NovelToon NovelToon
Kaisar Dewa Penguasa Pedang

Kaisar Dewa Penguasa Pedang

Status: tamat
Genre:Akademi Sihir / Perperangan / Naik Kelas / Epik Petualangan / Barat / Tamat
Popularitas:521.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Jin kazama

Takdirku di tentukan oleh diriku sendiri, jika ada yang mengatakan aku lemah,akan aku hancurkan dengan pedangku,jika ada yang mengatakan aku sampah akan aku bunuh dengan pedangku, jika seluruh dunia ingin menundukkan aku, akan ku tebas dengan pedangku sekalipun itu adalah Dewa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jin kazama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33. Apakah kamu mau menjadi kekasihku ?

Bab 33. Apakah kamu mau menjadi kekasihku ?

Setelah merasakan kenyamanan dari ciuman Pangeran kesembilan. Akhirnya Alina pulih sedikit demi sedikit. Dia tidak mengerti kenapa itu bisa terjadi. Yang dia rasakan adalah ciuman itu seperti menyuplai energi panas ke dalam tubuhnya, meredakan hawa dingin yang sangat menyiksanya selama ini.

Lamban laun dia bisa menggerakkan tangannya, bahkan tubuhnya juga sudah bisa dia geser walaupun hanya sedikit saja. Merasakan rasa nyaman dari energi panas itu membuatnya kecanduan lagi dan lagi.

Saat itu juga ekspresi ganas melintas di mata Alina. Tanpa sadar tangannya bergerak untuk memegang kepala sang Pangeran. Lalu dia kembali mencium bibir sang Pangeran. Tidak seperti sebelumnya yang sangat pasif. Kali ini dia mengambil inisiatif untuk memulai.

Dengan rakus dia mulai mencium dan menghisap lebih dalam lagi. Tidak di sangka energi panas itu justru lebih banyak yang masuk ke dalam tubuhnya. Itu nyaman. Rasanya seperti berendam di air hangat saat musim dingin melanda.

Terkejut. Itulah ekspresi Revan saat saat ini. Alina yang kemarin dia kira adalah gadis yang pemalu kini seolah olahemjadi orang lain. Dia mencium dengan ganas, seakan tidak ada hari esok. Dia benar benar berdeda sekarang. Terlihat jelas seperti orabg yang sangat kelaparan.

"Apa yang sebenarnya terjadi ? Kenapa dia berubah menjadi ganas seperti ini ?" Batin Revan meraung dengan panik. Bukannya dia merasa tidak nyaman atau sejenisnya. Tapi justru sebaliknya. Yang dia takutkan dia akan lepas kendali dan benar benar melakukan hal yang di luar batas.

Bagaimana pun dia adalah pria normal. Dan gadis di depannya sebenarnya sangatlah cantik seperti Peri. Wajahnya yang manis, kulitnya yang lembut, bibinya yang mungil dan mata bulatnya dan jernih berkedip kedip seperti bintang.

Parahnya lagi dari bibir mungilnya Revan mendengar suara aneh yang mirip seperti desahan dari bibir Alina. Itu seketika membuat otak Revan menjadi beku. Tidak bisa berfikir jernih dan tubuhnya seperti mati rasa.

Di bawah tekanan seperti itu Revan mencoba untuk menenangkan diri dan merasakan hawa dingin yang memasuki tubuhnya. Tidak di sangka hawa dingin itu mengandung energi yang begitu murni dan sangat padat. Dan itu memberikan efek yang begitu luar biasa pada tubuhnya.

Menyadari hal ini Revan tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ada. Dia segera mengaktifkan kemampuan "Tubuh Dewa Penguasa" untuk menyerap mana yang ada di sekitar. Benar saja. Energi mana yang begitu besar masuk ke dalam tubuh Revan seperti air bah.

Itu memperkuat semua jaringan organ dalam di dalam tubuhnya. Juga memperkuat daging tulang dan ototnya. Di saat yang bersamaan hawa dingin itu bersinkronisasi dengan hawa panas yang ada di dalam tubuhnya sendiri. Keseimbangan antara energi panas dan energi dingin pun terjadi di dalam tubuhnya.

Dan seketika kekuatan yang dahsyat akan meletus dari dalam tubuhnya. Sontak saja Revan segera bangkit dan menjauh dari Alina. Dia melesat dengan menahan kekuatan yang begitu besar.

Kekuatan yang siap meledak kapan saja. Kekuatan aura yang dia yakin bisa menghancurkan segala hal yang ada di sekitarnya. Oleh sebab itu dia menjauh

.

Alina merasa terkejut dan ekspresi tidak puas terlintas di matanya. Namun saat menyadari sikapnya telah berubah drastis dari gadis pemalu menjadi gadis yang ganas dan agresif, itu membuatnya malu.

Wajahnya sangat merah seperti Kepiting rebus. Ingin rasanya dia menggali lubang dan bersembunyi.

Di tempat lain.

Saat ini Revan dengan panik segera mencari tempat yang luas dan juga sepi. Jauh dari dari tempat pemukiman warga. Setelah menemukan tempat dia baru saja mau duduk untuk bersila namun tiba tiba

BOM !

