mbak gak usah ngurusin aku, mending urusin aja tu suamimu yang makin deket sama sumin,"
"ya emang tapi mau aku labrak kok habis ini, lihat aja..."
"gak usah lah mbak, ngapain? Lagian sumin pun nolak mas aris, jangan di apa apain si sumin. Awas kalau sumin kenapa kenapa!"
"ehhh berani banget ngancem ngancem aku! Awas ya gak aku kasih duit lagi kamu! Nyolot banget jadi orang, lagian dia kan sudah menceraikanmu," teriak santi kesal.
"biar lah, tapi apapun itu jangan sesekali apa apain sumin. Kalau kamu mau marah ya marahin suamimu yang gak guna itu...."
"gak guna? Lebih gak guna siapa? Kamu atau mas aris? Ehh mending bayar sana utangmu sama junjunganmu yang miskin ilmu itu... Nanam sana di sawah sampai 10 tahun ke depan...." ejek santi dengan wajah sumringah.
"asu! Diam kamu, ribut aja daritadi... Mau aku bawa siapa aja ke kamar ya terserah aku! Gak usah ikut campur,"
"tak sumpahin burungmu meledak!" ucap santi, ia berlari ke lantai atas karena takut setyo mengamuk.
"wadon asu!" teriak setyo emosi.
lah kamu hanya dpt 5jta,mana skt dan bengkak pula gandulmu
Kek aq loh tiap hari konsen krja jaga toko gtu alhamdulillah ada yg diandelin tiap buln.
Tpi aq jga pny hobi nyanyi jadi mayan lah ada tmbhan dri mgamen diapps sebelah bwt jajan skincare 🤭🤣🤣
Gak ngoyo woles aja klo gk mood ato gk enk badn ya rehat .
Semngt , jaga keshatan & enjoy ur life 🥰