Kekuatan yang begitu dahsyat meletus dari tubuhnya. Itu menyebar hingga jarak yang sangat jauh. Sekitar hampir 1 km. Kekuatan itu bergejolak dengan hebat dan Revann adalah pusatnya. Dan penghalang yang selama ini menghambatnya untuk naik tingkatan akhirat retak sedikit demi sedikit

KRAK ! KRAK ! KRAK ! PYAR !

Akhirnya penghalang itu hancur dan kekuatan Kesatria pedang bintang 10 segera menyeruak keluar dari dalam tubuhnya. Energi itu masih terus bersinkronisasi dan akhirnya stabil di tahap bintang 10 level 1.

Merasakan ledakan kekuatan dari dalam tubuhnya Revan tidak bisa menahan kesenangan yang menyelimuti hatinya.

"Hahaha ! Akhirnya ! Akhirnya tembus juga ! Jadi inikah kekuatan Kesatria pedang bintang 10. Rasanya sangat luar biasa." Ucapnya senang.

Bagaimana tidak, saat dia mengepalkan tangannya dan memukul ke arah depan. Seketika angin yang sangat kuat berfluktuasi. Udara seolah terkoyak dan efek kejutnya menyebabkan ledakan energi kehancuran yang sangat luar biasa.

Untuk saat ini dia lumayan puas dengan hasil ini. "Mana core" nya kini juga sudah meluas dan berevolusi membentuk kolam kecil seluas satu meter. Jika tadinya itu sebesar Tong air kini berubah menjadi kolam.

Dunia kecilnya juga menjadi lebih kaya dan penuh dengan energi mana yang sangat murni. Bahkan kolam mana yang dulu kecil di dalam dunia itu kini sudah berubah menjadi lautan yang sangat luas. Kekuatan jiwanya juga menjadi lebih kuat lagi. Jiwa itu tumbuh semakin besar setara dengan anak berusia 8 tahun.

*****

Setelah puas mengamati perubahan yang ada pada dirinya sendiri dia kembali menekan tingkat kekuatanya pada tingkatan Kesatria pedang bintang 5. Dia berniat kembali ke rumah kakek tua itu.

Memastikan cucunya baik baik saja dan akan menanyakan sesuatu yang penting padanya. Sesuatu yang telah tumbuh di hatinya beberapa saat lalu. Dia tidak tahu perasaan apa itu, entah dinamakan cinta atau apa dia tahu. Yang dia tahu saat mereka berpelukan.

Perasaan hangat menyelimuti hatinya. Saat matanya dan mata gadis itu bertemu jantungnya berdebar kencang seperti genderang di tengah pertempuran yang dahsyat.

Semakin dia memikirkannya semakin dia ingin selalu dekat dengannya, remengkuhnya dan melindunginya dengan segenap kekuatan yang dia punya. Jadi dia ingin menanyakan sesuatu pada gadis itu. Jika dia memiliki perasaan yang sama maka itu akan menjadi sempurna.

*****

Kini Revan telah tiba kembali di depan rumah kakek tua setelah dia berhasil menstabilkan kekuatan barunya. Kebetulan saat itu Alina juga sedang keluar rumah karena ingin mengambil sesuatu.

Baru saja dia membuka pintu. Tatapan matanya membulat sempurna. Setelah itu dia menunduk dengan wajah merah padam menahan rasa malu yang membuncah di hatinya. Ingin sekali dia kabur, tapi mengingat identitas pemuda di depannya dia tidak berani bergerak sedikit pun.

Dengan suara gugup yang di paksakan dia berkata dengan sedikit malu malu..

"Pa Pangeran kesembilan, si silahkan masuk." Ucapnya tergagap.

Dalam hati dia merutuki dirinya sendiri.

"Alina ! Dasar gadis bodoh ada apa dengan tingkahnu itu !" Teriaknya dalam hati.

Ah ! ya Baiklah, kebetulan ada hal yang ingin aku katakan pada Kakekmu dan hal lain lagi yang ingin aku tanyakan padamu." Ucap Revan tenang. Lebih tepatnya berusaha untuk tetap tenang.

Setelah masuk ke rumah Revan di sambut dengan hangat oleh sang kakek. Dia sangat senang bisa bertemu kembali dengan Ravan. Itu semua karena kondisi cucunya kini semakin membaik setelah di rawat olehnya.

"Pangeran kesembilan, terimakasih telah menyembuhkan cucuku satu satunya." Kata kakek dengan penuh semangat.

"Sama sama kakek. Aku hanya melakukan beberapa terapi khusus padanya agar kondisinya segera membaik." Kata Revan sambil tersenyum.

"Oh ! Benarkah? Bisakah anda melakukan terapi itu lebih sering agar cucuku bisa semakin sehat ?" Tanya kakek tua penuh harap.

"Hahaha ! Tentu saja dengan senang hati kakek, lagi pula terapi itu juga sangat mudah dan bisa membuat Alina merasa sangat nyaman. Kata Revan sambil mengedipkan matanya.

Mendengar ucapan Revan, Alina langsung menatapnya dengan penuh keterkejutan. Namun saat dia melihatnya berkedip ke arahnya entah kenapa perasaannya menjadi sangat kacau.

"Kakek ada satu hal yang ingin aku sampaikan kepadamu." Kata Revan.

"Apa itu Pangeran ?" Kata sang kakek sedikit gugup.

Melihat ekspresi gugup sang kakek Revan hanya tersenyum dan berkata

" Tidak perlu gugup kakek, aku hanya akan mengatakan kalau sepertinya aku menyukai cucu anda ! Bisakah anda memberikan restu kakek ?" Tanya Revan serius namun sopan.

Apa ? Apakah anda serius Pangeran ?!" Tanya sang kakek tercengang. Begitu juga dengan Alina. Hatinya di penuhi dengan by perasaan rumit. Tapi yang jelas di kedalaman hatinya dia merasa sangat bahagia. Hatinya mekar bagai bunga di musim semi.

Tapi jika melihat siapa Revan senyum masam langsung terbit dari bibirnya yang mungil.

"Kalau itu tergantung keputusan cucuku Pangeran, anda bisa langsung menanyakannya." Kata kakek dengan senyuman yang mengembang di wajahnya. Dia sangat menyukai Revan.

Dia menyukainya bukan karena statusnya sebagai Pangeran. Dia menyukainya karena pemuda di depannya sangat tulus dan juga mempunyai sopan santun yang bagus pada orang yang lebih tua.

Di jaman ini sangat sulit menemukan orang sepertinya. Siapa di seluruh Kerajaan Varmillion yang tidak mengetahui tentang sifat baik Pangeran kesembilan. Kebaikannya sudah terkenal mulai dari kalangan rakyat biasa hingga di kalangan bangsawan.

Meskipun kakek ini melihat kekejamannya dalam membunuh orang, tapi yang dia bunuh memanglah orang yang pantas mati.

Firasatnya mengatakan jika Alina bersama orang seperti dirinya. Dia pasti akan bahagia.

Setelah mendengar apa yang di katakan kekek tua, Revan mengangguk dan tersenyum. Kemudian dia memutar matanya dan menatap Alina.

"Jujur, aku tidak pandai berbasa basi. Sekarang aku akan bertanya. Apakah kamu mau menjadi kekasihku ?"

1
Rusdi Bintang
coba ninggain jejak
Armoire
Thor napa Api hitam ga dikasih nama sekalian ? Kan ada Ryu, Reiji... Api Hitam kasih nama juga lah ... Rey mungkin ...??? Nama salah satu mantan w sih hahahaha 🤣😂🤣😂
Mirsah Usman
tidurrrr dan tidur lagi
Iqbal deti
ko kelapa thor
Muhammad Azrori
BPOM
Megi Mariska
Karya yang luar biasa, walaupun banyak typo nya
Megi Mariska
Kok tiba2 jadi ordinary god lev 9 sich ...??? Kan sebelumnya masih DEMI GOD 9....??? Sing bener sing endi...???
Megi Mariska
"Semua" Thor... Bukan "suami" 😭😭😭😭
Megi Mariska
"Menawar orang sakit" ... Wkwkwkwk... Laku berapa Thor harganya....??? 😅😅😅😅
Maksudnya "merawat orang sakit" kah ....??? 😭😭😭😭
Megi Mariska
Ya kagak usah di ulang2 melulu lah Thor... Dari awal qt dah tau kok lok MC nya tampan cenderung cantik. tatap mata yg tajam, berambut putih bla bla bla bla..
Masa 1 chapter bs 2-3 di ulang2 🙄🙄🤦‍♀️🤦‍♀️
Megi Mariska
Kebanyakan penjelasan n penjambaran, w malah Ora mudeng Thor 🙄🙄🤦‍♀️🤦‍♀️
Megi Mariska
Jadi ganti judul aja... Legenda Koki DEWA Penguasa 🙄🙄🙄🙄
Megi Mariska
Taik loe Thor... Kasih pasangan MC nya ma cewe miskin yg ga sederajat, udah miskin. kegatelan, ga tau malu, ga bisa jaga harkat martabat sebagai wanita baik2... Dasar rubah cewe berkedok kelinci, awal pura2 cewe pemalu n pendiam tapi ternyata cewe ga tau malu n kegatelan yg gede in nafsu
Megi Mariska
Hadeh mulai muncul drama bucin2 an nya ... 🙄🙄🙄🙄
Megi Mariska
Bosan Thor... Latihan ma boneka melulu sampe ber-bab-bab ... 🙄🙄🙄🙄
Muhammad Azrori
punya saudara namanya Ghulu Thengleng
Muhammad Azrori
tebasan kehancuran kenapa tidak di tampilkan
Muhammad Azrori
kok empat, bukannya 2 dari 5 telah mati?.
@Onlov□~□
ditunggu season 2 nya thor
Ardi Provision
lalu anggur yang dibuat apa pengaruhnya sama mc???
apa gak ada
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!